Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 62 Penjelasan


__ADS_3

Beberapa saat saling memandang dengan perempuan yang berada pada satu sofa dengannya, membuat Barra tidak bisa berkata apapun. Gemuruh dalam dadanya kembali bergejolak, membayangkan bagaimana hubungan di masa lalu dengan Jacqluine.. Karena keegoisan gadis itu untuk mengejar karirnya, tanpa kata Jacqluine meninggalkannya sendiri. Kali ini… di malam dingin dan sepi itu, keduanya kembali dipertemukan. Bahkan mereka berada dalam satu ruangan bersama, tanpa siapapun, dan saat ini mereka begitu dekat.


„Apakah kamu menerimaku untuk menginap di kamar bersamamu sayang..?” suara lirih dengan nafas berat, terdengar di telinga Barra.


Tanpa sadar, mungkin karena teringat dengan kenangan mereka di masa lalu, Barra menganggukkan kepala. Wajah Jacqluine seketika terlihat cerah, dan gadis itu mengangkat wajahnya ke atas, dan memberikan ciuman di pipi laki-laki yang berada di depannya. Barra sedikit terkejut, dan menatap perempuan yang berada di bawahnya itu. Tetapi sesaat kemudian, kesadaran kembali menghampiri laki-laki itu…


“Kamu bisa menginap disini beb... masuklah ke kamar yang ada di sebelah kanan. Kita tidak boleh berada dalam satu kamar… kamu ingat prinsipku bukan...” tidak mau larut dalam kedekatan dengan Jacqluine, Barra memundurkan tubuhnya ke belakang, berusaha menjauh dari perempuan itu.


Tatapan kecewa terlihat di wajah perempuan itu, tetapi Jacqluine tetap berusaha untuk mengendalikan diri.


“Tidakkah kamu ingin menemaniku malam ini sayang..., aku merasakan suhu udara yang dingin. Kita bisa berbagi kehangatan Bersama..” dengan suara serak, Jacqluine berusaha merayu Barra,


Mendengar ajakan itu, Barra seperti berada dalam kebimbangan. Apapun yang akan dilakukannya dengan Jacqluine mala mini, semua tidak akan diketahui oleh Gwen istrinya. Apalagi hubungan mereka, tidak layaknya hubungan antara seorang suami dengan seorang istri. Barra semakin terdesak, antara kebutuhan biologis seorang laki-laki, dan tidak ingin mengecewakan istrinya. Tetapi ketika Jacqluine kembali mendekatinya, Barra segera bergeser menuju kea rah kamar.


“Beb… di wardrobe ada piyama yang disediakan pihak hotel, kamu bisa mengenakan sementara untuk tidur. Kita berbincang lagi besok pagi.., aku sudah Lelah dan mengantuk, harus segera istirahat.” Barra Kembali menatap ke arah Jacqluine yang tampak tidak percaya melihatnya. Karena tidak mau tergoda dengan kemolekan tubuh perempuan itu, Barra bergegas masuk ke dalam kamar.


Begitu laki-laki itu masuk ke kamar, Barra segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Laki-laki itu bersandar di daun pintu dengan jantung yang masih berdegup kencang..

__ADS_1


“Ya Tuhan… kenapa Engkau datangkan Kembali Jacqluine padaku, di saat aku sudah memiliki Gwen di sisiku…” laki-laki itu seperti meratap.


Kedua tangannya menutup wajah, kemudian naik ke kepala dan mengacak-acak rambut di kepalanya. Sesaat kemudian…


“Tapi dimana harga diriku berada saat ini…, bukankah Jacqluine yang melakukan kesalahan kepadaku. Perempuan itu yang sudah meninggalkanku tanpa kata, dan butuh waktu yang tidak sedikit, aku harus terpuruk karena teringat dengannya. Barra sadarlah… kamu saat ini sudah memiliki Gwen Alvaretta Barra. Gadis polos itu memiliki semuanya yang ada pada diri Jacqluine, hanya saja… kamu belum mengasahnya.” Barra akhirnya Kembali berada dalam kesadaran.


