
Lapland merupakan tempat yang pertama kali didatangi oleh pasangan suami istri itu. Pandangan Gwen mengelilingi lautan salju putih yang terlihat tampak indah di depannya. Beberapa saat berdiri, Barra datang dengan membawa seseorang yang akan memandu mereka melakukan snow board di lautan salju tersebut, Selain papan seluncur, juga ada jet sky yang siap mereka naiki berdua.
“Honey kita akan ke atas, ke puncak salju dengan mengendarai jet sky ini.. Di atas, kita akan berlatih menggunakan snow board. Apakah kamu siap sayang…?” Barra mengajak istrinya untuk naik ke puncak.
“Siapa takut.. Gwen sudah siap sejak tadi kak.. Ayuk, kita naik ke atas jet ski tersebut..” Gadis itu segera berjalan mendekati jet ski yang sudah siap.
“Okay..” dengan dibantu oleh pemandu, Barra menyalakan jet ski. Setelah mesin jet ski tersebut nyala, Barra segera naik di atasnya. Gwen kemudian mengikuti suaminya, gadis itu duduk di atas boncengan jet ski. Kedua tangan Gwen melingkar di pinggang Barra, kemudian perlahan Barra mulai menjalankan jet ski ke depan.
“Honey… jangan lupakan kaca mata ski dan topi bonie sayang. Serpihan salju yang mengenai mata bisa melukai mata..” sambil terus mengarahkan stang jet ski, Barra mengingatkan istrinya.
Gwen segera memasang kaca mata ski di matanya, dan ketika melihat pasangan suami istri itu sudah siap, pemandu ski mendahului Barra.
„Ikuti saya tuan.. akan saya bawa tuan dan nona ke tempat yang jarang dikunjungi oleh pengunjung yang lain…” pemandu itu berteriak, dan Barra tidak menjawab namun segera mengarahkan jet skinya mengikuti laki-laki itu.
“Wow… ternyata asyik kak…, biarpun dingin, dan Gwen sangat menyukainya..” Gwen berteriak mengutarakan kesenangannya.
“Okay honey… kita akan agendakan dalam schedull kita. Setiap bulan, aku akan membawamu kesini. Kan lumayan, ada bonus memeluk tubuh ramping istriku..” dengan tidak tahu malu, Barra berteriak menanggapi istrinya.
Cubitan di pinggang yang tidak terasa karena tebalnya baju yang mereka kenakan, membuat Barra malah semakin tertawa terbahak. Pasangan suami istri itu tidak terlihat jika bersatunya mereka, karena sebuah kesalahan dengan dipaksakan pernikahan mereka. Kedua tangan Gwen tampak membelit mesra pinggang suaminya, dengan sisi kepala disandarkan di punggung Barra. Pasangan suami istri itu betul-betul menimbulkan rasa iri, bagi siapapun yang melihat keduanya.
__ADS_1
*********
Setelah lebih dari tiga puluh menit berkendara dengan jet ski, pemandu menghentikan jet skinya, begitu juga dengan Barra. Saat ini mereka berada di ketinggian, dan pasangan suami istri itu sangat takjub memandang view yang ada di depan mereka. Pohon pinus yang tinggi menjulang, dengan pucuk pohon dipenuhi salju, menambah indah pemandangan itu. Melihat ke bawah, tampak seperti air terjun dengan buih air berwarna putih.
“Kak Barra.. Gwen ingin berfoto di tempat ini kak.. Bantu ambilkan dong..!” Gwen segera turun dari boncengan suaminya.
„Hempphh... masak honey foto sendiri, suaminya ditinggal..” terdengar Barra seperti keberatan.
“Halah kak… nantilah kita bisa foto bersama, minta bantuan pemandu untuk mengambilkan gambar kita.. Sekarang Gwen sendiri dululah…” Gwen segera menempatkan diri pada posisinya.
Barra hanya tersenyum kecut, dan laki-laki itu mengambil gambar istrinya dengan berbagai gaya. Setelah beberapa saat, Barra mendatangi pemandu untuk meminta laki-laki itu mengambil beberapa gambar berdua dengan istrinya.
