Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 142 Don Juan


__ADS_3

Malam harinya


Gwen bolak balik di atas bed beberapa saat, tetapi gadis itu belum bisa memejamkan matanya. Suaminya Barra tengah menyelesaikan beberapa urusan pekerjaan yang masih tertunda. Sejak selesai makan malam, laki-laki itu berada di depan laptop, dan tampak fokus mengamati layar di depannya. Beberapa saat kemudian, tampaknya Barra sudah selesai dan laki-laki itu menghampiri bed, bermaksud untuk istirahat. Tapi keganjilan dari perilaku istrinya diamati oleh laki-laki itu.


„Honey... apa ada yang sedang honey pikirkan..? Sejak tadi, dari sofa aku amati honey seperti gelisah. Apakah ada yang menganggu pikiranmu honey..?” Barra duduk di sisi bed tempat Gwen tidur.


Tangan Barra mengusap lembut wajah istrinya, dan Gwen membuka matanya kembali.


“Iya kak…, sejak tadi Gwen sudah berusaha tidur, tetapi tetap saja mata ini tidak bisa terpejam. Padahal besok pagi, Gwen ada jadwal kuliah kelas pagi..” gadis itu menjawab, dan beranjak dari posisi tidurnya.


Gwen menyandarkan punggung di atas sandaran bed. Barra menaikkan kedua kakinya ke atas bed, kemudian mendekat dan duduk di sebelah istrinya. Perlahan tangan Barra meraih kepala Gwen, kemudian meletakkan di dadanya.


“Ceritakan saja honey.., aku tahu jika honey sedang memikirkan sesuatu. Dengan bercerita, pasti hatimu akan menjadi lega..” seperti bisa menebak apa yang ada di pikiran istrinya, Barra bertanya.


“Hemmpphh… gimana ya kak.. Hanya saja, tadi sore di kampus, Gwen bertemu dengan Andy kak. Kebetulan saja, anak itu juga berada di library. Akhirnya kami mengambil meja yang sama, dan sama-sama fokus dalam tugas kita masing-masing..” akhirnya perlahan Gwen mulai bercerita.


„Trus... tidak mungkin bukan, jika hanya karena itu honey jadi tidak bisa tidur..” sambil tersenyum dan mengusap alis istrinya, Barra meminta Gwen untuk melanjutkan ceritanya.


Gadis itu terdiam beberapa saat.., kemudian…


“Tapi kak… Ketika Gwen keluar dari kampus dengan membawa motor. Gwen berpapasan dengan Andy lagi, tetapi Andy dijemput oleh seorang perempuan kak. Dan maaf… tanpa risih, Andy memeluk dan berciuman dengan perempuan itu.., dan kemudian mereka masuk Bersama dalam mobil kak Barra yang dibawa Andy.” Ada kekhawatiran Gwen untuk menyebut nama Jacqluine, jadi gadis itu merahasiakan nama mantan kekasih suaminya itu.

__ADS_1


“Itu wajar honey… apalagi kita saat ini berada di Finlandia. Interaksi seperti itu di negara ini, merupakan hal yang lumrah, jadi abaikan saja. Yah... siapa tahu, lambat laun ternyata Andy mengikuti budaya negara ini. Tidak perlu honey hiraukan pada Andy, anak itu sudah menjelang dewasa. Pasti bisa menimbang baik dan buruk dari konsekuensi tindakannya.” Barra berusaha menghibur istrinya. Tetapi dari nada bicara laki-laki itu, seperti menandakan jika Barra tidak tahu siapa yang sedang bersama dengan adik sepupunya.


„Iya kak..., tapi sepulang kuliah, Gwen tadi iseng kak, yang akhirnya menyebabkan Gwen terlambat untuk sampai di rumah.” Lanjut Gwen.


Barra memegang dagu istrinya, kemudian melihat ke wajah gadis itu.


“Iseng… iseng apaan. Sudah berani ya, istriku membohongiku, tahu kan apa hukumnya berbohong pada suami..” Barra menggoda gadis itu.


“Mmmmppph… penasaran sih kak. Akhirnya Gwen mengikuti mobil yang dibawa Andy kak, dan ternyata mereka berhenti di hotel termewah di kota Helsinky kak. Tanpa ragu, Andy dan perempuan itu berpelukan dan masuk ke dalam hotel. Mungkinkah mereka tinggal bersama ya kak, dalam satu kamar..” masih dengan pikirannya, Gwen melanjutkan ceritanya.


