
Play Ground…
Gwen hanya duduk sambil mengambil beberapa gambar suami dan kedua putranya. Tanpa lelah, Barra menemani Bareeq dan Tareeq bermain bola di lapangan. Suasana di paly ground tampak ramai. Mungkin orang-orang meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan putra mereka, dan kebetulan besok paginya adalah hari minggu.
“Papa… istirahat dulu, ajak anak-anak. Sepertinya mereka sudah terlihat lelah..” Gwen berteriak, memanggil suaminya.
“Bentar dulu honey…” Barra menendang bola secara perlahan, dan Bareeq menghadang tendangan itu. Tareeq juga terlihat serius mengamati bola yang menggelinding.
“Mmmmpphh… kedua putraku betul-betul bisa menebus kerinduan dengan papa mereka. Karena sikap impulsiveku dulu, dan sikap protective Om Andrew, akhirnya memisahkan kami.” Gwen bergumam sendiri. Ada rasa nyeri di hatinya, Ketika teringat dirinya harus hamil, melahirkan dan merawat putranya bertahun-tahun dalam kesendirian.
Tapi melihat kebahagiaan suami dan anak-anaknya bermain, perlahan Gwen bisa kembali menenangkan perasaannya. Merasa kedinginan, Gwen menyedekapkan kedua tangannya. Gadis itu mengedarkan pandangan ke sekeliling play ground, mengamati satu persatu keluarga kecil yang tampak sedang mengajak putra putri mereka untuk bermain. Tiba-tiba tatapan Gwen beradu pandang dengan seorang perempuan yang tengah mendorong stroller. Namun… perempuan itu bergegas berbalik arah dan mendorong stroller nya dengan cepat.
“Hempphh… bukankah itu tadi Jacqluine.. Perempuan yang sudah menghancurkan rumah tanggaku bertahun-tahun yang lalu. Tapi.., kenapa ada bayi di depannya, dan melihatnya sekilas, sepertinya usia bayi itu tidak jauh beda dengan usia kedua putraku.” Gwen berbicara sendiri tanpa sadar. Gadis itu sampai berdiri untuk melihat lagi ke arah Jacqluine, namun ternyata perempuan itu sudah tidak terlihat lagi.
“Jika anak tadi adalah putra Jacqluine, seharusnya Ketika berusaha memisahkan aku dengan kak Barra, perempuan itu sudah hamil. Tapi dengan siapa, atau… jangan jangan, Jacqluine hamil dengan Andy. Ataukah… terjadi sesuatu antara Jacqluine dengan kak Barra di kamar hotel, Ketika aku belum datang..” keraguan kembali menyergap suasana hati Gwen. Pikiran buruk tentang suaminya dan Jacqluinee Kembali menghantuinya.
Tiba-tiba Gwen dikejutkan dengan pelukan dari belakangnya, dan gadis itu sampai akan menghindar..
“Honey.., what happened..?? It.s me.., aku Barra honey..” Barra terkejut, karena mendapatkan penolakan dari istrinya.
Melihat jika itu Barra, Gwen mendekat dan memeluk suaminya dengan erat. Barra mengerutkan alis, tapi laki-laki itu membalas pelukan istrinya dan mengusap punggung gadis it uke akanan dan ke bawah. Tidak berapa lama…
“Apa yang membuatmu terkejut honey… sampai menghindariku.” Barra dengan suara pelan bertanya pada istrinya.
__ADS_1
“Mmmpph… tidak kak, hanya saja..” Gwen tiba-tiba ragu untuk menceritakan.
Terdengar Barra menghela nafas.
“Honey.. bisakah kita ke depan untuk tidak lagi menyembunyikan perasaan sayang. Ceritakan apa yang kamu pikirkan atau kamu lihat honey.., agar semuanya menjadi jelas dan tidak ada kesalah pahaman.” Barra berusaha meyakinkan istrinya.
Gwen mengangkat wajahnya ke atas, dan tatapannya beradu pandang dengan mata suaminya. Barra tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
„Kak.., apa yang terjadi dengan Jacqluine.” Perlahan, akhirnya Gwen memberanikan diri untuk bertanya.
“Kenapa tiba-tiba honey bertanya seperti itu. Apakah masih ada keraguan tentang cinta dan rasa sayang suamimu ini?” Barra tidak segera menjawab. Terlihat laki-laki itu malah ingin mengukur bagaimana kadar keyakinan Gwen terhadapnya.
