Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 57 Laboratorium nasional Brookhaven


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan hampir satu hari penuh, akhirnya private jet yang membawa Gwen dan Barra landing di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, yang ada di kota New York. Di kota itulah, tempat Olimpiade Fisika dan Kimia diadakan, sehingga hanya untuk transit mengisi Avtur, private jet langsung mendarat di bandara tersebut. Gwen tampak kelelahan karena perjalanan yang ditempuhnya, sedangkan Barra karena sudah terbiasa, tidak begitu merasakan.


“Apakah kamu masih kuat untuk turun honey...? Jika tidak, aku akan membawamu turun. Mobil dari lounge langsung menjemput kita di luar, jadi kita tidak akan berjalan jauh untuk menuju pintu kedatangan..” dengan penuh kasih, Barra bertanya pada istrinya.


„Hemat tenaga kak Barra saja, Gwen bukan gadis lemah.” Dengan cepat, Gwen menyingkirkan tangan suaminya untuk menjauh darinya.


Gadis itu belum memaafkan perlakuan Barra pada Aldo, tanpa terlebih dulu bertanya tentang perasaanya pada sahabatnya itu. Bagaimanapun, Gwen dan Aldo sudah hampir tiga tahun bersama, dan bersahabat sejak mereka join dengan The Intercultural School. Namun… dengan sikap impulsive suaminya memukul anak muda itu, hanya karena anak muda itu mengutarakan rasa cinta kepadanya.


“Hempph… baiklah. Tapi kenapa malah jadinya kamu yang marah ya honey… Padahal, seharusnya akulah yang


patut untuk marah, melihat istrinya dinyatakan cinta oleh teman laki-lakinya.” Dengan maksud bercanda, Barra menanggapi istrinya.


“Terserah kak, mau marah ataupun tidak, Gwen juga tidak peduli. Dan tidak akan peduli… “ Gwen menggeser tubuh Barra ke samping.


Gadis itu segera berjalan keluar menuju ke arah pintu keluar. Perlahan dengan berpegangan pada sisi tangga, Gwen  berjalan turun melewati anak tangga. Terlihat di bawah tangga, dua orang menyambut kedatangannya dengan tersenyum.


"Welcome to John F. Kennedy International Airport.., Mrs. Gwen Alvaretta..." sambil mengalungkan pita ke leher Gwen, salah satu dari mereka mengucapkan kata sambutan pada gadis itu.


Gwen merasa risih, tangannya langsung berusaha melepaskan kalung itu. Tetapi dari belakang, Barra memegang dan mempertahankan kalung itu, menjaganya jangan sampai terlepas. Gadis itu menoleh ke belakang, dan terlihat

__ADS_1


Barra memberikan isyarat untuk tidak menyinggung dua orang di depannya itu. Akhirnya dengan senyum datar, tanpa bicara Gwen segera berjalan masuk ke dalam mobil. Tidak lama kemudian,  Barra segera mengikuti istrinya masuk, setelah beberapa patah kata berbicara pada dua orang yang menyambut mereka turun.


“Honey… kendalikan emosimu ya sayang. Kita berada di negara orang, jadi harus mulai bersosialisasi dengan keadaan baru..” setelah duduk di samping istrinya, terdengar suara Barra menasehati istrinya.


Gwen bergeser agak menjauh dari laki-laki itu lebih mendekat ke pintu samping. Barra tersenyum melihatnya, dan dengan sabar laki-laki itu segera membantu Gwen mengenakan sabuk pengaman, dan barulah mengenakan sabuk di tubuhnya sendiri. Setelah merasa duduknya nyaman, Barra meraih bahu Gwen, kemudian menyandarkan kepala istrinya di bahu kanannya. Gwen akan menolak, tapi Barra tidak kehilangan akal, Laki-laki dewasa itu malah memberikan ciuman di pipi Gwen, dan tatapan mata mengandung peringatan terlihat di mata gadis itu.


“Jika honey tidak menurut padaku kali ini, aku mungkin akan mengajakmu berbulan madu di dalam mobil ini sayang… Driver bisa menutup penyekat, dan tidak akan melihat apa yang akan kita lakukan disini. Apakah honey mau mencoba tantangan ini…?” dengan senyum smirk, Barra menggoda Gwen,


Mendengar kata bulan madu, Gwen merasa merinding ketakutan. Akhirnya gadis itu diam, meskipun dalam hati mengumpat pada suaminya. Sambil mengulum senyum, Barra memegang kepala Gwen yang bersandar di bahu kanannya.


