
Batarsheen Elegance Interior..
Hari hari berikutnya, kehidupan perusahaan Gwen berjalan seperti biasanya. Kedekatan Hans dan Josephine di luar hubungan kerja semakin dekat, dan bahkan sering kali tanpa sepengetahuan gadis itu, Hans sering menjemput Josephine Ketika berangkat kerja. Namun mereka bisa menyembunyikan kedekatan mereka dengan baik.
“Miss Direktur…, tadi pagi ada yang menelpon ke kantor. Namanya Miss Jacqluinne, dan memberi tahu jika perempuan itu serius untuk bekerja sama dengan perusahaan ini. Jika tidak keliru, nanti siang akan mulai mengantarkan beberapa koleksinya ke tempat ini.” Josephine melaporkan apa yang terjadi di perusahaan pada Gwen.
“Terima dan layani dengan baik perempuan itu Joshie. Tugaskan office boy untuk membersihkan tempat display koleksi sekarang juga, dan aku harap semua bersikap baik pada kolega. Perempuan Bernama Jacqluinne itu, istri dari saudara sepupu Tuan Barra. Jadi masih ada hubungan kerabat dengan keluargaku, jadi jangan membuatnya kecewa.” Sambil melihat ke layar gadget di depannya, Gwen memberikan tanggapan.
“Baik Miss Direktur… secepatnya saya akan mengkondisikan semuanya. Jika tidak ada lagi yang ingin Miss sampaikan pada saya, ijin untuk meninggalkan ruangan.” Setelah memahami apa yang disampaikan Boss nya, Josephine ijin untuk meninggalkan ruangan.
“Hempphh.. pergilah Joshie..” tanpa melihat pada gadis itu, Gwen memberi ijin pada Josephine untuk meninggalkan ruangan.
Sepeninggalan Josephine, Gwen masih terlihat focus pada pekerjaannya. Sejak pagi perempuan itu datang, belum sebentarpun Gwen berdiri dari tempat duduknya. Jika tidak ada berkas yang direview, tanpa ragu, Gwen membuat coretan menggunakan aplikasi computer tentang berbagai draft desain. Perempuan itu memang sangat professional, bisa mengelola waktu kerja dengan baik. Dan sebagai konsekuensi dengan dibukanya perusahaan ini, Gwen selalu bisa menggunakan waktu di rumah khusus untuk melayani suami dan putra putrinya.
“Drttt… drrtt… drttt..” tiba tiba ponsel Gwen bergetar.
Perempuan itu langsung melihat siapa yang melakukan panggilan. Dan Ketika melihat ternyata suaminya yang melakukan panggilan, perempuan itu langsung menerima panggilan masuk.
“Assalamu alaikum papa…” Gwen langsung mengucap salam pada suaminya.
“Wa alaikum salam honey… Papa dalam perjalanan menuju ke perusahaanmu, jadi jangan buat agenda ya.. Suamimu ini sudah kangen, ingin mendapatkan jatah ciuman yang tadi pagi terlupakan..” mendengar perkataan suaminya, hati Gwen menjadi bergetar. Karena tergesa gesa, tadi pagi memang Barra berangkat ke perusahaan lebih dulu, karena ada kolega yang ingin bertemu dengannya saat pagi hari, karena harus mengejar penerbangan ke luar kota.
“Hati hati di jalan papa sayang… kebetulan pekerjaan mommy juga sudah berkurang. Sheen pasti senang, jika melihat papanya datang berkunjung..” menggunakan alasan putrinya, Gwen mengiyakan.
__ADS_1
“Hemmmpphh… Sheen atau Sheen dewasa yang merindukan kedatangan papa.. tenang honey, tidak sampai lima belas menit lagi, papa sudah akan sampai di depan perusahaanmu.. Bye..” laki laki itu segera mengakhiri panggilan.
Gwen tersenyum, dan perempuan itu segera merapikan sendiri meja kerjanya. Untuk memastikan jika ruang kerjanya tidak berbau pengap, Gwen mengambil pewangi ruangan, kemudian menyemprotkan beberapa kali di dalam ruangan itu. Tidak tahu mengapa, tiba tiba saja Gwen menjadi gugup, seperti anak muda yang sedang merindukan cinta monyet.
