
Terlihat di sebuah ruangan yang lebih kecil, Cynthia dengan dibantu Hans tampak dengan sabar menjawab pertanyaan dari para calon client yang hadir dalam acara grand opening “Batarsheen Elegance Interior.” Nama itu diambil dari akronim nama ketiga putra putri pasangan Barra dan Gwen. Kedua sahabat Gwen semasa kuliah itu tampak bersemangat menjelaskan pada pengunjung. Tidak lama kemudian, setelah acara tanya jawab berakhir, kedua sahabat Gwen itu duduk beristirahat.
„Hans.. semangat berkaryaku tiba-tiba muncul dan tumbuh, melihat mimpiku menjadi nyata seperti ini. Gwen dan suaminya Barra memang memiliki ide brillian seperti ini, yang akhirnya mendatangkan rejeki pula untuk kita berdua..” Cynthia mengajak Hans, partner kerja saat ini.
“Benar Cynthia… jika tidak ada tawaran ini, mungkin aku akan menjadi kering di negaraku Denmark. Papa dan mamaku menganggapku seperti robot, yang aku seperti mesin harus melakukan apa yang mereka inginkan. Dengan keadaan kita sekarang, aku bisa melepaskan diri dari kungkungan keluargaku, Aku seperti terlahir kembali, dan memiliki arti hidup..” sahut Hans sambil merenung.
Sebagai anak laki-laki tunggal dalam keluarganya, Hans memang sangat diatur oleh kedua orang tuanya. Perdebatan dan pertengkaran dengan papa dan mamanya sering terjadi, sehingga Hans sering melawan. Bahkan penampilan laki-laki itu yang cenderung feminine, dilakukan sebagai bentuk pemberontakan pada kedua orang tuanya. Setelah beberapa saat tinggal Kembali di kota Helsinki, penampilan Hans sudah sangat jauh berubah. Tubuh kekar, tinggi, dengan wajah tampan, menunjukkan jika laki-laki itu adalah betul betul laki-laki tulen.
“Iya Hans…, kita harus banyak berterima kasih pada Gwen sahabat kita. Tetapi aku harap Hans, kamu juga jangan kemudian membenci kedua orang tuamu. Mungkin saja mereka memiliki maksud tertentu, karena dirimu memang diharapkan dalam keluarga. Tetap jalin silaturahmi dengan mereka Hans, jangan putuskan hubungan dengan orang yang melahirkanmu..” Cynthia mengingatkan pada laki-laki itu.
Hans terdiam dan tersenyum kecut, namun perlahan laki-laki itu akhirnya menganggukkan kepalanya.
“Baik Cynthia.. aku akan selalu mengingat apa yang kamu katakan. Gwen dan kak Barra juga selalu mengingatkan, dan memberi nasehat kepadaku. Kapan kapan, katanya kak Barra dan Gwen akan berkunjung ke Denmark, dan akan mengatur waktu untuk bertemu dengan papa dan mama.” Setelah menghela nafas, Hans memberikan tanggapan.
Cynthia tersenyum, dan perempuan itu berdiri Ketika melihat suaminya Asep terlihat sedang mencarinya, sambil menggendong putra mereka Gregory. Mungkin Gregory sudah haus, dan mencarinya.
__ADS_1
„Aku pergi dulu ya Hans.. sepertinya Gregory membutuhkanku. Lihat suamiku Asep sedang menggendongnya saat ini..” perempuan itu segera berpamitan pada Hans.
“Hempphh iya.. iya.., kapan aku juga bisa segera memiliki anak sepertimu dan Gwen..” Hans tersenyum sendiri dan bergumam.
„Ya menikahlah.. carilah pasangan Hans. Atau pilih salah satu dari para tamu yang hadir, atau Josephine tuh, kepercayaan Gwen..” Cynthia menggoda Hans, dan berjalan meninggalkan laki-laki itu sendiri.
Hans hanya geleng geleng kepala, dan tiba tiba pandangan matanya beradu pandang dengan Josephine, yang sedang duduk di kursi yang tidak jauh darinya. Tampak wajah Josephine bersemburat merah, dan gadis itu menganggukkan kepala pada Hans. Laki-laki itu tidak menyadari, dan malah menoleh ke kanan dan ke kiri, dan baru tersadar jika senyuman Josephine itu untuknya. Meskipun terlambat, akhirnya Hans membalas senyuman itu.
