Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 214 Ikut ke Perusahaan


__ADS_3

Begitu mobil yang dikemudikan Barra berhenti di lobby perusahaan, petugas security segera menggantikan kemudi untuk memarkirkan di basement. Begitu mengetahui, bukan hanya boss mereka yang turun, dan melihat penampilan Gwen juga, beberapa karyawan di bagian front line terlihat heboh, Terakhir kali, Gwen ikut bersama dengan suaminya belum mengenakan kerudung, sehingga penampilan baru itu membuat kehebohan di lingkungan kantor,


“Gila… sangat cantik dan Anggun istri dari Boss besar..” salah satu karyawan berbisik pada karyawan lainnya..


„Benar katamu say... elegan sekali penampilannya. Meskipun pakaiannya tertutup, namun bu Boss juga terlihat lebih seksi dan segar, tanpa harus memperlihatkan kulitnya. Memang mereka itu, betul-betul pasangan serasi..” sahut karyawan yang lainnya.


Pembicaraan tentang Barra dan Gwen terus terjadi, dan dengan penuh percaya dirinya Barra merangkul bahu istrinya, seperti menunjukkan pada semua orang jika dia sudah memiliki istri.


“Ada apa kalian, apakah bukan waktunya untuk bekerja saat ini..?” melihat para karyawan yang banyak bergerombol saling berbisik, Barra bertanya pada orang-orang itu.


“Baik Tuan.. ini hanya mau pinjam peralatan tulis di meja sini..” seorang karyawan memberikan tanggapan dengan sikap hormat, tetapi segera kembali ke meja kerjanya sendiri.


Gwen tersenyum, dan menganggukkan kepala. Perempuan muda itu dengan ramah menyapa para karyawan suaminya..


“Jangan diambil hati ya ucapan suami saya.. Tuan Barra hanya ingin menyampaikan pada kalian, untuk berusaha keras demi perusahaan. Hanya saja, logat tuan Barra memang seperti ini..” tanpa merendahkan suaminya, Gwen mengajak karyawan berbicara,


“Tidak apa Miss… kami sudah paham dengan Tuan Barra, yang sebenarnya sangat baik, dan suka memberikan bonus pada kami.. Pagi ini, kami para karyawan merasa tersanjung bisa bertemu dengan Miss, dan mendapatkan sapaan dengan ramah..” seorang karyawan memberikan tanggapan, dengan tetap bersikap hormat,


Tapi Barra tidak membiarkan istrinya berlama-lama, laki-laki itu segera membawa istrinya untuk masuk ke dalam lift. Gwen hanya mengulum senyum melihat sikap protektif suaminya.


“Honey… tidak bisakah bersikap untuk tidak terlalu manis pada orang-orang itu.. Mereka nantinya malah akan ngelunjak, jika melihat istri atasan mereka terlihat lunak..” sambil merangkul bahu Gwen, Barra menyampaikan perasaannya,

__ADS_1


“Hempphh… kata-kata ini bukan menandakan jika suami Gwen merasa cemburu dengan karyawannya sendiri bukan… Cup..” Gwen dengan berani memberikan ciuman singkat di bibir suaminya.


Ketika Barra akan membuka bibirnya, dengan cepat Gwen sudah kembali menarik bibirnya, sambil tersenyum malu..


“Kepada siapapun honey… suamimu ini akan selalu cemburu kepadamu. Karena kecantikanmu hanya untuk aku nikmati saja, bukan untuk yang lain.. Jadi, besok lagi jangan bersikap terlalu baik seperti itu pada laki-laki lain..” sambil menekan tubuh Gwen di dinding lift, Barra memberi peringatan.


Untungnya pintu lift sudah terbuka, dan ada karyawan yang berdiri untuk menunggu lift sangat terkejut melihat sikap Boss nya di dalam lift. Tetapi Ketika menyadari jika Boss nya sedang Bersama dengan istrinya, dengan cepat karyawan itu menundukkan kepala. Sambil menahan senyum malu, Gwen mendorong dada suaminya agar menjauh. Namun.. Barra bukanlah orang yang dapat dilawan. Satu kaki laki-laki itu menahan agar pintu lift tetap terbuka, tetapi bibirnya maju dan memberikan ciuman pada istrinya di depan karyawan itu.


“Ppppffftthhh… kak..” Gwen berbisik malu, dengan wajah merah padam.


