Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 210 Market Square


__ADS_3

Beberapa hari sesudahnya…


Gwen mengendarai mobil sendiri, turun dari villa di puncak bukit, Perempuan muda itu akan mengantarkan Thareeq dan Bareeq untuk bersekolah di Kindergaten. Setelah mereka kembali dari Canada, perempuan itu dan suaminya Barra sudah merancang kehidupan mereka kembali, Dan untungnya, kedua putranya juga sudah mau untuk bersekolah.


“Mommy… nanti apakah mommy akan langsung pulang, jika sudah mengantar kami ke sekolah..” dengan polosnya, Bareeq bertanya pada mommy nya.


“Benar sayang… tapi mommy tidak akan Kembali pulang ke rumah dulu.. Mommy harus pergi ke market square sayang…, banyak barang yang harus mommy belanjakan. Mungkin mommy di market square akan sampai siang, dan Ketika kalian sudah keluar dari kelas, mommy akan menjemput kalian lagi.” Sambil mengemudi, Gwen menjawab pertanyaan dari putranya,


“Mommy hebat ya Bareeq.. setelah mengantarkan kita ke sekolah, terus belanja kebutuhan rumah. Setelah itu mommy masih menjemput kita ke sekolah..” Tareeq ikut menyahut.


Kedua anak kecil itu mengangguk-anggukkan kepala, dan sesekali memandang ke arah mommy nya yang tengah mengemudi.


“Itu sudah menjadi kewajiban mommy sayang… tidak ada kata Lelah, maupun capai untuk kalian berdua. Melihat kalian berdua tidak nakal, dan selalu tersenyum untuk mommy dan papa, semua rasa Lelah itu akan hilang dengan sendirinya sayang..” tangan kanan Gwen, mengusap lembut kedua pipi chubby Tareeq dan Bareeq.


“Pasti mommy… kami akan selalu senang untuk mommy..” kedua anak itu hampir bersamaan menanggapi mommy nya.


Gwen kembali mengarahkan pandangan ke depan, dan fokus mengemudi. Setelah melihat gerbang sekolah kedua putranya, gadis itu segera memasuki gerbang tersebut. Dan setelah sampai di depan lobby sekolah. Gwen memberhentikan mobilnya.


“Sudah sampai sayang… keluarlah. Ingat pesan mommy.., jadilah anak sekolah yang pandai dan cerdas,.” Gwen berpesan untuk kedua putranya.


“Baik mommy… Bareeq berangkat dulu..” Bareeq mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan mommy nya.


Gwen menerima uluran tangan dari kedua putranya secara bergantian, dan setelah memberikan kecupan di kening kedua bocah itu, segera membukakan pintu mobil. Secara bergantian, Bareeq dan Tareeq segera keluar dari dalam mobil, kemudian mereka segera masuk ke dalam komplek sekolah. Setelah punggung kedua putranya tidak terlihat, Gwen kemudian menginjak pedal gas, untuk keluar dari sekolah tersebut,

__ADS_1


“Aku akan langsung menuju ke market square saja, dan memarkir mobil di pinggir alun-alun. Aku akan mencari ikan herring di pasar itu. Tidak tahu kenapa, sejak tadi malam aku membayangkan kelezatan dari ikan herring. Nanti aku akan meminta Claire untuk memaksakannya untukku..” sambil menginjak pedal gas, gadis itu berbicara sendiri.


Setelah menyelesaikan studinya, dan belum diperbolehkan Barra untuk bekerja, Gwen memang sering menggunakan tenaganya sendiri. Gadis itu selalu menolak diantarkan oleh Smith, dan lebih suka mengendarai mobil sendiri. Selain lebih bebas, Gwen juga berpikir untuk mengisi  waktunya dengan tidak merepotkan orang lain. Sekitar tiga puluh menit, Gwen berkendara, dan tidak lama kemudian, mobilnya sudah memasuki area yang terlihat lebih ramai.


“Akhirnya aku sampai juga di dekat alun-alun. Aku akan parkir di sebelah utara alun-alun saja, agar nanti agak lebih mudah keluarnya..” gadis itu berbicara pada dirinya sendiri.


Gwen sudah mengurangi kecepatan mobilnya, dan melihat ada bangunan parkir, gadis itu segera membelokkan mobil ke arah tersebut. Tidak lama kemudian, Gwen sudah berhasil memarkirkan mobilnya, dan berada di pinggir sendiri.


