
Setelah mendapatkan perawatan intensif selama dua hari di rumah sakit, akhirnya Jacqluinne sudah diperbolehkan untuk kembali pulang ke rumah, Namun teringat dengan niatnya untuk pergi meninggalkan Los Angeles, perempuan itu malah melamun, Untungnya Andy menangkap perubahan yang terjadi pada istrinya..
“Kenapa Jacqluinne, apakah kamu tidak suka dengan keputusan dokter.. Hasil pemeriksaan terakhir, dokter sudah menyatakan jika hari ini kamu sudah diijinkan untuk pulang. Aku sudah membereskan administrasi keuangan, jadi kamu bisa pulang secepatnya.” Andy memberi tahu pada perempuan itu.
Mendengar kata-kata dari laki-laki yang pernah menikah dengannya itu, Jacqluinne hanya tersenyum kecut. Terbayang apa yang akan terjadi dengannya di masa depan..
„Katakan sesuatu Jacqluinne.. Apakah kamu tidak suka dengan kesembuhanmu ini..??” laki-laki itu kembali mengulang pertanyaannya.
„Tidak Andy... jangan salah sangka padaku.. Aku hanya tidak punya muka kepadamu, dan juga bingung dengan status kita saat ini. Sebenarnya kedatanganku ke apartemen adalah untuk membereskan semua barang dan perlengkapanku. Aku memiliki niat untuk Kembali ke Indonesia Andy.. sudah tidak ada tempat untukku di negara ini..” akhirnya Jacqluinne menyampaikan uneg uneg yang dirasakannya pada Andy.
Laki-laki itu tersenyum, kemudian kembali mendekat ke arah istrinya itu. Tanpa permisi, Andy menurunkan wajahnya mendekat ke wajah Jacqluinne. Tidak lama kemudian, kedua bibir pasangan suami istri itu kembali bertaut, keduanya saling berpagut beberapa saat. Tanpa sadar, tangan Andy terulur membuka kancing baju yang dikenakan perempuan itu.
“Mmmmppphh… Andy.. ugh… “ tanpa sadar, bibir Jacqluinne mengeluarkan lenguhan halus,
Lama tidak merasakan sentuhan laki-laki, membuat perempuan itu tidak bisa mengontrol dirinya. Sentuhan yang diberikan Andy, membuat Jacqluinne menjadi kehilangan kesadaran dan dengan cepat terbawa arus kasih sayang yang diberikan laki-laki itu. Begitu juga dengan Andy, laki-laki itu tampak beringas, bahkan tidak mengingat jika Jacqluinne baru saja dinyatakan sembuh oleh dokter.
“Kita lakukan ya Jacqluinne, aku sangat haus. Sejak berpisah denganmu, aku tidak pernah lagi merasakan kehangatan tubuh perempuan. Aku merindukanmu, I miss you..” Andy berucap lirih di telinga perempuan itu.
“Mmmmpphh… terserah apa yang akan kamu lakukan padaku Andy.. Akupun juga menginginkannya.., aahhh...” de**sahan Kembali terlontar keluar dari bibir perempuan itu.
__ADS_1
Andy terus merangsek masuk, dan memberikan ciuman di setiap jengkal kulit perempuan itu. Pasangan itu seperti terlena, keduanya saling memagut, saling memberi kenikmatan. Tiba-tiba karena derit ranjang yang mereka pergunakan berbunyi, Jacqluinne mendadak ingat dengan posisi keberadaan mereka saat ini.
“Andy.. ingat, kita masih berada di rumah sakit sayang.. Kita tidak bisa melakukannya disini, karena bisa diketahui oleh tenaga Kesehatan.” Jacqluinne berusaha menahan kemauan Andy.
“Aku tidak peduli sayang, keinginanku sudah di ubun-ubun, jangan tolak aku..” Andy tidak peduli dengan keadaan mereka saat ini.
Laki-laki itu malah berdiri, dan meraih tubuh telan**jang Jacqluinne ke arah tubuhnya, Jilatan serta pagutan di titik titik sensitive bagian tubuh Jacqluinne terus diberikannya, dan perempuan itu merasa seperti melayang. Tidak menunggu lama, pasangan suami istri itu sudah tidak mengenakan penutup apapun di atas tubuh mereka. Untungnya kesadaran Andy tiba-tiba datang, dan laki-laki sambil tetap membawa tubuh Jacqluinne berjalan mendekat ke pintu,
“Klek..” dengan tidak mengganggu aktivitasnya dengan Jacqluinne, satu tangan Andy terulur untuk mengunci kamar rawat inap istrinya dari dalam. Pasangan suami istri yang sudah lama berpisah itu, Kembali melanjutkan transaksi mereka.
