Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 139 Bersekongkol


__ADS_3

Jacqluine terhenyak mendengar keterus terangan anak muda di depannya. Demi mengejar cintanya, Andy terlihat tidak takut berurusan dengan kakak sepupunya. Tetapi hal itu menjadi sesuatu yang menarik bagi Jacqluine, dan tanpa berpikir panjang perempuan itu langsung menyetujui tawarabn tersebut.


“Good idea Andy… aku tidak pernah berpikir, jika akhirnya aku akan berbisnis dengan anak ingusan sepertimu boy…” akhirnya Jacqluine menyuarakan kesepakatannya. Perempuan itu mengulurkan tangannya pada anak muda di depannya.


“Hempphh… deal kak.. Ingat aku bukan lagi anak kecil, bahkan aku sudah bisa membuahi perempuan untuk melahirkan anak-anakku ke depannya. Hanya saja, aku hanya menginginkan Gwen untuk melahirkan keturunan dariku..” Andy tersenyum smirk.


Dua orang itu Kembali melanjutkan perbincangan mereka, bagaimana mereka menyusun strategi untuk bisa membawa kembali Barra dalam pelukan Jacqluine. Andy berpikir, Gwen masih seorang gadis yang labil, yang mudah goyah perasaannya.


“Aku sangat takjub padamu Andy... sama sekali tidak terpikir olehku. Meskipun masih usia anak kuliahan, otakmu sangat encer. Tidak ada kata lain selain aku harus menyetujui apa yang sudah kamu rencanakan. Tapi... by the way, bagaimana jika rencana kita ini terendus oleh Barra.., Andy. Apakah kamu berpikir, jika laki-laki itu tetap akan menganggapmu sebagai adik sepupu..?” tiba-tiba Jacqluine menyinggung hubungan kerabat Andy dan Barra.


Andy diam tidak menjawab, tetapi bibir anak muda itu terus mengulum senyuman. Akhirnya..


“Kedekatan hubungan kami malah akan mendukung rencana kita kak Jacqluinee… Kak Barra pasti akan percaya padaku, dengan aku mengundangnya untuk bertemu. Di situlah, kamu akan bermain dengan peranmu. Kesuksesanku juga merupakan peluang untuk kesuksesanmu kak Jacqluine..” dengan bangganya, Andy berpikir jika rencana mereka akan berjalan mulus.


Jacqluinee diam, dan mengingat bagaimana menurutnya Barra dengan papa Andy, Ketika kala itu mereka masih menjalin hubungan pacaran. Kala itu, Jacqluine tidak pernah berpikir jika Barra akan menjadi sesukses ini. Mereka memang memiliki obsesi dan mimpi masa muda mereka masing-masing. Ketika papa Andy kala itu, menawarkan peluang padanya untuk berkarir di New York, tanpa pikir panjang Jacqluine langsung menerimanya, Perempuan itu tidak pernah berpikir jika akan berimbas pada hubungannya dengan Barra.


Apalagi kehidupan di New York, persaingan di dunia modelling, tidak hanya bersaing dengan model dari New York sendiri. Tapi berbagai belahan dunia, punya mimpi untuk berkarir di negara itu,sehingga persaingan sangat ketat sekali. Bahkan Jacqluine harus menggunakan tubuhnya, untuk mendekati desainer, asistennya agar mendapatkan giliran untuk tampil di cat walk maupun foto model.


“Kenapa kak Jacqluine jadi melamun...” tiba-tiba perkataan Andy membuyarkan lamunan perempuan itu.


“Mmmmpphh… bukan apa-apa Andy, aku hanya membayangkan jika aku dan kakak sepupumu itu akan bersatu kembali..” sahut Jacqluine sambil tersenyum,

__ADS_1


Andy melihat jika menu pesanan mereka berdua sudah tersaji di atas meja, dan perutnya sudah merasakan lapar sejak tadi.


“Okay kak.. kita nikmati dulu menu pesanan kita. Untuk lebih teknisnya, kita bisa membicarakan hal ini di lain waktu...” akhirnya Andy mengajak Jacqluine untuk mulai menikmati makanan.


„Okay Andy...” perempuan itu segera mengambil gelas minumannya, kemudian menyesap beberapa tegukan.


