Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 124 Orang Dari Masa Lalu


__ADS_3

Tanpa mengajak Smith, Barra mengemudikan mobil sendiri. Gwen malah merasa senang, karena mereka hanya berdua, tidak merepotkan siapapun. Selain itu, mereka juga merasa lebih bebas untuk mampir ke tempat manapun. Sambil mengemudikan mobil, tangan kanan Barra menggenggam tangan istrinya.


„Kita akan langsung menuju ke kota Lapland honey… Sekitar jam 19 p.m, kita sudah akan masuk ke dalam hotel. Kita dinner, dan lanjut untuk mengejar Aurora Borealis nanti di Finlandia Utara. Masih ada waktu sebelum kita hunting ke lokasi munculnya Aurora tersebut..” sambil menyetir, Barra memberi tahu Gwen yang duduk di sampingnya.


“Jam berapa kak biasanya aurora muncul..” karena memang tidak tahu, Gwen menanggapi perkataan suaminya.


„Agak malam honey.. antara pukul 21.00 p.m – 02.00 a.m pagi. Tapi keindahannya sangat menakjubkan dan akan membuat kita nanti ingin terus menikmatinya. Hanya saja Aurora Borelis ini muncul di bulan Februari, Maret dan September, Oktober. Pada bulan-bulan lainnya, kita akan kehilangan keindahannya.” Barra Kembali menjelaskan,


“Jika tidak salah, aurora bisa muncul disebabkan karena adanya gesekan magnetic pada lapisan ionosfer, dan terpantulkan oleh sinar matahari, yang akhirnya membentuk sinar warna warni. Gwen mengetahuinya pada mata pelajaran Fisika Ketika di High Senior School.”


Barra tersenyum mendengar penjelasan  istrinya, dan laki-laki itu merasa senang, karena Gwen selalu bisa nyambung jika berbincang dengannya. Barra mengakui kecerdasan istrinya, dan merasa bersyukur bisa menjadikan gadis itu istrinya.


“Hemppphh… aku jadi teringat kejadian bertahun-tahun yang lalu. Tapi sepertinya sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu..” tiba-tiba Barra berbicara sendiri, sambil mengulum senyum. Tetapi laki-laki itu tidak melanjutkan perkataannya.


Gwen menoleh ke kiri, melihat kea rah suaminya. Gadis itu ingin mendengar kelanjutan cerita suaminya, namun dilihatnya Barra hanya senyum-senyum sendiri.


“Kak Barra nih Sukanya ga jelas, cerita tapi nanggung. Dilanjutin kenapa sih, jadi bukan membuat orang lain penasaran. Memangnya ada kejadian apa kak, lebih dari sepuluh tahun yang lalu, pasti nih… kejadian yang romantis kala itu, sampai kak Barra tidak bisa melupakannya.” Merasa penasaran, Gwen mengejar suaminya untuk melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


“Ha.. ha.. ha..” bukannya melanjutkan, Barra malah tertawa terbahak, dan semakin membuat Gwen menjadi penasaran.


„Malas ah.. Gwen mau tidur saja. Kak Barra ga asyik, suka bikin orang lain menjadi penasaran.” Gwen pura-pura merajuk karena suaminya tidak melanjutkan ceritanya.


“Hempph… baiklah honey, aku akan bercerita. Tapi semoga saja nih.. yang ikut kala itu mengingat kembali kejadian itu, jika dianya saja sudah lupa, percuma saja. Hanya aku saja yang bisa mengenangnya saat itu..” lanjut Barra sambil senyum-senyum sendiri sambil melihat ke arah Gwen.


Gadis itu diam saja, masih pura-pura merajuk...


„Kejadian ini jika tidak salah Ketika keluargaku dan keluargamu berlibur bersama di pulau Lombok kala itu. Di malam hari, ketika kita melihat bulan purnama di pinggir pantai, ada seorang anak perempuan yang tanpa ijin, tapi aku tidak tahu kala itu dia sengaja atau tidak. Gadis kecil itu menaruh segenggam pasir di pahaku, padahal kala itu aku mengenakan celana pendek. Aku melihat gadis itu dan tersenyum, kemudian membersihkan lagi pasir itu dari atas pahaku. Eh.. dengan polosnya, gadis kecil itu kembali menaruh pasir lagi dan malah tambah banyak.” Akhirnya sambil senyum-senyum, Barra melanjutkan ceritanya. Laki-laki itu terdiam sejenak, dan melihat ke arah Gwen yang duduk di sampingnya. Kening gadis itu tampak berkerut, Gwen tampak berpikir sesuatu.