Perlahan laki-laki itu berdiri, dan ketika merasa ada sesuatu dari bagian tubuhnya yang tampak tegang, barra mengambil nafas dalam. Sambil tersenyum kecut, akhirnya laki-laki itu berjalan menuju ke bath up. Begitu sudah sampai di bawah shower, tanpa melepas pakaian yang dikenakannya, laki-laki itu menyalakan air shower, dan Barra mengguyur tubuh dari kepala ke bawah menggunakan air dingin.


***********


 Keesokan Paginya


“Kamu masih berada disini beb... aku pikir kamu sudah pergi meninggalkanku tadi malam..?” tanpa bermaksud basa basi, Barra menyapa perempuan itu.


Jacqluine menatap tajam pada laki-laki yang masih dianggap sebagai kekasihnya itu.


„Kenapa bertanya seperti itu sayang… apakah kamu tidak suka dengan keberadaanku disini. Bukankah kamu merindukanku selama ini, tetapi kenapa kamu mengacuhkanku dari tadi malam. Aku sudah mendengar semuanya sayang... Freddy bercerita semuanya kepadaku..” perempuan itu berdiri, dan berusaha untuk mendekat pada Barra.

__ADS_1


Namun Barra sepertinya sudah bersiap, laki-laki itu mencoba untuk menjaga jarak. Laki-laki itu hanya ingin mengajaknya bicara, menyelesaikan urusan mereka yang masih tertunda.


“Beb… kita break fast dulu yukk di ruang makan, sambil kita berbicara banyak. Aku harus focus kerja remote dan akan koordinasi dengan karyawan di perusahaan pada pukul 09.00 a.m. jadi aku tidak akan ada waktu untuk menemanimu nantinya..” Barra menolak halus perempuan itu, kemudian berjalan mendahului Jacqluine untuk menuju ke ruang makan.


Jacqluine kembali menatap punggung Barra yang berjalan meninggalkannya lebih dulu dengan pandangan tidak suka. Tetapi tidak ada yang bisa dilakukannya saat itu, dan akhirnya tidak ada pilihan lain bagi perempuan itu selain mengikuti laki-laki yang berjalan meninggalkannya lebih dulu di depannya.


“Duduklah beb… room service akan segera mengantarkan makanan pagi kita..” Barra yang sudah lebih dahulu duduk di meja makan, meminta perempuan itu untuk duduk di depannya.


Tanpa menjawab, untuk menunjukkan rasa kecewanya, Jacqluine menuruti permintaan laki-laki itu. Tidak lama kemudian, tampak tiga pelayan hotel datang dan menyajikan makanan serta minuman di depan mereka. Barra segera mengaduk kopi di cangkir dengan menggunakan sendok kecil, kemudian mencicipi dengan menggunakan sendok tersebut. Jacqluine masih terdiam, dan hanya melihat laki-laki muda di depannya itu.


“Isilah perutmu dulu beb… aku akan mengantarkanmu Kembali ke hotelmu jika kamu ingin pulang. Aku kebetulan ada pertemuan di Central Industry.. untuk berbicara dengan calon colleuga..” sambil mulai memasukkan potongan roti ke mulutnya, Barra terus mengajak perempuan itu berbicara.


“Gampang sayang… tapi kenapa aku merasa sikapmu padaku berubah sayang… Seperti ada yang hilang, karena sejak tadi malam kamu seperti menghindar dariku. What happened…?” Jacqluine menatap serius dan bertanya pada laki-laki di depannya.


Barra tersenyum mendengarnya, laki-laki itu betul-betul berusaha untuk mengendalikan dirinya. Dia ingat dengan posisinya saat ini, dimana dia sudah memiliki istri yang masih harus ditundukkannya. Namun… ingin meluruskan kesalah pahaman di masa lalu, Barra berusaha mengajak Jacqluine untuk bicara.


“Tidak ada yang berubah dariku beb... aku masih Barra yang dulu. Hanya saja, kepergianmu meninggalkanku sudah sangat membuat luka di hatiku saat itu. Aku tidak perlu bercerita apa yang aku alami, karena aku yakin kamu pasti sudah mengetahuinya. Hanya saja… aku ingin mendengar semuanya darimu, untuk alasan apa kamu meninggalkanku kala itu..” Barra berbicara dengan nada lirih, sambil menatap ke mata gadis itu.

__ADS_1


***********


__ADS_2