Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 178 Tiba di Helsinki


__ADS_3

Beberapa hari sesudahnya…


Sesuai kesepakatan dengan Om Andrew dan Aunty Anne, akhirnya Gwen beserta rombongan langsung bertolak menuju Helsinki, Finlandia. Mereka sudah sepakat agar Gwen menghadiri wisudanya di negara tersebut. Ada misi yang akan segera diselesaikan oleh Andrew, namun laki-laki itu tidak memberi tahu apa yang menjadi misinya. Namun, karena Andrew berbarengan dengan urusan lain, mereka berpisah di Singapura dan berjanji akan bertemu di negara Finlandia beberapa hari sesudahnya.


“Aku sudah menyiapkan Pant House di Helsinki Gwen.. Kamu dan dua putramu bisa langsung menuju ke hotel tersebut..” sesaat sebelum Gwen melanjutkan penerbangan setelah transit di Changi Airport, Andrew berpesan pada keponakannya.


Laki-laki itu sudah membuka diri, untuk pelan-pelan menyelidiki suami dari Gwen yang juga merupakan sahabat baiknya itu. Namun Andrew tidak akan melakukan secara frontal, tetapi pelan-pelan.


“Iya Om… tidak perlulah terlalu khawatir dengan Gwen… Ingat Om.., Gwen ini sudah punya dua putra, jadi bukan lagi gadis polos Om..” Gwen menggoda adik almarhum papanya itu. Dari wajah laki-laki dewasa itu, memang jelas terlihat jika ada keraguan untuk membiarkan Gwen dan cucu keponakannya untuk bertolak ke Helsinki. Terlalu banyak kenangan menyakitkan di kota itu.


“Baiklah keponakanku, aku tidak bisa menolak dalam hati. Sampai putramu sebesar ini, aku masih menganggapmu sebagai anak kecil. Padahal usiamu baru saja 21 tahun..” laki-laki itu mengusap kepala Gwen, kemudian memeluk dan mencium pucuk kepala gadis itu.


Dari tempatnya berdiri, Anne melihat apa yang dilakukan suaminya sambil tersenyum. Beberapa saat kemudian..


“Tareeq.. Bareeq… jaga mommy ya. Kalian berdua harus bisa menjadi body guard untuk mommy, dan memastikan jika mommy mu akan baik-baik saja..” setelah mengucapkan beberapa kata pada keponakannya, Andrew kemudian berpesan pada dua cucunya.


“Siap Opa… “ kedua anak itu menjawab serempak..


Setelah memeluk dan mencium Tareeq dan bareeq, akhirnya Andrew dan Anne betul-betul pergi meninggalkan mereka. Dua anak itu dengan lucunya melambaikan tangan pada pasangan suami istri itu. Tidak lama, suara panggilan untuk boarding pesawat tujuan Helsinki kembali terdengar.


“Pegangi Tareeq dan Barreq, kita akan masuk ke dalam pesawat segera..” sambil mengambil alih trolly cabin bag dari tangan baby sitter, Gwen segera mengajak dua baby sitter itu untuk menuju ke pesawat.


**********


Dalam pesawat…

__ADS_1


Gwen berniat untuk sejenak melelapkan matanya dalam perjalanan menuju Helsinki Airport. Namun matanya seakan tidak mau diajak untuk bekerja sama. Tidak tahu apa sebabnya, jantung dan dada Gwen terasa bergemuruh. Ada perasaan yang susah untuk dijelaskan, dan gadis itu tidak kuasa untuk menghalau perasaan tersebut.


„Ya Allah... kendalikan perasaan Gwen ya Allah. Jujur.. aku rindu papanya anak-anak, namun... akankah kerinduan itu hanya milikku sajan.” Dalam hati, Gwen bertanya sendiri.


Pandangan gadis itu keluar menuju kaca pesawat.


„Mommy... lihat jauh disana. Bukankah itu pesawat ya momm...” tiba-tiba Bareeq mengejutkan Gwen. Anak laki-laki itu menunjuk ke arah kaca di samping tempat duduknya.


„Iya sayang... itu memang pesawat yang juga sedang melakukan perjalanan sama dengan kita.” Sambil tersenyum, Gwen memberi tanggapan atas pertanyaan putranya.


