
Sepulang kuliah, karena merasa bored Andy berjalan ke mall terbesar yang ada di negara tersebut. Maksud hati ingin mengajak Gwen, namun tampak Aldo dan Asep serta kedua teman sekelas gadis itu, sudah menatapnya dengan tidak bersahabat. Akhirnya anak muda itu membawa mobil menuju ke mall yang tidak jauh dari kampusnya.
“Aku akan membeli beberapa potong pakaian baru, malas aku akan mengambil pakaian yang masih ada di rumah kak Barra. Dengan tinggal sendiri, ternyata aku malah bebas menjalankan apa yang aku mau. Tidak ada teguran dan larangan..” sambil menyerahkan kunci mobil pada petugas security mall, Andy berpikir sendiri.
Galleria Esplanad Mall menjadi tujuan anak mud aitu saat ini. Andy terus bergegas masuk, dan ketika melihat ada Chinesse food, anak muda itu tertarik untuk masuk menikmati makan siang.
“Di restaurant Chinenesse biasanya mereka menyediakan nasi putih. Aku sudah dua hari belum menikmati nasi, karena tidak ada menu nasi di hotel.” Andy bergumam, dan langsung mengarahkan langkah kaki memasuki restaurant yang tidak jauh dari tempatnya.
“Selamat datang tuan… untuk berapa orang..” seorang waiters menyapa anak muda itu. Andy hanya menjawab dengan jari telunjuknya, dan waiters itu segera mengantarkan anak mud aitu ke tempat duduk.
Setelah melihat Andy duduk, waiters memberikan menu book pada anak itu. Tidak memakan waktu lama, Andy sudah membuat pesanan untuknya. Pakcoy ca, cumi goreng tepung, dan beberapa olahan ikan laut menjadi pilihan menu anak muda itu. Dan sambil menunggu menu yang dipesannya disajikan, Andy sudah masuk ke gadget yang ada di tangannya.
“Andy… is that you boy…?” tiba-tiba Andy kaget karena ada yang mengenali dirinya di tempat itu, dan suara itu adalah suara perempuan.
Anak mud aitu mengangkat wajahnya, dan kaget melihat siapa yang berdiri di sampingnya..
“Mmmmpphhh… kak Jacqluinne kah ini..?” Andy kaget dan berteriak memanggil nama gadis itu.
Andy ikut mengenal mantan pacar Barra, karena Ketika Andy masih kecil, gadis itu sering dibawa Barra ke rumah untuk bertemu papa dan mamanya. Selain itu, papanya juga sering menggunakan Jacqluinne sebagai model iklan dari perusahaan papanya. Jadi Andy cukup kenal dengan perempuan itu.
“Benar Andy… aku bersyukur kamu tidak melupakanku. Apakah boleh aku bergabung dengan mejamu Andy, kebetulan aku juga sendiri di restaurant ini..?” perempuan itu menganggukkan wajahnya.
__ADS_1
„Silakan kak... Andy juga kebetulan sendiri juga kok. Duduklah kak, kita bisa menikmati makan siang Bersama..” Andy mempersilakan perempuan itu untuk duduk satu meja dengannya.
Jacqluinee tersenyum dan segera duduk di depan anak muda itu. Tidak lama kemudian, Jacqluine melambaikan tangan, memanggil waiters mendekat kepadanya.
“Ada yang bisa saya bantu Nona...?” dengan ramah, waiters bertanya.
„Pindahkan menu pesanan atas nama Jacqluine ke meja ini ya. Aku berubah pikiran, untuk duduk di meja ini..” Jacqluine segera meminta waiters untuk memindahkan pesanannya.
„Baik nona.. akan kami antarkan ke meja, bersamaan dengan pesanan tuan Andy..” waiters segera menyanggupi permintaan tersebut.
Andy tidak ikut berkomentar, hanya melihat bagaimana perempuan itu berinteraksi dengan waiters restaurant tersebut. Beberapa saat kemudian…
“Bosan saja kak…, tinggal Bersama dengan papa dan mama juga sama saja. Mereka berdua lebih suka menghabiskan waktu di luar negeri, daripada berdua dengan anaknya. Mendingan sekalian saja bebas sendiri seperti ini..” dengan santai, Andy menanggapi,
“Hemppphhh… mudah sekali ya untuk anak seorang konglomerat. Uang seperti tinggal menggunting saja, kemanapun tidak dipusingkan dengan masalah uang. Lalu by the way… kenapa bisa memutuskan untuk tinggal di Finlandia Andy… apakah ada misi khusus atau bagaimana..” tiba-tiba Jacqluinee bertanya lebih lanjut.
