
Setelah melakukan perjalanan menuju Finlandia selama 25 jam, akhirnya private jet yang membawa Aldo dan Asep mendarat di Helsinki Vantaa Airport. Tanpa berlama-lama di dalam jet, begitu pintu kabin dibuka pramugari, Aldo segera beranjak turun dari pesawat. Asep mengikuti di dalamnya, dan langsung masuk ke mobil yang sudah menjemputnya langsung di bawah private jet.
“Selamat datang di Helsinki tuan Aldo.., perkenalkan nama saya Steven. Saya yang akan mengantarkan tuan langsung menuju apartement. Selain itu tuan Firmansyah juga menugaskan saya untuk mengantarkan ke tempat yang ingin tuan berdua tuju..” dengan sopan, driver yang menjemput dua anak muda itu memberi salam dan sambutan.
“Okay… tapi setelah aku sudah sosialisasi dengan negara ini, kamu bisa kembali pada papa.” Dengan tegas, Aldo membuat batasan atas tugas dari laki-laki itu.
“Siap tuan Aldo… saya akan mengikuti apa yang tuan perintahkan. Mohon untuk memasang seat belt, karena saya akan langsung mengemudi untuk menuju Helsinki Apartment. Di apartemen tersebut, akan menjadi tempat tinggal tuan Aldo dan tuan Asep selama menempuh studi di negara ini.” Mendengar permintaan itu, Aldo dan Asep segera memasang seat belt, dan driver tersebut langsung menginjak pedal gas.
Mereka berada di dalam mobil dalam diam, mungkin karena kedua anak muda itu masih sangat terlihat lelah, sehingga mereka lebih banyak diam. Driver juga memberi kesempatan pada dua anak muda itu untuk beristirahat. Laki-laki tanpa banyak cakap segera mengarahkan mobil menuju ke apartemen. Tidak lama kemudian, mobil sudah memasuki lobby sebuah bangunan apartemen yang sangat mewah, dan driver menghentikan mobil tepat di depannya,
“Tuan Aldo.. tuan Asep, tujuan kita sudah sampai tuan… Tuan bisa segera masuk ke kamar, untuk segera beristirahat merebahkan diri.” Terdengar kembali suara driver membangunkan kedua anak muda itu.
Security lobby apartemen dengan sigap membukakan pintu mobil, dan untungnya Aldo dan Asep sudah membuka matanya,
“Apakah kita sudah sampai di lokasi Steven..?” Aldo yang baru saja membuka mata, bertanya pada driver yang membawa mereka.
“Sudah tuan Aldo.. tuan bisa langsung masuk ke dalam, dan naik ke lift. Kamar tuan Aldo ada di lantai tujuh, nanti kami yang akan mengantarkan barang-barang tuan ke atas..” Steven yang sudah turun dari dalam mobil, menjawab pertanyaan yang dilontarkan Aldo.
“Baiklah.. Asep.., ayo kita segera naik ke atas. Aku sudah tidak tahan, ingin segera mandi kemudian makan malam.” Aldo segera mengajak Asep untuk masuk ke dalam apartemen.
__ADS_1
“Yap.. ide bagus Aldo, Aku menyetujuinya..” Asep segera mengikuti berjalan kaki di belakang Aldo. Di depan pintu lobby tampak petugas receptionis mencegat anak muda itu..
“Tuan Aldo.. saya Clara akan memberikan kunci kamar apartemen atas nama tuan..” sambil tersenyum ramah, ternyata petugas perempuan itu memberikan acces room pada anak mud aitu.
Aldo segera menerima acces room tersebut, tetapi laki-laki itu ingat jika dia dan Asep belum makan malam.
“Untuk makan malam kami berdua malam ini, siapa yang akan membantu untuk melakukan pemesanan..” sebelum berjalan menuju pintu lift, Aldo bertanya pada perempuan tersebut.
“Sudah saya bantu untuk pesankan tuan… tidak lama lagi menunya akan diantarkan ke kamar. Tapi karena pesanan mendadak, tidak banyak pilihan menu yang bisa kami pesan untuk makan malam tuan berdua..” dari belakang mereka, Steven menyahut pertanyaan Aldo. Petugas receptionis bernama Clara itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya,
“Tidak apa Steven.. yang penting ada yang mengisi perut kami mala mini. Kami juga akan langsung beristirahat.” Setelah mendapatkan kepastian, kedua anak mud aitus egera melanjutkan perjalanan untuk naik ke lantai tujuh.