„Tapi akhirnya aku gemes juga malam itu, karena gadis itu tidak berhenti menggodaku, akhirnya aku berdiri dan gadis itu aku gendong dan aku ajak berlari di pinggir pantai. Tiba-tiba ada cahaya bintang jatuh, dan dengan polosnya gadis kecil itu bicara padaku. Kakak baik deh, kata mama jika ada bintang jatuh aku bisa buat permintaan. Terus aku menyahut malam itu, apa yang akan kamu minta malam ini cantik. Eh.. tidak tahunya, dengan polosnya gadis itu menjawab. Aku sudah minta kak, untuk selalu ditemani oleh kakak yang baik...” lanjut Barra.


“Ada apa honey sayang… apakah kamu mengingat sesuatu sayang..” masih dengan tersenyum, Barra bertanya dengan lembut pada istrinya.


“Kak Barrakah… laki-laki itu, karena cerita kakak sama persis dengan yang Gwen alami kala masih kecil kak..” bibir Gwen bergetar.


Melihat reaksi istrinya, Barra menepikan mobil, dan menghentikan mobil di pinggir jalan. Laki-laki itu ikut menatap istrinya, dan keduanya saling berpandangan. Tangan Barra terangkat, dan perlahan mengusap wajah istrinya.

__ADS_1


“Kamu mengingatnya honey…” bibir Barra mengucap perlahan, laki-laki itu tidak percaya ternyata Gwen juga mengingat ingatan masa lalu mereka. Hanya saja, selama ini Barra masih mengingat kejadian unik itu, namun Gwen tidak mengenalinya sebagai laki-laki yang pernah diajaknya bermain malam itu.


Perlahan Gwen menganggukkan kepala, dan gadis itu tanpa bicara langsung mencondongkan tubuhnya ke depan, Gwen memeluk erat tubuh Barra. Laki-laki itu hanya tersenyum dan mengusap-usap punggung istrinya. Hal itu terjadi untuk beberapa saat.


“Kak Barra… Gwen sama sekali tidak menyangka, jika akhirnya kakak dan Gwen menjadi pasangan suami istri. Apakah ucapan polos Gwen kala itu, didengar Tuhan dan akhirnya kita ditakdirkan untuk Bersatu, kita menikah..” Gwen masih terbawa perasaan, tanpa sadar air mata haru mengalir keluar dari pelupuk matanya.


“Iya honey… scenario Tuhan memang sangat luar biasa, kita sebagai manusia tidak mampu untuk menembus rencana Nya. Ketika papa menawarkanku untuk menikah denganmu honey… tanpa pikir panjang aku langsung menerimanya. Hal itu aku lakukan, karena aku mengingat kenangan gadis kecil yang tertidur lelap dalam gendonganku malam itu.” Ucap Barra sambil terus mengusap punggung Gwen. Tiba-tiba…


“Aaaaww… kenapa honey malah mencubit pinggangku..” Barra berteriak kesakitan, dan pelukan keduanya terlepas.


“Biarin.., kak Barra jahat, kenapa tidak memberi tahu Gwen sejak dulu. Merasa senang ya, membuat Gwen tertekan, karena harus menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak Gwen kenal. Padahal ternyata kita pernah sedekat itu, Ketika Gwen masih kecil..” Gwen merajuk, dan Ketika Barra akan Kembali untuk memeluknya, Gwen sengaja memundurkan tubuhnya untuk menghindar.


“Ha.. ha.. ha.., iya honey, aku minta maaf. Biar tambah syahdu honey, percintaan kita tulus, tanpa embel-embel masa lalu. Bukankah demikian..” akhirnya Barra kembali bisa menarik tubuh istrinya, dan kembali mereka berpelukan sesaat.


Tidak lama kemudian, bibir Barra yang hangat sudah meraup bibir kenyal Gwen. Pasangan suami istri itu akhirnya saling berciuman beberapa saat, sampai akhirnya..


“Sudah kak Barra… tujuan kita pergi kali ini adalah untuk melihat Aurora. Gwen tidak mau ketinggalan lagi, ayuk kita segera lanjutkan perjalanan kita..” Gwen menarik Kembali tubuhnya ke belakang. Gadis itu merasa sangat bahagia, karena ternyata suaminya adalah orang di masa kecilnya.

__ADS_1


“Siap 86 honey..” akhirnya Barra Kembali menginjak pedal gas, dan tidak lama kemudian mobil lembali meluncur menuju ke kota Lapland.


**********


__ADS_2