
Setelah menikmati makan siang terlebih dulu, Barra dan rombongan segera melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan untuk menuju ke pulau Komodo. Tampak sebuah kapal pesiar berbentuk Yacht, berada megah di pinggir laut tampak menunggu penumpang. Mata Kayla dan Gwen terbelalak melihat kemewahan Yacht tersebut, begitu juga dengan ketiga anak kecil yang datang bersama dengan mereka.
“Untuk apa berhenti disini honey, kita segera masuk ke Yacht saja. Disini sangat panas, tidak akan nyaman, nanti kulit kalian bisa terbakar..” tiba-tiba saja tangan Barra sudah memeluk punggung Gwen dari belakang.
Laki-laki itu sudah berdiri di samping istrinya, yang terkejut ketika mendengar jika mereka akan menggunakan Yacth untuk menyeberang. Perempuan muda itu mencoba mengkonfirmasi suaminya.
“Apakah mommy tidak salah dengar pa.., apakah kita akan menuju ke seberang pulau dengan kapal pesiar ini papa…” Gwen mempertegas ketidak tahuannya., dan menatap ke mata suaminya.
“Benar honey…, untuk kalian, istri dan putra putri papa, hal seperti ini tidak seberapa. Ayo.., papa temani naik ke atas..” Barra sengaja membawa istrinya ke pinggir dermaga..
„Hurraaa papa... mommy..., new experiences.. Tareeq sangat menyukainya..” dari belakang dengan digandeng Aldo, Tareeq berteriak.
“Iya papa… Bareeq juga senang, kita bisa melakukan long vacation bersama… “ Bareeq ikut menanggapi.
“Pasti anak anak papa.., kita nikmati kesempatan ini. Ke depan, kita bisa rutin untuk mengatur jadwal berlibur Bersama. Sebenarnya sudah sejak dulu, tapi kehadiran adik kalian Sheen, harus menunggunya sampai putri mungil papa, juga sudah bisa memahami makna berlibur sayang…” Barra sampai menghentikan Langkah, dan melihat pada putra putrinya.
Sheen mengulurkan tangan minta digendong oleh papanya, dan Barra segera mengangkat tubuh putrinya. Tidak lama, Sheen sudah berada dalam gendongan papanya. Gwen tersenyum melihat kemanjaan putri bungsunya itu pada Barra.
“Mmmppphh… Sheen sudah mulai nih, mau menguasai papanya. Kak Gwen tersingkir deh…” Kayla tersenyum dan berkomentar tentang keponakannya itu,.
__ADS_1
“Ha… ha.. ha.., pasti tidaklah. Kakak paling suka berlaku adil Kayla, meskipun ada Sheen, Tareeq dan Bareeq, kakak selalu memastikan istriku yang cantik ini tidak tersingkir..” dengan cepat, Barra menanggapi kata-kata adik kandungnya.
Laki-laki itu langsung menggunakan satu tangannya, merangkul sisi bahu Gwen, dan sambil berjalan menuju dermaga, Barra menggendong putrinya Sheen, dan satu tangan merangkul istrinya. Di belakang mereka, Aldo tersenyum dan geleng-geleng kepala, melihat bagaimana harmonisnya keluarga kakak ipar, dan sahabatnya itu. Beberapa saat kemudian...
„Selamat siang Tuan Barra.., Miss Gwen dan keluarga. Selamat datang di kapal pesiar yang akan mengantarkan keluarga Tuan dan miss, menuju ke seberang pulau. Mohon nikmati perjalanan nanti..” dengan ramah, tampak dua orang berpakaian seragam dan rapi menyambut kedatangan mereka.
“Okay… kita lanjut perjalanan saja, biar putra putriku masih ada waktu untuk bermain di pasir laut, sambil menikmati senja datang.” Tidak mau menunggu lama, dengan tegas Barra segera memerintah anak buah kapal itu untuk berangkat.
“Siap Tuan Barra… segera kita kondisikan. Mohon segera naik ke dalam kapal, dan kita akan segera memberangkatkan Yacth ini..” dengan ramah, laki-laki berseragam itu memberikan tanggapan,
“Okay… mari honey, Aldo, tolong jaga dan awasi Tareeq, Bareeq dan Kayla. Kita segera naik, dan masuk ke dalam..” Barra menoleh ke belakang, dan melihat ke arah Aldo.
