
Beberapa Saat Kemudian..
Dalam perjalanan pulang dari mall, Andy bisa bernafas lega. Penyesalan dan rasa bersalah yang selama ini dirasakannya pada keluarga kakak sepupunya, hari ini seakan lenyap sudah. Laki-laki muda itu tidak mengira sama sekali, ternyata sangat murah hati Gwen, perempuan muda yang pernah dikejar dan ingin dimilikinya di masa lalu, Meskipun kesalahannya sangat fatal, sampai memisahkan hubungan keluarga kakak sepupunya, namun hari ini keluarga itu masih berbaik hati untuk memberinya maaf, dan melupakan kejadian buruk di masa lalu.
“Daddy… keluarga Uncle Barra dan Aunty Gwen sangat lengkap ya.., dan mereka juga sangat baik. Mike sangat merindukan usapan tangan mommy Gwen, dan selama ini Mike tidak pernah mendapatkannya dari mommy Jacqluinee..” tiba-tiba Mike yang dikiranya tidur, bertanya pada daddy nya.
Andy tersentak, mendengar pertanyaan dari putranya. Tapi bagaimanapun, dia harus menjawabnya.
“Iya Mike sayang… bukankah tadi Mike juga mendengar, jika Aunty Gwen tidak keberatan, jika Mike memanggilnya dengan sebutan mommy juga..” Andy menoleh dan tersenyum sambil menatap wajah putranya.
“Benar daddy… akhinya Mike juga punya mommy yang menyayangi Andy juga. Sama dengan Tareeq dan Bareeq..” dengan wajah berbinar Bahagia, Mike mengungkapkan perasaannya.
Tampak terlihat, jika laki-laki kecil itu merindukan sosok seorang perempuan, untuk dipanggilnya sebagai mommy. Sejak kepergian Jacqluine dari apartemen tempat tinggal Andy terakhir, perempuan itu belum pernah muncul lagi, Bahkan, beberapa kali karena desakan dari putranya, Andy pernah menghubungi nomor ponselnya, namun bukannya jawaban yang diterima, tapi panggilan itu malah di reject, Bahkan terakhir kali, nomor ponsel Andy malah diblokir oleh perempuan gila itu,
“Daddy… kenapa daddy malah melamun. Apakah perkataan Mike ada yang keliru daddy…?” tiba-tiba Mike bertanya pada papanya.
“Tidak sayang, daddy hanya berpikir untuk nanti malam, kita berdua akan makan apa ya..” Andy tersentak, namun dengan cepat laki-laki muda memberikan tanggapan,
“Pasti enak ya dadd,, jika ada mommy kayak Bareeq dan Tareeq. Kita tidak perlu pusing mencari makanan apa untuk dimakan, pasti mommy sudah memikirkan..” ucapan Mike masih berkisar seputar keberadaan mommy.
__ADS_1
Andy hanya tersenyum kecut mendengarnya, tapi memang keadaan yang membuat hubungannya dengan Jacqluine menjadi jauh, Karena memang dari awal, pernikahan mereka adalah sebuah kesalahan. Jadi keadaan seperti ini dalam kehidupan pernikahan mereka, sudah bisa diprediksikan sebelumnya.
“Daddy.. apakah kata-kata Mike menyinggung daddy. Karena sejak tadi, daddy terus melamun setelah Mike mengajukan pertanyaan..?” dari car seat nya, Mike mencoba mengangkat tubuhnya.
Tapi satu tangan Andy menahan, agar putranya tidak melakukannya. Melihat ekspresi keberatan dari daddy nya, Mike akhirnya menurut. Bocah kecil itu kembali duduk dengan diam di atas car seat.
“Mike… dengar kata-kata daddy ya.. Ke depan, Mike tidak perlu menanyakan atau mencari mommy Jacqluine di depan daddy. Pada saatnya nanti, jika memang mommy Jacqluine masih mengingatmu, pasti perempuan itu akan mencarimu sendiri. Bukankah tadi aunty Gwen juga sudah mau, jika Mike memanggilnya dengan panggilan mommy..” terdengar kata-kata Andy memberi nasehat pada putranya.
“Baik daddy… Mike selalu mengingatnya. Mommy Jacqluine sudah pergi meninggalkan kita dadd, jadi kita tidak perlu untuk mencarinya. Lagian sudah ada mommy Gwen, Mike bisa berbagi mommy dengan Bareq dan Tareeq..” terlihat ada ekspresi bahagia di hati putra semata wayang laki-laki itu.
Andy mengabaikannya, dan laki-laki itu melanjutkan perjalanan menuju ke apartemen yang dia tinggali bersama dengan Mike.
