Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 280 Mendadak Sakit


__ADS_3

Barra menginap di hotel yang berada tepat di pinggiran pantai, dan mengosongkan beberapa kamar dan tempat yang ada di sekitar mereka. Laki-laki itu betul betul ingin membuat liburan dengan keluarga kecilnya itu berkesan, dan focus bisa menikmati keindahan alam hanya dengan keluarganya. Bahkan suara deburan ombak, terdengar dari balkon di depan kamar yang ditempati pasangan suami istri itu, dan Gwen juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


“Baru apa honey… udara malam sangat dingin. Masuklah ke dalam kamar…” Karena sudah sejak selepas Jam delapan malam, Gwen berada di balkon, Barra menyusul istrinya.


“Tidak kerasa dinginnya pa.., mommy sangat menikmati kesegaran udara di pinggir pantai, dan pikiran terasa tenang banget. Dimana anak-anak pa, apakah mereka tidur, atau sedang bermain game..” sangat hafal dengan kebiasaan terutama si kembar, Gwen langsung bertanya kondisi mereka saat ini.


“Mereka sudah tidur honey, mungkin mereka terlalu capai karena sejak kita turun dari Yacht, mereka bermain pasir di pinggir pantai tadi. Sheen juga ditemani nanny, sudah tidur di kamarnya. Putri kecil kita juga sama…” sambil memeluk istrinya dari belakang untuk mengurangi suhu dingin, Barra memberikan tanggapan,


Laki-laki itu ikut menatap ke arah garis laut yang diterangi oleh sinar bulan purnama. Paparan sinar di air laut, bulan purnama penuh, dan beberapa bintang yang terlihat betul-betul menambah keindahan malam ini. Tanpa sadar, Barra juga merasakan sesuatu yang berbeda, dari yang dia rasakan malam ini. Seperti Ketika dia dan istrinya melihat aurora beberapa tahun lalu,


“Hemppphh… sepertinya rencana papa untuk mengagendakan liburan perlu untuk kita realisasikan pa.. Mommy, dan anak anak sangat menikmatinya pa.. Kita bisa beristirahat dari otak, dan dari fisik. Hal ini sangat bagus untuk relaksasi pikiran, dan juga tubuh..” sambil mengangkat wajahnya ke atas, Gwen mengingatkan ucapan suaminya tadi.


Barra tersenyum, dan menundukkan wajah ke bawah. Dengan cepat, seperti seekor ular yang mematuk mangsa, bibir Barra sudah memagut bibir Gwen dengan lembut. Begitu merasakan bagaimana bibir suami merangsek padanya, nafas Gwen seperti terhenti. Perempuan itu membuka bibirnya, dan lidah Barra sudah mengeksplorasi setiap sudut dan rongga mulut perempuan itu. Hal itu berlangsung beberapa saat, sampai akhirnya…


“Papa hentikan… mommy sulit untuk bernafas…” merasa nafasnya terasa sesak, dengan lembut Gwen mendorong dada suaminya menjauh.


Barra tersenyum, kemudian melepaskan ciuman, namun masih terus memandang istrinya dengan pandangan kerinduan. Pasangan suami istri itu tidak bisa saling melepaskan, Ketika kulit mereka sudah saling menyentuh. Hasrat yang ada di masing-masing hati dan perasaan mereka semakin bergolak, dan menunjukkan keinginan lebih,


“Honey, bagaimana jika kita masuk ke dalam kamar sayang, kita akan nikmati mala mini..?” tiba-tiba laki-laki itu berbisik di telinga istrinya.

__ADS_1


„Tapi pa..., mommy belum puas melihat keindahan ini. Akan sangat jarang kita menyaksikannya..” tetapi Gwen merasa berat, untuk berpindah dari tempat itu.


Barra tidak memberikan tanggapan, laki-laki itu tetap dalam posisi memeluk istrinya dari belakang. Tangan laki-laki itu sudah mulai nakal, karena sudah menjalar turun dari leher istrinya, dan bergerak turun. Gwen diam saja, malah perempuan itu beberapa kali memejamkan mata, seperti menikmati perlakuan dari suaminya. Tidak berhenti sampai disitu, ternyata bibir Barra juga ikut memberikan ciuman di leher belakang istrinya, dan hal itu yang tidak bisa ditahan oleh perempuan itu.


