
Dua Jam Kemudian
Setelah beberapa kali pelayan butik membantu Gwen melakukan fitting, akhirnya ada kesepakatan mengenai baju yang diinginkan oleh gadis itu. Baju yang dipilih Gwen memiliki konsep memudahkan pemakai untuk bergerak bebas, tetapi tetap mengedepankan sisi feminism dari seorang gadis. Nyonya Santa tampak ikut memberikan arahan pada pelayan untuk mengakomodir keinginan putri menantunya.
“Minumlah dulu Gwen… Lelah bukan menghabiskan waktu untuk memilih pakaian untukmu..?” perempuan paruh baya itu mengulurkan cangkir berisi minuman hangat pada Gwen,
Tanpa pikir panjang, karena gadis itu merasa lelah dan haus, Gwen langsung meminum semua yang ada di cangkir tersebut tanpa sedikitpun tersisa. Nyonya Santa geleng-geleng kepala melihat sika papa adanya dari putri menantunya.
“Sudah kan Mam… urusan pakaiannya. Gwen tidak terbiasa rempong seperti ini mam... dengan dibantu teman-teman sekolah, Gwen biasanya memilih baju. Gwen juga menyukai pakaian simple dan praktis. Tidak terlalu muter-muter seperti pilihan mama tadi..” gadis itu menyampaikan keinginannya.
“Hempph… iya Gwen, mama tahu. Tapi yang perlu kamu ingat sayang…, saat ini kamu adalah istri dari putraku Barra Xavier Gibran. Di negara ini, nama putraku sangat diperhatikan oleh para koleganya, juga pemangku kepentingan di negara ini. Terkait hal itu... tidak salah bukan, jika sebagai seorang istri dari Barra Xavier Gibran, Gwen menantuku yang cantik dan polos ikut menyesuaikan..” sambil tersenyum lembut, Nyonya Santa kembali memberikan nasehat pada gadis itu.
Gwen terdiam dan mencerna kata demi kata yang diucapkan oleh perempuan paruh baya itu. Meskipun di hati kecilnya, Gwen kurang setuju dengan saran tersebut, namun gadis itu tidak memiliki keberanian untuk memberikan bantahan,
„Juga yang penting untuk kamu pertimbangkan Gwen sayang… Banyak perempuan yang antri ingin bersaing denganmu, untuk bisa mendapatkan suamimu. Percayalah pada mama sayang… bukannya mama mencoba untuk membuatmu takut. Semua ini benar adanya sayang…” lanjut perempuan itu lagi,
“Iya mam… gwen akan berlatih untuk menyesuaikan diri dari penampilan.” Akhirnya gadis itu memberikan tanggapan,
Tiba-tiba dari dalam butik, ada dua pelayan butik yang datang menghampiri mertua dan menantu itu. DI tangan dua pelayan itu, ada beberapa paper bag berisi belanjaan Gwen. Pakaian lengkap dipadu padankan dengan sepatu dan tas, ikut melengkapi fashion yang dipilihkan oleh perempuan paruh baya itu,
__ADS_1
“Permisi Madam… pakaian untuk nona Gwen sudah siap untuk dibawa. Apakah seperti biasanya Madam.., kami akan mengantarkan ke mobil.” Pelayan itu bertanya pada Nyonya Santa. Gwen hanya diam saja, melihat komunikasi tersebut,
„Masukkan semuanya, dan seperti arahanku tadi. Pakaian berwarna burgundy muda tadi, akan dikenakan putriku sekarang. Bantu putriku untuk mengenakannya, dan juga sesuaikan riasan serta rambutnya.” Tanpa minta persetujuan dari Gwen, Nyonya Santa memberikan perintah baru pada pelayan butik.
Mendengar namanya disebut, Gwen menoleh dan mengarahkan pandangannya pada mama mertuanya. Gadis itu merasa bingung, karena tidak ada pembicaraan sebelumnya.
“Gwen sayang… aku akan mengajakmu ke suatu tempat sayang.. Tetapi kamu harus menyesuaikan penampilanmu kali ini... Akan kita munculkan inner beauty mu..” dengan suara lembut, Nyonya Santa memberikan arahan,
Gwen bertambah bingung apa yang akan dilakukan oleh mama mertuanya itu,
“Miss Gwen… mohon untuk mengikuti kami Miss… Kami akan membantu Miss Gwen untuk merias tipis saja, dan merapikan rambut Miss sedikit..” dengan sikap sopan, dua pelayan butik itu mengajak gadis itu berbicara.
