
Keesokan Paginya..
Di meja makan, dua putra Gwen sedang menikmati sarapan pagi dengan ditemani mommy serta papa mereka. Kedua anak itu sudah rapi mengenakan seragam, karena sudah siap untuk berangkat ke sekelolah. Barra juga demikian, laki-laki itu juga sudah siap mengenakan kemeja lengan panjang, serta dasi di lehernya.
“Mommy… untuk pagi ini, biar Tareeq dan Bareeq.. papa yang antarkan saja. Kamu istirahatlah di rumah.., seharian kemarin istriku sudah mengurus semuanya sendiri..” Ketika Gwen tengah membantu kedua putranya makan, Barra berbicara padanya,
„No.. pa.., mommy saja yang mengantarkan kami..” tapi teriakan protes dari Tareeq terdengar.
Gwen tersenyum mendengarnya, dan dia sama sekali juga tidak mempermasalahkan untuk melakukan antar jemput kedua putranya. Baginya, keluar dengan Bareeq dan Tareeq juga merupakan refreshing untuknya, dan dia menjalani semuanya dengan kerelaan.
„Iya pa... biar mommy saja yang mengantarkan mereka berdua.. Sekalian, hari ini mommy akan bertemu dengan teman waktu SMA dulu. Kemarin pas mommy ke Market Square untuk hunting ikan hering, tanpa sengaja bertemu dengan Novi, teman sekelas. Gadis itu sedang hamil, dan ketika SMA, Novi cinta mati sama Aldo..” sahut Gwen santai.
“Jadi… mommy berencana ingin meminta Aldo untuk datang juga…” pertanyaan suaminya membuat Gwen kurang nyaman, karena bagaimanapun Aldo adalah suami dari adik kandung suaminya.
“Rencananya begitu.., tapi sebelumnya mommy juga akan memberi tahukan hal ini pada Kayla pa.. Yah.., agar tidak ada salah tafsir saja, karena niatan awal memang hanya untuk menjalin silaturahmi. Asep dan Cynthia juga akan mommy kabari… Bagaimana pa… apakah papa memberi ijin..” sambil melihat ke wajah suaminya, Gwen bertanya,
Terlihat Barra mengambil air mineral, kemudian meminumnya beberapa teguk. Kemudian…
“Kita berangkat saja bersama-sama honey..., jadi kita antarkan Bareeq dan Tareeq ke sekolah. Mommy bersamaku ke perusahaan, dan nanti siang aku akan menemanimu untuk bertemu dengan teman-teman..” tidak diduga, ternyata Barra merespon positif.
Gwen tidak percaya, padahal tadi malam sebelum tidur, suaminya mengatakan jika sedang banyak pekerjaan di perusahaan sehingga harus pulang malam. Tapi malah kali ini, Barra mengajaknya untuk menemaninya di perusahaan.
“Apakah nanti keberadaan mommy tidak mengganggu kesibukan pa..?” Gwen berbisik, mengkonfirmasi ucapan suaminya.
Laki-laki itu tersenyum, kemudian memiringkan wajah dan berbisik..
“Aku kangen honey… kan kita bisa melakukannya sekali sekali di perusahaan.. Sudah beberapa saat bukan, urusan logistic kita tertunda..” ucapan Barra membuat wajah Gwen merah padam.
__ADS_1
Di bawah meja, Gwen mencubit pinggang suaminya karena merasa malu, suaminya bicara hal seperti itu di depan kedua putranya. Tapi ajakan suaminya adalah perintah, dan Gwen juga tidak akan pernah sanggup untuk melawannya, malah ikut menikmatinya..
“Bareeq, Tareeq… mommy dan papa yang akan mengantarkan kalian ke sekolah pagi ini sayang.. Apakah kalian menyukainya..?” untuk mengalihkan focus pembicaraan suaminya, Gwen mengajak bicara kedua putranya.
“Really mom… Asyik.., pagi ini kita akan ditemani mommy dan papa ke sekolah.. Ramai..” sambil mengunyah, Tareeq bereaksi.
„Ditelan dulu makanannya, baru bicara sayang. Jika di mulut masih ada makanan, kalian berbicara, nanti kalian bisa tersedak..” Gwen menggeser gelas minuman susu ke depan Tareeq, sambil menasehati putranya itu.
“He.. he.. he.. sorry mom.., habis kata-kata mommy membuat Tareeq senang..” setelah minum beberapa teguk, Tareeq memberikan tanggapan.
