Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 163 Diamnya Gwen


__ADS_3

Rumah Sakit Helsinki..


Dengan ditemani Aldo, akhirnya Andrew berhasil menemui Dokter yang bertanggung jawab atas pemeriksaan Gwen. Kedua laki-laki itu saat ini duduk di depan meja Dokter tersebut.


„Lalu bagaimana kesehatan anak saya Dokter... apakah tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan..?” dengan panik, Andrew meminta konfirmasi keadaan Gwen.


Dokter itu tersenyum, kemudian..


„Tuan tidak perlu khawatir.. Wajar untuk kehamilan di usia muda, apalagi masih dalam kurun Trimester Pertama. Calon Ibu muda akan lebih sering kekurangan zat besi darah, sehingga membuatnya mudah lelah. Untuk itu, perlu dihindarkan untuk tidak memiliki masalah yang berat karena akan berbahaya untuk kesehatan janin. Selain itu... pola makan, dengan asupan nutrisi yang seimbang juga perlu untuk dipikirkan.., kondisi  lingkungan yang sehat juga ikut mendukung..” kata-kata yang terucap dari bibir Dokter itu, malah membuat Andrew dan Aldo mengalami kebingungan.


Dua laki-laki itu saling berpandangan, namun apalagi Aldo.., anak itu malah semakin blank.


„Maaf Dokter... apakah Dokter tidak salah memberikan diagnosa dokter... Hasil diagnosa dari pasien lain, malah Dokter sampaikan pada saya. Tolong jelaskan Dokter, anak saya bernama Miss Gwen Alvaretta.. yang saat ini melakukan rawat inap di Room Bougenville VVIP.” Andrew memotong pembicaraan Dokter.


Dokter itu tidak menjawab, malah mengambil berkas yang ada di dekat tangannya. Kemudian dokter itu memberikan berkas tersebut pada Andrew. Tertulis Miss Gwen Alvaretta dalam berkas tersebut, dan Andrew terbelalak matanya melihat hasil pemeriksaan dokter. Menjadi murid terpintar Ketika High Senior School untuk mata pelajaran IPA, baik Biologi, Fisika, maupun Kimia, membantu mempermudah untuk memahami apa yang dituliskan Dokter. Apalagi juga ada hasil USG yang ikut dilampirkan, dan juga ada penunjuk nama keponakannya.


“Apakah ini semua benar adanya Dokter... dan hasil ini tidak keliru dengan pasien lainnya..” dengan tangan gemetar, Andrew kembali meletakkan berkas tersebut.


Saat ini, laki-laki itu belum tahu apa yang terjadi padanya. Apakah harus bahagia, mengetahui jika keponakannya sudah hamil, ataukah bersedih dengan apa yang baru saja terjadi dengan gadis itu. Sesaat Andrew blank, dan Dokter itu malah tersenyum melihatnya..

__ADS_1


„Tuan... anda sudah akan menjadi seorang Opa.. Tuan. Ini kenyataan, dan meskipun usia gadis ini masih sangat muda, yang baru 18 tahun ke atas lebih sedikit, namun jangan berpikir impulsive untuk menghilangkan janin tersebut. Janin itu berhak untuk tumbuh dan berkembang, dan menjadi seorang bayi, anak seperti yang lainnya..” Dokter memberikan nasehat pada Andrew. Mungkin Dokter itu mengira jika Gwen belum memiliki seorang suami.


Aldo juga merasa terkejut, namun anak muda itu malah lebih cepat berpikir.


„Hemmpphh... jangan salah paham Dokter. Om Andrew ini mungkin hanya terkejut saja, karena belum mengira jika putri yang diasuhnya sudah akan menjadi seorang ibu… Miss Gwen Alvaretta sudah memiliki suami Dokter, hanya saja karena sesuatu hal, suaminya belum bisa mendampingi.” Sambil tersenyum Aldo ikut menjelaskan.


Ada keharuan dalam hati anak muda itu, mengetahui jika sahabat baiknya sudah akan memiliki seorang bayi.. Sontak dalam hati Aldo.., keraguan yang sempat terlintas, apakah akan memanfaatkan kesempatan itu untuk membawa Gwen kembali padanya raib sudah.


“Oh begitu ya… maaf saya sudah salah sangka. Selamat Tuan.. dan tolong perhatikan kondisi gadis itu. Jangan membuatnya untuk berpikir keras, karena masalah akan memperburuk keadaannya.” Akhirnya Dokter membuat simpulan.


