Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 187 Beradaptasi


__ADS_3

Beberapa Saat kemudian…


Aldo dan Asep mengikuti Kayla yang berjalan cepat masuk ke dalam rumah. Tetapi Ketika mereka baru menginjak ruang tamu, Kayla berhenti karena merasa kaget mendengar ada suara riuh di ruang tengah. Dan Ketika melihat siapa yang duduk di ruangan tersebut, gadis itu segera berlari menuju ke ruangan tersebut.


“Kakak….” Kayla berteriak mendengar suara kakak iparnya. Namun ketika gadis yang dipanggil menoleh, Kayla malah menghentikan langkahnya.


Gadis itu terkejut melihat perubahan penampilan baru kakak iparnya. Sebuah kerudung menutup rambut kakak iparnya, dan membuat kakaknya menjadi bertambah cantik dan anggun.


„Kayla... dari mana saja kamu.., kesinilah ini aku kakakmu.. „ Gwen melambaikan tangan memanggil adik iparnya untuk mendekat, dan gadis yang dipanggil itu segera berlari dan memeluk kakak iparnya.


Tidak hanya Kayla yang terkejut melihat penampilan baru Gwen, Aldo dan Asep yang tadi mengikuti Kayla juga tidak kalah terkejut. Kedua anak muda itu menjadi tampak sungkan, dan hanya memandang interaksi Kayla dengan Gwen.


„Kemarilah Aldo... Asep.., kalian harus mengenal putra-putraku.. Bareeq.., Tareeq, beri salam pada Uncle Aldo, dan Uncle Asep..” untungnya Barra melihat kekikukan dua anak mud aitu. Barra segera meminta kedua anak muda itu untuk mendekat, dan bergabung dengannya.


“Hi Uncle… my name Bareeq. Dan ini my brother Tareeq…” dengan suara lucunya, Bareeq mengenalkan dirinya. Kedua anak itu mengulurkan tangan pada Aldo dan Asep. Tanpa membuang waktu, karena mereka juga mengetahui jika Gwen dalam keadaan hamil Ketika pergi meninggalkan mereka, kedua anak muda itu menerima uluran tangan kedua bocah kecil itu.


“My nephew…. Begitu tampannya kalian berdua. Call me Uncle Aldo jagoan…!” Aldo mengangkat tubuh Bareeq dan mengangkatnya ke atas. Asep juga melakukan hal yang sama pada Tareeq…


“Uncle ini juga teman mommy ya…?” Tareeq bertanya pada dua anak muda itu.


„Benar sayang... mommy dan Uncle berteman sejak kecil…” dengan sabar, Aldo dan Asep menanggapi kedua anak kecil itu dengan sabar.


Meskipun semua yang berada dalam ruangan itu dalam keadaan lelah, baru saja melakukan penerbangan jauh, namun rasa Bahagia Kembali bisa bertemu dan berkumpul mengalahkan semuanya. Mereka membuat forum sendiri-sendiri. Anne, Kayla dan Gwen menghabiskan waktu sendiri untuk berbincang. Sedangkan Barra dengan Andrew, serta Aldo, Asep dengan kedua putra Gwen.


*********

__ADS_1


Malam Harinya…


Terbiasa tidur dengan kedua putranya, Gwen tampak masih berada di dalam kamar yang digunakan untuk tidur kedua putranya. Beberapa kali Barra terlihat tidak sabar, laki-laki itu terus menengok istrinya, namun Gwen masih belum juga beranjak dari kamar putranya.


“Honey… Bareeq dan Tareeq bukankah sudah tidur sayang.. Tinggalkan saja mereka agar bisa istirahat lebih nyenyak..” Barra menyentuh pundak istrinya, untuk mengajak Gwen Kembali ke kamar.


“Kasihan kak… mereka belum terbiasa tidur sendiri. Gwen yang selalu menemaninya, nanti jika mereka terbangun bagaimana..?” Gwen terlihat enggan untuk meninggalkan kedua putranya.


Barra tersenyum, kemudian duduk di belakang gadis itu. Laki-laki itu memeluk Gwen dari belakang, dan mencium tengkuk gadis itu. Uap hangat yang keluar dari nafas laki-laki itu membuat pori-pori Gwen merinding. Tubuh gadis itu menjadi menegang, dan tatapan matanya mulai berkabut..


“Apakah istriku tidak kasihan dengan suamimu ini… Hampir empat tahun honey membiarkanku sendiri, sedangkan Bareeq dan Tareeq selalu mendapatkan peluk dan cium dari mommy nya. Please honey… kita latih putra mereka. Obati rasa rinduku mala mini sayang…” dengan suara serak, tangan Barra sudah mengeksplore beberapa bagian tubuh istrinya.