“Kenapa aku malah menjadi hectic seperti ini.. Oh my God… aku seperti seorang gadis, yang merindukan kedatangan pacarnya. Padahal setiap hari, aku bertemu dengan suamiku. Namun kenapa aku malah menjadi gugup seperti ini..” Gwen berbicara pada dirinya sendiri. Perempuan itu mengatur pernafasannya agar kembali stabil.
***********
Barra terlihat sedang berkomunikasi dengan putrinya. Sheen, putri dari pasangan suami istri itu sudah bisa berceloteh lucu meskipun masih cadel. Gwen tersenyum melihat keakraban Sheen dengan cinta pertamanya itu.
“Sheen.. sudah makan siang belum hari ini sayang..?” Barra bertanya pada putrinya.
“Dah.. pa..” dengan logat cadel, Sheen menjawab pertanyaan dari papanya.
„Momm.. momm pa..” dengan aksen lucu, Sheen menunjuk ke arah mommy nya,
“Hebat… ternyata mommy perempuan yang hebat. Bisa bekerja professional, tetapi juga bisa menjadi mommy dan istri yang professional juga. Kita hadiahkan tepuk tangan dan ciuman untuk mommy sayang..” Barra melatih putrinya untuk berapresiasi.
Dengan kedua tangannya, Sheen mengikuti apa yang diajarkan oleh papanya. Bocah kecil itu bertepuk tangan, kemudian menolehkan wajahnya ke arah Gwen. Dengan dipegangi papanya, Sheen memberikan ciuman di pipi mommy nya.,
“Okay… karena Sheen sudah makan siang, sekarang saatnya Sheen istirahat ya. Sekarang giliran mommy dan papa yang akan makan siang, Sheen bermain dan tidur dengan nanny dulu ya..” Barra memang selalu melatih putra putri mereka sejak dini.
“Ya papa…” tanpa rewel, Sheen mengulurkan tangannya ke arah nanny, baby sitter yang membantu untuk mengasuhnya.
__ADS_1
Baby sitter itu segera membawa keluar Sheen dari ruangan, dan tinggallah Barra dan Gwen di dalam ruangan itu.
“Honey… kita makan di luar saja yukk. Papa ingin makan steak wagyu siang ini..” Barra mengajak istrinya untuk makan di luar perusahaan,
“Baik pa.. mommy ambil tas dulu dalam ruangan..” Gwen mengiyakan.
Pasangan suami istri itu segera berjalan keluar dari dalam ruangan baby care. Barra menunggu di luar pintu ruang kerja istrinya, dan Gwen masuk sendiri ke dalam ruang kerjanya. Tidak lama kemudian, gwen sudah Kembali keluar sambil membawa tas tangan. Barra segera memberikan rangkulan di Pundak perempuan itu, dan keduanya segera berjalan menuju ke pintu keluar.
“Selamat siang Tuan Barra, Miss Direktur..” dalam perjalanan menuju ke pintu, pasangan suami istri itu berpapasan dengan Josephine.
“Selamat siang juga Joshie.. apakah kamu sudah istirahat siang ini..” dengan ramah, Gwen menjawab sapaan itu.
“Sudah Miss, ini Joshie mau Kembali ke ruang untuk melanjutkan pekerjaan.” Dengan sopan, Josephine memberikan tanggapan.
“Pergilah..”
Pasangan suami istri itu kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke halaman perusahaan. Barra dan Gwen berhasil mendapatkan tanah yang luas untuk membangun perusahaan ini. Dengan penataan yang apik, perusahaan ini dibangun satu lantai, lengkap dengan taman, Play Ground dan dilengkapi pula dengan baby care di halaman belakang.
“Selamat siang Tuan Barra, Miss gwen.. apakah sudah mau keluar sekarang..?” petugas keamanan dengan sigap menyambut pasangan suami istri itu, dan membukakan pintu mobil.
“Iya..” sahut Barra singkat.
Laki laki itu membantu istrinya terlebih dahulu untuk masuk ke dalam mobil, barulah dia mengikutinya. Barra sengaja tidak membawa driver untuk mengemudikan mobil, karena ingin menikmati perjalanan berdua dengan istrinya. Sebelum menyalakan mesin mobil, Barra memegang kepala istrinya, kemudian menyandarkan di pundaknya. Barulah perlahan, laki laki itu menyalakan mobil, dan perlahan mobil meninggalkan halaman perusahaan itu.
__ADS_1
**********