Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 169 I Miss You


__ADS_3

Begitu pintu depan terbuka, Gwen menjadi lebih terkejut. Sebuah halaman yang luas, dan pagar tinggi berwarna putih tampak mengurung bangunan dimana dirinya berada saat ini. Beberapa pengawal berlari menghampiri gadis itu, kemudian mereka berhenti di depan Gwen.


“Miss Gwen… anda sudah terbangun.. Apakah ada yang bisa kami bantu Miss..?” seperti sudah disetel, pengawal itu berbicara seperti maid yang masih mengikuti di belakangnya.


“Ada dimana aku, dan ini rumah siapa?” dengan nada tegas, Gwen bertanya pada orang-orang itu.


Beberapa pengawal itu saling beradu pandang, mereka bingung untuk memberikan jawaban. Menyadari jika mereka seperti ketakutan untuk menjawab, tiba-tiba…


“Apa yang kalian takutkan, kenapa tidak ada yang menjawabku. Apakah Om Andrew, kak Barra atau siapa yang mengurungku disini. Aku merasa tidak sedang dijaga atau dilindungi, namun aku merasa seperti di penjara..” merasa tidak nyaman dengan keadaan saat ini, Gwen melakukan protes.


“Ampun Miss… jangan bersikap seperti itu. Kami ini hanya orang-orang suruhan, mengenai siapa yang membawa Miss ke tempat ini, kami tidak mengetahuinya.” Sama seperti jawaban maid tadi, pengawal itu juga menjawab hal yang sama.


Mata Gwen memindai dengan tajam kea rah mereka satu persatu. Tidak ada satupun dari mereka yang berani untuk menatap gadis itu. Tampak ada kemarahan dalam pandangan Gwen… Sesaat hanya kesunyian di tempat itu, beberapa pengawal dan maid di belakang Gwen menundukkan wajah mereka, tidak ada yang berani mengajak gadis itu untuk berbicara. Tiba-tiba…


“Ehh… cucu kakek sudah bangun… Bagaimana istirahatmu Gwen…?” dari arah pintu di belakangnya, terdengar suara kakek Atmadja.


Mendengar hal itu, sontak Gwen menengok ke belakang. Terlihat kakek Atmadja dengan menggunakan tongkat berjalan mendekati gadis itu. Gwen langsung bereaksi, dan berlari menghampiri kakeknya.


“Kapan kamu berubahnya Gwen…, ingat jika ada penerus keluarga Atmadja dalam perutmu. Kendalikan dirimu…” bukannya merasa senang, namun kakek Atmadja malah berteriak memberi peringatan pada cucu  satu-satunya itu.


“Kakek… kenapa kakek malah marah dengan Gwen..” gadis itu menghentikan Langkah kakinya, dan menatap laki-laki tua itu dengan mata berkaca-kaca.


Tidak lama kemudian, akhirnya laki-laki tua itu yang memeluk cucunya, Gadis itu merasa memiliki sandaran, dan tanpa malu Gwen menumpahkan air mata di dada laki-laki itu. Tampak terlihat kakek Atmadja dengan penuh kasih mengusap rambut Gwen ke belakang.

__ADS_1


“Tenanglah cucuku… tidak aka nada yang bernai untuk menindasmu saat ini. Kamu sudah berada di samping kakek cucuku… Jaga dengan baik kehamilanmu, generasi Atmadja harus terlahir sehat..’ kakek Atmadja berusaha menenangkan cucunya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya…


“Gwen.. kita bicara di dalam ruangan saja. Disini suhu udara sangat panas, bahkan jauh lebih panas dari Indonesia. Apalagi sudah beberapa bulan, atau bahkan sudah tahun ya, cucuku ini berada di Finlandia. Kita masuk dulu ke dalam...” Gwen merasa wajar dengan sikap perlindungan yang diberikan kakeknya,


Tiba-tiba saja gadis itu merasa nyaman berada dengan keluarga terdekatnya saat ini, dan memutuskan untuk menikmati kenyamanan itu sesaat. Tidak lama, Gwen dengan dipeluk kakek Atmadja kembali masuk ke dalam rumah. Laki-laki tua itu mengajak cucunya untuk duduk di kursi tengah.


„Untung janinmu sehat Gwen... kakek sama sekali tidak menyangka, jika cucuku sudah akan memberikan buyut untukku. Jack akhirnya memiliki tambahan generasi penerus,  dan pasti papa dan mamamu sangat bahagia melihatnya dari surga..” sambil mengusap-usap perut cucunya, kakek Atmadja tersenyum.


