
Beberapa bulan sesudahnya..
Semakin mendekati hari perkiraan lahir bayi pasangan suami istri Barra dan Gwen, rumah tempat tinggal mereka menjadi semarak lebih hidup. Kamar yang direncanakan untuk digunakan sebagai kamar tidur untuk bayi mereka, sudah selesai dipersiapkan. Kamar itu berada di samping kamar kedua putra mereka Bareeq dan Tareeq. Seperangkat tidur kecil untuk bayi, pencahayaan, karpet tebal untuk melindungi dari rasa sakit jika terjatuh, sudah terpasang lengkap.
“Bareeq.. kamar adik sangat indah ya.. Warnanya banyak lebih ke warna pink, ungu, dan biru muda..„ Tareeq mengajak bicara saudara kembarnya. Kedua bocah kembar itu, saat ini sedang berada dalam kamar untuk adiknya nanti.
„Benar Tareeq... karena adik kita perempuan, jadi mommy dan papa lebih menonjolkan pewarnaan Tapi lebih gagah kamar kita, ketika kita masih bersama dengan opa buyut di Dubai.. Mungkin mommy dan opa buyut juga mempertimbangkan hal ini, ketika menyiapkan kamar untuk kita..” Bareeq memberikan tanggapan.
„Hempphh... kapan adik bayi kita segera terlahir ke dunia ini.. Aku ingin segera melihatnya, dan akan mengajaknya untuk bermain.” Terlihat Tareeq seperti melamun. Kedua telapak tangannya menopang kedua sisi dagunya. Melihat apa yang dilakukan saudara kembarnya, Bareeq mengikuti melakukan gerakan yang sama.
Kedua bocah itu masih asyik melamun, tanpa menyadari Ketika mommy nya masuk ke dalam kamar. Melihat kedua putranya berada di dalam kamar, perempuan mud aitu tersenyum.. Gwen sama sekali tidak menduga jika kedua putranya berada di dalam kamar untuk putrinya nanti. Perempuan muda itu sudah berkeliling tempat tinggal, swimming pool, maupun halaman rumah. Namun ternyata keduanya sedang melamun di kamar itu.
“Uhukk… apakah putra-putra mommy, tidak sadar ya jika mommy sudah masuk ke dalam kamar..” Gwen pura-pura bergumam sendiri, untuk memancing reaksi kedua putranya.
“Mommy….” Tiba-tiba Bareeq dan Tareeq berlari dan keduanya memeluk mommy nya dengan erat.
Perempuan muda itu tersenyum, kemudian mengusap rambut keduanya secara perlahan. Hal itu dilakukannya selama beberapa saat, sampai akhirnya..
“Apa yang kalian lakukan berdua di kamar ini sayang..?? Mommy dan Claire mencari kalian kemana-mana, ternyata kalian malah berada di kamar kosong ini.. Mommy sama sekali tidak mengira sayang..” perempuan muda itu melihat ke wajah dua bocah kembar itu.
„Iya mommy... tadi Bareeq sama Tareeq gabut momm... Ketika melihat pintu kamar ini terbuka, akhirnya kami berdua masuk dan bermain di dalam kamar ini.. Kapan ya momm... adik terlahir dari perut mommy.. Bareeq sudah tidak sabar ingin melihat dan menggendong adik nantinya..” dengan polos, Bareeq bertanya tentang adiknya.
__ADS_1
“Iya momm.. Tareeq juga ingin segera mencium pipinya, dan juga mengajaknya bermain bersama..” Tareeq ikut menimpali.
Gwen tersenyum, kemudian perempuan muda itu duduk di atas ranjang.. Bareeq dan Tareeq didudukkan Gwen di kanan kiri, tempatnya duduk.
“Tareeq.., Bareeq… jodoh, hidup, mati, kelahiran seseorang sudah diatur oleh Tuhan sayang… Kita hanya tinggal menunggu, dan mommy harap kalian berdua selalu berdoa. Doakan agar mommy dan adik nanti, bisa terlahir di dunia dan dalam keadaan sehat sayang..” pelan-pelan, Gwen mencoba memberikan pengertian pada kedua putranya.
“Pasti mommy… di setiap akhir sholat, meskipun masih sering bolong-bolong, Tareeq selalu berdoa untuk kesehatan mommy dan papa.. Nanti Tareeq akan menambahkan doa untuk adik juga..” dengan polos, Tareeq mmeberikan tanggapan.
