Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 35 Kedatangan


__ADS_3

Chakra akhirnya mengajak kedua orang tuanya untuk duduk di meja Gwen dan Om Andrew. Paman dan keponakan itu tidak merasa terganggu dengan kedatangan Chakra dan kedua orang tuanya, mereka malah terlibat dalam pembicaraan yang mengasyikkan. Ternyata kedua orang tua Chakra punya usaha cottage dan resort di pulau Bali dan juga di negara Swiss. Terutama dua orang tua Chakra, tampaknya sangat senang dan tertarik karena putranya bisa kenal dengan gadis sepintar dan secantik Gwen.


"Ha... ha... ha..., baru tuan dan nyonya saja yang memberikan pujian untuk keponakan cantik saya ini. Biasanya tingkah laku dan pembawaanya, selalu membuat orang lain ikut susah Tuan Smith..." Andrew berkelakar, merendah ketika dua orang tua anak muda itu memberikan pujian untuk Gwen.


"Benar tuan Andrew... Chakra banyak bercerita, bahkan ketika masih berada di pulau Bali. Chakra sangat mendesak pada kami, untuk segera datang ke SIngapura, katanya mau mengenalkan dengan seorang gadis yang membuatnya tertarik, bukankah demikian Chakra...?" mungkin karena warga negara asing, gaya bicara Smith papa Chakra memang apa adanya. Jika suka, maka akan dikatakan suka, demikian pula sebaliknya,


"Hempphh... ini pada membahas, meributkan apa sih Om...? Jangan rusak suasana pembicaraan dengan hal seperti ini. Gwen dan Chakra pure berteman Om.., tante... tidak ada yang lainnya. Kami sama-sama datang ke negara ini, karena sama-sama mewakili negara Indonesia untuk berkompetisi pada tingkat internasional." Gwen mencoba mengalihkan suasana.


"Iya pa... ma.., jangan buat putra papa dan mama ini malu dong.. Chakra dan Gwen sampai sejauh ini hanya berteman pa.., ma.. Kebetulan kami akrab, karena merasa berasal dan berjuang dari negara yang sama. Jika Chakra ada ketertarikan dengan Gwen, kita tidak boleh memaksa Gwen untuk memiliki perasaan yang sama." Chakra juga tanpa malu berterus terang dengan perasaannya.


"Akhirnya yang sejak tadi menjadi topik pembicaraan sudah angkat bicara. Om dan tante hanya bercanda Gwen... tetapi jika memang Gwen punya perasaan yang sama dengan Chakra, ataupun sama dengan keinginan tante dan Om, tentu saja kami akan sangat senang sekali..." Smith kembali memberikan tanggapan.


"Sangat terhormat sekali Om.., Gwen jadi besar kepala nih, pakaian atasan yang saat ini Gwen kenakan, jadi sesak juga karena melar menjadi besar..." dengan bercanda, Gwen menyahuti.


"Ha... ha.. ha..." mereka tertawa bersama tanpa sungkan.


Tidak lama kemudian, karena Andrew harus kembali ke perusahaan, laki-laki itu mohon pamit duluan. Sebenarnya laki-laki itu mengajak keponakannya untuk datang dan menginap di Pant House, tempat tinggal selama di Singapura, namun Gwen menolak ajakan itu. Alasan untuk menjaga independensi, dan sambil menunggu hasil pengumuman, Gwen tetap bertahan di hotel yang disediakan oleh panitia. Gadis itu jiga berpikir, akan sama saja apakah dirinya di hotel karantina, ataukah pindah ke tempat Om Andrew. Sama-sama sendiri...

__ADS_1


"Om.. tante..., Chakra, Gwen mau ke lobby ya, mau antarkan Om Andrew..." dengan sikap sopan, Gwen berpamitan pada Chakra dan kedua orang tuanya.


"Baik Gwen.. hati-hati. Jika merasa sepi, datang ke kamar 1105, Om dan tante juga menginap di hotel ini. Kita akan banyak bercerita.." tante Anne, mama Chakra menyampaikan usulan,


"Terima kasih tante atas tawarannya... tapi nanti Gwen lihat yah.. " dengan sopan, Andrew segera merangkul bahu keponakannya, dan keduanya segera melangkahkan kaki menuju lobby hotel.