Gwen terdiam, dan tiba-tiba saja Gwen teringat dengan keberadaannya di tempat ini.


“Mmmpphh… kakek,


pada kakeknya.


“Bertanya…, tentang apa cucuku. Tentu saja boleh..” laki-laki tua itu tersenyum, dan mengusap rambut cucunya yang tergerai lurus melewati bahunya.


„Gwen terakhir kali masih berada di rumah sakit Helsinki kek... Kala itu ada Om Andrew, ada kak Anne dan juga beberapa teman Gwen. Tapi teman Gwen terus berpamitan pulang... Namun ketika tadi Gwen terbangun dari posisi tidur, kenapa tiba-tiba saja Gwen berada di tempat ini. Siapa yang membawa Gwen kakek…?” gadis itu menatap serius ke wajah kakeknya.


Kakek Atmadja diam beberapa saat, dan gadis itu masih menunggu. Tidak lama kemudian,…


“Kakek yang membawamu kesini cucuku… Aku tidak ingin cucuku berada di bawah penindasan keluarga suamimu… namun juga tidak bisa secara sepihak memutuskan hubungan persahabatan kami selama ini. Aku akan mengakhiri semuanya Gwen.., sambil menunggu penjelasan dari suamimu.” Dengan suara lirih, akhirnya kakek Atmdja bercerita.

__ADS_1


Mendengar perkataan kakeknya, Gwen menjadi teringat denga napa yang sebenarnya baru saja terjadi dalam kehidupannya. Dalam sisi hati yang paling dalam, Gwen merasa senang dengan perlindungan oleh keluarganya, baik dari paman maupun kakeknya. Namun Ketika mengingat nama Barra suaminya, ada rasa nyeri di ulu hati gadis itu. Akhirnya Gwen hanya terdiam…


“Gwen cucuku… apakah kamu marah dengan tindakan kakek cucuku… Andrew sebenarnya juga akan membawamu ke Jepang, namun kakek akan mendampingimu sendiri. Aku tidak akan mengecewakan putraku Jack, papamu dan akan mendampingi kelahiran cucuku nantinya..” laki-laki tua itu membuat penjelasan.


Gadis itu merasa terharu,  dan kembali teringat dengan kedua orang tuanya yang lebih dulu telah meninggalkannya sendiri. Gwen memeluk balik pada kakeknya yang semakin bertambah tua.


***********


Helsinki…


Barra sudah sampai kehilangan akal untuk menemukan keberadaan istrinya. Orang-orang kepercayaannya sudah disebar ke beberapa negara, dimana asset dari keluarga Atmadja dan Andrew berada, Namun informasi tentang keberadaan istrinya tidak diketahui. Apalagi informasi yang diperolehnya dari Aldo, jika Gwen sedang dalam keadaan hamil, semakin membuatnya tidak tenang.


“Ya Tuhan… berikan aku petunjuk…! Aku sangat merindukan Gwen... Tuhan, aku sangat menginginkan untuk bertemu, dan memeluk istriku…” dengan air mata berlinang, laki-laki itu seperti meratap.


Bayangan wajah Gwen yang tampak kecewa, Ketika terakhir kali mereka bertemu di kamar hotel Helsinki Strandt, masih terbayang jelas dalam ingatan laki-laki itu.


“Damn it…, kenapa aku melakukan kecerobohan seperti ini. Karena aku terlalu mencintai dan mempercayaimu Gwen... akhirnya tanpa pikir panjang aku datang ke hotel, hanya karena pesan yang kamu kirimkan. Dan ternyata semuanya karena ulah Andy dan Jacqluine…” tangan Barra mengambil ponsel Gwen, yang sudah diserahkan pihak kepolisian setelah selesai digunakan sebagai barang bukti.


Tangan Barra melakukan scroll ke atas dan ke bawah, masuk ke gallery untuk melihat wajah cantik dan segar milik istrinya. Beberapa saat Barra memandangi wajah itu, dan rasa kangen menyeruak masuk  dan membuat sesak dada laki-laki itu.


“I miss you honey… I love you…” beberapa kali Barra berbisik, dan air mata Kembali deras mengalir ke bawah.


Tanpa disadari oleh laki-laki itu, Kayla yang baru masuk ke dalam rumah, bersama dengan Aldo melihat apa yang dilakukan oleh Barra. Kayla menghentikan langkah kakinya, dan mengusap air mata yang menggenang di pelupuk matanya.

__ADS_1


********


__ADS_2