“Iya honey… kapan-kapan aku akan mencari tahu... Sudah hampir jam dua belas p,m, kita tidur sekarang yukk… Aku akan memelukmu sampai tertidur honey…” setelah mendengarkan cerita istrinya, Barra kemudian mulai menggeser tubuh istrinya dan tubuhnya sendiri.


Laki-laki itu segera merebahkan tubuh di atas bed, dan membenamkan wajah Gwen di dadanya. Keduanya saling berpelukan, dan akhirnya Gwen bisa tertidur pulas.


***********


Andy tampak bemalas-malasan bangun dari king size bed kamar yang ditempatinya. Di samping anak mud aitu, tampak Jacqluinee masih berselimut tebal. Ternyata selama di Helsinki, sambil menunggu jadwal pemotretan, Andy meminta mantan pacar kakak sepupunya itu untuk  tinggal di hotel bersamanya. Karena di dalam kamar itu hanya ada satu bed, mereka tidur dalam satu ranjang bersama,


“Aku ada jadwal kuliah pukul 09.00 a.m., dan aku harus segera Bersiap.” Andy beranjak dari posisi tidurnya.


Anak mud aitu melihat kea rah perempuan yang masih berbalut selimut di tubuhnya itu. Di bawah selimut, Jacqluinee tidak mengenakan apapun. Jika seorang laki-laki dan seorang perempuan berada dalam satu ranjang yang sama, bisa dipastikan apa yang terjadi pada mereka. Dan Andy tampak tidak mempedulikannya, karena kebutuhan biologisnya terpenuhi.

__ADS_1


“Biarkan saja Jacqluine tetap tidur, aku akan membawa mobil sendiri ke kampus.. Hempph… ternyata enak jika ada perempuan yang menemani tidur kita. Aku jadi tidak kesepian lagi, yah… meskipun perempuan itu hanya pelampiasan sementara saja..” Andy bergumam sendiri sambil tersenyum.


Perlahan anak mud aitu bergegas masuk ke dalam kamar mandi, kemudian Andy mengguyur kepalanya dengan menggunakan shower. Sambil mengambil shampoo, laki-laki itu mengusap rambut di kepalanya. Beberapa saat anak muda itu menghabiskan waktu di dalam kamar mandi, dan setelah selesai Andy segera keluar hanya mengenakan handuk saja.


“Hempphh… ternyata tidak ada perempuan yang menyamai Gwen.. Jika gadis itu, pagi hari pasti sudah bangun dan wangi. Tapi ini Jacqluine… malah masih molor berselimut tebal..” melihat Jacqluine yang belum terusik, Andy bergumam sendiri.


Anak mud aitu segera melangkah ke ward drobe, dan mulai mengenakan pakaian kemeja dengan celana jeans. Tidak menunggu lama, karena memperhitungkan waktu masuknya kelas, Andy segera bergegas. Untung saja, room service sudah mengantarkan menu sarapan pagi mereka di atas meja di luar kamar tidurnya.


“Untung petugas room service tahu jika aku sedang lapar..” Andy mencomot dua pancake dan memasukkan ke mulutnya. Setelah habis, Andy langsung menyeruput hot black coffee sampai cangkir itu kosong.


“Kamu sudah bangun Andy…” tiba-tiba tanpa sadar, Jacqluine sudah melangkahkan kaki menuju ke arahnya. Perempuan itu menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos..


“Hemppphh… kenapa pakai selimut juga kak, bukannya aku juga sudah tahu setiap inchi dari lekuk tubuh kakak…” dengan vulgar, Andy menggoda Jacqluine yang berjalan ke arahnya.


“Hush… anak kecil. Aku juga tidak habis pikir And… kenapa aku bisa bercinta denganmu, anak ingusan kemarin sore..” sambil duduk di sofa, Jacqluine malah menimpali pembicaraan anak muda itu.


“Ha.. ha… ha…, anak kecil katamu kak... Tapi hebat kan, meskipun kecil dari sisi usia, tapi perfomaku melebihi don juan...” Andy malah tertawa terbahak.


“Iya sih… jika usiamu naik saja lima tahun ke atas Andy... aku akan melupakan Barra dan mengejarmu saja. Staminamu sangat luar biasa mengantarkanku pada kenikmatan dunia…” tanpa rasa malu, perempuan itu terus menimpali perkataan Andy.


Andy hanya tersenyum, tetapi sama saja dengan laki-laki hidung belang, Andy tidak akan pernah berpikir untuk menambatkan hati pada perempuan murahan seperti Jacqluine.

__ADS_1


**************


__ADS_2