
Istirahat Sekolah
Gwen dan Novi melintas di samping lapangan basket, mereka mau pergi ke food court. Merasa ruang geraknya mulai dibatasi oleh Om Andrew, dan juga kakek Atmadja membuat hari ini Gwen seperti kehilangan semangat. Suasana kelas menjadi lebih tenang, karena sepanjang pelajaran dari pagi, Gwen tidak banyak membuat ulah. Guru yang mengajar merasa senang, tetapi mereka malah beberapa merasa ada yang hilang dalam interaksi dengan para siswa.
"Ada Aldo tuh Gwen... samperin kagak...?" melihat kedekatan Aldo dan Gwen, Novi memberi tahu pada gadis itu ketika melihat Aldo sedang bermain basket.
"Lanjut food court saja Nov.. lagi malas saja. Paling anak itu akan mengejar kita, jika tahu kita menuju ke tempat itu." Gwen bertingkah cuek, dan hal itu membuat kaget Novi. Hampir semua cewek di sekolah International itu, mati-matian mengejar dan mendekati Aldo, namun anak muda itu sedikitpun tidak pernah melirik mereka. Giliran Gwen, malah bersikap cuek dan mengabaikan anak muda itu.
Keduanya terus melanjutkan langkah kaki mereka, dan Gwen bersikap wajar. Tiba-tiba...
"Terus kejar... ayo.. ayo bawa lari Ald... wow slam dunk..." terdengar teriakan dari arah lapangan basket, dan tepuk tangan riuh mengiringi Aldo yang berhasil melakukan tembakan slam dunk.
Novi berhenti sebentar, dan gadis itu ikut bertepuk tangan memberikan apresiasi atas keberhasilan Aldo. Bahkan gadis itu sampai tidak sadar jika Gwen sudah berjalan lebih cepat, dan meninggalkannya. Sesaat barulah Novi menyadari jika Gwen sudah berada jauh di depan. Gadis itu segera mengejar Gwen sambil berteriak memanggilnya.
"Gwennnn.... tungguuuu..." suara Novi menghentikan langkah kaki Gwen, dan gadis itu menoleh ke belakang. Tampak Novi berhasil menyusulnya dengan terengah-engah.
"Lambat banget sih Nov... keburu lapar tahu gakk..??" dengan nada sewot, Gwen menunggu Novi.
"Masak ada pemandangan bagus dibiarkan menganggur Gwenn... kamu tadi ga pingin lihat apa, Lompatan Aldo berhasil memasukkan bola ke keranjang basket dengan tepat. Sangat indah sekali gerakan anak itu, tambah kesengsem aku jadinya.." sambil cengar cengir, Novi bercerita.
__ADS_1
"Hemmph... jika naksir kenapa tidak kamu tembak saja Aldo nya. Dia masih kosong tuh, ga ada perempuan yang lagi dekat dengannya.." mendengar jawaban Gwen yang tampak acuh, membuat Novi bingung. Hampir semua cewek di sekolah ini, tahu jika Gwen memiliki kedekatan dengan Aldo. Bahkan mereka mengira jika ada hubungan antara keduanya, bahkan guru-guru juga melihat demikian, Tanpa diminta Aldo selalu menjadi yang terdepan bertindak atas nama Gwen.
"Bukankah kamu dan Aldo sedang ada hubungan kan Gwen.. Jangan-jangan kalian berdua saat ini sedang crash, terus sikapmu jadi acuh dan cuek dengan anak itu... Tapi jangan khawatir Gwenn..., aku tidak mau dikatakan sebagai teman yang suka makan pagar tanaman. Aku tetap Novi temanmu yang dulu..." Novi bertindak seakan menghibur Gwem, yang dipikirnya sedang ada masalah dengan Aldo.
Melihat reaksi teman sebangkunya itu, Gwen hanya menatap ke arah Novi beberapa saat. Tanpa bicara apapun lagi, Gwen segera meneruskan langkahnya dan segera memilih tempat duduk di sudut food court. Melihat kedatangan Gwen.. tampak anak laki-laki berkaca mata tebal memilih menyingkir dari tempat duduknya. Anak laki-laki itu sering mendapatkan bully an dari Gwen dan rekannya.
"Hey... mau kemana kamu Fajar.. tetap duduklah di kursimu. Jangan khawatir, aku tidak akan mengusirmu seperti biasanya, aku lagi malas saja berdebat dengan semua orang.." melihat laki-laki bernama Fajar itu mengangkat pantatnya, Gwen langsung menegur anak muda itu.