*********
Gwen tersenyum menatap kedua putranya yang tampak kelelahan, dan saat ini mereka sudah tertidur lelap di kamarnya. Perempuan muda itu menundukkan wajah ke bawah, kemudian memberikan ciuman di kening kedua putranya, dan menarik selimut untuk menyelimutinya.
„Tidak terasa Bareeq dan Tareeq sudah semakin tumbuh besar.. Adiknya beberapa bulan lagi, juga sudah akan terlahir ke dunia ini, Kebahagiaan keluargaku tampak lengkap, terima kasih ya Tuhan..” Gwen bergumam, mengucap syukur dalam hati.
Tiba-tiba pintu kamar dibuka dari arah luar, dan ternyata Barra yang datang dari luar kamar, kemudian menghampiri istrinya yang masih duduk di pinggir ranjang kedua putranya. Laki-laki itu memang sangat lengket pada istrinya Gwen, baru sebentar saja ditinggalkan,selalu saja laki-laki itu pasti akan mencari keberadaan istrinya.
__ADS_1
“Kedua putra kita sudah tidur pulas honey, sudah saatnya kamu tinggalkan dia sendiri di dalam kamar. Saat ini, suamimu ini yang minta untuk ditemani.” Seperti anak kecil, Barra meletakkan dagunya di sisi bahu Gwen, meraup harum aroma manis tubuh istrinya.
“Sebentar dulu pa… setelah putri kita terlahir, akan banyak kesempatan mommy yang akan hilang untuk mereka. Mumpung masih bisa, mommy akan mencurahkan semua perhatian untuk Bareeq dan Tareeq. Agar mereka tidak merasa jika mommy nya nanti pilih kasih dari adiknya..” gadis itu memberi tanggapan pada komentar suaminya.
“Hemppphh… istriku ini terlalu banyak berpikir. Mereka sudah semakin besar, aku yakin mereka semakin cerdas berpikir honey.. Sudah menjadi kebiasaan sejak dari dulu, dengan sendirinya kedua putra kita akan belajar untuk menerima. Kita kembali ke kamar sekarang yukk, lihat mata honey sudah terlihat mengantuk..” Barra kemudian membantu istrinya berdiri.
Dengan Langkah perlahan, Barra merangkul bahu istrinya kemudian melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam kamar Gwen tersenyum dalam hati, akhir-akhir ini gadis itu menyadari jika suaminya semakin bertambah minta diperhatikan, jika tidak bisa dibilang manja. Tetapi karena kehilangan mereka di masa lalu, Gwen tidak pernah berkeluh kesah.
“Honey… bagaimana pendapatmu dengan keadaan Andy dan Mike saat ini.. Apakah kamu terketuk memberi ampunan atas kesalahan saudara sepupuku itu..” Ketika mereka berdua sudah sampai di dalam kamar, Barra bertanya pada istrinya.
Gwen tersenyum, kemudian menatap ke mata suaminya. Perempuan muda itu mengalungkan kedua tangan di atas leher suaminya, kemudian berjinjit dan memberikan ciuman di bibir suaminya sekilas.
„Apakah ini pertanyaan cemburu papa...?? Mommy berusaha untuk melupakan semua kenangan buruk yang pernah terjadi sepanjang pernikahan kita.. Jadi, kepada kesalahan Andy pun, mommy berusaha untuk melupakan, dan memaafkan. Apakah papa tidak setuju..?” perempuan muda itu membalik pertanyaan pada suaminya.
Bukannya menjawab, Barra malah menundukkan wajahnya ke bawah, kemudian menangkap bibir kenyal istrinya dengan bibirnya sendiri. Tidak perlu menunggu lama, pagutan antara pasangan suami istri itu terjadi untuk beberapa saat. Gwen sendiri tidak bisa membedakan, apakah itu ciuman rasa cemburu, ataukah ciuman sebagai bentuk ucapan terima kasih.
„Mmppphh... papa.., kenapa ciuman papa menjadi lebih beringas..” setelah bisa mengambil nafas, Gwen memprotes Tindakan suaminya.
“Ini sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan istriku honey.. Meskipun ada rasa cemburu dalam perasaanku, tetapi aku menyambut baik apa yang saat ini istriku pikirkan. Memang tidak baik untuk menyimpan dendam.., karena hanya akan mengotori kehidupan dan jalan kita Terima kasih honey, atas hatimu yang seluas samudera..” laki-laki itu kembali memberikan ciuman pada Gwen.
__ADS_1
Perlahan Barra mengambil kendali atas tubuh perempuan muda itu, dan perlahan membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang.
********