Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 278 Labuan Bajo


__ADS_3

Tidak sampai dua jam perjalanan, private jet yang membawa Barra dan keluarga sudah mendarat di bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Tampak sebuah mobil commuter sudah ready di depan private jet, yang akan mengantarkan keluarga itu ke Pelabuhan untuk berganti alat transportasi menuju ke Pulau Komodo.


“Woww…. Bandaranya ada di pinggir pantai pa.. Sangat indah, wonderfull…” baru saja keluarcmenuju tangga pesawat, Bareeq berteriak.


Tatapan mata bening anak itu tampak melihat ke arah laut yang terlihat jelas dari tempatnya berada. Tareeq juga ikut memandang ke arah lautan luas, dan berdiri sambil memegang punggung saudara kembarnya..


“Kalian berdua cepatlah turun sayang… sebentar lagi, kita akan naik kapal pesiar untuk menuju ke Pulau Komodo. Kita akan menginap beberapa hari di atas air laut, mommy harap kalian akan menikmatinya..” dari belakang, Gwen mengingatkan kedua putranya.


“Iyakah mommy… jika begitu kita harus segera turun Bareeq. Kita segera masuk ke mobil yang sudah menunggu kita, dan segera menikmati perjalanan dengan menggunakan kapal pesiar.” Tareeq ikut mempertegas kata-kata mommy nya.


Kedua anak kecil itu segera bergegas turun dari dalam private jet, dan segera masuk ke commuter yang sudah menunggu mereka. Barulah Gwen sambil menuntun Sheen, diikuti Barra, Kayla dan Aldo di belakang sendiri. Tanpa banyak bicara, rombongan itu segera masuk ke mobil commuter, dan meminta sopir untuk segera membawa mereka pergi dari tempat itu.


‘Selamat siang tuan, nona.. apakah kita langsung ke Pelabuhan, ataukah akan singgah dulu ke beberapa tempat terlebih dahulu..?” dengan sopan, sebelum menjalankan mobil, copir commuter bertanya pada Barra.


“Kita membawa anak kecil pak, jadi ada baiknya kita mampir ke restaurant dulu untuk makan siang. Kami awam dengan situasi di pulau ini, jadi pilihkan restaurant yang bisa menjangkau lidah kami semuanya..” Barra memberikan tanggapan atas pertanyaan dari sopir tersebut.


“Baik Tuan, bagaimana jika kita singgah sejenak di Pondok Mai Ceng'go Labuan Bajo. Menu utama restaurant tersebut adalah sea food, tetapi juga menyediakan makanan olahan ayam kampung, dan daging sapi.” Sopir menawarkan nama sebuat restaurant.


“Okay.. , antarkan kami kesana dulu pak, Barulah nanti kami diantarkan ke pelabuhan, sekalian menunggu barang barang bagasi di bawa ke hotel terapung..” Barra langsung mengiyakan. “Baik tuan..” perlahan sopir segera menjalankan mobilnya.


Baru beberapa saat mobil itu keluar dari bandara, terlihat Sheen sudah terkulai lemas. Gadis kecil itu ternyata sudah mengantuk. Barra tersenyum kemudian mengangkat tubuh Sheen, dan menidurkan gadis kecil itu di dadanya. Gwen ikut membantu, dengan meluruskan tangan serta kaki anak itu, agar tidak terjepit.

__ADS_1


“Tempatnya sangat lengang, enak tidak ada kemacetan seperti di Jakarta. Kita akan kerasan berlibur di tempat ini kak..” Kayla berbicara pada suaminya.


„Iya sayang, aku malah punya rencana untuk berkunjung juga di Raja Ampat, atau ke Wakatobi. Pemandangan lautnya sangat luar biasa, dan bahkan banyak wisatawan asing yang berkunjung ke tempat tersebut, daripada wisatawan lokal..” Aldo menambahkan.


„Hempph... ya pastilah Ald.. Living cost di kota itu sangat tinggi, standar dollar. Orang asli Indonesia akan berpikir dua kali untuk berlibur ke tempat tersebut, kecuali artis atau pengusaha.” Gwen ikut menanggapi.


