
Karena sudah menjelang petang, Gwen segera menstarter Ducatinya. Bahkan beberapa mahasiswa yang ingin mengajaknya berbicara ditolak halus. Gwen merasa tidak nyaman, jika suaminya lebih dulu sampai ke rumah, sehingga langsung memutuskan untuk pulang ke rumah. Tetapi begitu akan mendekati pintu gerbang, Gwen menghentikan motornya sejenak karena melihat Andy yang berjalan menuju ke arah mobil. Gwen sangat mengenali mobil itu, karena Andy masih menggunakan mobil suaminya Barra.
“Hempph… aku tidak mau mencari masalah. Aku tunggu saja Andy sejenak sampai anak itu pergi dari halaman college.” Sambil menunggu, Gwen pura-pura melihat ke arah ponselnya.
Beberapa saat Gwen menunggu, dan ketika gadis itu mengangkat wajahnya untuk mengintip keberadaan Andy, kening Gwen berkerut. Tampak seorang perempuan yang tidak asing lagi bagi gadis itu tampak turun dari dalam mobil suaminya, dan berjalan mendekati Andy,.
„Bukankah itu Jacqluinee, perempuan masa lalu kak Barra.. Bagaimana perempuan itu bisa turun dari dalam mobil kak Barra..?” berbagai pertanyaan memenuhi benak Gwen. Tapi gadis itu mencoba untuk tetap mengamati perempuan itu dari tempatnya berada.
Tidak lama berselang, Andy memeluk dan mencium pipi kiri serta kanan Jacqluinee. Setelah itu, keduanya bergandengan tangan dan berjalan kembali masuk ke dalam mobil.
“Huekkk…. Murahan sekali itu perempuan. Meskipun apa yang mereka lakukan di negara ini sudah merupakan hal yang biasa, tapi sangat bertentangan dengan adat istiadat dan kebudayaan negara Indonesia. Keduanya sudah melupakan jati diri mereka, sebagai warga asli Indonesia..” dari tempatnya berada, Gwen mengutuk perbuatan dua orang itu.
Gwen hanya mengambil nafas, dan beberapa kali mengusap dadanya sambil bergumam. Tatapan matanya hampir tidak berkedip, melihat kea rah mobil yang dibawa Andy dan Jacqluinee. Tidak lama kemudian, mobil itu segera keluar dari halaman kampus. Setelah itu Gwen tersenyum..
“Atau aku ikuti saja ya mobil itu dari belakang. Hanya ingin tahu saja, kemana tujuan mereka berdua. Apakah mungkin mereka tinggal dalam satu hotel, atau hanya kebetulan saja mereka bersama di negara ini..?” karena penasaran, muncul ide untuk mengikuti mobil itu.
Tidak mau ketinggalan, Gwen segera kembali menstarter motornya kemudian mengikuti mobil yang baru saja keluar dari halaman college. Gadis itu mengenakan helm yang rapat, dan penampilannya juga sangat tertutup, sehingga orang tidak akan mengenalinya Ketika sedang berada di jalan raya.
__ADS_1
“Atau nanti Ketika di rumah, aku akan mencoba bertanya pada kak Barra... sebenarnya ada hubungan apa antara Jacqluinee dengan Andy. Mereka terlihat sangat akrab, dan jika mereka bukan pasangan kekasih, mereka seperti memiliki hubungan keluarga karena terlalu bebas pergaulan mereka.” Sambil mengikuti mobil itu di jalan raya, Gwen masih berpikir tentang dua orang yang sedang diikutinya.
“Tapi… jika aku nanti bertanya pada kak Barra. Jangan-jangan kak Barra masih menyimpan rasa untuk perempuan itu, dan aku mengingatkan kembali suamiku kepadanya. Atau bisakah kak Barra tahu jika perempuan itu ada di negara ini. Untuk menyembunyikannya dariku, kak Barra menitipkannya pada Andy...” tiba-tiba saja Gwen terlihat geram ketika berpikir tentang berbagai kemungkinan yang dipikirkannya sendiri.
