
Begitu acara wisuda berakhir, Aldo dengan tergesa mendatangi Barra dan Gwen. Anak muda itu tampak serius, sedangkan Kayla tidak terlihat, entah dimana Aldo meninggalkan gadis itu. Setelah sampai di dekat kakak dari kekasihnya itu, Aldo meminta waktu pada Barra.
„Kak Barra... minta waktunya sedikit boleh..” Barra berhenti dan menatap ke wajah Aldo,
“Ada apa Ald… bukankah keluargamu juga datang, dan Kayla juga sudah bersamamu bukan. Apakah tidak lebih baik, kita mengurus keluarga kita sendiri-sendiri.” Barra terlihat seperti keberatan.
Gwen memegang lengan atas suaminya, kemudian..
“Kak.., beri kesempatan untuk Aldo dong. Siapa tahu ada hal penting yang akan disampaikannya. Kita masih punya banyak waktu juga, untuk merayakan hari Bahagia ini..” merasa tidak enak dengan sahabatnya, Gwen membantu anak muda itu.
“Mmmppphh… baiklah. Cepat katakan..!” dengan nada tegas, akhirnya Barra memberikan ijin.
„Begini kak, kebetulan papa dan mama juga berada di acara ini, dan saat ini sedang bersama dengan Kayla. Ada juga kedua orang tua Asep, dan juga Cynthia. Jika kak Barra tidak keberatan, dan juga Gwen..., papa dan mama mengajak kakak untuk berjumpa. Mereka akan membicarakan keberlanjutan hubungan Aldo dengan Kayla..” dengan tegas, akhirnya Aldo bisa menyampaikan apa yang akan dilakukannya.
„Wow... sangat mengharukan sekali. Ayolah kak Barra.. please, kita harus menyambut baik ajakan tante Helene dan Om Firman.. Lagian, Kayla juga harus kakak pikirkan, dengan tidak adanya mama dan papa disini, kak Barra yang menjadi wakil keluarga Kayla..” Gwen berusaha membujuk suaminya.
“Ayolah pap… kita bertemu dengan aunty Kayla, Uncle Asep juga.. Seru..” tidak diduga, Tareeq ikut merayu papanya.
Tidak ada pilihan lagi bagi Barra, dengan tiga anggota keluarganya menyetujui undangan orang tua Aldo. Akhirnya laki-laki itu menganggukkan kepalanya..
„Katakan, dimana kita akan bertemu. Aku akan mengikuti mobil kalian..” suara tegas Barra akhirnya keluar.
“Baik kak, kebetulan driver yang dibawa papa, sudah menunggu di depan lobby. Mungkin kita akan bertemu di depan lobby saja, kita bisa keluar bersama-sama.” Dengan mata berbinar karena bahagia, Aldo segera memberikan tanggapan.
__ADS_1
Anak muda itu segera berjalan cepat untuk mendatangi keluarganya. Barra segera mengambil ponsel, dan memberikan arahan pada Smith untuk membawa mobil ke depan lobby college. Setelah semua diatur, Barra Kembali merangkul bahu Gwen, dan kedua putra mereka berjalan di depan mereka.
“Hempphh… sejak tadi, aku amati istriku senyum senyum sendiri. Apa yang membuatmu bahagia sayang, apakah karena Aldo baru saja menemui kita..” tidak disangka, ternyata sambil berjalan, Barra mengamati perilaku istrinya.
„Oh my God... kak Barra, suami Gwen tersayang. Kenapa sih jealous melulu… Tersenyum itu kak, melambangkan hati dan perasaan Bahagia. Memang sih sebabnya karena kedatangan Aldo, tetapi apa yang diutarakannya itu yang membuat istri kak Barra ini Bahagia. Apalagi Aldo, sering menjadi pelampiasan kakak untuk menyampaikan rasa cemburu, bukankah demikian..” sambil tersenyum menyindir, Gwen menanggapi ucapan suaminya.
“Istriku sayang… jealous atau cemburu itu merupakan pertanda, bagaimana suamimu ini sangat mencintaimu honey… Banyak mata laki-laki yang tampak berminat ketika menatapmu honey, dan sebagai seorang suami, aku harus berjaga-jaga, dan mengamankan asset yang harganya tidak ternilai ini.” Sambil mengulum senyum, Barra tidak mau kalah.
Gwen hanya geleng-geleng kepala, dan tidak diduga gadis itu memiringkan wajahnya kemudian memberikan ciuman lembut di pipi suaminya. Barra menjadi terkejut, mendapatkan perlakuan intim dari istrinya. Padahal selama ini, Gwen cukup tahu diri dan menjaga untuk tidak menunjukkan kemesraan mereka di depan umum. Tanpa kata, Barra segera mengangkat tubuh istrinya, dan dengan bridal style laki-laki itu mempercepat langkahnya.