“Ikutilah mereka sayang… mama akan menunggumu di tempat ini..” Nyonya Santa tersenyum dan meminta putri menantunya itu mengikuti kedua pelayan butik itu. Akhirnya meskipun merasa bingung, Gwen akhirnya berdiri dan mengikuti kedua pelayan butik itu untuk masuk ke dalam.
********
“Gwen… kamu betul-betul sangat cantik sayang. Kamu laksana mutiara terpendam, dan baru kali ini terlihat bersinar...” mulut Nyonya Santa tidak berhenti memberikan pujian pada Gwen,
“Mam… mama… janganlah berlebihan lah.. Jujur mam, Gwen merasa tersiksa dengan perpenampilan seperti ini. Gwen tidak bisa lagi berjalan sembarangan mam.. karena harus menyesuaikan dengan pakaian ini…” terdengar protes dari bibir gadis cantik itu.
__ADS_1
“Sssstt.. tidak boleh bicara seperti itu putriku yang cantik… Kita harus pergi dari butik ini, mama akan mengajakmu ke suatu tempat. Aku akan mengajakmu untuk melihat sendiri, jika kata-kata yang sejak tadi mama ucapkan, bukanlah hanya isapan jempol belaka.” Sambil tersenyum, perempuan paruh baya itu kemudian berdiri. Nyonya Santa menggamit tangan menantunya, kemudian mengajaknya untuk menuju ke lobby,
Ternyata… meskipun tadi ajakan untuk berjalan-jalan ke mall, menjadi senjata Nyonya Santa untuk mengajak pergi Gwen. Namun ternyata niat pergi ke butik, dan memilihkan fashion untuk putri menantunya, menjadi tujuan utama dari perempuan paruh baya tersebut. Tanpa banyak bicara, Gwen hanya mengikuti kehendak dari mama mertuanya.
“Madam… pakaian sudah kita serahkan pada pengawal Nyonya dan Miss, dan semua sudah dimasukkan ke dalam mobil.” Terdengar kedua pelayan butik memberikan informasi.
“Baik… untuk bill, seperti biasa charge atas nama putra saya. Barra Xavier Gibran…” Nyonya Santa menanggapi kedua pelayan tersebut.
“Siap Madam… jika tidak ada lagi, ijinkan kami berdua untuk kembali ke dalam butik. Terima kasih atas kunjungan Madam Santa, dan miss Gwen. Kami tunggu kedatangannya kembali..” dengan sikap sopan, kedua pelayan itu berpamitan.
Perempuan paruh baya itu menganggukkan kepala, dan kedua gadis itu kemudian membalikkan badan dan meninggalkan keduanya. Setelah kedua pelayan itu pergi, Nyonya Santa menggamit tangan Gwen dan meneruskan langkah mereka menuju ke arah lobby,
„Silakan masuk Nyonya... Nona...” pengawal mempersilakan dua perempuan itu untuk masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan pintunya.
Tanpa menjawab, kedua perempuan itu segera masuk ke dalam mobil, dan pengawal segera menutup pintu mobil tersebut. Tidak lama kemudian, pengawal segera naik ke pintu mobil bagian depan, dan yang satunya menjadi driver mobil tersebut,
“Kemana tujuan kita kali ini nyonya... nona..” sebelum driver mengemudikan mobil, laki-laki itu bertanya pada dua perempuan yang duduk di kursi tengah itu,
„Antarkan ke Java Horizon Ltd., aku akan memberi kejutan pada putraku..” perempuan paruh baya itu menyebut nama perusahaan yang memiliki nama terkenal di Finlandia. Gwen tidak tahu, jika nama perusahaan itu merupakan perusahaan yang dimiliki suaminya, sehingga gadis itu hanya diam saja.
__ADS_1
“Baik Nyonya…” driver segera menginjak pedal gas, dan tidak lama kemudian mobil tersebut berjalan meninggalkan lobby mall.
***********