Andy terdiam beberapa saat tidak merespon jawaban perempuan itu. Sebenarnya niat ke negara itu hanya untuk menghilangkan gabut saja. Namun begitu bertemu dengan istri dari kakak sepupunya, jadilah Gwen yang menjadi magnet baginya sehingga memutuskan untuk menetap di negara ini. Tetapi tiba-tiba saja Andy teringat dengan hubungan perempuan di depannya itu dengan kakak sepupunya di masa lalu. Muncul ide untuk kembali mendekatkan hubungan keduanya, sehingga Andy lebih mudah untuk mendekati Gwen.
“Andy.. kenapa kamu malah diam. Bilang saja Andy, jika kamu tidak berkenan aku bergabung dengan mejamu..” Jacqluinee menjadi kikuk ketika melihat Andy malah diam melamun.
„Tidak kak Jacqluinee... hanya saja melihat keberadaan kakak di kota ini, Andy jadi teringat dengan kak Barra. Apakah kedatangan kakak di negara ini, ada hubungannya dengan kak Barra..” tiba-tiba Andy mengingatkan perempuan di depannya itu dengan kakak sepupunya.
__ADS_1
Mendengar nama Barra disebut, gantian Jacqluinee yang terdiam. Perempuan itu kembali teringat dengan pertemuannya di New York, Ketika Barra mengenalkan Gwen gadis kecil sebagai istrinya.
“Lah… kenapa malah gentian kak Jacqluine yang melamun kak.. Jika memang ingin bertemu dengan kak Barra, bilang saja ga pa pa kak.. Aku akan membantu kakak, aku bisa membawa kak Jacqluine ke tempat tinggal kak Barra,” Andy terus nyerocos.
„Apa yang kamu bicarakan Andy, apakah kakakmu juga tinggal di negara ini.” Mendengar nama Barra, wajah Jacqluine menunjukkan penuh minat.
Andy tersenyum mencerna jawaban perempuan itu. Sepertinya Jacqluine belum tahu jika Barra tinggal di kota ini juga. Kembali muncul ide untuk membuka jalan pertemuan keduanya..
“Kak Barra memiliki perusahaan bergerak di bidang logistic, yang menguasai pasar hampir seluruh negara ini kak. Andy bisa mengantarkan kakak ke perusahaan kak Barra, karena akan lebih aman jika akan bertemu. Bagaimana kak..?” Andy mulai menjalankan idenya.
Jacqluine tampak menimbang-nimbang. Teringat terakhir kali bagaimana kekasihnya di masa lalu itu telah menolaknya. Tetapi tawaran dari anak muda yang duduk di depannya itu juga menarik. Apalagi nama Barra di kalangan business man sudah tidak diragukan lagi.
“Hempphh… sepertinya ide yang bagus Andy.. Tapi yakinlah Andy, jika kedatanganku hanya untuk silaturahmi saja, jadi tidak perlu kamu katakan pada istrinya yang masih anak ingusan itu.” Tidak tahu tentang Andy saat ini, Jacqluinee terlihat masih lebih berhati-hati.
“Ha… ha… ha…, tidak perlulah berbasa basi padaku kak... Aku tahu kok, jika sebenarnya kak Jacqluine masih menyukai kak Barra bukan.. Dan juga masih menginginkan agar kak Barra juga kembali bukan. Wajah kak Jacqluine tidak bisa berbohong kak...” Andy malah tertawa mendengarnya.
Perempuan itu kaget, dan memandang wajah Andy yang masih tertawa mengejeknya. Terlihat Jacqluine tambah berhati-hati.
“Jangan khawatir kak Jacqluinee… kitab isa bekerja sama kok.. Aku menginginkan Gwen istri kak Barra untukku, dan kak Jacqluine bisa mendapatkan kak Barra kembali. Menarik bukan tawaranku..” tanpa basa basi, Andy menyampaikan maksud hatinya.
***************
__ADS_1