**********


*** Beberapa saat kemudian..***


Gwen segera memasuki keramaian dan bergabung dengan pengunjung yang lainnya. Setiap perempuan sangat menyukai berada di market square, karena mereka bisa melihat pemandangan sayur dan buah yang sangat lengkap. Selain itu, juga banyak tersedia barang-barang keperluan rumah tangga yang lain,


“Aku akan mencari buah saja dulu.. Tomat di kios kios itu terlihat sangat menyegarkan, nanti Claire akan bisa mengolahnya menjadi saos, jadi aku akan membelinya untuk beberapa kilo..” gadis itu berbicara sendiri.


“Ada blueberry juga, aku juga akan mengambilnya. Claire sering mengolah makanan khas kota ini, dengan bahan utama blueberry…”


Setelah memilih ada empat kategori buah yang akan dibelinya, gadis itu segera memanggil penjualnya,


“Tolong ditimbang dulu ya nyonya… aku akan membayarnya segera..” Gwen meminta pada penjual untuk menimbangnya.


“Baik Miss..” dengan cekatan, penjual buah itu menimbang empat jenis buah yang dipilih oleh Gwen. Setelah beberapa saat..

__ADS_1


“Semuanya total 56 euro miss..” penjual itu segera menyerahkan buah-buahan yang sudah ditimbangnya pada Gwen.


Tanpa menjawab, Gwen segera mengeluarkan ponsel, kemudian melakukan scanning barcode yang ada di depannya.


“Sudah masuk ya nyonya… silakan dicek..” setelah ada notifikasi jika rekeningnya sudah didebet, Gwen memberi tahu pada penjualnya.


“Yap.. sudah masuk. Terima kasih, dan ditunggu untuk kedatangannya kembali.


Setelah mendapatkan beberapa buah yang dicarinya, dengan menggunakan stroller, Gwen menempatkan buah-buahan tersebut pada stroller tersebut. Gadis itu kemudian teringat jika tadi kedatangannya ke pasar ini, untuk mencari ikan herring.


“Aku harus ke booth booth yang berjajar di pinggir pantai itu.. Disana banyak ikan herring segar yang dijajakan, aku akan membelinya beberapa..” sebenarnya para maid di rumah, sudah terbiasa mencari barang-barang kebutuhan rumah tangga.


Namun karena Gwen ingin sesekali berjalan-jalan sendiri, gadis itu melakukannya sendiri saat ini. Mencium harum ikan herring bakar, gadis itu segera mendatangi salah satu booth, dan langsung memesan satu porsi untuk dinikmatinya di tempat ini. Selain pesan ikan herrings bakar, gadis itu juga memilih beberapa untuk dibawanya pulang ke rumah. Namun… ikan yang dibawanya dalam bentuk ikan segar, sehingga meminta penjual untuk mengemasnya secara tertutup.


“Duduklah dulu Miss… masih butuh beberapa saat untuk gilirannya.. masih ada dua pelanggan yang harus aku layani..” agar tidak membuat gadis itu menunggu, penjual menjelaskan gilirannya.


“Okay no problem..” Gwen segera mencari tempat duduk.


Tapi.. ketika gadis itu akan duduk, tatapan matanya melihat ke arah seorang perempuan muda yang sedang hamil, dan tampak sedang menikmati ikan herring bakar.


„Hemppphh... bukankah itu Novi, teman SMA ku ketika masih bersekolah di Bogor.. Tapi, jika itu memang dia, untuk apa dia disini.. Apakah aku salah orang ya..?” melihat seorang gadis yang tampak mirip dengan teman sekelas ketika masih SMA, membuat Gwen bertanya-tanya sendiri.


Sesaat Gwen merasa ragu sendiri, dan mencoba memastikan apakah yang dilihatnya itu memang benar-benar Novi.

__ADS_1


“Jika aku hanya berpikir saja, mungkin aku tidak akan tahu, perempuan itu beneran Novi, atau hanya orang lain yang mirip dengannya. Aku akan mencoba bertanya, karena sama-sama memiliki wajah dari Asia saja..” akhirnya Gwen memiliki cara untuk mendekati gadis itu.


**********


__ADS_2