Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 233 Kebahagiaan Lengkap


__ADS_3

Keesokan Paginya..


Barra tersenyum ketika melihat istrinya sedang memberi ASI pada putri yang baru kemarin sore dilahirkannya. Laki-laki itu tidak beranjak meninggalkan klinik bersalin, bahkan untuk urusan pembersihan ari-ari dilakukannya sendiri, dan meminta Aldo untuk mengubur di halaman rumah mereka. Laki-laki itu meskipun sudah lama tinggal di luar negeri, tetapi masih merawat ari-ari, seperti yang dilakukan oleh warga negara Indonesia kebanyakan.


“Tok.. tok.. tok..” tiba-tiba pintu kamar diketuk dari luar,


„Honey.., ada tamu, apakah kegiatanmu memberi ASI pada putri kita sudah selesai. Jika sudah, aku akan membuka pintu, namun jika belum, aku akan melarang siapapun untuk masuk ke dalam kamar.” Barra sangat melindungi dan menjaga kehormatan istrinya,


„Sudah pa.. ini putri kita juga sudah tertidur..” setelah melepaskan bayinya, dan menutup Kembali pakaiannya, Gwen menjawab pertanyaan suaminya,


Mendengar hal itu, Barra kemudian berdiri kemudian mengambil putri mereka dari tangan istrinya. Perlahan Barra memindahkan bayi itu, ke box yang ada di dalam kamar itu. Setelah memastikan putrinya aman, laki-laki itu kemudian membuka pintu kamar. Dan..


“Kayla… dengan siapa kamu kemari..? Masuklah, kakak iparmu baru saja selesai memberi ASI pada putri kami..” ternyata adik ipar laki-laki itu yang berkunjung.


Kayla memberikan selamat pada kakak kandungnya itu, dengan menyalami dan melakukan cipika cipiki. Setelah itu, gadis itu menghampiri kakak iparnya..


„Selamat kak Gwen.. atas kelahiran putri kalian yang ketiga.. Sudah lengkap putra putri kak Gwen dan kak Barra..” Kayla segera melakukan hal yang sama pada kakak iparnya, dan Barra hanya tersenyum melihat interaksi kedua perempuan itu,


“Terima kasih Kayla.. untung ada kamu dan Aldo, Jadi Bareeq dan Tareeq tidak kesepian, ketika kami tinggal di rumah sakit. Dimana Aldo Kay..?” tidak melihat sahabatnya itu, Gwen bertanya pada adik iparnya itu.


„Aldo ke perusahaan sebentar kak, tadi hanya mengantar Kayla kemari. Nanti sekalian menjemput Bareeq dan Tareeq, kak Aldo akan kemari sambil membawa mereka. Tadi kami juga mampir ke villa, untuk mengambil pakaian ganti dan juga sudah memberi tahu Smith agarctidak menjemput si kembar..’ gadis itu kemudian melangkahkan kaki meninggalkan Gwen, dan berjalan menuju ke box bayi.


Seperti tidak percaya, dan seperti melihat keajaiban, mata Kayla terus menatap bayi mungil yang masih berusia satu hari itu. Gadis itu masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, dan tanpa disadarinya, Kayla mengusap perutnya sendiri ke bawah beberapa kali. Gwen memberi isyarat pada suaminya, tentang apa yang dilakukan Kayla.

__ADS_1


“Kay… apakah kamu belum ingin memiliki putra seperti kami berdua..” tiba-tiba Barra bertanya pada gadis itu.


Kayla kaget mendengar pertanyaan dari kakaknya itu, kemudian gadis itu membalikkan badan dan duduk di sofa. Kemudian..


„Sejujurnya aku dan Aldo sempat ingin menunda kak…, dan kami melakukan program penundaan kehamilan. Tapi melihat kak Gwen hamil, akhirnya kami sepakat untuk melepaskan program tersebut, dan berganti dengan program kehamilan. Namun yah… ternyata tidak mudah, sampai sekarang di rahimku belum ada tanda tanda kehamilan juga..” terlihat semburat kecewa di wajah Kayla.


“Tenanglah Kay… masih banyak waktu. Kalian hanya perlu sesekali melakukan refreshing, dan jangan jadikan kehamilan ini sebagai PR yang harus kalian selesaikan. Tetap bersikap tenang, dan santai. Jika memang Tuhan berkehendak, dengan cara – Nya Tuhan akan memberikan bayi untuk kalian berdua.” Gwen menguatkan adik iparnya.


