Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 225 Persiapan


__ADS_3

Mempertimbangkan kondisi kehamilan istrinya, Barra meminta pada Aldo  dan Kayla untuk tinggal sementara di rumah mereka. Karena pasangan suami istri itu juga menyukai anak kecil, tetapi mereka belum berhasil melakukan progam kehamilan, dengan senang hati mereka menyambut baik apa yang disampaikan oleh kakak kandung Kayla itu. Terlihat Bareeq, Tareeq, dan Mike juga menyukai kedatangan mereka.


„Uncle Aldo… kita bermain lego yukk… Mike membawa lego besar kemari, tetapi kami belum berhasil membangun sebuah Menara untuk bertahan. Untuk robot-robot yang nanti bersembunyi dan mengamankan Menara, kita sudah memilikinya..” Tareeq mendatangi Aldo, dan mengajak laki-laki itu bermain.


“Iyakah kids… robot sebagai penjaga, tetapi apakah kalian memiliki koleksi pasukan yang akan menyerang Menara.. “ teringat dengan mainan kesukaannya di masa lalu, dengan cepat Aldo merespon ajakan Tareeq.


“Ada Uncle… Bareeq akan membawanya keluar. Di ruang bermain, kami punya banyak koleksi pasukan army Uncle.. Nanti kita bisa menggunakan pasukan itu sebagai penyerang yang akan menginvasi wilayah, dan para robot muncul sebagai penyelamatnya..” Bareeq ikut menyahut,


„Good job kids...” terlihat perbincangan yang mengasyikkan antara Aldo dan ketiga anak kecil itu.


Mike berdiri, kemudian mengambil karpet kecil sendiri, dan menggelar karpet di atas lantai yang ada di ruang tengah. Tareeq menuang isi kardus, dan banyak lego berhamburan ke bawah.. Sedangkan Bareeq berlari masuk ke dalam kamar, untuk mengambil robot dan koleksi mainan kecil yang menyerupai pasukan army.


”Bangun pondasi benteng di empat sisi kids.., kita buat seperti benteng tua yang mengelilingi kraton Yogyakarta, di Indonesia, Kalian pernah mendengarnya bukan, ada pojok beteng timur, dan barat. Empat benteng di sisi utara dan selatan berdiri kokoh..” Aldo membuat arahan.


Laki-laki muda itu hanya mengarahkan bagaimana ketiga anak kecil itu mendirikan dan merangkai lego, Permainan ini memang bisa merangsang permainan motoric anak, melatih bagaimana seorang anak bisa berpikir dan bertindak kreatif. Karena banyaknya lego yang mereka susun sesuai goal akhir yang mereka kehendaki, waktu anak-anak akan banyak dihabiskan untuk permainan ini. Daripada anak terlalu banyak bermain gadget, lebih baik anak dilatih sejak dini, bagaimana mereka harus mengambil keputusan,


“Uncle… Tareeq akan membuat bangunan yang menyerupai pabrik. Saat ini Tareeq baru membuat cerobong asapnya..” Tareeq memancing perhatian Uncle nya.


“Iya Tareeq…, Mike membuat rangkaian rel kereta api. Kita pura-puranya ada kereta api yang mengangkut penumpang, dan ternyata dalam kereta api disusupi oleh orang-orang jahat, yang memiliki tujuan untuk menginvasi kota..” Mike tidak mau ketinggalan, anak kecil itu juga ikut menyahut,

__ADS_1


Satu laki-laki dewasa, dan tiga anak kecil itu tidak menyadari jika perilaku mereka diamati oleh Kayla. Perempuan itu sedang membawa camilan sehat, yang tadi disiapkannya Bersama dengan Claire di dapur, dan akan menghidangkan untuk mereka. Namun.. pemandangan hangat tersaji di depannya, dan perlahan Kayla ikut mendekat. Perempuan itu segera meletakkan nampan berisi makanan ke atas meja, kemudian mendekat ke arah suaminya.


“Kalian sedang bermain apa sayang, sepertinya sangat menarik.” Kayla merangkul leher suaminya dari belakang.


“Kita sedang membangun sebuah benteng  melingkar aunty.. dengan sisi bangunan kokoh di empat titik. Juga ada Menara pengintai untuk melindungi kota..” sambil meletakkan beberapa miniature pasukan, Tareeq memberikan tanggapan.


“Apakah aunty ingin ikut bermain, bergabung saja aunty..” dengan masih focus pada aktivitasnya, Bareeq ikut menyahut.