**********


Acara Olimpiade dilaksanakan di Brookhaven National Laboratory, yaitu sebuah Laboratorium Nasional Departemen Energi Amerika Serikat yang terletak di Upton, New York di Long Island. Laboratorium ini dibentuk pada tahun 1947 di tempat Camp Upton, sebuah bekas pangkalan Angkatan Darat Amerika Serikat. Brookhaven  saat ini dioperasikan untuk Departemen Energi Amerika Serikat, oleh Brookhaven Science Associates. Laboratorium ini mempekerjakan 3.000 ilmuwan, teknisi, dan personel pendukung, dan 4.000 penyelidik tamu setiap tahunnya. Penemuan yang dihasilkan dalam laboratorium ini telah memenangkan enam Hadiah Nobel.


“Jaga kondisi tubuhmu honey… aku tidak bisa sembarang masuk ke laboratorium tempat kegiatan Olimpiade dilaksanakan. Laboratorium itu dioperasionalkan oleh militer, jadi keamanan sangat diutamakan di dalam laboratorium tersebut.” Dalam perjalanan menuju lokasi dilaksanakan Olimpiade, Barra berbicara pada Gwen.


“Hempph… ya kak.” Sahut Gwen singkat,.


Pasangan suami istri itu transit di Pant House salah satu hotel mewah di kota New York. Tetapi karena semua peserta Olimpiade harus dikarantina, maka dengan terpaksa Barra mengantarkan istrinya menuju ke laboratorium tersebut.

__ADS_1


“Tapi jangan khawatir… aku sudah menghubungi salah satu rekanku yang bekerja dan dinas di laboratorium tersebut, untuk mengutamakan keselamatanmu. Akan banyak pengalaman yang kamu dapatkan di dalam sana, karena nuklir, dan teknologi tingkat tinggi dunia dihasilkan dari laboratorium tersebut. Kamu harus bangga honey… karena kamu sudah terpilih, dari jutaan anak muda yang menginginkan masuk ke laboratorium tersebut.” Lanjut Barra.


“Hanya dua minggu Gwen berada disana kak, setelah itu harus ikut Ujian Kelulusan di Embassy. Jika kak Barra repot untuk urusan pekerjaan, tenang saja, Gwen akan mengurusnya sendiri, Kak Barra bisa Kembali ke Finlandia untuk bisnis kakak. Jika Om Andrew tahu dan marah, Gwen sendiri yang akan menjelaskan pada mereka.” Dengan santai Gwen menanggapi.


Barra terkejut dengan respon yang diberikan istrinya, laki-laki dewasa itu menoleh dan melihat ke wajah istrinya lebih dekat.


“Apakah kamu tidak bergurau honey….?? Tidak tahukah kamu apa yang akan kamu hadapi di dalam sana nantinya.” Barra bertanya sambil memegang kedua bahu gadis itu.


“Lepaskan pegangannya dulu kak, sakit tahu.. Dimanapun, Gwen akan belajar untuk menyesuaikan diri kak. Bahkan dalam halang rintang kegiatan pecinta alam di sekolah. Kita pernah dilepaskan pihak sekolah tanpa sarana


komunikasi, tanpa uang dan bekal ke alam. Selama satu minggu kita harus bertahan hidup, dengan berusaha memenuhi kebutuhan dasar dalam perjalanan. Buktinya Gwen masih bisa bertahan, demikian juga dengan teman-teman lainnya.” Gwen Kembali melanjutkan tanggapannya dengan santai.


“Honey…. Gwen Alvaretta.. apakah kamu terlupa dengan statusmu sayang..?? Kamu dan aku adalah pasangan suami istri. Sampai sejauh ini, aku sudah membiarkanmu untuk menekuni hobby atau apapun itu. Tetapi satu hal yang mesti kamu ingat honey... kamu harus Kembali utuh kepadaku. Karena kamu adalah milikku saat ini...” dengan nada kepemilikan, Barra tanpa sadar menyampaikan pesan pada gadis itu.


Gwen merasa kaget dengan kalimat-kalimat itu. Padahal setahunya, mereka berdua menikah dengan sama-sama terpaksa. Dan sampai saat inipun, Gwen tidak tahu bagaimana perasaan sebenarnya yang dirasakan oleh suaminya untuknya. Karena Gwen sendiri sudah merasa mati rasa, tidak bisa merasakan apa indahnya kata cinta bagi gadis seusianya. Mendengar kata-kata itu, Gwen hanya diam terpaku. Bahkan gadis itu tidak sadar, ketika bibir


suaminya sudah meraup bibir kenyalnya.


**********

__ADS_1


__ADS_2