“Bagus ya momm… besok jika sudah besar dan dewasa, Bareeq ingin jadi pilot. Boleh ya momm…” seperti mimpi anak kecil lainnya, celoteh lucu keluar dari bibir putranya.


“Kalau Tareeq mau jadi astronot saja… biar bisa menyusuri bulan, Mars, dan semua planet yang ada di dunia ini..” Tareeq tidak mau kalah, anak itu juga ikut berceloteh.


Dua baby sitter ikut tersenyum mendengar komunikasi majikannya. Mereka bisa melihat, begitu cepat majikan mereka memulihkan perasaan, dan segera tersambung komunikasi dengan kedua putranya.


„Tapi mommy kenapa tidak mengejar cita-cita momm… setiap hari mommy selalu di rumah, mendampingi Tareeq dan barreq..” dengan lucunya, Tareeq kembali bertanya.


„Hemppphh... begini sayang, sejak dulu mommy punya cita-cita dan keinginan untuk menjadi mommy yang baik untuk putra-putra mommy. Di sela-sela kesibukan mengasuh dan menemani kalian berdua, mommy masih melanjutkan studi. Menurut Tareeq dan Bareeq, apakah mommy sudah menjadi mommy yang baik..?” sambil tersenyum, Gwen membalik pertanyaan pada kedua putranya.


Bareeq dan Tareeq saling berpandangan, kemudian dua anak itu mengangguk bersamaan..


“Berarti mommy sudah berhasil mencapai cita-cita mommy… Karena menurut Tareeq dan Bareeq, mommy merupakan mommy yang hebat, yang selalu ada buat kami berdua..” dua anak itu menggelendotkan tubuh di tubuh mommy nya.


“Kalian berdua ini memang putra-putra mommy yang paling bisa menyenangkan hati mommy..” dengan penuh keharuan, Gwen memeluk kedua putranya secara bergantian.

__ADS_1


Tanpa terasa, karena perbincangan dan celoteh ringan Tareeq dan Bareeq selama perjalanan, Singapura menuju Helsinki Airport mereka lalui dengan keriangan.


**********


Helsinki-Vantaa Airport 


Pukul sepuluh a.m, akhirnya private jet yang membawa Gwen dan kedua putranya landing di bandara Helsinki. Jantung Gwen berdetak kencang, dan gadis itu tidak kuasa untuk menahannya. Bagaimanapun, Gwen dan Barra suaminya beberapa waktu tinggal berdua di kote ini. Pahit, manis kehidupan pernah mereka jalani berdua. Dan kali ini, bersama dengan dua putra mereka, akhirnya Gwen menjejakkan kaki kembali di negara ini.


„Miss..., apakah kita akan masuk ke mobil, ataukah Miss ada urusan yang akan diselesaikan terlebih dahulu..” salah satu baby sitter bertanya pada gadis itu.


Terlihat di stroller, kedua putra mereka tampak kelelahan dan menatap mommy nya tanpa tenaga.



“Hemmpph… kita akan ke airport lounge dulu nanny… Kita bisa mengisi perut dulu dengan makanan ringan, dan minuman untuk menyegarkan pandangan. Baru kita akan menuju hotel yang sudah disiapkan Om Andrew…” menyadari jika mereka belum melakukan breakfast, Gwen mengajak dua baby sitter untuk sarapan terlebih dahulu.


“Baik Miss… saya akan informasikan hal ini pada driver yang melakukan penjemputan..” melihat majikannya mengangguk, tampak satu baby sitter berjalan mendekati driver dan satu pengawal yang melakukan penjemputan.


Setelah melakukan pembicaraan, tidak berapa lama baby sitter itu kembali ke tempat Gwen berada.


“Ayo.. ikuti saya..” Gwen segera mengajak dua baby sitter itu berjalan menuju airport lounge yang tidak jauh keberadaannya dari tempat mereka saat ini.


Dua baby sitter sambil mendorong stroller mengikuti gadis itu, dan Gwen segera berhenti di sofa yang bisa memuat mereka berenam. Banyak tatapan keheranan atau kekaguman, melihat cara berpakaian Gwen di negara itu, Memang merupakan hal yang asing, melihat perempuan dengan mengenakan niqab berada di tempat tersebut. Gwen merasa lebih nyaman dengan pakaian yang dikenakannya saat ini, karena orang tidak akan mudah untuk mengenalinya.


************

__ADS_1


__ADS_2