
Setelah dua hari menghilangkan jet lag dengan beristirahat penuh di rumah, Gwen mulai membongkar trolly bag yang masih terkunci. Ketika melihat bungkusan box titipan Jacluinne untuk diantarkan pada kelaurganya, Gwen jadi teringat dengan janjinya pada perempuan itu. Dengan hati-hati, Gwen mengeluarkan box kecil itu, dan memegangnya dengan kedua tangannya.
“Hempphh… aku hampir saja terlupa, jika aku masih punya janji dengan kak Jacqluinne. Aku akan minta sopir untuk mengantarkanku ke rumah keluarga kak Jacqluinne.” Setelah melihat alamat dimana barang itu akan diantarkan, Gwen tersenyum. Tanpa perempuan muda itu sadari, sejak tadi suaminya Barra mengamati perilakukanya,
Laki-laki itu berjalan mendekati istrinya, kemudian mengambil box dari tangan perempuan itu. Gwen terkejut, tetapi senyuman segera muncul dari bibirnya Ketika mengetahui jika suaminya Barra yang telah melakukannya.
“Papa membuat mommy terkejut,” sambil tersenyum, Gwen menyapa suaminya,
“Papa hanya curiga melihat istriku yang cantik dan menggemaskan ini terlihat serius. Ternyata mengamati box yang dititipkan Jacqluinne padamu. Heeeh…., jika memang barang ini membuatmu kurang nyaman honey, kamu bisa kirimkan saja lewat eksppedisi. Tidak perlu, menjadi beban pikiran yang berat untukmu..” laki-laki itu mengusulkan saran.
Gwen memiringkan kepala, dan melihat ke wajah suaminya. Sangat jelas terlihat, jika suaminya seperti tidak berkenan, jika dirinya merepotkan diri untuk urusan Jacqluinne.
“Kak Barra suami mommy tercinta.. Tersenyum dong,” Gwen berusaha menggoda Barra suaminya.
“Bukannya beban untuk mengantarkan barang ini pada kerabat kak Jacqluinne. Tetapi lebih pada bagaimana kita menjalankan Amanah kan, dan tidak ada jeleknya jika kita berusaha untuk menghilangkan dendam di masa lalu. Kita akan selalu menawarkan dan menanamkan kebaikan pada siapapun, apalagi mommy juga sudah berjanji pada kak Jacqluinne..” lanjut Gwen lebih menjelaskan maksud dari apa yang dilakukannya.
Terlihat Barra menghela nafas beberapa saat, kemudian…
“Terserah honey.. apa yang akan dilakukan. Papa hanya mengkhawatirkan perasaan honey saja..” akhirnya laki-laki itu mengikuti apa yang diinginkan oleh istrinya.
Gwen melihat jika ada bias rasa kecewa dalam diri suaminya, Perempuan itu tanggap, kemudian meletakkan bungkusan itu di atas meja. Setelah itu, Gwen mendekat pada suaminya, kemudian memeluk erat tubuh laki-laki itu.
__ADS_1
“Jika papa masih belum bisa melupakan apa yang sudah terjadi dengan kak Jacqluinne, tidak apa-apa papa.. Namun, ijinkan mommy pergi sendiri mencari rumah orang tua istri Andy. Nanti mommy bisa minta sopir untuk menemani mommy pergi..” dengan suara pelan, Gwen bermaksud untuk melunakkan suaminya,
Tetapi setelah mendengar kata-kata dari istrinya, bukannya Barra menjadi luluh. Laki-laki itu malah langsung memegang erat kedua bahu istrinya, dan menatap mata Gwen dengan tajam.
„Honey... apa yang berani kamu katakan tentangku dan Jacqluinne... Ingat honey, aku ini laki-laki setia. Ketika Jacqluinne memutuskan untuk meninggalkanku tanpa pamit, puluhan tahun lalu. Aku sudah melupakan, jika pernah ada hubungan di antara kami selama ini. Jadi hilangkan pikiran buruk tentang kami dari pikiranmu honey..” dengan nada suara tegas, Barra mencoba menjelaskan.
Gwen menjadi ciut melihat reaksi suaminya. Selama ini, Gwen tidak pernah mendengar suaminya bicara kasar kepadanya, namun nada tegas barusan sangat menakutkan gadis itu. Terlihat Gwen menundukkan kepala, tidak berani beradu pandang dengan suaminya.