“Hemppphh… menarik juga ternyata Josephine. Gadis itu cekatan, dan juga sopan. Kapan kapan aku akan bertanya tentangnya pada Gwen, pasti Gwen tahu dan mengenalnya. Dengar dengar Josephine dulunya bekerja di bagian front line, perusahaan kak Barra..” Hans tampak berbicara sendiri.
***********
“Kak Jacqluinne… bagaimana dengan usaha butik yang kakak rintis..?? Apakah sudah menunjukkan adanya animo dari customer..?” Ketika sedang duduk berdekatan, Gwen bertanya pada mantan pacar suaminya itu. Beberapa orang yang ikut duduk di tempat itu ikut mendengarkan, dan melihat ke arah Jacqluinne.
“Mmppphh… gimana ya Gwen aku menjawabnya. Jika aku katakan laku, tetapi butikku seperti terlihat stagnan, banyak pengeluaran tertahan di bahan pembuatan. Namun jika aku katakan berhenti, masih ada satu atau dua yang memesan pakaian pada butikku..” Jacqluinne tidak memberikan jawaban yang tegas. Perempuan itu tersenyum masam.
__ADS_1
Semua yang duduk dalam ruangan itu, memperhatikan perubahan ekspresi Jacqluinne. Andy juga tersenyum kecut, tidak ikut memperjelas jawaban istrinya. Tetapi untungnya Gwen memahami reaksi dari pasangan suami istri itu, yang tampak ragu untuk bercerita tentang masalah yang mereka hadapi.
“Atau bagaimana kak, jika kak Jacqluinne membuka cabang di space kosong yang ada di work shop ini. Jadi pengunjung atau calon client, mereka bisa mendapatkan service yang lengkap. Bisa one stop shopping, berpikir tentang fashion untuk ruangan mereka, juga fashion untuk dirinya serta keluarga.” Tiba tiba Gwen membuat usulan. Sebenarnya beberapa waktu lalu, Gwen pernah memberikan tawaran juga pada Andy, namun mungkin mereka tidak menganggapnya serius.
“Good idea Gwen.., sepertinya akan ada daya tarik dari para tamu, yang mereka sudah puas dengan karya desain dari Batarsheen Elegance Interior, dan melirik koleksi butik dari Miss Jacqluinne. Nanti kita bisa menambahkan koleksi dari para desainer lainnya..” Cynthia berceletuk ikut menimpali. Tampaknya semua juga setuju dengan usulan itu..
“Bagaimana sayang.. apakah kamu akan menerima tawaran baik ini...?? Atau mungkin kita bisa mencobanya..” tampak Andy ikut meyakinkan istrinya. Terlihat ada harapan dalam tatapan mata laki-laki itu pada istrinya.
Jacqluinne terdiam, mungkin perempuan itu mempertimbangkan banyak hal. Tetapi akhirnya..
“Okay Gwen… Cynthia, aku akan ikut saran kalian. Dalam beberapa hari lagi, mungkin aku dan suamiku akan membawa beberapa orang ke work shop ini, untuk membawa koleksi new arrival dari butikku.. Aku yakin pada kalian, bahwa dengan bekerja bersama, akan lebih banyak manfaat untuk pengembangan butikku..” Jacqluinne menyatakan persetujuannya.
Semua yang berada dalam ruangan itu tersenyum, dan ikut senang dengan keputusan yang sudah diambil oleh Jacqluinne. Begitu juga Andy, laki-laki itu memang terlihat seperti memiliki ganjalan dengan status istrinya di waktu dulu. Tetapi secara perlahan, laki-laki itu berusaha sedikit demi sedikit selalu melibatkan Jacqluinne dalam acara kekeluargaan, sehingga rasa salah di masa lalu bisa terkikis seiring berjalannya waktu.
„Baiklah.. kita sudah dapat kesepakatan bersama. Josephine, tolong printkan aturan bersama dalam kerja sama kita. Biarkan kak Jacqluinne dan Andy mempelajarinya. Dan untukmu kak.., juga Andy. Jika kita kalian tidak sepakat dengan isi perjanjian, semua bisa kita diskusikan. Jangan ragu untuk menolak, atau memberikan sanggahan.” Agar tidak terjadi persengketaan di kemudian hari, Gwen berpesan pada pasangan suami istri itu.
__ADS_1
“Pasti Gwen..” pasangan suami istri itu segera mempelajari isi ketentuan dari berkas yang diberikan Josephine pada mereka, masing-masing satu.
**********