Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 217 Quality Time


__ADS_3

Helsinki...


Andy menatap wajah putranya yang sedang tertidur di kamarnya sendiri. Setelah laki-laki itu bertemu, dan kembali merekatkan hubungan keluarga dengan Barra serta Gwen, laki-laki itu mulai memperhatikan kembali Mike putranya. Perlahan  Andy mengusap wajah putranya, kemudian menundukkan wajah dan memberikan ciuman di kening bocah kecil itu.


“Mike.. kamu sudah semakin besar, dan pikiranmu juga semakin kritis.. Rasa benci daddy pada mommy mu sudah terkikis, dan semoga saja dimanapun berada, mommy mu dalam keadaan baik-baik saja. Juga Jacqluinne tidak melupakanmu, putranya sendiri..” laki-laki itu bergumam lirih.


Laki-laki itu kemudian menarik selimut ke tubuh Mike, kemudian kembali melihat ke wajah putranya. Setelah beberapa saat, Andy kemudian melangkahkan kaki keluar dari dalam kamar Mike. Perlahan Andy menutup pintu kamar...


„Tuan Andy.. apakah perlu saya siapkan makan malam sekarang..?” baru saja Andy menutup pintu kamar Mike, maid yang dipekerjakannya bertanya pada laki-laki itu.


„Tidak perlu Emma... buatkan teh olong saja, antarkan ke meja kerja.” Sambil tetap berjalan, Andy memberikan tanggapan.


„Baik Tuan Andy..”


Andy segera masuk ke ruang kerjanya, kemudian langsung menuju ke meja kerjanya. Laki-laki itu duduk, kemudian mulai menyalakan laptop yang ada di atas meja tersebut. Ketika menunggu laptop booting, tiba-tiba tanpa sengaja tatapan laki-laki itu melihat ke arah pigura kecil yang ada di sudut meja kerjanya. Andy segera meraih pigura itu, dan sambil tersenyum kecut mengamati foto bertiganya. Tampak Mike duduk di tengah, dan dipeluk Andy serta mommy nya Jacqluinne.


“Hempphhh… Jacqluinne.. Kamu mungkin sudah bahagia, dan bisa kembali menggapai impianmu di Los Angeles.. Aku dan Mike tidak akan mengganggumu, setenar apapun dirimu saat ini. Jikalau kamu tidak mencari Mike, meskipun aku sudah tidak menyimpan rasa sakit hati terhadapmu, aku juga tidak akan mengantarkan putraku kepadamu..” Andy tersenyum kecut. Tangan kanan laki-laki itu mengusap perlahan gambar mereka bertiga.


“Melalui Barra dan Gwen, akhirnya bisa merasakan kasih sayang tulus orang tua terhadap putranya sendiri. Sebelumnya aku sering mengabaikanmu Mike, maafkan daddy..” laki-laki itu kembali bergumam sendiri.


“Tok.. tok.. tok..” pintu diketuk dari luar.


„Masuk..” sahut laki-laki itu tanpa menoleh.


Perlahan pintu didorong dari luar, dan masuklan Emma maid yang bekerja di rumah itu. Emma meletakkan minuman yang diminta Andy, kemudian perempuan itu kembali keluar dari ruangan itu setelah memberi tahu Andy.

__ADS_1


“Minumannya di atas meja Tuan.., saya akan ke kamar untuk beristirahat.” ucap perempuan itu


“Ya..” secara singkat, Andy memberikan jawaban.


Perlahan Andy kembali meletakkan pigura ke atas meja, dan setelah melihat laptopnya sudah menyala, laki-laki itu masuk ke akun sekuritas untuk melakukan pengecekan harga saham perusahaannya. Sambil menunggu, akunnya terkoneksi, Andy berdiri dan mengambil teh olong yang sudah disiapkan Emma. Tidak lama kemudian, laki-laki itu sudah menikmati teh yang masih hangat, sambil Kembali melamun.


“Drttt.. drrrtt..” tiba-tiba ponsel Andy bergetar,


Andy mengabaikan panggilan masuk, dan hanya melihat ke arah ponsel yang tergeletak di atas meja. Beberapa saat nada getar itu berhenti, tetapi tiba-tiba getaran itu muncul lagi. Perlahan Andy melihat ke dinding, dan melihat jika jarum jam di angka 23.15 p.m.


“Jam segini menelpon, orang kurang kerjaan saja. Jika memang ada sesuatu hal yang penting, pasti orang yang menelpon akan mengirimkan chat..” Andy merasa malas, dan masih mengabaikan panggilan yang masuk ke ponselnya.