Beberapa saat, Andrew masih banyak berkonsultasi dengan Dokter tersebut. Termasuk kemungkinan untuk membawa pergi Gwen dari negara ini. Namun karena usia kehamilan belum ada 12 minggu, dokter belum mengijinkan karena akan sangat beresiko.


Bougenville Room


Andy di bawah tatapan Asep mendekati ke pinggir ranjang tempat Gwen beristirahat. Untung Anne kekasih Andrew masih berada di sebelah Gwen yang masih tampak berbaring, sehingga bisa mengawasi keponakan kekasihnya.


“Gwen… bagaimana keadaanmu. Tidak ada sesuatu yang berat yang kamu rasakan bukan..” Andy seakan ingin mencari muka pada gadis itu.


Terlihat Gwen tidak menjawab, hanya menaikkan satu sudut bibirnya saja. Gwen pernah melihat keberadaan Jacqluine di kampus, tengah menjamput Andy kala itu. Jadi.. Gwen juga paham, jika Andy berada di belakang kasus ketika Gwen menjumpai suaminya dengan Jacqluine di dalam kamar hotel. Namun untuk saat ini, melarikan dulu dan memutuskan kontak, menjadi putusan yang diambil oleh Gwen.

__ADS_1


„Hempphh... kamu belum mau berbicara padaku ya... Yah.., aku bisa menerimanya Gwen, karena bagaimanapun sebagai adik sepupu dari laki-laki yang sudah mengkhianatimu, pasti sulit untuk kembali percaya padaku ya.. Tapi, yakinlah Gwen.., kali ini aku berada di pihakmu, bukan di pihak kak Barra..” mendengar kata-kata Andy yang tampak mengungkit hal yang baru akan dilupakan oleh Gwen, Asep menjadi tersulut.


Tanpa ba bi bu..., Asep menarik keras Andy ke belakang. Andy merasa kaget, tetapi karena sedang dalam kondisi yang tidak siap, anak itu kalah tenaga dengan Asep.


“Buk…” tanpa basa basi, Asep memukul rahang Andy dengan bogem mentahnya,


“Kurang ajar kamu Asep… ada urusan apa kamu denganku..” Andy merasa marah, dan tanpa sadar anak muda itu marah menguraikan emosinya,


„Hal itu layak untukmu Andy… tidak lihat situasi dan kondisi. Biarkan Gwen beristirahat, dan untuk sementara jangan sebut nama kak Barra pada Gwen..” dengan penuh perlindungan, Asep memberikan nasehat pada anak muda itu.


Gwen malah membalikkan badannya membelakangi perselisihan itu. Anne merasa panik, dan perempuan itu langsung berdiri.


“Asep… Andy.., ingat ini di kamar rawat inap yang ada di rumah sakit, bukan berada di lapangan. Jika kalian berdua, masih terus berselisih, aku akan mengusir kalian berdua dari dalam ruangan ini.” Anne berteriak berusaha memisahkan keduanya. Tatapan mata perempuan dewasa itu menghujam tajam ke mata dua anak muda itu.


Untungnya Asep segera ingat, dimana posisi mereka sekarang. Anak mud aitu Kembali mundur ke belakang, dan masih melihat kea rah Andy dengan tatapan bermusuhan. Andy pun untung segera mengikuti apa yang dilakukan Asep. Anak itu kemudian ikut duduk di sofa yang ada di samping Asep.


“Diam…, jangan  membuat suara. Biarkan Gwen beristirahat..” akhirnya Anne mengambil nafas lega., setelah melihat kedua anak muda itu sudah kembali duduk tenang, Perempuan itu kemudian kembali duduk di samping Gwen, dan melihat kea rah Gwen yang masih membelakanginya.


Tatapan prihatin karena merasa tidak tega melihat kondisi gadis itu, dirasakan perempuan itu. Sejak tadi, Anne sudah berusaha mengajak keponakan kekasihnya itu untuk bicara, namun Gwen tidak menjawab secara eksplisit. Sepertinya kejadian terakhir, sangat melukai hati Gwen. Hanya diam menunggui saja, yang bisa dilakukan oleh Anne. Bagaimanapun jika kondisi gadis itu tidak membaik, akan membuat Andrew kehilangan keseimbangan.

__ADS_1


***********


__ADS_2