“Mmmmpph… kan tadi siang sudah kak… Gwen khawatir jika mereka terbangun.” Gwen tampak keberatan, meskipun bahasa tubuhnya memberi signal ingin mendapatkan lebih dari perilaku suaminya,


„Tenanglah honey... udara dingin Finlandia akan membuat tidur putra kita menjadi lebih nyenyak. Trust me .. honey..” bisikan lembut Barra di telinga Gwen sudah tidak dapat ditahan oleh gadis itu.


Barra tersenyum smirk, dan tanpa minta ijin pada istrinya, laki-laki itu membopong tubuh Gwen dengan kedua tangannya. Dengan Bridal style, Barra melangkahkan kaki sambil memberikan ciuman lembut di bibir gadis itu. Dengan menggunakan kakinya, Barra membuka pintu kamar dan menutupnya kembali dengan perlahan.


“Hemppphh… seperti seekor kucing yang menangkap mangsanya tingkahmu malam ini Barr… Sangat liar.” tiba-tiba tanpa diketahui, ternyata Andrew berdiri di depan pasangan suami istri itu. Laki-laki itu tersenyum meledek..


Gwen terkejut, dan gadis itu menyembunyikan wajahnya di dada suaminya. Sedangkan Barra dengan muka merah, menatap tajam ke arah sahabatnya..


“Tutup mulutmu Andrew… urus sendiri sana istrimu. Jangan menggangguku…” dengan marah, Barra berbicara dengan nada kasar pada Andrew.


Gadis yang berada dalam dekapan Barra, semakin malu. Kuku tajam Gwen ditancapkan ke kulit suaminya, untuk memberi peringatan agar mereka segera meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


„Ha.. ha.. ha..., okaylah Barra sahabatku yang akhirnya menjadi keponakanku. Aku tidak akan mengganggumu, hempph... maklumlah bertahun-tahun jablay. Wajarlah jika malam ini kamu bertindak liar seperti ini..” bukannya terpancing, Andrew malah tertawa terbahak melihat wajah marah sahabatnya.


Tanpa melihat lagi ke arah Andrew, Barra menendang betis Andrew dan melangkah pergi meninggalkan laki-laki itu.


„Sialan kamu Barra..” Andrew berteriak marah.


Namun Barra mengabaikan teriakan Andrew, dan terus membawa istrinya masuk ke dalam kamar. Di atas ranjang, Barra tersenyum smirk dan merebahkan tubuh istrinya. Namun… Gwen malah mencubit pinggang laki-laki itu..


“Hey honey… kenapa kamu malah mencubitku sayang..” Barra kembali berteriak kesakitan.


“Tidak tahu malu… malah membuat Gwen malu seperti ini. Aaawww...” Gwen malah menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Melihat sikap kekanak-kanakan yang ditunjukkan Gwen, Barra malah tersenyum smirk. Tanpa peringatan, laki-laki itu sudah mengungkung tubuh Gwen di bawahnya..


“Abaikan saja laki-laki sialan itu Gwen... Andrew hanya sedang menggoda dan memanasiku.. AYolah.. kita tuntaskan hasratku mala mini honey…” Barra tersenyum lembut, dan berbicara di telinga istrinya.


„Mmmpphh... ga kak... Gwen masih malu. Lain waktu saja..” dengan tegas Gwen menolak ajakan suaminya.


Namun Barra tidak kehilangan akal, karena Gwen masih menutup wajah dengan menggunakan kedua tangannya, laki-laki itu berulah nakal. Hembusan nafas sengaja diarahkan laki-laki itu ke leher istrinya, dan lidahnya dengan nakal dijilatkan di leher putih dan jenjang istrinya..


“Mmmmppphh… kaakkk…” mendapatkan perlakuan lembut seperti itu, seluruh bulu halus Gwen berdiri, dan kulitnya menjadi meremang Kembali.


Barra tersenyum melihat perubahan reaksi kulit tubuh istrinya. Tanpa bicara, satu tangan Barra mengambil tangan Gwen, dan menyingkirkan dari wajah cantik istrinya. Ciuman lembut Kembali diberikan Barra di bibir gadis itu, dan tidak lama kemudian… pasangan suami istri sudah Kembali menyatu. Hanya nafas keduanya yang terdengar, dan udara dingin di kamar itu terkalahkan dengan berpadunya dua insan yang saling merindu.


**********

__ADS_1


__ADS_2