
Asep mencegah kekerasan yang akan dilakukan Aldo, anak muda itu mencoba melepaskan cekalan Aldo di leher Andy. Perlahan Aldo akhirnya melepaskan tangannya, tetapi tatapan tajamnya masih memindai Andy.
„Kedatanganmu tidak dibutuhkan di tempat ini Andy... Dan aku malah menjadi curiga padamu, ada sesuatu yang kamu sembunyikan dalam hal ini..” Aldo berbicara dengan nada sarkasme pada Andy.
Bukannya marah, tetapi Andy malah tersenyum..
„Aldo.., jaga bicaramu Aldo. Jangan asal bicara menuduhku yang tidak-tidak. Dengan kekuatan papaku, sangat mudah untuk menemukan keberadaan Gwen di tempat ini. Aku mendengar berita buruk yang terjadi pada Gwen, dan aku mengerahkan orang-orangku untuk melacak CCTV di kota ini. Akhirnya aku melihat Ketika kamu dan Asep membawa Gwen ke rumah sakit ini.” Sambil tersenyum sinis, Andy memberikan tanggapan.
Asep memundurkan tubuh Aldo, kemudian…
“Apa yang diucapkan Andy ada benarnya juga Aldo… Kita tidak boleh menuduh orang sembarangan, apalagi Andy lebih lama berada di kota ini.” Asep menahan agar Aldo mengendalikan dirinya.
Beberapa saat kemudian...
„Aku akan melihat kondisi Gwen saat ini.. Jangan berani-berani untuk menahanku disini, atau aku akan meminta security untuk mengusir kalian berdua dari rumah sakit ini..” dengan nada ancaman, Aldy menyeruak masuk ke dalam kamar.
Anak muda itu melihat ke arah Gwen yang tampak lemah terbaring tidak berdaya.. Tiba-tiba saja, Gwen mulai membuka matanya dan Andy segera mendekati gadis itu..
“Gwen… are you okay..?” Andy memegang lengan gadis itu, dan dengan pandangan khawatir melihat ke matanya.
“Andy… kenapa kamu disini. Stop... menghancurkan hidupku And..” sontak Gwen menarik tangannya mundur, begitu menyadari ternyata Andy yang berada di dekatnya.
Dari arah belakang, Aldo dan Asep segera mendekati gadis yang sudah Kembali tersadar itu. Mereka segera berdiri di samping Andy…, dan tersenyum melihat Gwen.
__ADS_1
“Gwen… focuslah untuk istirahat. Abaikan saja kedatangan Andy, aku yakin anak ini tidak akan berani memberi tahu keberadaanmu disini pada suamimu. Aku sendiri yang akan menghajarnya jika dia berani melakukannya.” Aldo mencoba menenangkan Gwen.
„Hempphh.... pede sekali kamu Aldo, mencoba bertanggung jawab pada Gwen. Ingat dalam hal ini, akulah yang memiliki hubungan paling dekat dengan Gwen. Jadi hanya aku yang punya akses kuat untuk memastikan jika Gwen aka naman..” tidak diduga, Andy berusaha menguasai keadaan.
“Tutup mulutmu Andy… kendalikan dirimu Aldo. Saat ini kita bertiga berada di tempat ini, untuk menjaga dan melindungi Gwen. Kita harus kondisikan agar Gwen kembali pulih, dan tidak menyinggung lagi hal-hal yang tidak jelas..” dari samping kedua anak muda itu, Asep berbicara dengan tegas.
Mendengar kata-kata Asep, kedua anak muda itu terdiam. Mereka segera melihat ke arah Gwen, yang malah membalikkan badannya membelakangi mereka.
“Duduk Andy… beri space untuk Gwen beristirahat. Jika tidak mau, aku akan menyeretmu keluar dari kamar ini, dan menghajarmu di roof top rumah sakit. Jika perlu, aku akan melemparmu ke bawah...” Aldo akhirnya mengalah. Dengan nada ancaman, anak muda itu menekan Andy serta menariknya ke belakang dan mendudukkan di sofa yang ada di kamar tersebut.
Rupanya Andy sudah tidak mau berdebat, anak muda itu mengalah dan mengikuti kemana Aldo membawanya. Akhirnya suasana di dalam kamar itu kembali tenang, dan ketiga anak muda itu tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.
