Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 197 Tahanan Rumah Berakhir


__ADS_3

Keesokan paginya…


Andy merasa jengkel, sejak tadi anak muda itu mendengar suara tangis putra laki-lakinya. Merasa jika anak kecil itu ditemani mamanya, Andy tetap saja berselimut tebal tidak merespon tangisan Mike. Tetapi suara tangisan itu semakin mendekat ke kamar Andy, dan mau tidak mau anak muda itu terbangun karenanya. Dengan rasa malas, Andy mengucek matanya dan mengangkat tubuhnya dengan posisi duduk.


“Daddy… dimana mama… huuuu….” Melihat daddy nya sudah terbangun, Mike bertanya tentang mamanya.


“Untuk apa kamu pagi-pagi menangis Mike.. Mengganggu waktu istirahat Daddy tahu tidak..?? Cari mama di kitchen, atau mungkin sedang ke kamar mandi..” dengan nada keras, Andy menanggapi pertanyaan putranya.


"Nothing. Mama wasn't there... huuuu.. Mama tidak ada.., mama pergi meninggalkan Mike.” tangisan Mike semakin keras, dan tidak mau berhenti.


“Hemppphh… sudah berhenti menangisnya. Kamu mencari bersama daddy..” akhirnya karena tangisan Mike semakin keras, Andy bergegas turun dari atas ranjangnya.


Laki-laki itu mengangkat tubuh Mike kemudian menggendongnya. Masih dengan mata yang berat, Andy mencari istrinya di ruangan. Perlahan Andy membuka kamar mandi yang ada di kamar putranya, tetapi tidak menemukan keberadaan istrinya.


“Jacqluine… jangan uji kesabaranku…” sambil menggeram, Andy menuju ke arah kitchen.


Ternyata di dapur, juga tidak bisa menemukan keberadaan istrinya. Anak muda itu menuju ke arah balkon, dan di tempat itu juga tidak ada.


“Damn it…, jangan mencoba untuk bermain-main denganku Jacqluine… “ Andy semakin geram, dan karena Mike masih terus menangis, akhirnya laki-laki itu mengajak putranya untuk duduk di atas sofa.


“Mama… mama dimana daddy..?” tangisan Mike tidak semakin reda.


“Kita tunggu saja dulu mama Mike... Mungkin mama, sedang ke market untuk berbelanja. Kita tunggu sebentar, dan duduklah disini. Daddy akan membuatkanmu susu…” Andy mencoba menenangkan Mike. Mendengar kata susu, akhirnya Mike menatap ke wajah daddy nya, dan anak itu mengangguk dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.


Setelah melihat putranya sudah berhasil diam, perlahan dengan Langkah sempoyongan, Andy berjalan menuju ke dapur untuk menyiapkan susu untuk putranya. Perlahan Andy mengambil botol dari sterilizer, dan menekan tombol di mesin pembuat susu.


*“Fu*ck..” karena dengan mata yang masih mengantuk, tanpa sadar jari tangan Andy tersiram air panas dengan suhu di atas 50 derajat celcius. Mata anak muda itu langsung terbuka lebar, dan tampak warna kemerahan pada jari tangannya.

__ADS_1


„Panas sekali ternyata... susahnya..” sambil mengumpat dalam hati, Andy mengulum jari tangan untuk mengurangi rasa panas.


Setelah rasa panasnya sudah sedikit hilang, Andy kemudian menambahkan air dalam suhu normal ke dalam botol susu tersebut. Anak muda itu mengguncang perlahan botol tersebut, dan tidak lama kemudian, satu botol air susu sudah siap. Perlahan Andy berjalan menghampiri putranya, dan memberikan botol susu kepada Mike.


“Mike.. daddy masih mengantuk. Mike temani daddy dulu ya, sambil kita menunggu mama kembali..” karena masih mengantuk, beberapa kali Andy menguap. Anak muda itu berdiri menatap Mike yang duduk di sofa, dengan botol susu di dalam mulutnya.


„Tapi daddy janji ya... setelah bangun harus mencarikan mama sampai ketemu..” setelah terdiam beberapa saat, Mike bertanya pada daddy nya,


Tanpa berpikir, Andy menganggukkan kepalanya. Anak mud aitu kemudian menarik tangan Mike, dan membawanya Kembali ke atas ranjang. Tidak lama kemudian, daddy dan anaknya itu sudah Kembali tidur terlelap.