Kayla tersenyum mendengar suara anak-anak yang menawarkan permainan itu kepadanya. Apalagi melihat suaminya Aldo yang juga tampak serius, akhirnya hal itu menarik perhatian Kayla.


“Okay sayang.. aunty akan membuat barak Kesehatan. Perempuan ikut berkiprah menjadi tim medis, dan yang mengelola dapur umum..” akhirnya gadis itu ikut terjun dalam permainan lego bersama dengan suami, dan tiga keponakan lucunya.


**********


Gwen yang terbiasa melakukan pengecekan pada dua putranya Ketika mereka tidur, perlahan membuka connecting door yang menghubungkan kamar mereka. Meskipun kamar mereka terkoneksi, namun pintu hanya bisa dibuka dari kamar pasangan suami istri itu. Sewaktu-waktu Gwen dan Barra akan bisa menyambangi kamar putra mereka. Tetapi begitu pintu kamar terbuka, dahi perempuan muda itu menjadi berkerut, karena tidak melihat keberadaan ketiga anak kecil itu,


„Bagaimana honey, apakah Bareeq, Tareeq, dan Mike sudah tertidur pulas..” Barra yang masih berada di depan gadget nya bertanya pada perempuan itu.


“Itulah pa.. yang membuat Gwen terkejut. Ternyata mereka belum ada satupun yang masuk ke dalam kamar pa.. Apakah mereka masih terlalu asyik bermain ya, dan melupakan pentingnya istirahat.” Melihat kamar putra mereka yang kosong, hati perempuan muda itu tampak kecewa.

__ADS_1


Menyadari bagaimana hati dan perasaan Gwen istrinya, Barra beranjak bangun dari posisi duduknya. Laki-laki itu berjalan mendekat ke arah istrinya, dan ikut melihat apa yang terjadi di kamar putra mereka. Ternyata ketiga bocah kecil memang tidak ada dalam kamar itu..


“Tidak perlu marah honey.. mungkin saja sesekali mereka ingin tidur malam. Ayuk kita lihat mereka, siapa tahu mereka masih di ruang tengah bermain Play Station,” dengan suara lembut, Barra tetap tenang, dan mengajak istrinya keluar.


Tanpa menjawab, Gwen berbalik badan meninggalkan tempat itu. Dan Barra dengan sabar menutup pintu kamar, kemudian berjalan di belakang istrinya. Begitu pasangan suami istri itu sampai di luar kamar, dan baru saja mereka masuk ke ruang tengah, mereka hanya bisa geleng-geleng kepala,


“Aldo… Kayla.. bukannya mengajak anak-anak untuk istirahat dengan benar. Malah mereka seperti anak kecil, ikut tertidur dengan ketiga anak itu di lantai seperti ini..” Barra tersenyum, dan berkomentar melihat ketiga anak yang mereka cari, sedang tidur di samping benteng serta Menara yang barusan mereka buat. Tampak terlihat juga Aldo dan Kayla ikut tidur Bersama dengan mereka.


“Apakah kita bangunkan mereka pa.. kasihan jika nanti mereka kedinginan..” melihat keadaan itu muncul rasa iba seorang mommy melihat putranya.


“Tidak perlu honey… anak-anak sesekali perlu merasakan hal seperti itu. Biar keadaan mereka di masa depan menjadi lengkap. Kita minta Claire untuk mengambilkan selimut tebal saja untuk mereka, dan kita setel penghangat ruangan sehingga mereka tidak kedinginan.” Barra tersenyum dan menanggapi keinginan  istrinya.,


Gwen berpikir sebentar, tapi akhirnya perempuan itu menyetujui usulan suaminya. Untungnya Gwen melihat Claire berjalan ke arah dapur, mungkin untuk mengambil air minum. Perempuan muda itu melambaikan tangan memanggil maid itu.


“Ada apa Miss.. apa yang bisa saya bantu..” Claire bertanya dengan lirih.


“Ambil selimut tebal, dan selimuti mereka Claire. Biarkan saja mereka tidur disini, tapi setel penghangat ruangan agar mereka tidak merasa kedinginan!” Gwen memberi perintah pada perempuan itu.


“Baik Miss..” tidak menunggu lagi, Claire segera melakukan apa yang diperintahkan oleh majikannya.

__ADS_1


Merasa sudah malam, Barra akhirnya mengajak Gwen untuk melanjutkan istirahat mereka.


**********


__ADS_2