Tidak beberapa lama, dua orang yang sudah menjalin kesepakatan untuk menjebak Barra dan Gwen itu, mulai menikmati makanan tersebut. Di sela-sela mereka makan, dua orang itu juga melanjutkan tentang teknis bagaimana mereka akan menjebak Barra dan istrinya.


**********


Beberapa Saat kemudian..


“Kak Jacqluinee.., aku tinggal dulu ya kak. Aku mau cari beberapa pakaian dulu..” Andy berdiri. Tapi tiba-tiba tangan Jacqluinee memegang pergelangan anak muda itu.


“Aku ikut ya Andy… aku gabut nih. Tidak ada agenda resmi di negara ini, karena sesi pemotretanku sudah selesai. Ada jadwal lagi masih di week end ini, so.. satu minggu ini aku akan menganggur.” Perempuan itu meminta Andy untuk mengajaknya.


„Hempphh... baiklah kak, kebetulan aku juga kurang nyaman jika belanja sendiri.” Akhirnya Andy mengijinkan Jacqluine ikut.


Dua orang itu segera keluar dari dalam restaurant. Seperti seorang kakak pada adiknya, Jacqluine menggandeng tangan Andy, dan mereka memasuki merchant yang menawarkan pakaian branded.


“Selamat datang tuan… nona. Apakah ada yang bisa kami layani..?” di pintu masuk, tampak pelayan merchant menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


„Bawakan padaku celana panjang, kaos, dan kemeja keluaran terbaru. Jangan lupa, sekalian tali pinggang, aku akan mencobanya..” Andy memerintah pelayan merchant itu untuk mencarikan keperluannya.


“Baik tuan… silakan tunggu di ruang tunggu customer..” Andy segera mengajak Jacqluinee untuk menunggu di sofa.


Jacqluine mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, dan melihat nama merchant itu, perempuan itu hanya senyum dan menganggukkan kepala. Meskipun belum bisa menghasilkan uang sendiri, ternyata Andy terbiasa dengan kehidupan mewah dan barang-barang branded. Perempuan itu tidak membayangkan berapa jatah bulanan anak itu.


“Ada apa kak, aku amati sejak tadi kak Jacqluinee senyum-senyum sendiri.. Jika ada koleksi yang menarik hati kakak, ambil saja. Nanti aku sekalian yang akan membayarnya.. Jangan khawatir aku akan menjadi miskin dengan membayar belanjaanmu.” tidak diduga, Andy malah menawarkan pada perempuan itu.


„Hempphh... ya pasti tidaklah Andy… Merchant ini koleksi yang mereka kedepankan adalah mereka pakaian pria, jadi aku tidak cocok untuk berbelanja disini..” Jacqluine menolak dengan halus. Perempuan itu mengambil majalah di depannya, dan membuka koleksi yang ada dalam merchant ini.


“Kalau begitu.. temani aku dulu kak... Setelah aku mendapatkan apa yang aku cari, aku akan gantian menemani kak Jacqluine melihat-lihat koleksi fashion perempuan. Tenang saja.., aku akan tetap membayar pesanan kakak..” Andy tetap bertahan pada niat baiknya. Anak muda itu menatap ke arah perempuan itu.


„Okay And... jangan khawatir aku akan sabar menemanimu.. Itu, pelayan sudah datang membawakanmu pakaiannya, cobalah dulu…!” Jacqluinee dengan cepat menanggapi.


Anak muda itu tersenyum dan segera berdiri, kemudian mengambil koleksi pakaian yang dibawakan pelayan merchant. Tidak lama kemudian, Andy segera masuk ke ruang fitting room. Sedangkan Jacqluinee menunggu di luar.


“Hemmmpphh… ternyata Andy menarik juga sekarang. Anak itu sudah menjadi laki-laki yang tampan, dengan postur tubuh yang gagah hampir menyamai kakak sepupunya. Sangat disayangkan... usia anak itu belum cukup. Terlalu jauh jika aku mendekatinya...” Jacqluine berpikir sendiri, dan tersenyum menatap punggung anak muda itu. Jiwa perempuan Jacqluine mengembara kemana-mana..


“Hush… kenapa pikiranmu enjadi kotor seperti ini Jacqluinee.. Ingat, Andy itu adik sepupu laki-laki yang kamu incar, dan juga masih bau kencur..” tiba-tiba Jacqluine tersadar dengan pikiran kotornya. Perempuan itu memukul-mukul keningnya sendiri sambil tersenyum.


**********

__ADS_1


__ADS_2