Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 270 Wellcome to Jakarta


__ADS_3

Tengah malam hari berikutnya..


Gwen terlihat sedang membangunkan putra putrinya secara perlahan. Pilot sudah memberikan informasi pada pasangan suami istri itu, jika mereka sudah akan mengambil posisi landing di International Soekarno Hatta Airport. Agar tidak merepotkan, maka Gwen membangunkan Tareeq dan Bareeq terlebih dahulu.


“Mmmppphh… mommy, what happened..?” Ketika mata Tareeq terbuka, anak kecil itu langsung bertanya pada mommy nya.


„Bangunlah sayang, kita sudah akan landing di Soetta Airport. Papa akan susah membawa kalian turun, jika kalian tidak segera bangun..” sambil tersenyum, Gwen memberikan tanggapan.


Mendengar ucapan mommy nya, senyuman terbit di bibir Tareeq. Bocah kecil itu tanpa ragu, langsung mengangkat tubuhnya sendiri ke atas, dan saat ini dalam posisi duduk. Setelah itu, perlahan Gwen mendekati Bareeq dan membangunkan anak itu.


“Momm… jika Sheen susah dibangunkan, biarkan saja, Nanti biar papa yang akan mengangkat, dan membawa Sheen turun dari pesawat. Mobil jemputan kita langsung masuk ke airport kok, karena malam jadi tidak mengganggu lalu lintas di bandara.” Tiba tiba terdengar suara Barra mengarahkan istrinya.


“Tareeq sudah bangun papa, dan akan membantu mommy..” bocah kecil itu segera berdiri dan berjalan mendekati papanya.


Namun karena posisi mereka akan landing, Barra mendudukkan Kembali Tareeq ke kursinya, dan memasangkan seat belt di pinggang anak itu. Tareeq terdiam, dan tampak memahami apa yang dilakukan oleh papanya. Tidak lama kemudian, pesawat pribadi yang membawa mereka, akhirnya landing di lapangan udara.


“Papa…, mommy kita sudah sampai di Jakarta ya..” begitu roda pesawat terasa mendarat di aspal, Tareeq bertanya pada kedua orang tuanya.


„Benar sayang... kita sudah sampai di Jakarta. Tunggulah sebentar lagi, kita akan lepaskan seat belt setelah posisi pesawat benar benar berhenti.” Sambil tersenyum, Gwen memberikan arahan pada Tareeq.


Sedangkan Bareeq baru saja tersadar dari posisi tidurnya, dan laki laki kecil itu melihat kea rah mommy, dan juga saudara kembarnya.


“Kita ada dimana mommy… papa.. Sepertinya pesawat sudah berada di bawah..” dengan tatap kebingungan, Bareeq bertanya pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


“Makanya,  buka matanya Bareeq. Kita sudah sampai di Jakarta, dan sebentar lagi kita akan turun. Tadi Tareeq melihat, ketika pesawat mulai turun ke bawah, dan berhenti perlahan..” dengan bangganya, Tareeq bercerita.


“begitu ya… kenapa Bareeq tidak dibangunkan tadi mommy..” tampak ada  bias rasa kecewa dalam tatapan Bareeq.


„Masih banyak kesempatan yang lainnya lagi Bareeq, bersiaplah, kita akan segera turun. Jangan ganggu mommy, semua bertanggung jawab atas diri kalian masing masing. Di usia kalian, sebagai seorang laki laki, tidak baik untuk terus bergantung pada mommy..” suara Barra mendiamkan kedua anak kembar itu.


Mereka akhirnya terdiam, dan perlahan menganggukkan kepala mereka.


“Selamat malam Tuan Barra… Miss Gwen, dan putra putri Tuan  dan Miss.. Kita sudah sampai pada tujuan perjalanan kita, di Jakarta. Harap hati hati, dan tidak perlu memperdulikan semua barang bawaan, nanti kita yang akan membawanya turun, dan mengantarkan ke rumah Bogor. Mobil sudah menunggu Tuan dan miss di bawah, dan langsung akan mengantarkan ke tempat tujuan.” Tiba tiba connecting door terbuka, tampak pramugari menyampaikan beberapa informasi.


