
Beberapa hari kemudian
Olimpiade yang diikuti Gwen, sudah berhasil lolos kualifikasi di tingkat nasional. Selanjutnya gadis itu segera menuju ke negara Singapura, untuk melanjutkan tahapan serangkaian pengujian. Sebelum gadis itu berangkat, Gwen meminta sopir keluarga untuk mengirimkan beberapa dos sembako, dan uang yang tidak sedikit untuk dikirimkan ke panti asuhan Hidayah, tempat Kevin tinggal, Setelah bertemu dengan anak itu, memang Gwen lebih bisa bersyukur menerima semua yang sudah didapatkannya.
Setelah memastikan jika bantuan ke panti asuhan Hidayah terkirim, barulah dengan tenang Gwen mau meninggalkan negara Indonesia menuju ke negara Singapura. Dari pihak The Intercultural School tidak mengirimkan pendamping, karena persiapan untuk drill siswa menghadapi ujian akhir nasional. Namun kantor pusat The Intercultural School yang ada di SIngapura, menerjunkan beberapa guru untuk mendampingi siswa siswi yang join pada acara tersebut.
"What is your name Miss, are you from Indonesia...?" setelah masuk ke Holiday Inn Express Singapore Katong, tempat semua peserta dikarantina, terlihat ada beberapa petugas melakukan screening pada peserta.
"That's right sir...my name is Gwen Alvaretta from Indonesia." Gwen segera menanggapi pertanyaan itu.
"Okay.. okay.. tanda tangani dulu daftar kehadiran, dan kenakan identitas card," petugas itu menyodorkan satu lembar kertas, dan gwen segera menanda tanganinya. Setelah itu Gwen mengambil identity card, kemudian mengalungkan di lehernya,
"Hai... aku dari Indonesia juga, hanya saja aku dari Bali. Ada dua peserta dari Indonesia yang lolos, akhirnya aku bisa menemukanmu. Kenalkan namaku Chakra..." terlihat anak muda tampan mendatangi, kemudian mengenalkan dirinya. Merasa berasal dari satu negara yang sama, tanpa pikir panjang Gwen menerima uluran tangan tersebut.
"Call me Gwen..." sambil berjalan masuk ke meeting room untuk mendengarkan arahan, gadis itu menjawab pertanyaan.
Anak muda bersama Chakra itu mengikuti Gwen, dan melihat ada tempat duduk kosong di bagian depan, Gwen segera berjalan menuju ke tempat tersebut. Tidak diduga, Chakra terus mengikuti gadis itu, mungkin merasa karena mereka berasal dari negara yang sama. Tidak lama mereka duduk, dan hampir seluruh kursi sudah terisi, terlihat commitee mulai membuka acara.
__ADS_1
"Baiklah sebelum ada pembagian kelompok debat dan masuk babak penyisihan, silakan semua peserta tanpa kecuali untuk melakukan pengisian pre test, secara online. Keluarkan gadget, dan semua pertanyaan sudah dikirim via email semua peserta yang lolos babak kualifikasi pada tingkat Asia." begitu Commitee menyampaikan pemberi tahuan, Gwen segera mengeluarkan gadget dan tidak pakai waktu lama segera masuk ke emailnya.
Gadis itu langsung klik link tersebut, kemudian tidak menunggu apapun langsung mengisi pertanyaan yang dikirimkan. Tidak sampai lima menit, Gwen sudah menyelesaikan semua pertanyaan. Di samping gadis itu, Chakra masih terlihat fokus mengerjakan soal-soal. Beberapa saat kemudian, akhirnya Chakra juga sudah menyelesaikan semua pertanyaan.
"Miss... mau langsung ke kamar istirahat, atau masih duduk disini..?" tiba-tiba Chakra bertanya pada gadis itu.
"Kira-kira masih ada agenda tambahan gak ya, aku juga sudah mau istirahat nih. Maklumlah ikut penerbangan pertama ke negara ini, aku masih ngantuk Chak..." Gwen mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, melihat apakah masih akan ada acara lagi.