Gadis itu kembali diam, dan dengan tatapan tidak bersahabat kembali menatap mobil yang melaju di depannya. Ketika mobil itu berhenti di traffict light, Gwen agak menjaga jarak. Karena kaca mobilnya sangat gelap terlihat dari luar, Gwen tidak bisa mengintip apa yang dilakukan oleh dua orang itu di dalam mobil. Tetapi untung saja, tidak lama kemudian lampu sudah Kembali hijau, dan terlihat mobil itu menyalakan lampu sein ke kanan yang menandakan jika mobil akan berbelok kea rah kanan. Gadis itu juga mengikutinya, dan ternyata mobil itu masuk ke sebuah hotel mewah…
“Hempphh… ternyata mobil itu masuk ke dalam hotel itu. Aku tahu dimana kamu bersembunyi kak Jacqluinee, dan aku akan menjaga suamiku…” setelah mengetahui ke hotel mana, dua orang itu masuk akhirnya Gwen segera melajukan Ducati nya untuk Kembali menuju ke rumah.
**********
Di rumah puncak bukit
“Apa yang terjadi dengan istriku, sampai jam segini belum sampai di rumah.. Mana ponselnya tidak bisa dihubungi lagi. Berkali-kali aku melakukan panggilan, juga tidak ada jawaban jika panggilanku diterima..” Barra bergumam.
Setelah menunggu sesaat, Barra bermaksud untuk Kembali masuk ke dalam rumah. Namun telinga laki-laki itu mendengar suara motor masuk ke dalam pintu gerbang, dan Barra segera menengok ke belakang.
„Brooom.... brooomm..” melihat istrinya datang tidak kurang satu apapun, laki-laki itu langsung turun menjemput istrinya di halaman rumah.
__ADS_1
“Kak Barra sudah pulang duluan ya…” dengan senyum cerah, Gwen menyapa suaminya.
Barra membantu Gwen melepaskan helm dari kepalanya, kemudian menyerahkan pada penjaga rumah.
“Kenapa sampai jam segini baru sampai rumah honey, aku gelisah sejak tadi menunggumu. Khawatir sih, jika malam-malam cewek mengendarai motor sendirian. Belum lagi suhu udara dingin, bisa menyebabkan hiportemia..” Barra langsung memberondong istrinya dengan pertanyaan.
Gwen terdiam dan berpikir, tidak mungkin jika gadis itu mengatakan keterlambatan pulang ke rumah karena mengikuti Andy dan Jacqluinee. Pasti aka nada pertanyaan lanjutan, dan suaminya malah akan tertarik untuk mengetahui perempuan yang perlu untuk dikhawatirkan itu,
“Gwen ke library kak… biasa gambar desain. DI library suasana tenang, sehingga Gwen bisa focus menggambar tanpa ada gangguan dari siapapun. Tidak tahunya, jam 16.00 p.m lebih baru sadar. Yah… akhirnya Gwen memutuskan untuk pulang ke rumah. Maaf ya kak, sudah menunggu Gwen..” gadis itu memeluk suaminya dengan manja. Dari belakang, pengawal tersenyum melihat keintiman majikannya.
Pasangan suami istri itu kemudian masuk ke dalam rumah, dan Barra merangkul bahu istrinya dengan penuh rasa cinta.
“Besok lagi.., jika terlambat pulang untuk urusan apapun, kasih tahu aku honey… Bia raku tidak kebingungan seperti tadi, mana ponselmu tidak diangkat lagi. Beberapa kali aku melakukan panggilan padamu…” tanpa sadar Barra melakukan curcol pada istrinya.
„He.. he.. he.., maaf kak. Tapi kan kak Barra juga tahu bukan, jika Gwen paling tidak mau mengangkat telpon Ketika berkendara. Lagian jalanan ramai banget, ga etis dong jika Gwen harus berhenti di tengah jalan untuk menerima panggilan.” Gwen terus membuat alasan.
Gadis itu belum mau mengatakan apa alasan yang menyebabkan keterlambatannya sampai di rumah. Gwen akan menyelidiki, untuk urusan apa Jacqluinee berada di Finlandia. Jangan-jangan ada pertemuan dengan suaminya, dan Barra menyembunyikan dari istrinya.
__ADS_1
************