Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 157 Mencari Informasi


__ADS_3

Helsinki Apartment


Gwen tidak mau keluar dari dalam kamar, setelah bersama dengan Aldo dan Asep masuk ke dalam kamar apartemen yang ditempati dua anak mud aitu. Kedua sahabatnya juga tidak mau mengganggu, mereka berdua memenuhi kebutuhan sehari-hari Gwen, dan hanya menunggu di depan pintu kamar yang ditempati gadis itu.


“Bagaimana menurutmu Aldo tentang kejadian kemarin itu..? Apakah itu kesengajaan, ataukah hanya perbuatan dari perempuan yang ditemukan Bersama dengan kak Barra di dalam kamar hotel?” dengan keraguan, Asep memancing diskusi dengan Aldo.


Aldo terdiam sebentar, kemudian…


“Menurutku itu hanya jebakan saja Asep.., tetapi aku belum menemukan bukti untuk menyelamatkan kak Barra.. Dengan rasa cinta dan perlakuan kak Barra pada Gwen, tidak mungkin laki-laki itu akan memberikan kesempatan pada mantan pacarnya di masa lalu.” Ucap Aldo sambil sesekali mengisap rokok di tangannya.


Asep seperti masih berpikir, anak itu seperti mau bertanya lagi pada sahabatnya itu. Tetapi sepertinya Asep masih menunggu reaksi Aldo selanjutnya. Setelah menunggu sebentar…


“Aldo… tolong jawab jujur pertanyaanku ini. Apakah kamu tidak akan bergerak untuk memanfaatkan kesempatan ini. Kali ini, sepertinya Gwen sangat marah pada suaminya, yang tentu saja merupakan kesempatan untukmu agar kembali mengalihkan perhatian Gwen dari kak Barra. Aku pikir kali ini merupakan saatnya..” Asep akhirnya mengutarakan apa yang terlintas di pikirannya.


Tidak diduga, Aldo melihat ke arah Asep, dan anak muda itu tersenyum kecut... Kemudian...


„Jangan mencoba memancingku untuk menjadi seorang pecundang Asep… Aku melihat ada cinta yang besar dari Gwen untuk kak Barra, demikian pula sebaliknya. Menjadi kewajiban dan tanggung jawab moral bagiku, untuk mengurai masalah ini satu persatu Asep. Bukankah kamu juga tahu, jika aku sudah berkomitmen dengan Kayla yang juga merupakan adik kandung kak Barra. Aku masih cukup waras Asep, untuk berpikir sehat..” merasa jika sahabatnya itu hanya menguji takaran perasaannya untuk Kayla, Aldo tidak terpancing.


Asep tersenyum, dan anak muda itu menepuk punggung atas Aldo, memberikan dukungan pada sahabatnya. Kedua anak muda itu kembali terdiam, mereka terbenam dalan pikiran mereka masing-masing. Sedangkan dari dalam kamar Aldo, juga tidak terdengar ada tanda-tanda jika Gwen akan keluar dari dalam kamar.


„Tet... tet.. tet ...” beberapa saat dalam diam, kedua anak muda itu dikejutkan dengan bel pintu ruang apartemen yang mereka tempati.


„Apakah kamu melakukan delivery Asep... karena seperti ada ketukan pintu, dan juga bel pintu berbunyi.” Aldo melihat ke arah Asep dan bertanya pada anak muda itu.


„Ga tuh... aku tadi berpikir kita akan masak apa yang ada di kulkas saja. Jadi aku tidak melakukan pesanan delivery..” ternyata Asep tidak melakukan apa yang ditanyakan oleh Aldo.

__ADS_1


“Terus siapa yang menekan bel…” Aldo bertanya pada Asep.


Untuk memastikan ada siapa yang menunggu mereka di luar pintu, Asep berdiri dan menuju ke arah pintu. Beberapa saat kemudian…


“Aldo.. di luar ternyata ada Kayla. Bagaimana ini, apakah kita akan membiarkan gadis itu masuk..?” sesaat Asep terlihat panik.


Aldo berpikir sebentar sebelum menjawab..


“Kita biarkan semua terjadi secara alami sajalah Sep... Jika memang Kayla tahu kakak iparnya ada disini, kita tidak akan menutupinya. Kita hanya akan menjelaskan alasan kenapa kita membawa Gwen kemari. Namun... jika memang tidak tahu, ya sudahlah.. karena untuk saat ini, hal itulah yang kita kehendaki bukan..? Kita biarkan semua terjadi secara alami saja..” akhirnya Aldo mengeluarkan statement.