************
Pintu ruang rawat inap Gwen tiba-tiba didorong dari luar ruangan. Ketiga anak muda itu sontak kaget, dan langsung berdiri. Tetapi begitu melihat siapa yang datang, terutama Aldo dan Asep menjadi tersenyum senang.
“Om Andrew…” dua anak muda itu segera menyalami paman Gwen. Di belakang laki-laki itu, seorang perempuan ikut bersamanya.
“Mmmph… terima kasih sudah membawa Gwen kesini.” Setelah menyalami dua anak muda itu, dan mengabaikan keberadaan Andy, Andrew segera mendekati bed tempat berbaring keponakannya.
„Gwen sayang... bagaimana keadaanmu sayang…” suara lembut Andrew terdengar di telinga Gwen, dan gadis itu segera membalikkan badannya.
„Om Andrew... bawa pergi Gwen dari tempat ini Om...” suara tangis Gwen langsung terdengar, melihat keberadaan Om nya di samping bed nya.
__ADS_1
Andrew langsung memeluk gadis itu, dan di dada laki-laki itu Gwen meluapkan emosinya. Dengan penuh kasih, Andrew mengusap rambut dan punggung gadis itu. Dengan sengaja, Andrew membiarkannya untuk beberapa saat gadis itu menangis. Kemudian…
“Lupakan semua Gwen… ada Om disini. Jika kamu menginginkannya, Om akan segera membawamu pergi dari negara ini. Jangan habiskan waktu hanya untuk meratapi kepedihanmu, ada dimana sekarang keponakan Om yang selalu percaya diri, memiliki kemandirian yang tinggi. Hingga beberapa kali, sering berbohong pada Om dan kakek Atmadja..” Andrew mencoba membangkitkan semangat, dan daya juang gadis itu.
Jari tangan Andrew mengusap lembut air mata Gwen, dan Aldo memberikan tissue pada laki-laki itu. Tidak ada yang berani menyela interaksi yang terjadi antara Andrew dan Gwen. Andy juga kehabisan pembicaraan, merasa was was jika rencananya akan gagal dengan kedatangan Andrew di tempat ini.
“Gwen lemah kali ini Om... Kenyataan yang terjadi di depan mata Gwen, telah menghempaskan semua harapan Gwen. Ternyata semuanya palsu Om...” kembali gadis itu menangis tergugu. Punggung Gwen sampai tersengal-sengal dengan tangisan yang dikeluarkannya. Dengan sabar, Andrew membiarkannya. Sampai akhirnya…
“Sudah Gwen… hentikan tangismu. Bersama Om.., kita akan menghadapi semuanya.. Kembalilah beristirahat, aku akan bertemu dengan dokter. Kami sudah mengatur janji, dan jika dari hasil konsultasi ternyata kesehatanmu tidak mengkhawatirkan, Om akan segera membawamu. Om akan membawamu pergi dari negara ini secepatnya...” mendengar ucapan dari paman Gwen, Aldo dan Asep saling berpandangan.
Sejak dulu, Andrew memang yang selalu menjadi pengampu dari sahabat mereka. Laki-laki itu yang selalu berada di depan Gwen, dan selalu mewakili gadis itu untuk urusan semuanya. Tetapi mendengar ketegasan yang disampaikan oleh Om Andrew, mereka sama sekali tidak berani untuk menyela. Sesaat kemudian terlihat Gwen menganggukkan kepala, dan gadis itu sudah menghentikan tangisannya.
„Oh ya Gwen... kenalkan ini Anne.. Tidak lama lagi, mungkin aku akan menghentikan masa lajangmu…” Anne yang sejak tadi hanya diam menyaksikan interaksi mereka, segera mendekat ke arah bed tempat Gwen beristirahat.
“Hello cantik… Om mu banyak bercerita tentangmu. Ternyata kamu memang benar-benar sangat cantik..” Anne segera mengenalkan dirinya.
Gwen menerima uluran tangan dari kekasih Om nya. Tampak Anne memijit lengan gadis itu,…
“Anne.. jaga keponakanku ya… Aku akan ke ruangan dokter, karena kami sudah ada janji..” melihat interaksi antara kekasih dan keponakannya, Andrew merasa tenang. Laki-laki itu kemudian meminta Anne untuk menjaga Gwen. Tanpa menjawab secara lisan, Anne menganggukkan kepalanya.
Andrew segera membalikkan badan untuk meninggalkan kamar, dan Aldo mengikutinya dari belakang.
****************
__ADS_1