Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 111 Kabar Mengejutkan


__ADS_3

*Helsinki *Apartement


Aldo duduk bersila di atas karpet, dan kedua tangannya memegang controller video konsol. Tampak game pertandingan sepak bola sedang dimainkan oleh anak muda itu. Di atas meja terlihat Asep sedang menikmati mie goreng dengan telur ceplok di atasnya. Beberapa saat kemudian, Aldo meletakkan konsol di sampingnya, dan sambil duduk bersandar anak muda itu terlihat bingung.


“Ada apa Ald.. sudah bosan apa main Play station apa..” sambil menyuapkan sumpit ke mulut, Asep bertanya pada anak mud aitu.


“Hmmmpph… benar Sep. Bosan dari tadi hanya sendiri main PS, aku tiba-tiba teringat Gwen. Kemarin aku berpikir, pasti gadis itu akan kuliah di University of Helsinky, tapi ternyata kita sudah hampir dua minggu ke college, belum pernah ada jumpa dengannya.” Aldo mengeluhkan tentang belum berjumpanya dengan Gwen.


“Iya sih Ald… aku juga baru berpikir beberapa hari, aku sengaja tidak membicarakannya kepadamu. Aku khawatir kamu malah akan kepikiran, tapi ternyata kamu malah memulainya..” Asep tersenyum kecut.


Asep ingat jika tujuan mereka ke negara ini, karena Aldo tidak bisa melupakan sahabat mereka Gwen. Namun sudah hampir satu bulan beradan disini, mereka sama sekali belum mendengar keberadaan Gwen.


“Tapi melihat keterbukaan suami Gwen, aku yakin laki-laki itu tidak akan pernah membiarkan istrinya untuk menempuh studi di perguruan tinggi sembarangan. Hanya kampus ini yang punya rating terbaik di negara ini, mungkin hanya kebetulan saja kita belum berjodoh untuk bertemu dengan Gwen… Aldo. Kita masih harus bersabar..” lanjut Asep menenangkan Aldo.


“Benar katamu Asep… kita juga belum ada usaha apapun untuk mencari gadis itu. Selama ini kita baru berangkat ke college, duduk duduk sebentar kemudian cabut dan Kembali pulang ke apartemen. Besok aku akan mencoba mencari tahu, aku akan datang ke ruang SIstem Informasi untuk tracer nama Gwen Alvaretta. Semoga saja upaya itu mendapatkan hasil, dan jika tidak ada aku akan coba hunting ke college yang lain.” Akhirnya Aldo mengutarakan apa yang akan dilakukannya,


Asep tersenyum, dia paham dengan sahabatnya. Aldo tidak akan pernah menyerah, jika kemauannya belum terlaksana. Sebagai sahabat yang menemaninya sejak Aldo masih kecil, Asep hanya mengiyakan mendengar perkataan dari anak mud aitu.


“Hempphh terserah kamu saja Sep, aku hanya bisa mendukungmu saja. Tapi menurutku sih Ald, tidak ada salahnya jika kamu mencoba menghubungi ponsel Gwen. Memang sih, tujuanmu untuk memberikan surprise pada Gwen, tapi menurutku sih… sudah tidak perlu lagi bertindak seperti itu. Sudah hampir satu bulan, jadi coba panggil Gwen sekarang.., aku yakin gadis itu akan merespon balik.” Asep akhirnya ikut memberikan masukan.

__ADS_1


Aldo terdiam beberapa saat, tapi tanpa menjawab kata-kata Asep, laki-laki itu mengambil ponsel yang diletakkan di atas meja di samping dia duduk. Sesaat Aldo terlihat ragu untuk melakukan panggilan pada Gwen, tapi tidak lama akhirnya dengan lincah jari anak mud aitu menekan panggilan keluar pada nomor contact my beloved Gwen.


“Tut… tut… tut….” Panggilan pertama Aldo terlewatkan. Anak muda itu mengambil nafas panjang, kemudian men dial lagi contact Gwen. Aldo sampai mengulang tiga kali panggilan itu, dan akhirnya…


“Selamat sore Aldo… bagaimana kabarmu guys….” Suara merdu Gwen terdengar menyapa panggilan Aldo.


Sesaat Aldo seperti terhipnotis dengan suara gadis itu, tetapi untungnya dengan cepat anak muda itu menyadari kekakuannya.