“Hemppphh… kalian berdua memang, putra-putra mommy dan papa yang selalu berbakti. Kita keluar dulu yukk, kalian berdua belum makan siang bukan..” tujuan mencari kedua putranya adalah untuk mengajak mereka untuk makan siang, akhirnya Gwen mengajak keduanya keluar dari dalam kamar,
“Baik mommy..” sahut kedua bocah itu serentak.
********
Di sebuah sudut club, terlihat Jacqluinee tampak sedang menunggu seseorang. Sudah beberapa jam, perempuan itu duduk di situ, namun orang yang ingin ditemuinya belum juga mau untuk bertemu dengannya.
“Aku harus bersabar, karena dengan usiaku saat ini, dan kevakumanku beberapa tahun dari dunia model, akan semakin sulit untuk mengembalikan pamorku..” tampak perempuan itu menyemangati dirinya.
Beberapa saat duduk di tempat itu, terlihat seorang laki-laki dengan tampang menyeramkan datang menghampiri Jacqluine. Rupanya perempuan itu mengenal laki-laki yang datang menghampirinya, terbukti Jacqluine langsung berdiri menyambutnya.
“Bagaimana Antonius… apakah kamu sudah mengatakan pada pihak manajemen, agar mereka bisa menerimaku kembali bergabung dengan manajemen mereka..?” Jacqluine langsung mengejar laki-laki itu dengan pertanyaan.
__ADS_1
“Seperti biasa kamu Jacqluine… tidak pernah sabar menunggu hasil, tetapi hanya selalu mengejar saja. Tidak ingat, berapa dollar yang kamu kirimkan ke rekeningku..” rupanya laki-laki bernama Antonius itu adalah seorang calo. Laki-laki itu kerap kali menjadi perantara, untuk mempertemukan orang-orang yang merasa punya talent, dengan pihak manajemen artis.
„Please Anton... itu sudah dollar terakhirku.. Kamu tahu sendiri bukan, sudah berapa tahun aku off dari dunia model. Dan Ketika aku Kembali ke negara ini, ternyata kesempatan sudah tertutup buatku.. Kamu juga tahu, aku butuh uang untuk bertahan hidup di negara ini..” terdengar Jacqluine tampak menghiba pada laki-laki itu.
Laki-laki itu tersenyum licik, dan mengamati tubuh perempuan di depannya itu dari ujung kepala sampai ujung kaki..
„Tubuhmu masih bagus Jacqluine... dan dadamu malah bertambah mon**tok. Kenapa kamu tidak mencoba penawaranku terakhir.. kamu ikut terlibat dalam pembuatan film blue.. Pasti akan banyak menarik perhatian orang, dengan dominan wajah Asia yang kamu miliki..” rupanya Antonius memiliki niat yang tidak baik pada Jacqluine,
“Tutup mulutmu Antonius.. bukankah aku sudah menceritakan kepadamu tentang status terbaruku, Aku ini seorang mommy Anton... bagaimana tanggapan putraku, jika suatu saat nanti dia akan melihat video mommy nya tersebar kemana-mana. Please... berikan aku pilihan yang lebih bermartabat Anton..” Jacqluine mencoba mengajak laki-laki itu untuk bernegosiasi.
“Ha.. ha.. ha… Jacqluine, Jacqluine.. Sungguh naif dirimu saat ini gadis.. sudah memiliki anak, tapi masih ngebet untuk berdiri dan berkarir sebagai seorang model. Harusnya kamu itu tahu diri, dan menyadari kekuranganmu.. Tidak malah egois, ngotot untuk bertahan..” bukannya memberikan peluang, tetapi laki-laki itu malah tertawa sambil meremehkan perempuan itu.
Jacqluine terdiam, bukan kali ini saja laki-laki itu melecehkan bahkan merendahkannya. Namun.. saat ini perempuan itu membutuhkan uang, dan ingin Kembali memiliki ketenaran. Berbagai macam cara, akan Kembali direbutnya.
“Antonius… please, Carikan cara untukku, apapun itu akan aku lakukan. Karena aku tidak bisa hanya bertahan tanpa adanya pemasukan sama sekali. Aku harus bisa bertahan agar survive di negara ini Anton… please bantu aku. Hanya kamulah satu-satunya harapanku di negara ini..” Jacqluine terus menghiba.
Dengan tersenyum smirk, kembali Antonius melihat ke arah perempuan itu. Tangan laki-laki itu terulur, kemudian memegang dagu Jacqluine..
“Ikutlah malam ini denganku Jacqluine.. aku akan mencarikan uang untukmu..” ucap laki-laki itu sinis.
**********
__ADS_1