"Tunggu sebentar.." tiba-tiba Chakra berdiri dan berjalan meninggalkan gadis it. Terlihat dari tempatnya duduk, Chakra ternyata mendatangi commitee di dekat pintu masuk. Anak muda itu terlihat sedang melakukan perbincangan, dan beberapa saat kemudian laki-laki itu kembali berjalan ke tempat gadis itu berada,
"Acara free Miss... nanti malam kita baru akan mulai lagi. Nanti malam akan diperjelaskan secara lebih detail acara Olimpiade, sampai pukul 21.00 p.m, kemudian acara resmi akan diadakan besok pagi jam 08.00 a.m. Aku baru saja dijelaskan oleh commiteenya, jadi sekarang kita bisa keluar. Run down acara bisa kita dapatkan ketika kita keluar dari ruangan ini, beserta dengan kunci kamar kita masing-maisng." Chakra menjelaskan pada Gwen.
Mendengar ajakan itu, Chakra kembali berdiri kemudian dua anak muda itu segera berjalan menuju ke pintu keluar meeting room.
***********
Di Indonesia
__ADS_1
Aldo sudah tidak bisa menunggu lama lagi, karena merasa sudah beberapa waktu tidak bisa berkomunikasi dengan Gwen. Anak muda itu nekat mendatangi tempat tinggal Gwen, dan ketika Asep menawarkan diri akan menemaninya, anak muda itu menolak. Dengan mengendarai Ducati, anak muda itu meluncur sendiri ke rumah kakek Atmadja.
"Mau mencari siapa anak muda...?" seorang bapak-bapak paruh baya membukakan pintu gerbang, dan bertanya pada Aldo.
"Saya Aldo pak.., temannya Miss Gwen.. Kira-kira apakah saya bisa dipertemukan dengan Miss Gwen ya pak, ada tugas kelompok yang harus kami kerjakan bersama." Aldo membuat alasan agar bisa dipertemukan dengan gadis yang dirindukannya. Penjaga rumah itu terdiam sebentar, laki-laki itu tampak berpikir. Tetapi tidak lama kemudian, akhirnya...
"Bagaimana ya mas.., saya harus menyampaikannya. Tetapi Miss Gwen sudah berangkat dari tadi pagi mas, jika tidak salah pukul empat pagi sudah berangkat ke bandara Soekarno Hatta. Mau ikut Olimpiade jika tidak salah di negara tersebut.. Jadi nona sudah tidak ada lagi di rumah mas..." mendengar pernyataan dari laki-laki itu, Aldo mengerutkan kening mencoba berpikir.
"Olimpiade... apakah Gwen utusan dari sekolah untuk join Olimpiade Fisika dan Kimia, yang kemarin lolos kualifikasi nasional. Sekarang agenda untuk berjuang pada kualifikasi tingkat Asia..." Aldo berpikir sendiri.
Laki-laki itu terlihat kecewa, karena mengacuhkan pemberitaan akhir-akhir ini di sekolah. Sedikitpun seperti biasanya, Aldo dan gang sangat acuh serta cuek mendengar pemberitaan itu. Akhir-akhir ini dirinya seperti sedang dilanda kegalauan, sehingga sampai tidak tahu jika perempuan yang menjadi pembicaraan di sekolah itu adalah Gwen, gadis yang dirindukannya.
"Bapak tidak sedang berbohong pada saya kan pak...?" Aldo mencoba menegaskan lagi pertanyaan pada laki-laki itu. Penjaga rumah malah bingung dengan pertanyaan Aldo... dan
"Apa sih yang membuat saya berbohong. Bukannya mas ini, yang sering antar jemput Non Gwen beberapa waktu lalu. Hanya saja untuk akhir-akhir ini, yang mungkin untuk persiapan Olimpiade, non memang minta diantar jemput oleh sopir keluarga sih.." penjaga rumah kembali menjawab kebingungan yang dialami Aldo.
"Hempph... baiklah pak. Mungkin tidak baik jika saya berada di tempat ini, saya akan mencari informasi tentang ikutnya Gwen di acara Olimpiade di sekolah besok pagi. Saya permisi dulu pak..." akhirnya Aldo menyerah, dan berusaha mempercayai informasi dari penjaga rumah Gwen.
__ADS_1
Anak muda itu segera menyalakan mesin motornya, dan tidak lama kemudian motor Ducati warna hitam dominan itu sudah kembali meluncur di jalanan.
***************