
University of Helsinky
Gwen malas berjalan berdampingan dengan Andy, menurutnya anak muda itu terlalu menyebalkan. Jika bukan karena keinginan Barra, Gwen memilih untuk naik transportasi umum untuk menuju college daripada harus satu mobil berdua dengan anak muda itu. Begitu mobil berhenti, Gwen langsung membuka pintu kemudian berjalan mendahului Andy.
“Hey Gwen…. tunggu… aku bukan sopir yang hanya mengantarkanmu..” Andy berteriak memanggil Gwen dari belakang.
Merasa sebal dengan tingkah menyebalkan Andy, Gwen berhenti dan menatap anak muda itu dengan sorot mata tajam.
“Ingat kesepakatan di rumah, aku ini kakak iparmu, jangan asal teriak panggil nama orang. Persis orang yang tidak tahu aturan... Jika tidak mau ditinggal, makanya jangan lelet..” sambil menatap jengah pada anak muda itu, Gwen memberi peringatan.
“Ha… ha… ha.., kakak..??? Ini college.... cantik, di rumah aku akan memanggilmu sebagai kakak karena menghormati kak Barra. Tapi di college, kita teman sebaya, tidak ada adik kakak, you know…” Andy tertawa terbahak, anak muda itu seperti tidak bosan-bosan menggoda Gwen.
Melihat bagaimana anak mud aitu bereaksi, muncul kejengkelan di hati gadis itu. Gwen berbalik badan, dan Kembali berjalan meninggalkan Andy Tidak diduga Andy berlari menyusul Gwen, dan tanpa permisi, anak muda itu meletakkan tangannya di bahu gadis itu. Spontan, secara reflek Gwen menggeser tubuhnya ke samping. Tangannya dengan cepat menangkap tangan Andy, kemudian menghempaskannya. Andy tidak tahu jika Gwen menguasai taekwondo.
“Aaaawww sakit… gila kamu Gwen. Mau membunuhku apa...” Andy berteriak kesakitan, tapi Gwen mengabaikannya.
“Ini baru peringatan Andy, sekali lagi kamu bertindak melecehkanku, aku bisa tendang alat vitalmu. Tangan orang-orang sepertimu memang perlu untuk dipatahkan...” bukannya menolong anak muda itu, tetapi Gwen malah bergegas masuk ke area college lebih dahulu.
Dari pos jaga, security tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua anak muda itu. Andy yang sudah bisa menahan tangannya yang sakit, segera berlari mengejar Gwen masuk ke dalam.
„Sialan... dimana kak Barra menemukan gadis ganas untuk dinikahi. Jika aku tidak berteriak kesakitan, pasti tanganku sudah terkilir.” Sambil berlari menyusul Gwen, Andy berbicara sendiri sambil meringis.
„Tapi cantik sih, imut juga.. Jika tahu Gwen belum menjadi milik kak Barra, pasti aku juga akan mengejar dan memperebutkan gadis itu. Biar ganas dan galak, tapi gadis itu unik, jujur aku jatuh hati padanya..” Andy bergumam sambil masuk ke koridor college,
__ADS_1
Anak muda itu terus berjalan menyusuri koridor, mengikuti kemana langkah Gwen di depannya. Tetapi Andy masih menjaga jarak, merasa khawatir jika Gwen akan kembali berulah. Tangannya masih terasa nyeri, meskipun tidak terkilir, namun luka memar pasti esok hari akan terlihat.
„Science Auditorium..., oh sepertinya di Gedung itu, penjelasan mahasiswa baru diadakan. Hadeh.. kemana lagi perginya Gwen, gadis galak itu.” Terlalu asyik mengamati auditorium, Andy seperti dilupakan kemana perginya Gwen. Gadis itu sudah tidak terlihat kemana menghilangnya.
“Hempphh… sudahlah, toh jurusan kami juga berbeda. Pasti setelah selesai acara, Gwen akan mencariku dan kami akan pulang Bersama. Aku akan mencari dulu dimana kelas management Information Systems ditempatkan.” Karena tidak menemukan keberadaan Gwen, akhirnya Andy memutuskan untuk mencari tempat diadakan acara.
Anak muda itu segera berjalan menuju deretan petugas yang mengatur pendaftaran finger print, untuk deteksi kehadiran dalam perkuliahan maupun setiap acara college.
