
Keesokan paginya
Barra mengantarkan Gwen sampai ke teras rumah, karena gadis itu ada jadwal kuliah pagi. Mengetahui jika Andy masih ada jadwal kuliah siang, mumpung Gwen sedang tidak ada di rumah, Barra akan mengajak anak muda itu untuk berbicara. Barra menaiki tangga, karena kamar Andy ada di lantai atas.
„Tok.. tok... tok..” Barra mengetuk pintu masuk anak muda itu. Namun tidak terdengar ada jawaban dari dalam.
„Hempphh.. apakah Andy masih tidur ya, karena ketukan pintu tidak dijawab oleh anak muda itu.” Di depan pintu, Barra berpikir sendiri.
Barra berpikir sejenak, tapi karena laki-laki itu juga harus segera berangkat ke perusahaan, maka Barra kemudian mendorong pintu kamar Andy. Dan ternyata pintu tidak dikunci dari dalam, dan Barra melihat jika pintu ke arah balkon terbuka.
“Pasti Andy sedang duduk-duduk di balkon..” batin Barra, dan laki-laki itu kemudian mendatangi balkon.
Ternyata yang dipikirkan oleh Barra benar adanya, terlihat Andy sedang duduk sambil menikmati kopi dan sebatang rokok tampak terselip di tangannya.
“Apa yang kamu lakukan di balkon Andy.., aku mengetuk pintu kamarmu tidak ada respon.
Yah.. akhirnya aku dorong saja, dan ternyata tidak kamu kunci dari dalam.” Barra kemudian menuju ke kursi yang ada di sebelah Andy duduk.
„Maaf kak Barra, aku tadi tidak mendengarnya ada yang mengetuk pintu. Ada apa kak, tidak mungkin bukan, jika tidak ada urusan kak Barra punya waktu untuk menemuiku..” entah pertanyaan sarkasme, atau memang itu yang terlintas, Andy mengkonfirmasi saudara sepupunya.
“Kamu bisa saja And… kita dulu kan sering berbincang berdua bukan…?? Apalagi kalau ada Kayla, pasti rumah ini akan menjadi lebih ramai..” Barra mencoba mengulur waktu pembicaraan.
__ADS_1
Andy terdiam, dan tiba-tiba anak muda itu tersenyum sarkasme..
„Asal bukan untuk membela istri saja kak… karena pengaduan istri, kak Barra kemudian akan menanyaiku..” Barra kaget mendengar ucapan dengan nada datar yang dikatakan Andy kepadanya.
“Tidak ada salahnya bukan Andy…, jika aku ingin menyenangkan dan juga menenangkan hati istriku. Itu semua sudah menjadi kewajibanku.. Sebenarnya Gwen tidak tahu, jika aku menemuimu sekarang, apalagi gadis itu sudah berangkat ke college baru saja.” Sahut Barra terkesan membela diri,
Andy diam dan hanya tersenyum smirk. Anak muda itu mengangkat cangkir, dan menyesap kopi langsung dari cangkirnya. Beberapa saat kemudian…
“Kak Barra tidak salah kak, yang salah adalah karena memiliki istri yang masih imut, masih kecil, dan cantik lagi. Jadi banyak mata laki-laki yang mengincar Gwen, dan aku yakin laki-laki itu juga punya minat pada istri kak Barra. Apakah aku salah kak, jika aku membantu mengingatkan tentang status istrimu, status Gwen yang sebenarnya..” tidak terduga, Andy menyatakan hal yang sama pada Barra.
Barra tidak langsung menanggapi, laki-laki itu hanya tersenyum.
“Andy.. terima kasih untuk kepedulianmu padaku Andy.. tetapi kami berdua sudah membuat komitmen, membuat kesepahaman Bersama. Aku memberi kebebasan pada istriku untuk bergaul, dan berhak juga untuk mengkonfirmasi apa yang dilakukan olehnya. Jadi kamu tidak perlulah bersikap over protective, aku yakin Gwen akan bisa menjaga diri dengan baik..” Barra mencoba membela istrinya, tetapi tetap menjaga perasaan anak muda itu.