“Gwen… I miss you, always.. Aku yang seharusnya bertanya bagaimana kabarmu saat ini Gwen… Bahagia bukan.” dengan cepat Aldo memberikan tanggapan,


Dua sahabat lama itu terlibat dalam pembicaraan. Asep yang duduk di sebelah Aldo, hanya senyum-senyum melihat bagaimana wajah Aldo sudah terlihat cerah. Anak muda itu asyik terlibat pembicaraan seru dengan Gwen.


„What....??? Kapan datang ke Finlandia, kenapa baru kirim kabar Aldo. Aku saja yang akan mendatangi alamatmu sekarang, aku khawatir kamu akan tersesat. Nanti biar sopir keluargaku yang menjemputmu untuk datang ke rumah kami.” Dengan terbuka, Gwen menanggapi pertanyaan Aldo.


“Tapi Gwen…. Apakah suamimu kak Barra tidak marah jika menerimaku main ke rumah..?? Aku tidak mau, aku dan Asep akan menjadi penyebab perselisihan antara kalian berdua..” untungnya Aldo sudah netral akan perasaan cemburunya dengan suami Gwen.


“Ha.. ha… ha…, kak Barra bukan anak kecil Aldo.. Akupun juga demikian, lama kelamaan pola pikirku juga sudah berubah. Aku sudah mulai bisa menerima kak Barra sebagai suamiku, meskipun hal itu butuh proses lama. Tapi untuk saat ini, kami sudah saling bisa menerima, dan mengabaikan hal-hal yang tidak penting..” tidak diduga, jawaban Gwen membuat ada rasa nyeri di ulu hati Aldo. Tetapi dengan cepat, anak mud aitu mengambil nafas untuk Kembali menetralisir perasaannya.


“Okay Gwen… I know you so well. Aku dan Asep tinggal di Helsinki Apartemen.. Kami menunggu kedatanganmu di apartemen, dan aku akan cerita hal lainnya Ketika kita sudah berjumpa, agar ceritaku tidak membuatmu kaget atau shock Gwen…” akhirnya Aldo mengatakan hal yang sebenarnya.

__ADS_1


“Hempphh… baik Aldo, tapi kali ini kita akhiri dulu ya bincang-bincang kita. Kebetulan aku juga berada di kota Helsinki, aku akan ajak suamiku kak Barra untuk main ke apartemenmu.. Tunggu kami Aldo..” dengan ceria, Gwen menanggapi undangan dari Aldo.


“Baik Gwen… selalu sehat ya..”


Akhirnya dua sahabat itu mengakhiri perbincangan mereka. Aldo masih terdiam dan belum meletakkan ponselnya, laki-laki itu seperti tidak percaya denga napa yang baru saja dilakukannya. Di satu sisi, anak mud aitu sangat senang karena bisa berbincang dengan gadis yang selalu dirindukannya, tetapi di satu sisi juga ada rasa nyeri mendengar keharmonisan Gwen dan suaminya,.


********


Gwen menghampiri suaminya yang sedang membaca majalah di atas sofa. Tidak seperti biasanya gadis itu memeluk suaminya dari belakang, sesuatu yang belum  pernah dilakukannya selama ini. Tentu saja Barra kaget dengan sikap istrinya, tapi laki-laki itu malah berpura-pura mengabaikan istrinya, karena ingin tahu sejauh mana istrinya berani melanjutkan apa yang sudah dimulainya.


“Mmppphh… kak Barra.., apakah kak Barra sedang sibuk..?” tiba-tiba Gwen bertanya pada laki-laki itu.


Barra terdiam, dan tanpa peringatan laki-laki itu menolehkan wajahnya ke belakang, dan tidak ayal bibir Gwen mencium pipi suaminya. Seketika pipi Gwen memerah, tetapi malah menimbulkan kesempatan bagi Barra. Laki-laki itu segera meraup bibir manis istrinya, kemudian tidak lama dilepaskannya kembali.


„Kak Barra curang..” sahut Gwen, dan gadis itu pura-pura berekspresi marah,


“Ha… ha… ha…, siapa yang memeluk siapa, tapi siapa juga yang mendapatkan tuduhan curang.” Barra tertawa terbahak melihat sikap istrinya.


**********

__ADS_1


__ADS_2