Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 241 Mewujudkan Mimpi Istri


__ADS_3

Java Horizon Ltd.


Barra memanggil sekretaris pribadinya untuk datang ke ruangan. Tidak lama kemudian, laki-laki muda itu masuk dan langsung menunggu di depan meja kerja atasannya. Barra masih sibuk memperhatikan berkas di depannya, namun tidak lama kemudian..


“Charly… aku memanggilmu terkait dengan pekerjaan lain.” Barra menyampaikan keinginannya,


“Siap Tuan Barra, hal apa yang harus saya kerjakan.” Tanpa menyanggah, laki-laki itu menyanggupinya.


Barra terdiam, kemudian memberikan kertas yang tadi dibacanya pada sekretaris pribadinya. Charly menerima kertas itu, kemudian mempelajarinya sesaat. Tidak lama kemudian ..


“Tuan.. jika boleh saya akan bertanya pada Tuan, apakah diperbolehkan..?” merasa ragu dengan apa yang dibacanya, Charly mencari tahu.


Barra tidak menjawab secara lisan, tetapi menganggukkan kepala sebagai tanda jika laki-laki itu mengijinkannya.


„Mmmpph begini tuan, Tuan Barra memerintahkan saya untuk melakukan recruitment untuk desainer interior, dan orang-orang yang punya basic IT creative yang tinggi. Apakah Tuan Barra bermaksud untuk merambah sector bisnis baru..?” merasa jika apa yang diperintahkan atasannya, tidak sesuai dengan bisnis utama perusahaan tempatnya bekerja, Charly mencari tahu.


“Sektor bisnis baru.., benar Charly. Tetapi bukan untuk perusahaan ini, namun untuk perusahaan istriku. Aku juga tidak mengira, jika pekerjaan free lancer istriku yang ditawarkan di Link Tree ternyata memiliki banyak peminat. Aku tidak mungkin menghilangkan kesenangan istriku, tetapi juga tidak mau jika pekerjaannya terlalu banyak menghabiskan waktunya.” Tanpa sadar, Barra mengatakan alasan recruitment pada sekretaris pribadi perusahaannya.


“Untuk itu Charly… segera buat pengumuman dengan kriteria yang sudah aku tuliskan disitu. Untuk penentuan akhir, biar istriku dan temannya yang akan melakukan seleksi. Saat ini, aku juga sudah mengundang tukang untuk membuat perusahaan untuk perusahaan desain interior istriku.” Lanjut Barra.


“Begitukah Tuan… baik Tuan. Saya akan segera melaksanakan apa yang Tuan perintahkan. Di negara ini, memang belum banyak perusahaan yang focus menggarap bidang bisnis desain interior. Dengan konsep lengkap one stop shopping untuk keperluan griya, kantor, butik dll, saya yakin bisnis ini akan berkembang pesat.” Charly ikut memberikan tanggapan,


“Bukan itu tujuanku Charly.. Aku hanya ingin menyenangkan istriku, dan diutamakan untuk pelayanan yang dikirim via Link tree, jadi disitu sistem waiting list nya. Dengan banyaknya anggota tim dalam usaha istriku, semoga waktu istriku tidak tersedot semua dalam bisnis yang dijalaninya.” Barra memberikan koreksi.

__ADS_1


Charly tersenyum, dan laki-laki ini tahu bagaimana karya dari istri Boss nya itu. Karena beberapa ruangan tambahan baru dalam perusahaan tempatnya bekerja, didesain khusus oleh miss Gwen. Dan beberapa mitra yang datang berkunjung ke perusahaan ini, sering memberikan sanjungan akan karya Miss Gwen.


“Baik Tuan… saya permisi dulu. Secepatnya akan kita buatkan flyer untuk recruitment ini, dan akan saya susun dulu bagaimana SOP recruitment. Agar nantinya tidak berakhir ricuh, dan bisa berjalan dengan lancar.” Merasa tidak ada lagi yang akan didiskusikan dengan atasannya, Charly akhirnya berpamitan.


Barra tidak menjawab, hanya mengangkat tangannya. Melihat hal itu, Charly segera bergegas meninggalkan ruangan tuan  mudanya.


