Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 144 Menyiapkan Kejutan


__ADS_3

Sepeninggalan Jacqluine dari ruang tamu, amarah menguasai Barra. Laki-laki itu segera memanggil sekretaris untuk datang ke ruangannya. Tidak lama kemudian, dengan tubuh gemetar sekretaris itu berjalan masuk ke dalam ruangan CEO Java Horizon Ltd. Perempuan itu tidak berani untuk mengangkat wajahnya, dan langsung duduk di depan Barra,


“Ingat Rossie… ke depan, jika perempuan itu datang lagi ke perusahaanku, usir dia. Kamu beri pengarahan pada bagian customer service, security front line untuk tidak mengijinkannya masuk ke dalam perusahaan. Apalagi sampai kalian mengijinkannya untuk masuk ke atas…” belum sampai perempuan itu mengambil nafas, Barra sudah menumpahkan kemarahannya.


“Baik Tuan… Perempuan Bernama Jacqluine tadi, sepertinya orang yang baik, dan wajahnya sangat famous Tuan. Beberapa kali, saya pernah melihatnya sebagai model  iklan, dan juga foto pada majalah fashion. Jadi.. saya pikir memang tuan Barra sengaja mengundangnya untuk melakukan endorse..” dengan ketakutan, Rossie berusaha membela diri.


“Sejak kapan aku memberimu tugas tambahan untuk menilai seseorang Rossie. Aku tidak mau tahu, jika ke depannya nanti, aku sampai melihat perempuan itu datang kesini, berarti kamu mempertaruhkan posisi kerjamu di perusahaan ini. Ingat itu…” masih dengan nada tinggi, Barra memberi ancaman pada sekretarisnya.


„Baik Tuan Barra... segera akan saya kondisikan pada semua karyawan di bagian front office. Jika tidak ada lagi, ijin saya untuk segera mengkondisikan mereka..” Rossie berpamitan, karena tidak mau lagi mendapatkan pelampiasan kemarahan dari atasannya.


“Pergilah… dan ingat jika masalah hari ini sampai terdengar ke telinga istriku, jabatan kalian akan menjadi taruhannya..” meskipun sudah memberikan ijin pada Rossie untuk meninggalkan ruangan, tapi laki-laki itu masih sempat membuat ancaman.


“Baik Tuan.. permisi..” setelah menjawab, Rossie bergegas keluar dari dalam ruangan CEO perusahaannya. Perempuan itu sedikitpun tidak berani meminta penjelasan, karena sebagai pemegang saham lebih dari 75%, kekuasaan Barra di perusahaan itu mutlak. Lebih baik mencari aman untuk dirinya, apalagi masalah barusan juga tidak ada kaitannya dengan perusahaan,


Barra menekan tombol di kursi yang didudukinya, dan perlahan sandaran kursi itu bergerak ke belakang. Laki-laki itu segera menyandarkan punggungnya di sandaran kursi itu. Beberapa saat, Barra terlihat termenung sendiri


„Aku harus menghindarkan agar Gwen tidak sempat bertemu dengan Jcqluinee, karena perempuan itu akan bisa bertindak nekat. Aku tidak akan mempertaruhkan ikatan pernikahanku, nama Jacqluine sudah hilang dari masa laluku, seiring perempuan itu berkhianat dan meninggalkanku sendiri. Gwen lah, perempuan di masa sekarang, dan masa depanku. Tidak akan ada yang bisa mengancam maupun menggantikan posisinya..” Barra masih terus berpikir.


Ingatan laki-laki itu tiba-tiba beralih ke wajah istrinya Gwen yang sangat polos, dan manja tetapi tenang. Tiba-tiba saja laki-laki itu merindukan gadis itu, dan ingin segera bertemu dengannya.

__ADS_1


“Gwen… I miss you honey…” ucap Barra perlahan sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian, laki-laki itu berdiri dari kursi kerjanya. Hasrat untuk bertemu dengan istrinya sangat menggelora. Tidak mau tahu dengan pekerjaan yang masih ada, akhirnya Barra berdiri dan meninggalkan ruang kerjanya tanpa bicara. Dari tempat duduknya, Rossie tidak berani membuat suara, dan bahkan tidak tahu jika tuannya berjalan keluar. Perempuan itu terlihat menyibukkan diri dengan memeriksa berkas yang ada di atas mejanya.


