Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 220 Perhatian Suami


__ADS_3

Gwen tersenyum ketika melihat tiga bocah kecil sedang bermain hot wheels di teras belakang. Bareeq, Tareeq dan Mike terlihat sangat akrab, dan Ketika melihat Mike, sudut hati Gwen merasa perih. Perempuan itu teringat dengan dirinya di masa lalu, karena kepergian orang tuanya karena kecelakaan, dia harus hidup sendiri dengan Uncle Andrew dan kakek Atmadja.


“Mike masih terbuka kesempatan, untuk hidup Bahagia dengan daddy dan mommy nya. Tidak adil untuknya, jika Mike harus berpisah dengan Jacqluinne mommy nya, meskipun kesalahan perempuan itu sangat besar. Aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi, Andy harus bisa membawa kembai Jacqluinne ke negara ini..” Gwen bergumam sendiri,


Demi kebahagiaan bocah polos yang tidak tahu apa-apa tentang kelakuan kedua orang tuanya, Gwen bertekad untuk membantu keluarga Andy.


“Sebisa mungkin, aku harus melupakan dan menghilangkan rasa sakit hatiku. Dibandingkan dengan kehidupan pasangan itu, kehidupan keluargaku jauh lebih baik. Kak Barra tidak pernah mengkhianatiku, meskipun aku pernah salah paham padanya. Hanya karena miss communication dan keegoisan Uncle Andrew, dan opa waktu itu, akhirnya kami harus berpisah untuk sementara. But overall.. semuanya baik-baik saja..”


Perempuan itu membandingkan dirinya dengan Jacqluinne. Perempuan model yang pernah membuatnya cemburu, dan salah paham dengan suaminya, Seiring berjalannya waktu, rasa benci dan marah pada Andy serta Jacqluinne menguap begitu saja. Perlahan Gwen mengusap perutnya beberapa kali, sambil tersenyum..


“Mungkin dengan hadirnya calon putriku, hatiku menjadi lebih mellow sehingga sering merasa sedih hanya untuk hal-hal kecil saja. Tetapi aku akan selalu mengajarkan pada putra putri kami, untuk bisa memiliki rasa empaty dan selalu berbagi pada manusia lainnya.” Kembali Gwen berbicara lirih.


“Miss Gwen… untuk menu makan siang tuan kecil, sudah kami siapkan di atas meja makan Miss.. Saat ini sudah pukul 13.00 p,m, sudah waktunya tuan kecil untuk melakukan lunch..” tiba-tiba Claire datang dan menyela lamunan Gwen.


“Okay.. thank.s Claire.. Aku akan segera mengajak mereka untuk lunch di meja makan..” dengan memegang perut bagian bawah, perempuan itu bangkit dari posisi duduknya,


Gwen berjalan menghampiri ketiga bocah kecil yang tampak masih asyik bermain. Untungnya Bareeq sedang melihat ke arahnya..


“Ada apa Momm…, mommy mendatangi kami bukan..?” bocah kecil itu bertanya pada mommy nya.


„Benar sayang.. segeralah kalian bertiga mencuci tangan, kita lunch segera..” Gwen mengajak ketiga putranya untuk melakukan lunch.


“Okay mommy..” ketiga bocah itu menjawab serentak.


Perempuan itu tersenyum, melihat ketiga bocah itu segera bangkit dari posisi duduknya. Mereka bertiga segera berjalan ke arah wastafel yang tersedia di teras. Secara bergantian, ketiga bocah itu mencuci tangan mereka, dan segera berjalan menghampiri mommy yang masih menunggu mereka.

__ADS_1


“Ayuk mommy… kita sudah siap..” Tareeq segera mengajak mommy nya.


„Ayuklah..” dengan menggunakan kedua tangannya, Gwen membawa ketiga bocah kecil itu masuk ke dalam rumah.


Dari depan meja makan, Claire tersenyum melihat majikannya berjalan menuju ke meja makan. Dengan sigap, perempuan itu menarik empat kursi, dan mempersilakan ke empat orang itu untuk duduk di atasnya.


“Terima kasih Claire..” ucap Gwen.


“Terima kasih Claire…” ketiga bocah itu dengan serempak melakukan hal yang sama.