Tapi Barra malah tersenyum dengan penuh kemenangan, dan mengabaikan karyawan yang melihat aksinya, laki-laki itu malah membopong Gwen dengan bridal style dan membawanya keluar dari dalam lift.


„Ya Tuhan... so sweet sekali perlakuan tuan Barra pada istrinya… Aku jadi mupeng..” dengan senyum malu, karyawan itu bergumam sendiri sambil masuk ke dalam lift.


**********


Setelah Barra meletakkan istrinya di atas sofa, Gwen segera berdiri dan berpindah tempat duduk. Perempuan muda itu tidak mau, jika suaminya menjadi gelap mata. Baru saja datang di ruangan, sudah langsung menyerbunya tanpa ijin..


„Hemmpphh... kenapa istriku lari dariku.. Apakah wajah suamimu ini menakutkan honey...?” sambil tersenyum smirk, Barra menggoda Gwen.


Gwen tidak menjawab, hanya menangkupkan kedua telapak tangan di depan dadanya, agar laki-laki itu memberinya ampun..

__ADS_1


„Tenanglah honey... aku juga tahu, kamu baru saja make up, dan berganti baju.. Nanti jika agak siangan, kamu tidak bisa menghindar lagi dariku sayang.. Sekarang buatkan aku, black coffee..” wajah Barra mendekat ke telinga istrinya, Laki-laki itu berbisik..


„Aaaaww... Gwen siapkan kopi sekarang kak... Sekarang kak Barra segera duduk di belakang meja kerja, istri kakak yang patuh ini, akan segera datang untuk membawakan kopi, serta menyemangati suami Gwen bekerja..” mendengar kata-kata suaminya, Gwen segera melompat dan berlari menuju ke coffee maker.


Barra tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat keimutan istrinya.. Gadis itu memang selalu membuat suaminya penasaran, dan selalu membuatnya merindukan. Tidak berapa lama, Barra kemudian berjalan menuju ke meja kerjanya. Sambil duduk, tangan kanan laki-laki itu menekan laptop untuk menyalakannya.


“Kak Barra mau camilan tidak.. jika iya, Gwen akan meminta office boy untuk mencarikan untuk kita..” sambil membawa hot coffee ke mejanya, Gwen bertanya pada laki-laki itu.


“Pesan saja honey.. siapa tahu kamu juga  butuh camilan.. Aku akan fokus dan sibuk sebentar, mungkin akan mengabaikanmu. Banyak draft Perjanjian Kerja Sama yang belum aku cermati. Aku akan menyelesaikannya sebentar, baru aku akan menemanimu..” sambil melihat ke layar laptop, Barra memberikan tanggapan.


Setelah meletakkan cangkir kopi di meja kerja suaminya, Gwen kemudian mencari telpon local untuk menyambungkan ke bagian pantry. Tidak lama, telpon sudah tersambung,


“Bagaimana bapak Direktur.. apakah ada yang bisa kami bantu..?” terdengar salah satu office boy memberikan tanggapan.


“Ini saya, Miss Gwen.. Siapkan sandwich tuna, French fries dan beberapa camilan kering untuk ruang kerja Tuan Barra ya.. Untuk pembayaran, hubungi bagian keuangan, agar nanti di  reimburse..” Gwen memberikan arahan.


“Siap Miss… dana yang dialokasikan untuk bagian pantry juga masih banyak, jadi nanti tinggal bukti transaksi yang dilaporkan ke atasan kami..” ternyata office boy sudah paham mekanisme pengeluaran dana.


“Okay ditunggu ya… terima kasih..” ucapan terima kasih memang tidak pernah dilupakan oleh Gwen.


Kepada siapapun, gadis itu memang sudah terbiasa menggunakan kata tolong, maaf dan terima kasih. Bahkan pada orang-orang yang berada jauh di bawahnya.

__ADS_1


Setelah membuat pengaturan, Gwen kemudian Kembali mengambil gadgetnya dari dalam tas. Perempuan muda itu kemudian duduk di sofa, dan tidak lama matanya sudah fokus pada layar yang ada di depannya. Ternyata Gwen sedang login di situs Linktree.., untuk melihat apakah desain yang digarapnya, memiliki peminat. Untuk mengisi waktu luang, karena belum diperbolehkan bekerja oleh Barra, gadis itu memang sering membuat desain interior ketika sedang sendiri. Kemudian karya desainnya dia tawarkan di situs market place.


**********


__ADS_2