“Tidak apa-apa kak, hanya saja barusan beberapa saat yang lalu. Gwen merasa melihat Jacqluine di taman ini, tetapi perempuan itu mendorong stroller dengan seorang anak di dalamnya. Jika benar itu Jacqluine, anak siapakah itu…” gadis itu melanjutkan kata-kata yang akan ditanyakannya tadi.
Barra tersenyum, dan Gwen melihat tidak ada kegugupan sama sekali pada suaminya. Hal itu membantu Gwen untuk sedikit tenang.
**********
Olutravintola Pikkulintu Restaurant…
Barra memesankan hidangan dengan bahan sea food dan bebek. Restaurant itu terkenal dengan masakan olahan tersebut, dan menyediakan kentang steam sebagai pelengkap hidangan karbohidrat. Gwen terlihat membantu kedua putranya untuk makan malam, dan Barra sesekali ikut membantunya. Tidak berapa lama, akhirnya Bareeq dan Tareeq sudah menyelesaikan makan mereka.
“Momm…. Pap, Bareeq dan Tareeq ke play toys dulu ya..” melihat ada play toys di restaurant itu, kedua anak pasangan suami istri itu meminta ijin.
__ADS_1
“Pergilah… tapi ingat, take care..!” Barra berpesan pada dua anak itu.
„Okay pap...” dengan bergandengan tangan, Bareeq dan Tareeq meninggalkan kedua orang tuanya.
Gwen segera menikmati menu yang disajikan. Gadis itu makan dengan perlahan, dan Barra selesai lebih dulu. Laki-laki itu sambil mengulum senyum, terus melihat kea rah istrinya yang tengah menikmati makanan.
“Kak Barra kenapa sih, sejak tadi melihati Gwen makan. Apa karena Gwen makannya banyak..” gadis itu merasa jengah karena diperhatikan terus oleh suaminya.
„Tidak kenapa kenapa honey, aku suka melihatmu makan lahap seperti itu Hal-hal ini selalu aku rindukan, ketika aku sedang sendiri.” Barra masih tersenyum sambil masih melihati istrinya.
„Hempphh.. iya, iya, ini Gwen juga sudah selesai kok..” tidak berapa lama, Gwen mengambil tissue dan mengelap sudut bibirnya.
Menggunakan air hangat, dan tissue Gwen membersihkan tangannya. Setelah merasa kedua tangannya sudah bersih, gadis itu ikut menatap kea rah suaminya. Pasangan suami istri itu akhirnya saling bertatapan.
“Honey… aku akan menceritakan perihal yang tadi kamu tanyakan tentang Jacqluinee.. Gadis itu memang tetap berada di Helsinki, dan karena terdesak Jacqluine dinikahkan dengan Andy oleh papa anak itu. Hal itu aku berikan syarat, Ketika aku akan mencabut tuntutan hukum untuk keduanya kala itu.” Akhirnya Gwen terkejut.
Dalam ingatan Gwen, terakhir kali Gwen melihat Andy dan Jacqluine berciuman masuk ke mobil yang sama, ketika di halaman parkir mobil kampus Gwen. Tapi sedikitpun tidak terpikirkan jika mereka sedang menjalin hubungan.
“Mmmpphh.. memangnya mereka berdua dalam sebuah hubungan kak..?” untuk mengobati keingin tahuan, Gwen meminta penjelasan.
„Yah... hubungan simbiosis mutualisme antara mereka, yang akhirnya mengakibatkan Jacqluine hamil. Karena mempertimbangkan putra Andy, yang juga satu keturunan dengan keluargaku, akhirnya aku mengampuni mereka, tapi dengan syarat mereka harus menikah. Andy menolaknya kala itu, tetapi tidak ada pilihan, daripada anak itu harus mendekam di dalam penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.” Tampak senyuman sadis terlihat di wajah Barra.
“Jacqluine dan Andy ternyata tinggal dalam satu kamar hotel tanpa ikatan apapun. Dan ternyata dari hubungan itu, Jacqluine mengalami kehamilan.” Lanjut Barra.
__ADS_1
Gwen terdiam, gadis itu memang pernah melihat sendiri jika keduanya masuk ke dalam hotel yang sama. Namun Gwen memang tidak menceritakan apa yang dilihatnya itu pada siapapun, termasuk pada suaminya. Dan saat ini, ada kejelasan mengenai hubungan mereka berdua.
************