“Tareeq, Mike.., Bareeq.. Claire itu perempuan dewasa. Ayuk ulangi panggilan kalian, call Bibi atau Aunty Claire..” Gwen berusaha membenarkan sikap keliru tiga bocah kecil itu,


“Okay mommy… terima kasih Aunty Claire..” dengan serempak, ketiga anak kecil itu mengulang Kembali ucapan terima kasih mereka.


“Your welcome.. anak manis..” Claire tersenyum sembari membungkukkan badannya ke bawah.


**********


Malam harinya…


Selepas maghrib, Barra akhirnya sudah sampai ke rumah. Laki-laki itu tersenyum melihat istri, dan kedua putra serta Mike sedang berada di ruang tengah. Gwen tengah mendampingi ketiga anak kecil itu membaca buku cerita, dan layer televisi tampak tidak dinyalakan.


“Papa sudah pulang…” Gwen terkejut Ketika melihat suaminya sudah berdiri di dekatnya.


Perempuan itu mencoba untuk beranjak bangun dari posisi duduknya, namun Barra menahan kedua bahu istrinya agar tetap duduk. Melihat perut buncit, dan waktu HPL yang semakin dekat, Barra tidak tega melihat istrinya memperlakukan dirinya seperti biasa.

__ADS_1


“Honey duduk saja, dan temani anak-anak. Aku akan masuk ke kamar untuk membersihkan diri. Setelah selesai, aku akan kembali ke sini untuk menemani kalian .” Barra menundukkan wajah, dan memberikan ciuman di kening istrinya,


„Terima kasih papa..” Gwen terharu dengan sikap perhatian yang ditunjukkan oleh suaminya. Gwen selalu merasa jika Barra meratukannya, dan berusaha untuk mendahulukan kebahagiaanya. Tidak banyak laki-laki yang bersikap seperti itu pada istrinya.


Ketiga anak kecil itu menghentikan aktivitas membaca mereka, kemudian ikut melihat ke arah papa mereka, Barra mendekat, kemudian mengusap kepala ketiga anak kecil itu.


“Kalian bertiga… rajinlah belajar. Ada mommy yang menemani kalian, papa akan masuk kamar terlebih dahulu untuk mandi. Setelah itu, papa akan kembali ke tempat ini..” Barra memberi tahu ketiga anak itu.


„Baik papa.., Uncle..” ketiga anak kecil itu menjawab perkataan laki-laki itu dengan serempak.


Barra tersenyum, kemudian laki-laki itu berjalan meninggalkan mereka di ruang tengah. Siapapun yang melihat interaksi hangat antar anggota keluarga ini, pastilah akan terharu dan memberikan apresiasi. Istri sedang hamil, dengan kedua putra yang sangat santun dan berbakti, ditambah satu keponakan yang tidak kalah lucunya, membuat hidup Barra serasa lengkap.


“Come on kids… lanjutkan aktivitas kalian.. Papa hanya sebentar saja meninggalkan ruangan ini, sebentar lagi papa pasti akan Kembali ke tempat ini..” melihat ketiga anak itu masih melihat ke arah suaminya, Gwen mengembalikan focus perhatian mereka,


“Baik mommy..” ketiga anak itu kembali berkonsentrasi, dan melanjutkan aktivitas terakhir mereka,


Gwen meletakkan buku di atas meja, kemudian menekan tombol panggilan ke tempat istirahat maid yang membantu mereka di rumah ini. Tidak lama kemudian, dari arah belakang, terlihat Claire bergegas menghampiri perempuan muda itu.


“Ada apa Miss.., apa ada yang perlu Claire siapkan..” maid segera bertanya pada majikannya.


“Siapkan minuman panas, dan buatkan toast beberapa potong ya. Papanya anak-anak pasti sudah makan, jadi siapkan saja toast untuk camilan malam.” Gwen membuat arahan pada perempuan itu.


„Baik Miss... segera Claire siapkan..” maid itu segera bergegas kembali ke arah dapur,


Melihat Claire sudah melakukan apa yang diperintahkan, Gwen kembali ke aktivitas awalnya, Perempuan muda itu segera mengambil buku tentang tumbuh kembang anak, kemudian membacanya kembali. Perempuan muda itu memang tidak pernah berhenti untuk mempelajari sesuatu yang baru, di tengah tengah kesibukannya selama ini. Ketiga bocah itu, juga melakukan hal yang sama. Mereka sama sekali tidak terusik dengan kedatangan Claire,

__ADS_1


*********


__ADS_2