Barra tersenyum, melihat interaksi pagi antara istri dan kedua putranya. Karena kesibukannya, sudah beberapa pagi, Barra melewatkan kesempatan ini. Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sudah bersiap.
„Kalian tunggu di depan dulu ya... mommy akan berganti pakaian dulu. Tidak mungkin bukan, mommy akan berpakaian santai jika pergi ke perusahaan papa..” menyadari penampilannya terlalu casual, Gwen minta ijin untuk berganti pakaian,
“Baik momm…” Barra kemudian merangkul bahu kedua putranya, dan mengajak mereka untuk menunggu di dalam mobil.
***********
“Honey… kamu sangat cantik sekali hari ini sayang...” Barra terkejut melihat penampilan elegant istrinya.
Selama ini laki-laki itu hanya melihat penampilan istrinya casual, karena hanya di rumah atau sekedar antar jemput putra mereka. Tapi kali ini, istrinya terlihat sangat Anggun, dan inner beauty perempuan muda itu keluar. Barra sampai tertegun melihat penampilan itu..
“Apaan sih kak… ini pengaruh pakaian yang kak Barra belikan dulu.. Sudah sangat lama, tapi kali ini mommy sempat untuk memakainya..” pipin Gwen bersemburat merah, malu mendapatkan pujian dari istrinya.
„Benar honey... aku tidak berbohong padamu.. Aku ingin segera melihat isi di dalamnya..” dengan kata-kata mesum, Barra berbisik pada istrinya.
“Ihhh… lihat pa.., ada anak-anak di mobil. Bisa tidak sih, mengendalikan sikap dan ucapan di depan anak-anak. Syaraf motorik mereka baru belajar banyak, jangan sampai terkontaminasi kata-kata papanya..” sambil berjalan menuju ke arah pintu mobil, Gwen pura-pura merajuk..
__ADS_1
Barra tersenyum lebar, dan laki-laki itu bergegas mengikuti istrinya, kemudian membukakan pintu mobil untuk istrinya..
“Bareeq.., Tareeq bantu menyimpan tote bag mommy di kursi tengah ya..” karena membawa dua tas, Gwen menyimpan satu tasnya di kursi tengah,
“Iya momm… tapi kenapa tas mommy ada dua.. Yang ini sepertinya berat..” Tareeq yang membantu mengangkatnya, mengeluhkan jika tas itu berat,
Gwen hanya tersenyum tidak memberikan tanggapan, karena memang gadis itu membawa baju ganti.. Mendengar perkataan mesum suaminya tadi pagi, Gwen memang sengaja berjag-jaga untuk membawa pakaian dan perlengkapannya. Karena setelah menggunakan kerudung, bukan hanya baju saja, tetapi juga kerudung dan accecories lainnya yang harus dikenakan.
“Sudah Bareeq.. Tareeq.., tas itu berisi pakaian mommy.. Siapa tahu nanti papa akan mengajak Mommy berenang, jadi mommy membawa pakaian renang juga untuk persiapan..” dari samping istrinya, Barra berceletuk.
“Ha… benarkah momm… Mommy kemarin janji lho pada Bareeq dan Tareeq untuk mengajak kami refreshing. Mommy sudah menyampaikan pada papa belum..” tiba-tiba Bareeq menagih janji mommy nya,
Barra tersenyum sambil menjalankan mobil pelan-pelan, keluar dari halaman rumah. Jika sedang pergi bersama keluarga, laki-laki itu memang selalu memperhatikan kecepatan mobilnya,
“Iya sayang… papa pasti akan setuju, jika kita nanti di week end akan menginap di villa, Sekalian kita melihat dan mengunjunginya, sambil menenangkan diri..” tanpa minta persetujuan suaminya, Gwen berani memastikan.
“Papa juga setuju kan, dengan rencana kami. Kemarin sepulang sekolah, mommy menjanjikan memberikan apresiasi pada kita pa.. Katanya mommy akan mengajak kita ke villa di week end nanti..” Tareeq mencoba bertanya pada papanya.
“Sudahlah Tareeq… mommy pasti akan menepati janji. Jikapun nanti papa tidak bisa bersama dengan kita, mommy tetap akan membawa kalian untuk berlibur..” sahut Gwen.
Barra tersenyum melihat perilaku imut istrinya..
“Papa akan pergi bersama kalian sayang..” akhirnya Barra menyetujui rencana berlibur itu.
“Horeeee….” Dua bocah kecil itu heboh mendengar persetujuan dari papanya.
***********
__ADS_1