Barra mengerutkan keningnya, mencoba untuk memahami apa yang ada di pikiran anak muda itu. Ada rasa kecurigaan Barra terhadap sikap yang ditunjukkan oleh Andy.., tetapi Barra tidak bisa mengkonfirmasi lebih jauh.
„Oh ya kak.., aku mau bersiap untuk berangkat ke college juga. Tidak masalah bukan, jika kak Barra keluar dari kamarku karena aku akan segera mandi.” Dengan bahasa halus, Andy mengusir kakak sepupunya,
“Tidak And.., bersiaplah, karena aku juga akan berangkat ke perusahaan.” Barra kemudian bangkit dari posisi duduknya, laki-laki itu bergegas keluar dari dalam kamar adik sepupunya.
Sepeninggalan kakak sepupunya, Andy bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
******
University of Helsinky
Gwen sengaja tidak mau keluar dari dalam kelas Ketika ada waktu jeda kuliah. Bahkan Ketika Cynthia mengajaknya ke food court, gadis itu menolaknya dengan alasan sudah membawa bekal dari rumah. Memang sebelum berangkat, Gwen sudah membawa beberapa potong sandwich dan juga minuman untuk dibawa ke kampus.
“Cynthia… Hans.., jika kalian berdua hungry, ambil saja sandwich yang aku bawa. Aku memang sengaja membawa sedikit lebih banyak, karena sekalian menyiapkan untuk kalian berdua..” ketika Hans memaksanya untuk ke food court, Gwen menawarkan lunch box pada dua anak muda itu.
Tanpa menjawab dua anak muda itu mengambil masing-masing satu potong sandwich, dan langsung menikmatinya. Gwen tersenyum melihatnya, dan mata gadis itu melihat ke arah gadget yang ada di tangannya.
“Gwen… maaf ya jika perkiraanku keliru. Sepertinya karena sikap protective anak Teknik itu kepadamu ya, sehingga hari ini kamu enggan pergi ke food court...” tiba-tiba Hans bertanya sambil mengunyah sandwich,
„Tidak keliru Hans.. memang itu alasanku. Risih saja aku Hans, karena sikap Andy padaku memang berlebihan. Okaylah... anak muda itu sebenarnya adik sepupuku, tapi tidak begitu juga kali protective nya. Suamiku saja tidak memerintahnya..” tanpa ada yang ditutupi, Gwen langsung menanggapi perkataan teman laki-lakinya.
“Hempphh… aku seperti berpikiran lain atas sikap Andy padamu Gwen. Aku dan dia sama-sama laki-laki.” Hans mengulum senyum.
„Katakan langsung kenapa sih Hans, malah senyum-senyum seperti itu. Suka deh kamu tuh, buat orang penasaran.” Cynthia tidak sabar ingin mendengar pemikiran anak mud aitu.
“Andy itu ada rasa kepadamu Gwen.., bukan rasa seorang adik terhadap kakak. Tapi menurutku, Andy itu ada rasa antara laki-laki terhadap perempuan yang disayanginya. Sehingga tanpa kita sadari, sering karena ada rasa jealous menghilangkan sikap rasionalnya..” Gwen terkejut mendengar penuturan dari anak muda itu. Tapi gadis itu ingin menolak pikiran Hans.
“Hans.. jauhkan pikiran burukmu tentang Andy. Aku tidak mau, hubungan persaudaraan di antara kami malah menjadi jauh, karena aku menjaga jarak terhadapnya. Aku sampai saat ini, murni hanya menganggap Andy sebagai adik sepupu suamiku.” Bukannya mengiyakan, Gwen malah menganulir pemikiran Hans.
__ADS_1
“Tapi Gwen… bisa jadi pemikiran Hans itu betul-betul terjadi lho. Karena aku juga merasa aneh akan sikap anak muda itu, bisa-bisanya tanpa basa basi langsung ekstrim seperti itu terhadapmu. Hati-hati saja Gwen, jangan sampai kejadian buruk menimpamu karena sikap baikmu pada Andy.” Cynthia ikut menyetujui pemikiran yang dikatakan Hans.
**********