„Siap kak..., ini Bareeq dan Tareeq sudah Aldo gandeng erat erat kok.. Ayo sayang, kita segera naik,” Aldo mengajak Kayla untuk naik ke atas.
**********
Beberapa saat kemudian..
Mata semua yang ada di atas Yacth tampak terbelalak takjub menatap keindahan fenomena alam yang tersaji indah di depan mata mereka. Tampak sinar matahari di ufuk barat sudah mulai memendarkan sinar jingga, dan tampak menyejukkan mata. Bukit bukit kecil yang terlihat di dalam lautan, ikut menambah eksotik pemandangan alam itu.
__ADS_1
“Sangat luar biasa pa, pemandangannya..” Gwen berkomentar tentang fenomena alam di depan mata itu.
„Semua bertambah indah honey, karena kecantikan istriku berpadu dengan keindahan alam. Berdirilah agak ke pinggir honey, aku akan mengambil gambarmu...” Barra mengeluarkan kamera pocket dari saku baju, dan mengambil beberapa foto istrinya dari berbagai posisi.
Tampak Bareeq dan Tareeq, berlari dan bergabung dengan mommy nya. Begitu juga dengan Sheen, gadis kecil itu tidak mau kalah, ikut bergabung dengan mommy dan kedua kakaknya. Melihat bagaimana kedekatan keluarga kakaknya itu, Kayla tersenyum, dan gadis itu mendekat pada suaminya. Aldo sepertinya tanggap dengan apa yang dirasakan istrinya. Laki-laki itu kemudian merangkul, dan memberikan ciuman di kening Kayla.
“Terima kasih Aldo… baru kali ini suamiku mau menciumku di muka umum... Sangat excited ..” bisik Kayla di telinga suaminya. Selama ini, Aldo memang sangat menjaga dirinya, karena tidak pernah mengumbar kemesraan dengan istrinya di depan orang lain. Memberi ciuman di depan keluarga kakak iparnya, baru kali ini dilakukan oleh laki-laki itu.
„Hemppphh... sayang tidak masalah bukan.. Melihat bagaimana kak Barra memperlakukan Gwen, jujur sayang, aku iri, dan sesekali ingin memperlakukanmu dengan lebih dekat..” ucap Aldo, memberikan tanggapan,
Mendengar jawaban suaminya, Kayla malah mengangkat kedua kakinya ke atas. Dan tidak diduga, Kayla melakukan hal yang sama. Gadis itu tidak tahu malu, ikut ikutan memberikan ciuman pada suaminya. Di depan mereka, terlihat Gwen menyenggol suaminya, agar melihat sikap Aldo dan Gwen. Untungnya mereka bisa menahan diri, untuk tidak mengolok olok apa yang barusan mereka lihat. Mereka hanya tersenyum Bahagia, dan memaklumi karena mereka adalah pasangan seperti dirinya dan Barra.
“Papa… Tareeq dan Bareeq akan bermain pasir, boleh bukan..?” tiba-tiba Tareeq berteriak.
“Boleh, tapi hati-hati ya.. Ajak Sheen ikut bermain bersama kalian, nanti papa dan mommy akan menyusul kalian berdua..” Barra dengan cepat memberikan tanggapan.
“Terima kasih papa…” kedua anak kecil itu, segera menggandeng tangan Sheen. Mereka berlari kecil di atas pasir putih, kemudian bermain pasir putih.
Barra dan Gwen melihat ketiga putra mereka sambil tersenyum, dan beberapa kali mengabadikan kelucuan mereka dengan kamera yang ada di tangan laki-laki itu. Gwen menyandarkan kepala di sisi bahu suaminya, dan tersenyum menatap ketiga buah hatinya yang tampak bebas, lepas, dan ceria.
__ADS_1
Di sudut tempat yang lain, terlihat Aldo dan Kayla berjalan sambil bergandengan tangan. Pasangan suami istri yang belum memiliki anak itu, seperti pasangan bulan madu yang sedang menghabiskan waktu berdua. Sepertinya Aldo sengaja berjalan menjauh dari Barra dan Gwen, dan hanya ingin berdua bersama dengan istrinya,
***********