Tanpa menjawab, Barra segera mengangkat tubuh Sheen ke pundaknya, kemudian mengajak istri dan kedua putranya untuk segera turun ke bawah. Gwen tersenyum pada pramugari, kemudian berjalan di belakang Tareeq dan Bareeq. Tidak lama kemudian, ke empat anggota keluarga itu sudah masuk ke mobil SUV mewah yang menunggu mereka di bawah tangga pesawat.


**********


Melihat masih ada rumah makan padang yang buka di tengah malam seperti ini, Gwen mengajak suaminya untuk berhenti dan mampir di rumah makan itu. Tanpa berpikir Panjang, Barra meminta sopir untuk menghentikan mobil, dan mampir di rumah makan tersebut.


“Tidak pernah mommy sangka Pa..., baru saja turun dari pesawat, kita akan bisa menikmati menu Padang asli dari negara kita..” dengan mata berbinar, Gwen segera membuka pintu mobil, begitu mobil sudah berhenti di depan rumah makan tersebut,


Meskipun sudah lewat dari jam 24.00 wib, namun masih ada beberapa mobil berhenti. Dan Ketika mereka sudah masuk ke dalam, tampak beberapa orang terlihat tengah menikmati makanan. Barra segera mengajak istrinya duduk, dan terlihat Bareeq dan Tareeq ikut senang Ketika mereka masuk di rumah makan itu.


“Selamat malam… menu special apa yang mbak dan mas inginkan. Secara khusus, saya akan menyajikannya.” Tampak pelayan rumah makan mendekati mereka, dan bertanya menu apa yang akan mereka reques.


“Gulai tunjang, kerupuk kulit dengan kuah jangek, dan ayam bakar. Untuk anak anak, jika masih ada, sajikan sop buntut dan beberapa lauk yang non spicy.. Untuk minuman, siapkan jeruk manis panas saja. Oh ya... Papa menghendaki makan apa..?” melihat suaminya hanya diam menatapnya seperti orang kelaparan, Gwen tidak melupakan.

__ADS_1


“Hempphh… papa minta rendang saja, sama jangan lupa sambal cabe ijonya.” Barra juga menyebutkan lauk kesukaannya,


“Baik kak… tunggu sebentar. Kami akan segera menyiapkannya..” pelayan tersebut berjalan meninggalkan keluarga kecil itu.


Gwen mengedarkan pandangan ke sekeliling, dan tampak sekali jika perempuan itu merindukan suasana yang sudah lama tidak dijumpainya itu.


“Tetap sama ya pa, tampilan menu dan juga pengunjung di rumah makan padang. Mereka lebih mengutamakan taste, dan mengabaikan table manner..” Gwen berkomentar ketika melihat orang orang yang menikmati menu pesanan mereka.


“Benar honey… abaikan rasa malu Ketika menikmati menu masakan padang. Abaikan diet karbohidrat, nikmati apa yang tersaji dan ada di hadapan kita. Itulah kuncinya, dan yang pasti begitu keluar dari rumah makan padang, hanya rasa puas yang akan kita dapatkan.” Sahut Barra sambil tersenyum juga.


Tidak lama kemudian, tampak dua pelayan datang ke meja mereka. Satu pelayan meletakkan minuman di depan mereka, dan satunya lagi menyajikan makanan yang mereka pesan.


“Bareeq…, Tareeq…, makan yukk. Ada menu non spicy, kalian bisa mencoba sop buntut, yang terbuat dari cow tail …” Gwen mengajak kedua putranya untuk ikut makan.


Dengan sabar, perempuan itu mengambilkan sop buntut ke mangkok yang lebih kecil, dan nasi di piring. Dengan mata berbinar, kedua anak kecil itu tanpa ragu mengambil sendok, dan mulai mencicipi makanan yang disajikan mommy nya,


“Enak momm… segar. Paduan meat and vegetables terasa banget..” Bareeq berkomentar tentang sop buntut yang baru pertama kali dinikmatinya itu.


“Iya sayang.. kalian berdua segera makan, dan dihabiskan. Ingat Sheen di dalam mobil, hanya ditemani driver. Kita tidak bisa meninggalkannya sendiri terlalu lama, kasihan kalau terbangun..”


Barra tersenyum melihat kedua putranya makan dengan lahap, kemudian memberi isyarat pada istrinya untuk segera menyelesaikan makanannya.


***********

__ADS_1


__ADS_2