*********
Gwen sedang membaca novel petualangan kesukaannya. Karena Barra sedang bekerja di perusahaan, gadis itu hanya sendiri dengan ditemani maid di rumah besar itu sendiri. Novel, gadget menjadi teman kesehariannya. Karena tanpa ada teman, Gwen juga merasa malas untuk melakukan perjalanan sendiri, Setelah Kayla juga pergi mengikuti papa dan mamanya, jadilah Gwen Kembali sendirian hanya ditemani maid. Akhirnya banyak waktunya diisi dengan membaca majalah, novel, dan bermain game kesukaannya.
“Aku ingin segera masuk kuliah… tapi masih lumayan lama, tiga minggu lagi baru aka nada pengarahan mahasiswa baru..” Gwen meletakkan novel yang sudah selesai dibacanya. Gadis itu mulai melamun, membayangkan Ketika perkuliahannya dimulai.
“Kak Barra terlalu asyik dengan pekerjaannya, dan aku merasa sungkan untuk mengajak suamiku berjalan-jalan melihat objek wisata di negara ini.” Gadis itu tersenyum kecut.
__ADS_1
Sepertinya Gwen sudah mulai merasa bosan dengan hari-harinya, dan ingin mengalihkan dengan aktivitas yang lain. Namun… satu temanpun belum dimilikinya di negara ini. Untuk melakukan eksplorasi negara ini sendirian, Gwen masih memandang ijin dari suaminya. Akhirnya hanya menghitung waktu yang bisa dilakukan oleh gadis itu.
“Assalamu alaikum honey…” tiba-tiba tanpa sepengetahuan Gwen, ternyata Barra sudah pulang ke rumah. Laki-laki itu mengucapkan salam pada istrinya.
“Wa alaikum salam, kak Barra sudah pulang..” gadis itu segera berdiri, dan mengulurkan tangan mengajak suaminya berjabat tangan.
Setelah kedatangannya ke perusahaan suaminya dengan ditemani mama mertuanya, Gwen memang sudah jauh lebih berubah. Perlahan-lahan, gadis itu sudah mulai ikhlas menerima Barra sebagai suaminya, meskipun belum bisa melakukan hubungan layaknya suami istri pada umumnya. Barra juga tidak mau memaksa istrinya, laki-laki itu ingin melakukan jika istrinya memberinya ijin,
“Apa yang kamu lakukan hari ini honey… Aku ingin mengajakmu untuk menginap jauh di Finlandia utara sayang. Bersiaplah…” ternyata kedatangan suaminya membawa berita bahagia untuk gadis itu.
“Benarkah kak.. tempat apa yang akan kita tuju kak. Apakah kak Barra ada kegiatan bisnis di Finlandia utara untuk beberapa hari, sehingga mengajak Gwen turut serta.,” gadis itu kaget dengan informasi yang didapatkan.
Barra tersenyum sambil merangkul bahu istrinya, dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.
„Aku akan mengajakmu ke Rovaniemi honey. Objek wisata ini menawarkan pemandangan yang sangat bagus, ada Aurora yang bisa kita lihat dengan mata kita langsung. Kita akan bermain salju di tempat itu, aku tahu, kamu suka berpetualang bukan...?” berdasarkan informasi yang dikumpulkan tentang kesukaan istrinya, Barra tahu jika istrinya punya hobby berpetualang dan tertarik dengan sesuatu yang baru,
„Aurora kak... wow so sweet… Ayuk kak, kita segera berbenah dan menuju ke kota itu..” dengan mata berbinar, Gwen menyambut baik ajakan suaminya. Gadis itu menjadi lebih bersemangat, mendengar kemana suaminya akan membawanya pergi,
“Tidak perlu bawa baju banyak-banyak honey, nanti kita akan membelinya disana. Kota Rovaniemi memiliki suhu yang sangat dingin, dan di sekitarnya lebih banyak ditutup salju. Baju hangat, tebal berbulu lebih cocok untuk kita kenakan disana. Jangan khawatir, aku sudah memesan beberapa untukmu honey…” Barra memberi tahu istrinya, dan Gwen segera menyiapkan perlengkapan pribadinya.
__ADS_1
***********