„Mmppphhh... papa...” Gwen sudah tidak bisa mengendalikan dirinya. Bahkan Ketika Barra berjalan mundur, membawanya untuk masuk ke dalam kamar, perempuan itu diam saja. Laki-laki itu tersenyum smirk, dengan kaki kanannya Barra menutup pintu kamar, dan segera membawa istrinya ke atas ranjang.


***********


Keesokan paginya…


Gwen menyusul ketiga putra putrinya yang sudah lebih dulu ke tempat jamuan sarapan pagi mereka. Terlihat nanny yang tampak dengan telaten menyuapi Sheen, sedangkan Bareeq dan Tareeq tampak makan sendiri diapit Aldo dan Kayla. Gwen segera mendatangi Sheen, kemudian mengusap kepala gadis kecil itu dengan penuh kasih sayang.


“Mommy… Sheen sudah makan…” gadis kecil itu menyapa mommynya.


“Papa… papa dimana mommy…” Sheen malah bertanya tentang papanya.


“Tunggulah sebentar sayang, papamu tadi masih beristirahat. Mungkin sebentar lagi papa sudah bangun, dan akan mengajak Sheen bermain..” dengan sabar, Gwen menjelaskan.


“Mommy… cepatlah makan Bersama kami mommy...” melihat mommy nya sudah datang, Bareeq berteriak memanggil mommy nya.

__ADS_1


Gwen melambaikan tangan, kemudian berjalan menghampiri kedua putranya. Tareeq langsung memeluk tubuh mommy nya, sedangkan Bareeq masih tetap focus menyelesaikan makannya.


“Kenapa ini Tareeq dan Bareeq sejak kemarin menempel sama Uncle Aldo, dan aunty Kayla. Kalian pasti mengganggu aunty dan uncle ya..” melihat si kembar, diapit adik iparnya, Gwen merasa kurang nyaman.


“Tidak kak Gwen.., kami malah yang mencari mereka kak. Sejak bangun tidur, kak Aldo sudah mengajak Kayla untuk mendatangi kamar mereka. Untung saja mereka sudah bangun, dan tadi kita juga sudah sempat berjalan jalan pagi..” tukas Kayla.


„Benar yang dikatakan Kayla Gwen..., mereka baik kok. Tidak nakal, dan juga tidak berbuat yang aneh aneh. Segeralah sarapan pagi, mumpung masih ada pancake hangat tuh.. Barusan, pelayan hotel memasak dan menyajikannya di meja..” Aldo menambahkan. Kayla tersenyum, melihat suaminya dan Gwen tetap berperilaku akrab, meskipun mereka dulu sahabat dan berubah menjadi adik kakak ipar.


“Baiklah Ald… aku akan mencobanya..”


Gwen segera duduk di depan putra putranya, kemudian mengambil dua pancake dan meletakkan di atas piring kecil. Tidak lupa, perempuan itu mengambil sirup maple, dan menuangkan di atas pancakenya. Menggunakan garpu dan pisau kecil, Gwen mulai menikmati makanan itu.


“Kak Gwen… jam berapa kita akan melakukan perjalanan melihat binatang Komodo kak. Aku sudah tidak sabar ingin berfoto dengan binatang melata itu..” tiba-tiba Kayla Kembali bertanya.


“Kita tunggu kak Barra sampai bangun Kayla. Tapi jika sampai jam sepuluh belum juga bangun, nanti kakak akan membangunkan kakakmu. Karena masih ada agenda untuk naik ke kapal Pinisi, dan kita bisa ambil gambar di atas kapal itu..” sambil mengunyah pancake, Gwen menjawab.


„Sayang... tunggu sampai kakakmu menghabiskan sarapannya, jangan diajak bicara dulu. Nanti kakakmu bisa tersedak..” melihat mulut Gwen yang penuh ketika perempuan itu berbicara, Aldo mengingatkan istrinya.


Gwen tersenyum dan menganggukkan kepala. Terlihat Kayla mengacungkan kedua telapak tangan di depan dada, sebagai bentuk permintaan maafnya. Tapi baru saja beberapa saat Kayla terdiam, tiba-tiba gadis itu berdiri…

__ADS_1


“Kak Aldo… tiba-tiba perut Kayla mual, Kayla mau ke wastafel dulu..” gadis itu bergegas meninggalkan semua yang ada di meja makan. Aldo segera berdiri dan berjalan cepat mengikuti istrinya.


**************


__ADS_2