“Benar Kay.. banyak banyak berdoa sajalah..” sahut Barra akhirnya.


Kayla hanya tersenyum kecut, karea Cynthia istri Asep juga tengah mengandung buah hati mereka. Tetapi dirinya belum terdeteksi jika bayi sudah ada dalam rahimnya,


***********


Seperti yang sudah disampaikan Kayla, ternyata Aldo dan kedua putra Gwen datang berkunjung ke klinik bersalin itu. Tidak hanya mereka, ternyata di belakang Aldo, Asep tengah menggandeng istrinya Cynthia yang juga sedang hamil tua, memasuki kamar rawat inap Gwen.


„Hey Gwen... selamat, selamat ya… Putri kalian sangat cantik, dan lengkaplah kebahagiaan kalian..” Aldo mengucapkan selamat, setelah melihat putri yang baru kemarin dilahirkan sahabatnya itu.


“Iya terima kasih Ald..” Gwen menerima jabatan tangan dari laki-laki itu. Di belakang Aldo, Asep dan Cynthia juga sudah antri untuk memberikan ucapan selamat kepadanya.


„Doakan aku juga Gwen..agar aku bisa mengikuti jejakmu, bisa melahirkan secara normal juga.” Ucap Chyntia, dan Asep mengusap rambut istrinya itu,


„Pasti Cynthia.. semua tergantung dengan tekad kalian berdua. Terima kasih semuanya..” Gwen memberikan tanggapan.

__ADS_1


Setelah sahabatnya itu duduk di sofa, terlihat Barra yang tengah mengangkat tubuh si kembar, mendekati tempat Gwen duduk. Satu hari meninggalkan kedua putranya di rumah, mata Gwen berkaca-kaca. Perempuan itu segera memeluk kedua putranya dengan erat.


“Terima kasih mommy… sudah memberikan adik yang cantik untuk kami berdua.. Kami pasti akan selalu menjaga dan menyayangi adik kami momm...” Bareeq mengucapkan terima kasih pada mommy nya.


„Sama sama sayang, tetapi yang terpenting, kalian berdua harus mengucapkan terima kasih pada Yang Maha Pencipta. Tuhan lah yang memberikan kenikmatan untuk keluarga kita sayang..” Gwen memberikan pelukan dan juga ciuman secara bergantian pada kedua putranya.


Barra mendudukkan Bareeq dan Tareeq di samping istrinya duduk. Sedangkan Kayla sudah memangku bayi kakak iparnya itu. Aldo tampak ikut mendampingi istrinya dengan duduk di sebelah gadis itu.


“Oh ya kak Barra.. by the way, apakah kalian sudah menyiapkan nama untuk bayi cantik ini..” tiba-tiba Asep mengingatkan masalah nama untuk bayi pasangan suami istri itu.


“Memmppphh.., kami malah terlupa belum menyiapkannya Asep.. tapi, kami berencana untuk menyelenggarakan pesta kecil kecilan pemberian nama untuk putri kami. Opa buyut kami juga akan kami datangkan, juga Uncle Andrew dan istrinya pasti akan kami undang juga..” ternyata pasangan suami istri itu lupa akan nama untuk putri mereka.


Gwen hanya tersenyum mendengar jawaban suaminya, tetapi tidak ikut berkomentar. Tareeq dan Bareeq membaringkan tubuh mereka, dan menempatkan kepala di atas pangkuan mommy mereka. Baru saja terpisah selama satu hari satu malam, ternyata bagi kedua anak itu sudah merasakan kangen yang luar biasa,


“Mommy… apakah nanti malam, kami berdua bisa ikut tidur di klinik ini mommy..” tiba-tiba Tareeq bertanya pada mommy nya.


Barra akan bereaksi, namun Gwen memberi isyarat agar suaminya diam.


“Boleh sayang…, nanti kalian berdua bisa beristirahat di kamar sebelah. Biar nanti papa yang tidur di sofa, seperti tadi malam. Tapi ingat sayang, kalian berdua tidak boleh berisik atau menimbulkan suara.” Ternyata Gwen tidak keberatan dengan keinginan kedua putranya itu.


“terima kasih mommy..” kedua anak itu memberikan ciuman ke pipi mommy nya. Semua yang ada dalam ruangan itu tersenyum, melihat interaksi mereka.


***********

__ADS_1


__ADS_2