Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 228 Permintaan Maaf secara Pribadi


__ADS_3

Java Horizon Limited


Barra sedang berkutat di belakang kerjanya. Beberapa berkas yang sudah disentuh, dan diperiksa disingkirkan ke samping. Kali ini tinggal hanya satu berkas saja yang masih ada di tangannya. Tidak sampai lima menit, laki-laki itu sudah menyelesaikan mengkoreksi semua berkas yang diletakkan sekretaris pribadinya.


“Hemppphh… akhirnya selesai juga, aku sampai tidak sempat memberi kabar pada istriku Gwen. Aku akan menelponnya dulu, say hello siapa tahu Gwen membutuhkan bantuanku..” Barra berbicara sendiri.


Laki-laki itu kemudian meraih ponsel, dan menggulir nomor ponsel istrinya, Tidak menunggu lama, akhirnya terdengar nada sambung, dan..


“Assalamu alaikum papa… how are you..?” suara merdu milik Gwen seperti air hujan yang menyiram kemarau panjang,


“Wa alaikum salam, baik honey.. Bagaimana keadaanmu, bayi yang ada di perut, juga anak-anak. Papa baru selesai mengkoreksi berkas, yah.. maklumlah kemarin week end, jadi kerjaan dari hari Jum,at menumpuk untuk dikerjakan hari ini..” laki-laki itu segera konfirmasi keadaan keluarganya.


Fokus seorang suami dengan beberapa anak, dalam keadaan apapun memang adalah keluarganya.Kebahagiaan akan diperolehnya Ketika mengetahui jika istri, dan anak-anaknya dalam keadaan senang dan Bahagia pula.


“Mommy baik-baik saja di rumah pa.. Kan ada Kayla yang menemani, kami banyak berbicara tentang banyak hal. Anak-anak juga tidak ada masalah, dan tadi Aldo yang mengantarkan mereka ke sekolah, karena kaki mommy masih agak bengkak Jadi lebih baik mommy di rumah saja pa, sambil berselonjor..” tidak tahu jika kata-katanya akan membuat suaminya khawatir, Gwen dengan santai bercerita.


„What.. bengkak honey..?? Dari semalam belum kempes, jangan banyak bergerak honey. Aku akan menghubungi Alex agar datang memeriksamu. Jangan-jangan,selain hamil, kamu menderita penyakit serius, hanya saja selama ini tidak dirasakan.” Terdengar kepanikan dari kata-kata Barra, begitu mendengar kaki istrinya masih mengalami bengkak.


Sebenarnya bukan hanya kali ini saja, Gwen mengalami kaki bengkak, namun biasanya setelah digunakan istirahat, tidak lama kemudian kaki itu akan Kembali seperti semula. Makanya begitu mendengar, jika sampai saat ini, kaki istrinya masih bengkak, muncul kepanikan dalam diri Barra,


“Tidak perlu terlalu khwatirlah kak… biasa perempuan hamil pada usia trimester terakhir mengalami hal ini. Apalagi Hari Perkiraan lahir di minggu depan, jadi hilangkan kekhawatiran papa..” perempuan itu mencoba menenangkan istrinya.

__ADS_1


“Hempphh… aku paham honey, tapi tunggulah. Sebentar lagi, aku akan pulang dan membawa Dokter Alex untuk pulang ke rumah.. Assalamu alaikum,” Barra sudah tidak bisa diajak bicara.


Setelah mengakhiri panggilan telpon, laki-laki itu membereskan berkas yang masih terlihat berserakan di atas meja. Beberapa saat kemudian, laki-laki itu memanggil sekretaris pribadinya agar masuk ke dalam ruangan.


“Tok… tok.. tok..” terdengar ketukan tiga kali di pintu. Barra mengabaikannya, karena tahu siapa yang akan masuk ke dalam ruangannya.


Sesuai dugaan, tidak lama seorang perempuan masuk, dan langsung menuju ke meja kerja laki-laki itu.


„Tuan Barra.. ijin untuk membawa berkas ini kembali Tuan.. Juga, sudah dari satu jam yang lalu, di luar adik sepupu Tuan Barra yang bernama Tuan Andy, menunggu di luar. Karena banyaknya berkas yang harus Tuan barra selesaikan, saya tidak memberikan ijin pada laki-laki itu..” sekretaris itu melaporkan,


„Baiklah suruh orang itu masuk, tapi sampaikan di awal jika aku tidak memiliki banyak waktu untuk mengajaknya bicara..” sambil menorehkan tanda tangan, Barra memberikan tanggapan.