“Bip.. bip..” Tidak lama kemudian, apa yang dipikirkannya ternyata terjadi. Bunyi nada pesan masuk, terdengar di ponselnya.


Laki-laki itu tetap mengabaikan pesan yang masuk, dan malah menghabiskan teh olong. Setelah minuman dalam gelas itu habis, barulah laki-laki itu perlahan bangun dari posisi duduknya. Tanpa melihat ke arah ponselnya, Andy berjalan menuju ke meja kerja, dan melanjutkan perkerjaannya,


********


Andy terlihat sedang berenang dengan Mike, di kolam renang yang ada di halaman belakang. Laki-laki itu ternyata benar-benar sudah menghargai kebersamaan dengan putranya, dan selalu meluangkan waktu untuk quality time dengan Mike.


“Daddy… kejar Mike ke seberang pool swimming dad…” Mike berteriak mengajak  daddy nya berenang,


“Okay Mike..” tidak mau mengecewakan putranya, Andy mengejar Mike. Tidak menunggu lama, laki-laki itu sudah berhasil menyusul Mike, dan keduanya berenang di tepian bersama-sama.


Untuk tidak membuat Mike kecewa, meskipun dengan tubuhnya yang tinggi, Andy bisa mengejar Mike, tetapi laki-laki itu mengalah. Mike tiba di pinggir kolam renang sesaat lebih dulu, daripada Daddy nya.

__ADS_1


“Daddy.. Mike menang Daddy..” sesuai tebakannya, Ketika berhasil mencapai pinggir kolam renang lebih dahulu, Mike berteriak Bahagia.


“Iya.. putra daddy memang hebat. Daddy akan memberikan apresiasi kepadamu sayang. Mike ingin hadiah apa sayang…” Andy menawarkan hadiah pada putranya.


“Mmppphh.. apa ya Dad… Tapi sepertinya, Mike minta untuk diantarkan ke rumah Bareeq dan Tareeq saja dadd.. Mike bisa bermain Bersama mereka berdua..” Andy agak terkejut mendengar jawaban putranya. Perkataan putranya mengingatkan jika selama ini, Mike tidak memiliki teman, sehingga mungkin merasa kesepian. Setelah terdiam sebentar, akhirnya..


“Akhir pekan, daddy pasti akan mengantarkanmu ke tempat Uncle Barra, dan mommy Gwen sayang. Apakah Mike tidak ingin hadiah yang lain..?” tanpa berpikir panjang, akhirnya Andy menyetujui keinginan putranya.


Terlihat Mike seperti sedang berpikir, tetapi bocah kecil itu kemudian menggelengkan kepala. Sangat terlihat jika bocah itu mengabaikan apa yang terlintas dalam pikirannya,


“Tidak daddy… bertemu mommy Gwen, dan Bareeq serta Tareeq sudah membuat Mike bahagia..” akhirnya anak itu menjawab pertanyaan daddy nya.


“Okay sayang… Kita udahan yuk, mandi terus temani daddy untuk breakfast. Daddy kebetulan ada meeting pagi dengan kolega bisnis, jadi Daddy harus segera sampai ke perusahaan pagi ini..” merasa sudah beberapa saat mereka berenang, Andy mengajak putranya untuk mengakhiri olah raga mereka.


“Baik daddy..”


Andy membantu mengangkat tubuh Mike naik ke atas kolam renang. Setelah itu, Andy kembali berenang satu putaran, baru ikut naik dan berjalan menghampiri Mike yang masih menunggunya di pinggir kolam renang.


„Kita berbilas dulu, dan sekalian mandi Mike.. Ambil handuk bersih yang sudah disiapkan Emma..” Andy memerintah anaknya untuk mandiri.


Anak kecil itu berlari mengambil handuk, kemudian masuk ke ruang bilas.. Andy tersenyum melihat putranya, laki-laki itu kemudian mengambil handuk dan melilitkan di pinggangnya. Laki-laki itu memilih untuk berbilas dan membersihkan diri di kamar mandi, yang ada di dalam kamarnya. Jadi Andy tidak menunggui Mike, tapi bergegas masuk ke dalam rumah.


“Emma.. siapkan breakfast di meja makan sekarang. Dan minta Connie untuk menemani Mike di ruang bilas yang ada di pinggir kolam.” Sambil berjalan, Ketika berpapasan dengan maid, laki-laki itu menyampaikan perintah.


“Baik Tuan Andy..” Emma langsung berbalik badan untuk memberi tahu Connie agar melakukan apa yang diperintahkan oleh majikan mereka,

__ADS_1


***********


__ADS_2