Tidak berapa lama, puluhan foto sudah berhasil dijepret dengan berbagai gaya.. Tampaknya pemandu yang mendampingi pasangan suami istri itu punya keahlian menjadi fotografer, terbukti dari hasil jepretannya betul-betul bisa memadukan objek gambar dengan pemandangan sebagai back groundnya.
“Di tempat mana pak.. aku dan istriku akan melakukan snow boarding..? Kami akan mencobanya beberapa saat, kemudian kita ke kampung Santa Claus..” setelah merasa lama di tempat itu, Barra bertanya pada pemandu itu.
„Sekarang bisa tuan.. tapi kita akan berpindah ke tanah yang lebih lapang. Sangat berbahaya tempat ini untuk melakukan snow boarding tuan.. terlalu banyak jurang di bawah..” untuk menjaga keamanan tamu yang dibawanya, pemandu mengarahkan pasangan suami istri itu.
“Okay… saya akan Kembali naik ke atas jet ski pak. Silakan bapak di depan berkendara, kami akan mengikuti dari belakang..” Barra memerintah pada pemandu tersebut. Laki-laki itu segera berjalan menuju ke atas jet sky yang diparkir di depan jet ski yang digunakan Barra dan Gwen.
__ADS_1
Melihat suaminya sudah berjalan, dan naik di atas jet ski kemudian menyalakan mesinnya. Gwen bergegas mendatangi suaminya. Gadis itu segera Kembali naik ke boncengan Barra, dan kedua tangannya langsung memeluk pinggang laki-laki itu.
“Broom… broom…” tidak lama kemudian, kedua jet ski itu Kembali meluncur di atas salju. Pemandu tampak mahir mencarikan rute perjalanan mereka. Meskipun jalanan yang mereka lalui terlihat sepi, tetapi jalanan tidak terlalu membahayakan bagi amatir seperti Barra dan Gwen.
"Apakah masih jauh kak tempat kita untuk melakukan snow boarding..?” sambil memeluk erat suaminya dari belakang, Gwen bertanya pada Barra.
“Tidak honey… hanya saja pemandu itu ingin kita bergabung dengan pengunjung objek wisata yang lainnya. Agar pemandu tidak kena tegur dari pengelola objek wisata ini..” sambil berteriak agar suaranya terdengar, Barra menanggapi pertanyaan dari istrinya.
“Kak Barra… lihatlah di bawah sana kak.. Sepertinya ada matahari mengintip, tapi tidak sanggup menembus pekatnya awan. Siluet sinarnya tampak indah…” tiba-tiba Gwen berteriak melihat keindahan matahari yang tidak mampu bersinar.
“Nanti malam aku akan membawamu ke tempat yang tidak jauh dari resort honey.. Kita akan melihat keindahan Aurora dengan warna warni yang menakjubkan. Banyak tempat indah di negara ini honey.. Untuk itulah, aku memilih untuk merintis perusahaanku di negara ini..” dengan sabar Barra terus meladeni istrinya bicara.
“Iya kak.. Gwen mengerti. Pastilah kak Barra tidak akan mengecewakan Gwen…” gadis itu memeluk lebih erat pinggang suaminya. Barra tersenyum-senyum sendiri, dan merasa Bahagia dengan perlakuan manis istrinya. Hanya kebahagiaan yang menyelimuti pasangan suami istri itu saat ini. Sekian lama hidup dalam perselisihan, akhirnya bisa memadukan mereka untuk memahami makna cinta sesungguhnya.
Tiba-tiba pemandu di depan Barra, memberi isyarat agar mereka berbelok. Barra segera mengikuti arahan itu, dan setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di tanah lapang. Tampak pohon-pohon sangat jarang tumbuh di tempat itu.
“Kak Barra… tempat ini memang sangat cocok untuk bermain snow boarding. Segera parkirkan jet ski di pinggir kak, Gwen sudah tidak sabar ingin mencoba bermain board di atas salju ini..” dengan tidak sabar, Gwen meminta suaminya untuk segera berhenti.
Tanpa menjawab, Barra segera memarkirkan jet ski yang dibawanya. Laki-laki itu segera turun, dan menggandeng tangan Gwen menuju ke tanah dengan salju di atasnya.
__ADS_1
************