Dari tempatnya berdiri, Asep hanya menganggukkan kepala. Setelah mengambil nafas panjang, akhirnya Asep segera membuka pintu. Seorang gadis cantik berdiri di depan pintu, dan tersenyum menatapnya.


“Asep… apakah aku bisa bertemu dengan Aldo kali ini... Aku ingin curhat padanya..” ternyata gadis itu menyapa duluan.


„Masuklah dulu Kay... kebetulan Aldo juga sedang duduk di ruang tengah. Kamu bisa mengajaknya berbicara.” Anak muda itu segera mempersilakan gadis itu masuk.


Gadis itu melangkahkan kaki menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh Asep. Melihat Aldo yang tampak kusut, gadis itu tanpa prasangka langsung menghampiri kekasihnya. Sedangkan untuk tidak mengganggu perbincangan keduanya, Asep sengaja masuk ke dalam kamar.


“Hi Aldo… aku datang kesini..” Kayla segera menghampiri Aldo, kemudian keduanya melakukan cipika cipiki.


„Iya Kay... maaf ya, sejak kemarin aku lupa menyalakan ponselku. Baru tadi pagi aku sadar, jika ternyata ponselku sedang tidak aktif..” sebelum ditanyakan, Aldo sudah berbicara pada Kayla.


„Oh makanya Ald... aku bingung mengetahui keadaanmu. Hal itulah yang mendorongku untuk datang kesini, dan sekaligus akan curhat tentang masalah kak Gwen..” Kayla tampak melihat ke sekeliling.


Meskipun kamar kekasihnya tertutup, namun gadis itu tidak menaruh kecurigaan.

__ADS_1


„Mmmpphh... begitu ya. Jika begitu, kita bincang-bincang di roof top saja yuk, biar tidak ada yang mendengar pembicaraan kita.” Menggunakan Asep untuk alasan, Aldo mengajak gadis itu untuk meninggalkan ruangan itu.


“Ayo kak…” tidak diduga, Kayla langsung menyanggupi,


Akhirnya dua orang itu segera berdiri, dan saling bergandengan tangan keluar dari ruangan apartemen.


**********


Roof Top


Aldo mendengarkan semua yang diceritakan kekasihnya dengan seksama. Tidak ada keinginan sedikitpun untuk menyela pembicaraan Kayla. Beberapa saat gadis itu bercerita, akhirnya Kayla mengakhirinya.


“Mmmmppphh…. Jadi versi kak Barra, kakakmu tidak tahu apa-apa ya. Tahu-tahu sudah berada di atas ranjang tanpa mengenakan pakaian atasan saja..” Aldo mengomentari apa yang diceritakan kekasihnya.


“Iya Ald… dan aku melihat kak Barra saat ini betul-betul terpuruk. Bahkan Ketika kak Andrew datang tadi pagi, kak Barra diam saja Ketika kak Andrew memukulinya beberapa kali. Aku sampai tidak tega melihatnya Ald..” tampak air mata menggenang di pelupuk mata Kayla,


Dalam hati anak muda itu, ingin membantu kekasihnya dengan mengatakan jika posisi Gwen saat ini aman, karena bersamanya. Namun... Aldo juga tidak mau mengkhianati perasaan sahabatnya.


„Kami sekeluarga sangat terpuruk Ald.. apalagi kak Andrew marah besar Ketika mendengar jika keponakan kesayangannya pergi dari rumah. Sampai kak Andrew mengancam akan membawa pergi kak Gwen dari sisi kak Barra.” Kayla melanjutkan ceritanya.


„Sabar Kay... mungkin Gwen sedang membutuhkan waktu untuk sendiri dulu. Yakin dan percayalah, gadis itu tidak akan mengalihkan diri pada hal-hal yang berbau negative. Aku sangat mengenalnya..” setelah beberapa saat diam, akhirnya Aldo bersuara untuk menguatkan kekasihnya.


„Hal itulah yang sangat aku harapkan Ald… Bantu kami ya Ald, apalagi Gwen juga bukan orang lain bukan bagimu. Aku mendengar cerita, jika kalian berdua adalah sahabat yang sangat dekat.” Lanjut Kayla, dan air mata mulai menetes di pipi gadis itu.


Melihat kekasihnya yang sangat bersedih, Aldo meraih bahu Kayla kemudian memeluk untuk menguatkan hati gadis itu. Beberapa saat, Aldo mengusap rambut dan menepuk pelan bahu kekasihnya.

__ADS_1


**************


__ADS_2