*************


Begitu keluar dari komplek perusahaan, Ketika melihat keberadaan florist, Barra menghentikan mobilnya. Laki-laki itu segera keluar dari dalam mobil, kemudian berjalan menuju ke florist yang menyediakan berbagai bunga segar.


“Selamat sore tuan… apakah ada yang bisa saya bantu..?” seorang perempuan muda datang menghampiri Barra.


“Carikan aku buket bunga untuk istriku. Campurkan antara lily putih, dan beberapa mawar berwarna pink. Buatkan yang cantik dan elegance ya…!” Barra segera menyampaikan maksudnya.


“Baik tuan… mohon tunggu sebentar. Tidak ada lima belas menit, bunga yang Tuan pesan akan segera kami antarkan..” setelah mempersilakan Barra untuk duduk, perempuan itu segera memilih  bunga-bunga pesanan Barra, dan merangkainya menjadi sebuah buket yang cantik.


“Hampir tujuh tahun aku memutuskan untuk berkarya di negara ini, dan semua sudah terlihat jelas hasilnya..” Barra bergumam. Laki-laki itu Kembali melihat ke sekeliling.


“Aku tidak mau, semua kerja kerasku ini hancur hanya karena kesalahan kecil saja. Apalagi kemunculan Jacqluine bisa mengancamku., Aku memahami jika perempuan itu sangat berambisi, karir dan kekayaan selalu menjadi orientasi hidupnya selama ini.” Tiba-tiba saja Barra kembali mengingat perempuan dari masa lalunya itu.


Sesekali Barra tersenyum mengingat Kembali masa lalu mereka, tetapi tiba-tiba saja Barra memukul kepalanya.

__ADS_1


“Gila kamu Barra… kamu sudah memiliki istri. Gwen melebihi segalanya dari perempuan itu, dan sedikitpun Gwen tidak menggilai harta. Sedikit saja kamu lengah, gadis itu akan diperebutkan oleh banyak orang..” ingatan pada istrinya kembali menguasai laki-laki itu.


Barra kembali mengingat semua perilaku menggemaskan istrinya, dan berbagai penolakan yang pernah dilakukan Gwen,cmembuat nilai gadis itu menjadi tinggi di hadapan Barra. Ingatan itu semakincmemperkuat rasa rindu laki-laki itu pada Gwen istrinya.


„Tuan... hand bucqet pesanan tuan sudah selesai. Silakan dilihat dulu Tuan, jika ada yang kurang bagus, saya akan merangkainya Kembali..” tiba-tiba suara penjaga florist menyadarkan Barra dari lamunannya.


Tatapan Barra beralih pada hand buket yang berada di tangan perempuan itu. Mata laki-laki itu takjub melihat kerapian, dan kecantikan susunan rangkaian bunganya.


“Sangat bagus.. istriku pasti akan sangat menyukainya. Siapkan juga untukku, beberapa bunga dengan aroma ini pada beberapa vas bunga besar. Aku akan sekalian membawanya pulang untuk memperindah kamar kami..” mencium aroma wangi bunga lily dan mawar itu. Barra juga memesan untuk disiapkan dalam vas bunga.


“Baik Tuan… saya akan menyiapkannya sebentar. Mohon dibukakan dulu pintu mobilnya, saya akan mengantarkan hand buket ini ke dalam kursi mobil…” Barra segera menekan remote key, dan Ketika pintu mobil bagian tengah membuka, perempuan itu segera memasukkan hand buket ke dalamnya.


Setelah itu, dengan cekatan perempuan itu menyiapkan beberapa jenis bunga yang sama, dan memasukkannya ke dalam vas bunga besar. Tidak sampai menghabiskan waktu bermenit-menit, akhirnya vas bunga berisii Lily dan mawar sudah siap untuk dibawa pulang.


“100 euro tuan.., semua pesanan sudah saya masukkan ke dalam mobil..” perempuan itu memberikan bill pada laki-laki itu.


Tidak lama kemudian, Barra melakukan scanning dengan barcode pembayaran, dan 200 euro masuk ke florist tersebut.


“Kebanyakan tuan, masih ada sisa 100 euro, karena biayanya hanya 100 euro saja..” perempuan itu mencoba memberi tahu pada laki-laki itu, jika uangnya terlalu banyak.

__ADS_1


„100 euro bonus untukmu..” tanpa menoleh ke belakang, Barra segera masuk ke dalam mobil. Perlahan mobil yang dibawa laki-laki itu melesat meninggalkan florist tersebut.


***********


__ADS_2