**********
Andy merangkul bahu Jacqluinne, pasangan suami istri itu sedang menjalani serangkaian pengetesan surat-surat perjalanan berupa passport dan visa. Setelah berdiskusi, akhirnya Jacqluinne bersedia diajak Any untuk pulang ke Helsinki. Keberadaan Mike di kota itu menjadi alasan yang paling kuat, sehingga perempuan itu bersedia untuk mengikuti keinginan Andy.
“Silakan pindai sidik jari kalian berdua di mesin yang ada di ujung meja, barulah kalian bisa masuk ke ruang transit.” Petugas imigrasi akhirnya meloloskan pemeriksaan kartu identitas mereka.
“Siap..” Andy segera membawa Jacqluinne ke tempat yang ditunjukkan pada mereka.
Pasangan suami istri itu kemudian melakukan scanning ibu jari, dan jari kelingking mereka. Tidak lama kemudian, keduanya dinyatakan clear, dan tidak memiliki tunggakan tagihan apapun di negara ini. Hal itu menandakan, jika keduanya bebas untuk pergi meninggalkan negara tersebut.
__ADS_1
“Terima kasih Andy… tanpa bantuamu, aku pasti masih berada dalam kubangan kehidupan malam. Aku benar-benar tidak menyangka, jika kamu akan menjadi penyelamatku..” ketika mereka sudah masuk ke ruang transit, untuk menunggu pesawat pribadi siap diberangkatkan, Jacqluinne berucap pada suaminya,
„Hemppphh..., apa yang kamu katakan Jacqluinne.. Kita ini adalah pasangan suami istri, secara hukum kamu masih istriku, jadi apa yang terjadi padamu masih menjadi tanggung jawabku. Aku berjanji, setelah kita sampai kembali di Helsinki, aku akan memperlakukanmu dengan sewajarnya. Sebagaimana kehidupan pasangan suami istri pada umumnya..” dengan suara pelan, Andy memberikan tanggapan.
Laki-laki muda itu mencium kening Jacqluinne dengan penuh kelembutan, dan perempuan itu seperti terbuai, dan merasa dimanjakan oleh suaminya.
„Aku berjanji Andy, aku juga akan menjadi seorang istri yang sebenarnya untukmu, dan juga menjadi mommy yang baik untuk putra kita Mike.. Peganglah kata-kataku..” Jacqluinne tidak ketinggalan. Perempuan itu juga menanggapi dengan positif, kata-kata yang diucapkan oleh laki-laki muda itu.
„Baiklah istriku.. aku akan memegang kata-katamu, dan kita akan sama-sama untuk berusaha. Belajarlah pada Gwen.. tidak perlu malu untuk mengakui kekurangan dan kesalahan kita. Meskipun dari segi usia, gadis itu memiliki usia jauh lebih muda darimu, bahkan juga dariku, namun gadis itu mampu menempatkan dirinya menjadi seorang istri yang baik.” Andy menyinggung masalah Gwen, gadis yang pernah dikejarnya.
Mendengar hal itu, Jacqluinne menjadi terdiam. Ada keraguan dalam hatinya, keraguan tentang apakah gadis itu akan memberinya maaf atas kesalahan fatal yang dilakukannya. Andy memahami apa yang dipikirkan oleh istrinya, kemudian…
“Kamu tidak perlu ragu terhadap Gwen.. Jacqluinne. Bukankah aku sudah mengatakan padamu, jika karena kebaikan Gwen dan kak Barra, aku bisa datang ke negara ini untuk menyelamatkanmu. Trust me baby..!” Andy berusaha meyakinkan perempuan itu.
Perlahan dengan rasa malu, akhirnya Jacqluinne menganggukkan kepalanya. Andy tersenyum, kemudian meraih kepala perempuan itu, dan menyandarkan ke dadanya. Satu tangan laki-laki itu digunakan untuk mengusap kening dan rambut perempuan itu. Jika ada orang yang melihat ke arah mereka, bisa dipastikan jika mereka akan memberikan pujian atas kemesraan dan sikap romantic mereka.
“Bersamamu Andy, aku siap untuk menghadapi semuanya, Bahkan jika Barra, atau Gwen marah padaku, aku juga akan dengan rela menerimanya. Tidak ada dendam dalam hatiku, yang ada hanyalah rasa takjub akan hubungan mereka. Dan apa yang kamu katakan adalah kebenaran, aku tidak perlu malu untuk belajar pada mereka.” Akhirnya dengan bibirnya sendiri, Jacqluinne mengakui kesalahannya.
**********
__ADS_1