„Baik Tuan Barra.. saya kembali ke ruangan.” Perempuan itu segera berpamitan, dan sambil membawa berkas di tangan keluar dari dalam ruangan laki-laki itu.


 Beberapa saat kemudian..


Di sofa dalam ruangannya, Barra menerima Andy yang datang sendiri. Laki-laki itu menangkap ada kegelisahan terlihat di wajah Andy, tetapi Barra menunggu agar laki-laki itu menyampaikan sendiri permasalahan yang dihadapinya.


“Bagaimana urusanmu Andy.. apakah kamu berhasil menemukan Jacqluinne, dan membawanya Kembali..” tidak mau memperpanjang urusan, Barra langsung bertanya dengan to the point pada adik sepupunya.


“Berhasil kak, dan kebetulan Jacqluinne bersedia untuk akua jak Kembali ke Helsinki. Kami sudah berniat untuk memperbaiki hubungan pernikahan kami kak, semoga kami bisa menjadi pasangan suami istri yang baik..” sahut Andy, sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Hemppphh… baguslah kalau begitu. Kemudian, untuk ke depan, bagaimana rencanamu, kapan kamu akan membawa Mike Kembali..” mengingat jika putra dari adik sepupunya berada di rumahnya, Barra tidak melupakannya.


Andy terdiam, dan malam mengambil air mineral yang ada di depannya. Laki-laki itu kemudian membuka tutup botol, kemudian menenggaknya langsung beberapa teguk.. Kemudian..


“Jika mau minuman beralkohol, kamu bisa mengambil sendiri di dalam lemari pendingin And.. tapi aku tidak bisa menemanimu, kamu tahu bukan jika istriku sudah hamil besar..” lanjut Barra tanpa basa basi.


“Ini saja kak… Dan terkait dengan pertanyaan kakak tadi, saya mau minta pertimbangan pada kak Barra, Jacqluinne secara pribadi ingin minta maaf dan menyampaikan ucapan terima kasih pada kalian berdua. Apakah memungkinkan jika aku akan mengajak istriku datang ke rumah, sekaligus untuk menjemput Mike.” Andy mengangkat wajah ke atas, dan beradu pandang dengan kakak sepupunya.


Mendapat pertanyaan itu, wajah Barra terlihat tegang. Laki-laki yang juga pernah menjalin hubungan dekat dengan Jacqluinne, tahu betul bagaimana watak dan karakter dari perempuan yang pernah menjadi pacarnya itu. Demi mewujudkan ambisinya, semua cara tidak peduli haram maupun halal akan ditempuhnya.


“Kamu tahu bagaimana keadaan istriku saat ini bukan..?? Kemungkinan besar, minggu depan istriku sudah akan melahirkan. Untuk itu Andy, aku harus menjaga mood istriku agar tetap terjaga dan dalam kondisi baik. Dan kamu tahu bukan, bagaimana Jacqluinnee…?” sahut Barra dengan tegang.


Andy hanya tersenyum kecut, dan menganggukkan kepala.


“Meskipun kamu mengatakan jika istrimu sudah berubah, tetapi aku tidak akan gambling mempertemukan istriku dengan istrimu Andy.. Keselamatan istriku jauh lebih penting dari apapun Andy, aku harap kamu memahaminya…” Barra mulai berbicara dengan nada tinggi.


“Aku paham kak, makanya aku meminta ijin terlebih dulu padamu. Jika memang hal itu keadaannya, aku akan mengikutinya kak. Nanti sepulang kerja, aku akan mengambil Mike dan membawanya kembali ke rumah sendiri saja. Hanya saja, semoga kamu tidak keberatan untuk menyampaikan permintaan maaf dan ucapan terima kasih dari Jacqluinne untuk Gwen kak..” akhirnya dengan ekspresi yang sedikit kecewa, Andy bisa menerima keputusan dari kakak sepupunya itu.


Laki-laki itu memang sudah memprediksikannya sejak tadi. Bahkan untuk mendatangi perusahaan Barra, juga membutuhkan keberanian. Beberapa saat kemudian..


“Baiklah kak, aku akan kembali dulu ke perusahaan. Mungkin sekitar pukul 17.00 p,m, aku akan menjemput Andy di rumah..” melihat jika kakak sepupunya sudah beberes, akhirnya laki-laki itu segera berdiri dan berpamitan.

__ADS_1


“Pergilah..” sahut Barra singkat.


*********


__ADS_2