“Bareeq.. ayo kita percepat Langkah untuk mengikuti mommy dan papa…” Tareeq menggandeng tangan saudara kembarnya.
Tatapan kagum dan cemburu dari orang-orang yang berseliweran di kampus, tidak ada yang dipikirkan oleh Barra. Laki-laki itu hanya ingin memonopoli Gwen istrinya, untuk dinikmatinya sendiri.
Ravientolla Vinkkeli
Mobil Smith yang membawa Barra dan keluarga, memasuki halaman parkir restaurant bintang lima itu. Rupanya keluarga Aldo sudah memblokade semua pengunjung, dan membayar semua pelayanan restaurant untuk acara ceremony syukuran kelulusan putranya. Dengan mudah, Smith bisa mendapatkan parkir.
“Hempphh… sepertinya keluarga Aldo sangat mempersiapkan ceremony kelulusan putra mereka. Lihatlah, betapa tertatanya konsep acara, dari kita datang, kita sudah disambut semeriah ini..” sambil berjalan ke dalam, Barra memberikan komentar.
Tapi mata Gwen terbelalak, karena agak jauh dari mereka berdiri, terlihat papa Chandra dan mama Santa tampak berbicara serius dengan kedua orang tua Aldo. Tapi Gwen tidak mau segera memberi tahu suaminya, dan hanya menahan sendiri rasa ingin tahunya.
“Kak Barra… Gwen, terima kasih. Kalian berdua ternyata menghadiri undangan keluargaku..” tiba-tiba Aldo menyambut keluarga kecil itu.
__ADS_1
“Kamu bermain licik Aldo… bagaimana papa dan mamaku bisa sampai ke tempat ini lebih dahulu. Bahkan kedua orang itu, tidak memberi tahuku sebagai putra tertuanya..” tiba-tiba dengan nada sarkasme, Barra menyindir Aldo.
Gwen tersentak, ternyata suaminya juga sudah tahu jika papa dan mamanya sudah terlebih dahulu ada di tempat ini. Gadis itu terdiam.. tidak ikut berbicara.
„Maaf kak, saya sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Papa dan mamalah yang mengundang mereka, bukan
Aldo..” anak muda itu membela diri.
“Sudahlah kak, tidak perlu untuk dipermasalahkan. Nanti di rumah, kita bisa tanya sendiri pada papa dan mama. Kenapa mereka merahasiakan kedatangannya pada kita..” Gwen yang merasa kurang nyaman, berusaha menetralisir suasana.
„Hemppph... baiklah honey. Aldo kamu menang sekarang, karena hanya perkataan istrikulah yang aku dengarkan…” Barra kemudian menggandeng istrinya, dan mencari tempat duduk yang agak jauh dari papa dan mamanya.
Aldo akan melarang calon kakak iparnya itu, namun Gwen memberi isyarat pada Aldo untuk meninggalkan mereka. Akhirnya, dengan berat hati akhirnya Aldo berjalan dan Kembali pada keluarganya. Tinggallah Gwen, yang berjalan mengikuti suami yang menggendong kedua putranya, dan ternyata Barra mengambil tempat duduk di pojok.
“Bareeq.. Tareeq.., tetap di kursi ini. Jangan pergi kemana-mana tanpa ijin papa..” setelah mendudukkan kedua putranya di kursi, Barra membuat pesan pada mereka.
„Baik pa...” seperti mengetahui jika papanya sedang dalam suasana hati yang buruk, Tareeq dan Bareeq menurut dengan yang dikatakan papanya.
Gwen tersenyum, kemudian perempuan muda itu mengambil minuman dan memberikan pada suaminya.
“Kak… minum dululah. Dari acara wisuda di kampus, bukankah kak Barra belum minum atau makan apapun. Kasihan Tareeq dan Bareeq, pasti juga sudah haus..” menggunakan alasan kedua putranya, Gwen berusaha merayu suaminya.
Seperti mengerti upaya mommy nya, Bareeq dan Tareeq juga mengambil gelas berisi minuman, dan kemudian meminumnya langsung. Melihat hal itu, terbit senyuman di bibir Barra, dan laki-laki itu segera menerima minuman yang diberikan oleh istrinya. Keluarga kecil itu, mengabaikan acara di depan yang sudah mulai. Mereka menyibukkan diri dengan menikmati hidangan yang disajikan waiters di meja mereka.
__ADS_1
*********