Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 230 Kurang Nyaman


__ADS_3

Setelah memastikan ketiga anak kecil itu dalam keadaan aman, dan sudah kenyang, akhirnya Gwen menemani suaminya masuk ke dalam kamar. Barra memeluk istrinya sambil berjalan menuju ke kamar.


“Papa.. apa tadi yang papa sampaikan pada Mike benar adanya pa..? Andy sudah berhasil ya, membawa Jacqluinne datang ke Helsinki kembali..” dengan nada datar, Gwen bertanya pada suaminya, Ketika mereka sudah sampai di dalam kamar.


„Benar honey... tadi Andy memang datang ke perusahaan. Anak itu minta ijin ingin mengambil Mike dan membawanya pulang..” Barra menceritakan tentang kedatangan Andy.


“Hempph.. lucu juga si Andy.. Mike kan memang putranya, kenapa harus minta ijin segala, jika mau membawa Mike pulang. Aneh aneh saja..” sambil melepaskan dasi di leher suaminya, Gwen berkomentar.


“Bukan hanya itu, tadi Andy minta ijin, karena akan membawa istrinya Jacqluinne ke rumah ini.” Lanjut Barra.


Mendengar nama Jacqluinne disebut suaminya, Gwen sampai terhenti aktivitasnya sejenak. Tapi setelah menghela nafas, perempuan muda bisa mengendalikan dirinya. Hal itu ikut diamati oleh Barra dan suaminya, dan laki-laki itu berpikir jika keputusan yang diambilnya sudah tepat. Untuk tidak membiarkan perempuan dari masa lalunya itu datang, dan muncul dalam kehidupan rumah tangganya,


“Kenapa kamu diam honey, bagaimana tanggapanmu..?” Barra mencoba memancing jawaban istrinya, laki-laki tersenyum.


“Gimana ya pa.. sebenarnya tidak apa-apa sih jika memang Jacqluinne akan datang ke rumah ini. Hanya saja, Gwen lebih baik tetap di dalam kamar pap. Jujur, Gwen belum bisa percaya dengan perempuan itu, dan khawatir jika akan merebut suami Gwen..” ucap lirih perempuan itu.


„Jangan khawatir sayang... aku juga melarang Andy untuk membawa Jacqluinne kemari. Jika memang anak itu akan membawa Mike, aku memintanya untuk datang mengambil sendiri. Aku sangat mengenalmu honey.. dan kebahagiaanmu lebih penting dari semuanya..” akhirnya Barra memberi tahu keputusan yang sudah diambilnya.


“Terima kasih papa… “ Gwen memeluk suaminya dengan erat,


Laki-laki itu membalas pelukan dari istrinya. Setelah beberapa saat, akhirnya Barra melepaskan pelukan itu, karena harus membersihkan diri di kamar mandi,


„Aku mandi dulu honey, tidak perlu menyiapkan makanan atau minuman. Kita habiskan waktu sore ini di balkon saja. Sesekali kita melihat pemandangan depan rumah kita..” sebelum masuk kamar mandi, Barra berpesan pada istrinya.

__ADS_1


„Baik pap...” Gwen kemudian melangkahkan kaki mengambil pakaian kotor yang tadi dikenakan suaminya, kemudian memasukkan ke keranjang pakaian kotor,.


Perempuan itu kemudian masuk ke wardrobe untuk menyiapkan pakaian ganti untuk Barra, dan meletakkan di atas ranjang. Setelah semuanya siap, Gwen mengistirahatkan tubuhnya duduk di kursi yang ada di depan meja rias. Semenjak usia kehamilan mendekati masa melahirkan, perempuan ini memang lebih sering merasa Lelah. Jika rasa Lelah itu datang, Gwen akan duduk sambil memijit mijit kakinya sendiri.


“Apakah keputusanku untuk menolak sementara bertemu Jacqluinne bisa dibenarkan..?? Dan akan sampai kapan, hatiku akan siap menerima perempuan itu hadir dalam keluargaku..” Gwen bertanya tanya sendiri.