“bukan mereka saja kak, para pejabat dengan berdalih untuk kunjungan dinas, juga bisa berkunjung ke objek wisata tersebut. Bagaimana kak, jika dari Labuan Bajo.., kita langsung menuju ke Raja Ampat. Sekalian kita long vacation, lagian di Helsinki sedang musim dingin.” Kayla menyampaikan usulan.


“Halah kamu bisa saja Kay.. Pura-pura menyusul, malah usul kemana-mana. Nanti lihat dulu bagaimana keadaan Sheen, Tareeq, dan Bareeq. Jika Kesehatan mereka bertiga okay, kitab isa lanjutkan liburan. Tapi jika tidak, secepatnya kita Kembali ke Bogor.” Barra ikut menanggapi.


“Ha.., ha.., ha.. bukan begitu kak. Lagian kan sekalian kita liburan bareng, bisanya kak Barra ga pernah mengajak Kayla jika liburan. Selalu diam-diam pergi, dan Kayla hanya bisa lihat foto-fotonya saja..” Kayla tetap tidak mau mengalah.


Semua yang ada di dalam mobil commuter tertawa, mendengar kata-kata Gwen untuk suaminya.


**********


Pondok Mai Ceng'go


Beberapa saat kemudian, rombongan Barra sudah berada di rumah makan yang ada di dataran agak tinggi itu. Dari tempat mereka duduk, mereka bisa melihat pemandangan indah lautan biru tidak jauh dari tempat mereka berada. Kayla dan Aldo tidak bosan-bosannya mengambil gambar keindahan alam tersebut. Keduanya bahkan sampai naik ke lantai dua, untuk bisa membidikkan kamera ke pemandangan alam yang sangat indah.


“Sheen mau sop ikan kakap nak.. Cobalah sedikit sayang, not spicy..” Gwen tampak dengan sabar melatih putrinya untuk menikmati nasi.

__ADS_1


Perempuan muda itu mencampurkan kuah sop ikan kakap dengan nasi putih, dan mencoba menyuapkan ke mulut putrinya. Sheen melihat sebentar ke arah mommy nya, dan setelah melihat mommy nya tersenyum dan menganggukkan kepala, barulah gadis kecil itu membuka mulutnya. Tanpa menunggu lagi, Gwen segera menyuapkan sendok kecil ke mulut putrinya.


“Bareeq hati-hati sayang, jangan sampai terkena duri..” Barra memberi peringatan pada putra kembarnya.


Tidak biasanya melihat putranya menikmati ikan bakar sendiri, Barra memberi peringatan pada putranya. Sedangkan Tareeq tampak menikmati cumi goreng tepung, dan ikan fillet masak saos asam manis. Sama dengan Sheen, Tareeq juga tidak terbiasa menikmati nasi, sehingga anak itu hanya makan ikan dan cumi saja.


“Tareeq tidak  mau mencoba nasi seperti Sheen sayang..?” Gwen bertanya Ketika melihat putranya tidak menggunakan nasi.


“Ga perlu momm… takut muntah karena tidak terbiasa..” dengan cepat, Tareeq menjawab.


„Tidak apa-apa, tapi ingat banyakin ikan dan cuminya. Karena kita belum tahu, apakah menu di hotel nanti ada bread for you boy… Mommy juga terlupa tidak menyiapkan dari Jakarta sayang..” Gwen merasa bersalah.


“No momm… jangan khawatirkan Tareeq. Masih ada protein dan buah buahan, nanti Tareeq bisa mengganti karbohidrat dengan makanan itu. Untuk nasi, tareeq tidak terbiasa, jadi tidak berani mencobanya momm...” dengan cepat, Tareeq menenangkan mommy nya.


“Putra kita sudah semakin besar honey, biarkan mereka menentukan diri apa yang akan dikonsumsinya. Kita biarkan mereka mengambil keputusan sendiri, untuk melatih mereka agar lebih mandiri..” Barra ikut berkomentar.


“Hempphh… baiklah pa..” setelah menghela nafas, Gwen memberikan jawaban.


Perempuan itu kembali menyuapi Sheen, dan terlihat gadis kecil itu makan dengan lahap. Barra tersenyum Bahagia, melihat ketiga putra putrinya tidak ada pantangan makan apapun. Hal itu sangat penting Ketika mereka melakukan perjalanan jauh, karena tidak membuatnya kerepotan mencari makanan untuk mereka.


***********

__ADS_1


__ADS_2