
Bali Brunch..
Barra dan Gwen memesan pilihan menu kuliner dari negara Indonesia, dari appetizer, main menu, sampai dessert. Tidak lama kemudian, tampak waiters yang didatangkan dari Indonesia menyajikan menu yang pasangan suami istri itu pesan,
“Silakan dinikmati Tuan.., Miss. Jika ada yang mau dipesan, atau ada complain terkait makanan, bisa Kembali untuk memanggil saya kemari..” dengan sopan, waiters mempersilakan pasangan suami istri itu untuk mulai menikmati pesanan mereka,
“Terima kasih..” sahut Gwen singkat.
Perempuan itu segera mengambilkan nasi ke piring suaminya, dan juga menyiapkan sayur asam dengan mangkuk kecil. Tampak ikan asin layur ikut menemani menu pesanan mereka, dan Gwen menambahkan empal daging sapi sebagai pelengkap hidangan mereka,
„Honey makan juga dong..!” melihat piring kosong istrinya, Barra meminta pada istrinya.
“Sebentar papa… mommy baru menikmati sayur asam dulu. Nanti nasinya, mommy makan dengan ayam goreng, dan sambal serta lalapan. Tidak akan mungkin pa.., mommy menyia nyiakan menu yang jarang kita nikmati akhir-akhir ini.” Sambil menyendok sayur asam ke bibirnya, Gwen memberikan tanggapan.
Barra mengacungkan ibu jari, dan laki-laki itu mulai menikmati menu masakan yang sudah tersaji, di atas piringnya. Kedua orang itu makan dalam diam, dan tampak lahap menikmati semua masakan yang sudah tersaji. Tanpa mereka ketahui, dari pihak restaurant mengabadikan keseriusan mereka dalam menikmati makanan. Beberapa saat kemudian…
“Bagaimana honey… apakah karyawan di kantor bisa bekerja dengan baik..?” setelah menyelesaikan makan siang, Barra bertanya pada istrinya.
“Syukur alhamdulillah pa.., keberadaan Joshie betul betul mempermudah mommy dalam memberikan pelatihan pada para karyawan. Meskipun belum lama, perusahaan itu berdiri, Joshie sangat lihai mengarahkan karyawan, dan membangun semangat karyawan dengan esprit de corps yang solid. Mommy sangat puas pa..” dengan jujur, Gwen menyampaikan apa yang dirasakan,
“Hempphh… memang bagus Joshie itu momm.. Sebelumnya papa sendiri juga tidak pernah tahu track record perempuan itu. Namun Charly mengatakannya, dan laki-laki itu sangat kehilangan dengan pindahnya Joshie ke perusahaan honey. Tetapi Ketika Charly tahu, jika mommy adalah istri papa, tidak berani bukan Charly untuk menerimanya..” Barra memberikan tanggapan sambil tersenyum,
Gwen juga tersenyum puas, karena dalam hidup serta karirnya, suaminya itu selalu menjadi support system untuk keberhasilannya. Apapun yang diinginkan perempuan itu, jika tersampaikan pada suaminya, Barra akan segera mewujudkannya.
__ADS_1
“Pa.. nanti jika perusahaan mommy semakin berkembang, dan membutuhkan tambahan human resource untuk administrasi, atau office, mommy boleh ya mencari di perusahaan papa..” sambil senyum senyum, Gwen tanpa sadar merayu suaminya.
“Hemppphh… jadi keterusan nih. Tapi… apa sih yang tidak buat honey. Bahkan nyawa papapun, jika honey yang minta, pasti akan papa korbankan..” sambil menyentil hidung istrinya, Barra menanggapi perkataan suaminya.
„He.. he.. he.., papa boleh kok menolak. Tapi mommy akan terus memaksa, dan tidak akan pernah berhenti untuk meminta terus..” dengan tidak tahu malu, Gwen malah tertawa kecil.
“Cup..” tidak tahu tempat, Barra malah memberikan ciuman di pipi perempuan itu.
Wajah Gwen bersemburat merah, dan sontak perempuan itu menoleh ke kanan dan ke kiri, untuk melihat apakah ada pengunjung lain yang memperhatikan mereka.
“Tidak perlu malu seperti itu honey, kita ini pasangan. Atau papa perlu sampaikan pada semua pengunjung restaurant ini, jika honey adalah my wife.” Barra malah merangkul istrinya, dan mendekatkan wajah Gwen lebih mendekat kepadanya,
“No .. no.. no.., tidak perlu pa. Jangan buat mommy semakin malu, dengan tingkah gila papa..” mata perempuan itu melebar, dan menatap suaminya dengan larangan.