Ternyata informasi kedatangan Jacqluinne kembali ke Helsinki, membuat perasaannya menjadi merasa tidak aman. Terbayang bagaimana pertemuan mereka di masa lalu, dimana perempuan itu terlihat seperti menabuh genderang perang dengannya. Meskipun hal itu sudah terjadi cukup lama, namun Gwen masih selalu mengingatnya,


“Tapi aku akan melihatnya, apakah perempuan itu sudah benar-benar berubah. Meskipun aku juga yakin jika suamiku tidak akan mungkin terpikat dengannya, namun berjaga jaga masih jauh lebih baik..” lanjut perempuan itu.


************


Malam harinya


“Sudah lama kamu menunggu kami Andy..” Gwen menyapa adik ipar sepupu itu sambil tersenyum.


“Belum Gwen.. baru sebentar saja. Kebetulan ada berita televisi bagus, jadi aku sekalian menontonnya, dan malah terlupa belum menemui Mike..” Andy pura-pura membuat alasan.


“Iyakah.., sebentar Andy, aku akan panggilkan Claire untuk membawa Mike turun ke ruangan ini.” Sahut Gwen. Kemudian..


“Claire.. come here..!” Gwen memanggil ,maid keluarganya,


Tidak berapa lama, Claire datang ke hadapan mereka berdua.

__ADS_1


“Ya Miss.. apakah ada yang perlu Claire lakukan.” Maid itu langsung bertanya,


“Panggil Mike untuk turun ke bawah, katakan pada anak itu jika Daddy nya sudah datang menjemput. Jangan lupa semua perlengkapan bocah itu juga dibawa turun..” Gwen mengarahkan perempuan itu.


Tidak berapa lama, Claire meninggalkan Gwen berdua dengan Andy. Gwen duduk di hadapan Andy, dan keduanya terdiam beberapa saat. Mommy si kembar itu juga bingung akan mulai percakapan dari mana…


“Gwen… bagaimana keadaan Mike, selama aku tinggalkan di rumah ini, Aku harap Mike tidak melakukan kenakalan yang tidak bisa ditolerir..” tiba-tiba Andy menggunakan putranya sebagai bahan pembicaraan.


Gwen tersenyum dan mengangkat wajahnya, perempuan dan laki-laki muda itu beradu pandang.


“Andy.. sangat wajarlah untuk anak-anak seusia anak kita melakukan kesalahan, karena merupakan salah satu bentuk pembelajaran untuk mereka, Mike anak yang baik, dan bisa cepat beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan di rumah ini.” Lanjut Gwen.


„Syukurlah jika putraku bisa menyesuaikan dengan kebiasaan di rumah ini. Ke depan, aku juga akan membangun kebiasaan baik di rumah kami. Selama ini, aku terlalu mengabaikan putraku, terlalu memburu duniawi yang ternyata malah berdampak buruk pada Mike..” sambil tersenyum kecut, Andy menanggapi,


Perempuan itu berpikir dulu sebelum memberikan tanggapan. Sebenarnya bukan sepenuhnya salah dari laki-laki muda itu, berada dalam sebuah kehidupan pernikahan tanpa rencana, dan dilakukan secara terpaksa, di awal-awal memang menyiksa. Gwen sendiri pernah mengalaminya dengan Barra. Tetapi setelah mereka menemukan chemistry, kehidupan mereka malah lebih erat dan tidak terpisahkan.


“Oh ya Andy… by the way selamat ya, kamu sudah berhasil membawa istrimu Kembali ke kota ini. Semoga ke depan, kalian bertiga bisa menjadi keluarga yang betul-betul Bahagia, dan semua hak Mike bisa terpenuhi dengan kebersamaan kalian.” Dengan tulus, Gwen memberikan selamat pada Andy.


“Terima kasih Gwen.., aamiin, semoga saja doamu menjadi kenyataan. Maaf ya, aku belum bisa membawa istriku ke rumah ini, karena aku berpikir tidak akan menjadi sesuatu yang baik, jika semua dilakukan dengan tergesa-gesa.” Andy menyahut sambil merendah.


“No problem Andy, terima kasih atas pengertianmu. Aku sendiri yang juga belum siap untuk ketemu istrimu, maafkan aku ya..!” namun Gwen lebih bisa memahami apa yang dipikirkan oleh laki-laki muda itu.


Gwen tidak mau jika Andy yang merasa bersalah, dengan cepat Gwen mengatakan jika dirinya belum siap untuk bertemu dengan Jacqluinne. Andy hanya bisa menganggukkan kepala mengiyakan.

__ADS_1


**********


__ADS_2