*********
Siang harinya
Selesai acara, Andy berdiri di depan pintu besar auditorium sambil melihat-lihat siapa tahu bisa menemukan Gwen. Tapi sampai lelah berdiri, anak itu juga belum terlihat muncul di depannya.
“Hey mas… dari Indonesia ya..?” tiba-tiba ada yang menyapa Andy.
Andy menoleh, dan ada dua anak muda dengan wajah Indonesia berdiri di dekatnya. Merasa mendapatkan teman, Andy tersenyum.
“Benar.. kalian berdua juga ya.. Kenalkan, namaku Andy..” Andy mengulurkan tangan, dan dua anak muda itu bergantian berjabat tangan dengannya.
“Asep…, Aldo..” ternyata Asep dan Aldo yang malah lebih dahulu bertemu dengan Andy. Sedangkan Gwen belum terlihat. Keberadaan orang-orang dari Asia ketika berada di tempat dengan dominasi wajah dan perawakan bule, memang sangat kentara orang-orang dari negara lain.
„Oh ya.., by the way sedang menunggu siapa disini Andy. Apakah ada anak Indonesia juga yang lain di college ini..?” Asep kembali bertanya pada anak muda itu.
__ADS_1
“Iya Asep… sudah sejak pagi aku ditinggalkan olehnya. Dia istri dari kakak sepupuku sih, tapi jangan berpikir dia sudah tua lho, Meskipun kakak sepupuku itu sudah menikah, tidak kalah dengan gadis lain di college ini. Imut dan menarik..” sahut Andy malah tanpa sadar memuji Gwen.
Aldo tersenyum mendengar perkataan Andy, tiba-tiba saja anak muda itu teringat dengan Gwen. Bukan untuk berjuang kembali mendapatkan gadis itu untuknya, tetapi hanya dengan Bersama dan Kembali berteman dengan gadis itu, Aldo merasa sudah cukup.
“Bisa-bisa kamu malah jatuh cinta dengan istri dari kakak sepupumu Andy.. ingat untuk selalu jaga jarak. Jangan sampai ada pertempuran keluarga memperebutkan gadis itu..” Asep terdengar malah menggoda Andy.
“Hempphh… bisa jadi sih, tapi meskipun sisa kakak iparku, aku mau kok dengannya, ha.. ha.. ha..” dengan cepat, Andy menyahuti perkataan Asep.
“Hush… pamali, jangan bicara seperti itu. Kasihan istri kakak sepupumu itu, jika mendengar gurauanmu Andy. Okay... Asep, kita cabut yukk, aku pingin tidur siang. Tahu sendiri kan, semalam kita tidur jam berapa..” Aldo menyela pembicaraan Asep dan Andy.
Dua anak muda itu menoleh ke arah Aldo. Memang mata Aldo terlihat merah, yang menandakan jika anak mud aitu memang mengantuk, bukan basa basi untuk mengakhiri perbincangan.
“Ya sudah kita langsung balik apartement saja, yukk And.. kami duluan.” Asep dan Aldo kemudian berjalan beriringan meninggalkan Andy yang masih berdiri di tempatnya.
Andy melambaikan tangannya, kemudian anak muda itu kembali melihat ke dalam auditorium. Karena sudah sepi, barulah Andy melihat keberadaan Gwen yang masih duduk dan berbincang dengan seorang gadis. Andy segera kembali masuk ke dalam, dan mendatangi kedua gadis itu.
“Gwen…. Bisa tidak sih hari ini kamu berhenti membuatku kheky...” Andy tanpa permisi langsung memberi teguran pada gadis itu. Gwen dan teman gadisnya menoleh ke arah Andy.
“Upss sorry And.. aku malah ga tahu jika ternyata kamu menungguku. Padahal aku tadi sudah berencana untuk pulang naik transportasi umum. Yah.., cari-cari pengalaman baru sih, tapi ternyata kamu malah menyusulku kesini..” tanpa merasa bersalah, Gwen menjelaskan.
Tidak mau kembali terlibat keributan di tempat itu, Andy segera meraih tangan Gwen dan membawa gadis itu keluar, dan mengajaknya menuju ke mobil.
**********
__ADS_1