“Apa yang aku lakukan padamu honey, apakah aku menakutimu.. Bukan honey, bukan seperti ini maksudku. Please forgive me…” melihat istrinya yang bereaksi takut, sesaat Barra malah menjadi panik.
Barra menggunakan tangan kanannya untuk mengangkat dagu istrinya, dan membuat Gwen untuk beradu pandang dengannya.
“Jangan menatapku seperti itu honey.., aku hanya khilaf saja. Karena dari kata-kata yang honey ucapkan, seperti ada tuduhan jika aku masih menginginkan, atau bahkan belum bisa melupakan Jacqluinne. Itu semua tidak benar sayang. Hanya ada satu nama perempuan di hati papa, Gwen Alvaretta, mommy Bareeq, Tareeq, dan Sheen… honey..” kini giliran Barra berusaha untuk mengembalikan kepercayaan istri kepadanya.
*************
Beberapa saat kemudian..
Sebuah mobil Porshe keluar dari halaman rumah Gwen. Mobil itu ditumpangi Gwen dan Barra, yang akan menuju ke daerah Cielungsi kabupaten Bogor. Tanpa membawa sopir, akhirnya Barra mengantarkan istrinya untuk bertemu dengan keluarga Jacqluinne di daerah tersebut. Barra pernah beberapa kali ke daerah itu, Ketika dia masih bersama dengan Jacqluinne kala masih muda.
“Papa… menurut google maps, pada bundaran di depan itu, kita akan belok ke kanan..” melalui aplikasi G Maps, Gwen menunjukkan arah.
__ADS_1
„Iya honey... saat ini daerah sini sudah sangat ramai. Dahulu kala, belum banyak rumah. Semoga saja, akses menuju rumah Tante Ayun masih sama seperti dulu. Tidak begitu banyak perubahan.” Sahut Barra. Tante Ayun adalah nama dari mamanya Jacqluinne.
“Aamiin pa.., hati-hati mengemudi. Jalanan lumayan padat..” melihat banyak keramaian di daerah yang mereka lalui, Gwen mengingatkan.
Barra terus focus mengemudi, sambil mencoba mengingat ingat jalan masuk ke tempat rumah Jacqluinne berada. Beberapa saat kemudian…
“Hempphh… seperti di gapura selamat datang itu kita masuk honey… Aku seperti ingat, karena gapura itu sudah ada sejak dulu, hanya beberapa sudag mengalami renovasi.” Melihat ada gapura di depan, laki-laki itu segera mengarahkan mobil menuju belokan ke arah jalan tersebut.
Tidak lama kemudian, akhirnya mobil yang membawa Barra dan Gwen sudah masuk ke gapura.
Laki-laki itu masih terus mengemudi lurus ke arah barat. Beberapa saat kemudian, di depan rumah besar dengan halaman yang sangat luas, laki-laki itu menghentikan mobilnya.
„Kenapa berhenti pa.., apakah kita sudah sampai di rumah kak Jacqluinne..” Gwen menoleh dan bertanya pada laki-laki itu.
„Sudah honey.., aku tidak bisa mengantarkanmu ke dalam. Karena aku mencegah untuk bisa bertemu dengan tante Ayun, mamanya Jacqluinne. Honey masuk sendiri ke dalam ya, papa tidak bisa menemanimu masuk..” tiba-tiba Barra mengatakan sesuatu.
Gwen tersenyum, dan bisa memaklumi kata-kata suaminya. Bukannya laki-laki itu masih mencintai dan tidak bisa melupakan Jacqluinne. Namun, terkadang ketika bertemu dengan anggota keluarganya, ada rasa enggan dan rasa kurang nyaman. Gwen begitu paham, apa yang dirasakan oleh suaminya.
„Baiklah papa..., mommy akan masuk ke halaman sendirian. Jika memang papa masih kurang nyaman, papa bisa keluar dulu. Nanti jika urusan mommy sudah selesai, secepatnya mommy akan menelpon papa..” berusaha memahami perasaan suaminya, Gwen meminta laki-laki itu untuk meninggalkannya sendiri.
“Tidak honey, segeralah masuk ke dalam. Papa akan menunggu di tempat ini, dan mendengarkan musik untuk mengusir sepi.”
__ADS_1
Karena suaminya bersikukuh memintanya untuk pergi, akhirnya Gwen segera membuka pintu mobil. Perempuan muda itu segera masuk ke dalam pintu gerbang berwarna putih, dan segera masuk ke halaman luas rumah tersebut.
***********