***********


Villa puncak bukit…


Gwen tengah memberi ASI pada Sheen, dan tidak menyadari Ketika kedua putranya Bareeq dan Tareeq sudah pulang dari sekolah. Smith yang menjemput kedua bocah itu, semenjak Gwen memiliki bayi baru.


“Mommy… bagaimana kabar Sheen mommy..” terlihat Tareeq bertanya pada mommy nya.


“Baik mommy… tunggu kakak ya Sheen..” kedua anak itu segera kembali keluar dari dalam kamar adiknya.


Perempuan itu tersenyum menatap punggung kedua putranya. Ketika melihat putra putrinya dalam keadaan sehat, hati Gwen terasa lega dan tenang. Kebahagiaan seorang mommy, memang ketika melihat putra atau putrinya dalam keadaan senang dan Bahagia.


“Mmmm… mmm..” terlihat Sheen sudah berhenti mengisap ASI.


“Sudah kenyang ya sayang.. Mommy bersihkan dulu bibir Sheen dengan air dulu yah, biar tidak menjadi gatal.” Sambil mengajak putrinya berinteraksi, Gwen mengambil kain kecil dan mencelupkan di air hangat yang sudah disiapkan oleh baby sitter.


Dengan telaten, Gwen membersihkan bibir putrinya dengan menggunakan kain yang sudah dimasukkan dalam air itu. Tampak dengan lucunya, putri ketiga Gwen mempermainkan bibirnya dengan gemas. Gwen tersenyum kemudian memberikan ciuman di kedua pipi Sheen putrinya. Perlahan Gwen membaringkan tubuh putrinya ke dalam stroller.

__ADS_1


“Mommy.. kita sudah ganti baju. Apakah kita bisa bermain dengan Sheen..?” kedua anak kembar itu sudah Kembali masuk ke dalam kamar, tempat adik dan mommy nya berada.


„Boleh… kemarilah sayang, duduk dekat mommy. Tapi sayang, adik kembali tertidur, kalian bisa menunggunya sampai Sheen terbangun..” Gwen melambaikan tangan kanannya, memanggil kedua anak itu.


Bareeq dan Tareeq berlari kecil menghampiri mommy nya. Perempuan itu membantu kedua putranya untuk duduk di kanan serta kirinya.


“Bagaimana sekolah kalian tadi sayang.. apakah kalian berdua taat dengan perintah guru di sekolah..?” Gwen mengajak kedua putranya berdiskusi.


“Taat mommy.. bahkan tadi Bareeq sama Tareeq membantu Miss Ginny menyelesaikan lego. Dan kami mendapatkan apresiasi hadiah, masing-masing satu coklat.” Dengan wajah berbinar, Bareeq bercerita tentang apa yang mereka alami tadi di sekolah.


“Iyakah… putra papa dan mommy memang hebat. Tapi ingat sayang, keberhasilan kalian jangan membuat kalian berdua menjadi sombong. Tetaplah membumi, down to earth.. karena Tuhan mencintai hamba Nya yang tidak sombong..” Gwen terus memberikan nasehat pada keduanya.


Tampak Bareeq dan Tareeq dengan antusias mendengarkan apa yang disampaikan mommy nya. Kedua anak itu tidak pernah merasa bosan, jika mommy nya memberikan nasehat, dan selalu mendengarkannya dengan focus.


“Baik mommy… Tareeq berjanji akan selalu patuh, dan mengikuti apa yang mommy ajarkan.” Tareeq langsung memberikan tanggapan.


“Bareeq juga mommy..” saudara kembarnya tidak mau kalah.


“Iya.. iya sayang, putra-putri mommy memang hebat. Tidak lelah untuk selalu belajar, dan selalu pula bersikap baik pada siapapun, By the way.. kita tinggalkan Sheen dulu yuk, agar adik tidur dulu. Kalian belum makan siang kan, ayuk mommy temani untuk makan siang. Ayuk ikuti mommy ke ruang makan..!” mengingat kedua putranya baru pulang sekolah, Gwen segera mengajak keduanya untuk makan siang.


“Asyik…, kita makan siang dengan ditemani mommy..” kedua anak itu langsung bersorak.


Gwen tersenyum, dan bergegas membawa kedua putranya untuk menuju ke meja makan. Semakin lama mereka berada di dalam kamar, Gwen takut akan membuat putrinya terbangun.

__ADS_1


*********


__ADS_2