Terlihat petugas hotel mendekati Andrew, kemudian menyerahkan kunci mobil pada laki-laki itu. Andrew membalikkan badan, kemudian melihat ke arah keponakannya itu.


"Om pastikan, akan datang ke acara pengumuman besok pagi Gwen.. Semua agenda sudah Om.. close, dan kakek Atmadja juga sudah memastikan untuk datang ke acara ini. Tapi... barusan Barra suamimu memberi kabar, jika tidak bisa join. Anak itu sedang tidak berada di Finlandia, tapi sedang di negara lain..." sebelum masuk ke dalam mobil, Andrew mencoba membesarkan hati keponakannya itu.


"Iya Om Andrew sayang... semua tidak akan berubah kan Om.. Selalu Om Andrew dan kakek Atmadja yang selalu mendampingi Gwen, itu harapan Gwen... Ada dan tidak ada Om Barra... tidak akan pernah menjadi masalah untuk Gwen.." mendengar informasi jika suaminya tidak akan datang, seketika hati Gwen malah senang,


***********


Ke esokan paginya


Dengan tenang Gwen berjalan menuju ke arah lobby hotel, karena Andrew sudah memberi tahu kepadanya, jika sudah sampai di lobby. Tidak tahu kenapa, hati gadis itu sejak pagi merasa senang sekali, padahal tidak ada yang berubah. Tetapi itulah yang dirasakannya,

__ADS_1


"Gwennnn.... aku mencari dan menunggumu disini sejak tadi pagi...." tiba-tiba pundak gadis itu ditepuk dari belakang. Gadis itu langsung menengok ke belakang, karena sangat mengenali suara laki-laki yang menyapanya itu. Begitu melihatnya, tanpa sadar gadis itu langsung memeluk laki-laki tersebut..


"Aldo... kamu berada di Singapura juga... Sejak kapan, dan untuk urusan apa.." setelah melepaskan pelukan pada laki-laki itu, Gwen bertanya pada Aldo. Ternyata ada Asep juga di belakang anak muda itu...


"Hemmphh.... aduh Gwen... masa sih, sedikitpun kamu tidak ada feeling kedatangan sang Arjuna. Sejak dirimu menghilang dari sekolah, Aldo ini seperti orang hilang juga, selalu berusaha mencarimu kemana-mana. Begitu Mister Nano menjelaskan, jika dirimu sedang ikut kualifikasi di tingkat Asia untuk acara Olimpiade Kimia dan Fisika, Aldo segera mendesakku untuk menemaninya..." Asep menjelaskan,


Aldo tersenyum, anak muda itu tidak pernah lepas sedikitpun selalu menatap ke arah Gwen. Tiba-tiba dari arah belakang, terlihat Mister Nano dan Mister Satria datang ke arah mereka. Menyaksikan hal tersebut, sontak Gwen menjadi terkejut dan seperti tidak percaya menatap ke arah mereka.


"Mister Satria... mister Nano... ada apa ini... Kenapa hari ini seperti menjadi hari bahagia untukku, dan feeling ini sudah Gwen rasakan sejak pagi..." dengan tidak percaya, Gwen menyebut dua nama guru di sekolahnya itu.


Dua laki-laki dewasa itu tersenyum, dan mendekat ke gadis itu kemudian mengulurkan tangan, mengajak Gwen berjabat tangan.


"Kepala Sekolah yang mengirim kami untuk mendampingimu Gwen.. Kami sengaja memilih waktu pas acara pengumuman, karena tidak mungkin bukan jika kami harus meninggalkan siswa dan siswi di sekolah..." mister Nano menjelaskan kedatangannya itu.


Lima orang itu akhirnya berbincang, dan duduk di kursi tunggu yang ada di lobby. Bahkan Gwen sampai lupa, apa yang menjadi tujuan utamanya datang ke lobby hotel. Tiba-tiba...


"Apakah kamu merasa tidak bersalah Gwen... melihat Om mu menunggu di lobby sejak tadi...?" tiba-tiba satu tangan menutup wajah gadis itu, kemudian di bukanya lagi.

__ADS_1


"Upss maaf Om Andrew..., Gwen terlupakan. Kenalkan Om.. ini ada Mister Satria, dan Mister Nano, mereka ini guru di sekolah The Intercultural Scholl Jakarta.." dengan wajah nyengir, Gwen terlihat malu karena melupakan kedatangan pamannya.


**********


__ADS_2