***********


Siang hari…


Sampai di tengah hari, ternyata Jacqluine belum Kembali ke hotel tempat mereka tinggal selama ini. Mike yang terus menangis untuk menemukan mamanya membuat Andy kelabakan. Anak muda itu sudah menyuapi putranya sendiri, dan sampai tidak melakukan apapun.


Masih dengan air mata di kelopak matanya, Mike melihat ke arah papanya. Anak muda itu segera mengambil stroller, dan mengangkat Mike untuk mendudukkannya di dalam stroller tersebut. Sebelum Andy mendorong stroller, terlebih dulu anak muda itu mengusap air mata yang masih ada di sekitar mata Mike.


“Daddy… Mike minta dibelikan toys boleh..?” baru saja Andy masuk ke dalam lift, Mike bertanya pada daddy nya.


„Boleh... nanti belilah beberapa. Lagian sudah lama bukan, Mike tidak membeli toys..” dengan sabar, Andy meladeni pertanyaan putranya.


Tidak lama kemudian, anak dan bapak itu sudah sampai di lobby. Sebagai penghuni tetap di salah satu Suites room dua kamar di hotel tersebut, semua security mengenal Andy dan juga putranya. Mereka terbiasa menyapa anak mud aitu, demikian juga dengan siang hari ini.


“Selamat siang Tuan Andy… Mike kecil..” dengan ramah, security lobby menyapa anak dan bapak itu.


“Siang…, by the way siapa yang berjaga dari malam tadi, dan belum rehat sampai sekarang Aku akan menanyakan sesuatu..” menyadari kondisi putranya yang masih membutuhkan mama, Andy bertanya tentang Jacqluinne.

__ADS_1


“Kebetulan saya sendiri Tuan.., apakah ada yang bisa saya bantu.” Dengan responsive, security memberikan tanggapan.


Andy tampak menghela nafas, kemudian melihat ke arah putranya. Meskipun dalam hati, Andy jengkel dengan Jacqluine yang sudah menjadi istrinya, namun anak muda itu berpikir tidak akan bisa mengabaikan perasaan Mike.


“Apakah kamu melihat ada dimana mamanya Mike. Siapa tahu, kamu sempat melihatnya tadi malam..” anak muda itu segera memanfaatkan kesempatan itu.


Bagaimanapun rasa kesalnya terhadap Jacqluine, namun kondisi anaknya membutuhkan pendampingan dari mamanya. Apalagi banyak kesibukan yang harus dilakukan oleh Andy, karena selain mempersiapkan diri untuk menyelesaikan studi, juga mendapatkan kepercayaan dari papanya untuk membantu mengawasi bisnis hotel di negara ini.


„Kebetulan saya yang membantu Nyonya Jacqluine tadi malam Tuan.. Arround 23.00 p.m. Nyonya Jacqluinne menggunakan jasa pengantaran ke airport Tuan. Tetapi untuk tujuan kedatangan penerbangan, kami tidak bertanya kepadanya..” kata-kata yang diucap security itu tampak mengerjakan anak muda itu, dan sesaat Andy tidak tahu bagaimana harus bersikap.


“Damn it…, ternyata perempuan itu sudah membuat perencanaan sebelumnya. Pertengkaran tadi malam, menjadi celah untuk melarikan diri..” dalam hati, Andy mengecam Tindakan Jacqluine.


“Bagaimana tuan Andy… apakah masih ada yang mau ditanyakan. Jika sudah tidak ada, saya akan kembali melanjutkan aktivitas..” karena melihat Andy terdiam, security berpamitan.


“Hempphh… cukup pergilah. Terima kasih..” anak muda itu kemudian membawa Mike naik ke dalam mobil.


Perlahan Andy menginjak pedal gas, dan mobil perlahan berjalan meninggalkan hotel. Andy mengarahkan mobil menuju ke mall, yang memiliki play ground di dalamnya,


“Daddy… apakah mama akan pulang nanti malam ..” dengan polosnya, Mike bertanya tentang mamanya.


Andy melihat ke anak kecil itu sebentar, kemudian perlahan mengusap kepala Mike.


“Mama sedang berlibur sayang, ada urusan di luar negeri yang harus diselesaikan. Sementara mama tidak ada, Mike akan Bersama dengan daddy.” Ucap Andy berusaha menenangkan perasaan putranya.


Mike terdiam, tapi anak itu segera kembali memainkan mobil-mobilan di tangannya. Andy tersenyum perih melihat putranya. Laki-laki itu teringat, jika tahanan rumah untuk dirinya dan juga Jacqluine memang sudah berakhir beberapa hari yang lalu.


********

__ADS_1


__ADS_2