“Ha.. ha.. ha.., honey, wajahmu lucu dan semakin imut..” Barra malah semakin menggoda istrinya.
*********
Beberapa saat kemudian…
Karena kedatangan Barra ke perusahaan istrinya hanya untuk mengajak Gwen makan siang, setelah mengantarkan istrinya ke tempat work shop, laki-laki itu langsung berpamitan untuk kembali ke perusahaan. Gwen melihat sampai mobil suaminya pergi meninggalkan halaman perusahaan. Perempuan itu segera melangkahkan kaki menuju ke pintu masuk. Namun kening Gwen berkerut, karena melihat keberadaan mobil box di dekat akses pintu masuk.
“Benny.. mobil siapa itu, dan apa urusannya dengan perusahaan..?” untung saja salah satu petugas keamanan masih berada di dekatnya, Gwen langsung bertanya pada laki-laki itu.
__ADS_1
“Tadi sudah ijin pada kami Miss Direktur, mereka bilang sudah memiliki ijin untuk partnership dengan perusahaan ini. Kata mereka, mobil itu mengantarkan koleksi pakaian dan desain pakaian dari majikan mereka..” sahut Benny dengan agak ketakutan,
Pikiran Gwen berputar, dan perempuan mud aitu tiba-tiba tersenyum, teringat siapa yang dimaksud oleh laki-laki itu.
„Hempphh... pastilah itu kak Jacqluinne. Tadi sebelum aku keluar dengan kak Barra, Joshie juga sudah memberi tahuku jika kak Jacqluinne sudah menyetujui tawaranku. Dan jika tidak salah, hari ini akan mulai loading barang, dan memasangnya di space yang sudah aku sediakan di perusahaan ini..” Gwen berbicara sendiri,
Perempuan itu kemudian meninggalkan Benny, dan bergegas masuk ke dalam perusahaan. Namun Gwen, tidak langsung berjalan menuju ke ruang kerjanya. Perempuan itu masuk menuju ke ruang display, Melihat kedatangannya, tampak laki-laki paruh baya mendatanginya dan tersenyum sambil menganggukkan kepala untuk menyapanya.
“Excuse me Miss Gwen.. mohon maaf saya tidak bertemu terlebih dahulu dengan Miss untuk meminta ijin. Semua karena berkejaran dengan waktu, sehingga dengan lancang saya mengarahkan pada tenaga kerja, untuk mulai membuat display sesuai desain yang Miss kirimkan pada Nyonya Jacqluinne..” orang suruhan Jacqluinne, yang sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Gwen, memberi tahu perihal apa yang telah dilakukannya.
Gwen tersenyum, kemudian..
“Tidak perlu untuk menjadi tidak enak seperti itu Mister.. Nyonya Jacqluinne sudah menghubungi asisten pribadi saya, Miss Josephine jika hari ini akan loading barang. Dan Miss Josephine juga sudah memberi tahu pada saya. Lanjutkan.., tapi tolong jangan berimprovisasi sendiri untuk merubah desain. Karena semua desain dalam ruangan ini harus terintegrasi semuanya..” dengan ramah, Gwen memberikan tanggapan.
“Terima kasih Miss.., ternyata Miss Gwen begitu baik dan ramah. Pasti akan sangat Bahagia, semua karyawan yang memiliki kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan ini.” Laki-laki itu malah menyanjung Gwen.
“Hemppphh… tidak perlulah menjadi seperti itu Mister. Lanjutkan tugas anda, saya akan Kembali ke ruang kerja saya. Permisi..” setelah menganggukkan kepala, perempuan itu kemudian berjalan meninggalkan laki-laki paruh baya itu.
“Baik Miss.., silakan.”
Tanpa menoleh lagi ke belakang, Gwen langsung menuju ke baby care untuk menengok Sheen. Tapi terlihat baby sitter Seheen, sedang berbincang dengan baby sitter yang mengatur putra Cynthia. Melihat kedatangan majikannya, perempuan itu berdiri memberi hormat pada Gwen.
“Miss Gwen.. Sheen sedang tidur, apakah Miss ingin bertemu dengan adik..” dengan sopan, baby sitter menyapa perempuan itu.
__ADS_1
“Tidak perlu, aku akan kembali saja ke dalam ruangan. Lanjutkan ngobrolmu..!”
***********