"Ba.. baik Gwen..." Fajar kemudian kembali duduk, dan beberapa kali melirik ke arah Gwen sambil ketakutan. Tiba-tiba tangan Gwen mencomot french fries yang ada di piringnya.
"Boleh join kan nikmati kentang gorengnya..." Fajar hanya menganggukkan kepala, dan anak muda itu merasa senang melihat Gwen mengambil makanannya.
**********
"Ald.. turunkan tanganmu, aku lagi tidak mau bercanda.." tanpa melihat tangan siapa, Gwen langsung memberi teguran pada si pemilik tangan,
"He.. he.. he.., ternyata kamu sangat mengenalku Gwenn.. What happend, tadi aku lihat dari pinggir lapangan basket, sepertinya kamu sedang bad mood. Apa ada yang mengganggu atau membuatmu kesal Gwen... Katakan padaku, aku akan segera membereskannya.." Aldo menarik kursi dan duduk di samping gadis itu.
Gwen mengangkat wajahnya, dan beradu pandang dengan Aldo. Melihat situasi itu, Novi tidak berani mengganggu, dan terus melanjutkan makannya.
__ADS_1
"I.m fine.. mana ada yang berani menggangguku Ald.. Lagi bete saja, hari ini aku diantar jemput sama Om Andrew.. Kakek juga berpesan, untuk secepatnya sampai di rumah setelah kelas selesai, Padahal hanya karena kakek Chandra, sahabat kakek yang akan datang ke rumah. Padahal sering juga kami berjumpa.." Gwen mengutarakan kekesalannya pada anak muda itu.
"Hadeh Gwen...jagoan perempuan di sekolah ini... Hanya itu saja toh,. gampang Gwenn.. Kenapa kamu tidak kabur saja denganku kali ini, biasanya juga begitu jika kakekmu memintamu pulang tepat waktu.." Aldo menganggap sepele masalah yang dihadapi gadis yang dekat dengannya,
Mendengar kata-kata yang diucapkan Aldo, Gwen malah menatap balik ke wajah anak muda itu.
"Kali ini beda Ald.. jika saja Om Andrew tidak ada kali ini, aku bisa saja berbohong pada kakek. Tapi dengan Om Andrew.. aku ga bisa Ald. Kamu tahu sendiri bukan, bagaimana kedekatanku dengan Om Andrew.. Sejak papa dan mama tidak ada, hanya Om Andrew yang selalu menemani, bersama, dan aku menganggapnya seperti orang tuaku sendiri," lanjut Gwen.
Aldo terdiam, dan seketika laki-laki itu ingat bagaimana Gwen memperlakukan adik papanya itu. Bagaimana Om Andrew selalu bertindak mewakili atas nama orang tuanya, dan Aldo akhirnya hanya diam menatap Gwen yang tampak sedang jengkel.
"Hempph sudahlah, kan hanya kali ini saja. Tidak mungkin kan, Om Andrew akan berada di kota ini selamanya. Pasti tidak lama lagi, akan kembali ke luar negeri untuk mengurusi bisnisnya. Lanjutkan makannya tuh..." Aldo berusaha menenangkan Gwenn..
Melihat bagaimana perhatian Aldo pada Gwen.., hati Novi yang merasa tidak kuat menyaksikannya. Terlalu manis untuknya, dan terkadang malah Gwen sendiri yang mengacuhkan laki-laki itu. Ketika ketiga anak muda itu sedang melanjutkan makan mereka, tiba-tiba..
"Hey Ald.. aku mencarimu kemana-mana. Moana kasih info nih barusan, jika mau kita akan diajak tanding lagi nanti malam. Pembalap Denpasar itu katanya masih penasaran dengan Gwen.. karena berhasil mengalahkannya tadi malam. Bagaimana kita ambil kan Ald..." terlihat Asep sudah berdiri di belakang Aldo.
"Suruh dalam mimpi saja Sep... balapannya. Malam ini, dan mungkin untuk minggu ini, aku akan menjadi anak manis dulu untuk sementara.. Maklum... penjagaku sedang datang, dan akan mengawal kebebasanku.." sambil mencomot bajwan goreng, Gwen menanggapi kata-kata Asep.
"Ha... ha.. ha.., dengar ga tuh Sep.." Aldo malah tertawa mendengar ucapan Gwen.
__ADS_1
*************