Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 242 Kedatangan Hans


__ADS_3

Gwen tersenyum melihat kedua putranya makan dengan lahap. Meskipun kedua anak itu lebih lama tinggal di luar negeri daripada di Indonesia, namun mereka tetap menyukai nasi. Hal itu mungkin karena kebiasaan dari kedua orang tuanya, yang selalu menyediakan nasi seperti di Indonesia, di meja makan. Akhirnya Tareeq dan Bareeq juga mengikuti kebiasaan mommy dan papa mereka.


“Mommy… Ketika di tempat Uncle Asep, kami mendengar jika mommy akan membuka work shop di kota ini. Di daerah mana mommy, apakah dekat dengan perusahaan papa..” tiba-tiba Bareeq bertanya.


Perempuan itu agak kaget mendengar respon dari putranya, dan tersadar jika ternyata kedua putranya sudah semakin besar. Kedua anak itu sudah bisa mengambil kesimpulan Ketika mendengar pembicaraan orang-orang dewasa, sehingga ke depan mereka harus berhati hati dalam berbicara.


“Benar sayang… tetapi untuk dimana mommy akan berkantor, semua terserah papa kalian. Tetapi mommy berharap, kantornya tidak jauh dari rumah ini. Agar mommy bisa tetap bisa bermain Bersama kalian, di sela sela kesibukan mommy..” meskipun pernah ada rencana pembicaraan dengan suaminya, agar kantornya menjadi satu dengan rumah tinggal mereka, namun Gwen sendiri belum tahu kepastiannya.


Untuk meyakinkan pada kedua putranya, agar mereka tidak merasakan kehilangan kasih sayang dari mommy nya, Gwen belum menjawab pasti. Namun porsi kasih sayang untuk ketiga putranya, akan terus diberikan oleh perempuan itu.


“Asyik Bareeq… besuk Ketika kita pulang sekolah, kita bisa mengajak Sheen untuk datang ke tempat kerja mommy. Dan jika putra dari Uncle Asep, dan aunty Chyntia sudah lahir, kita akan mendapatkan tambahan teman untuk bermain..” Tareeq langsung merasa senang dengan apa yang disampaikan oleh mommy nya.


“Ide kalian berdua sangat bagus sekali. Jadi mommy tetap semangat bekerja, karena ada support dari putra putri mommy.. Sekarang, ayuk segera diselesaikan dulu makan siangnya, baru nanti dilanjutkan ngobrolnya. Siapa yang mau menambah lagi, biar mommy ambilkan..” melihat mood kedua bocah itu sangat bagus, hati Gwen menjadi Bahagia.


“Tareeq ambilkan sup nya momm… Tidak perlu tambah nasi.” Salah satu putra kembar Gwen mengulurkan piringnya.


Dengan sabar, Gwen mengambilkan sup di mangkok kecil, dan meletakkan di samping piring anak itu. Meskipun Bareeq tidak meminta, namun Gwen melakukan hal yang sama pada anak itu. Kedua anak itu segera melanjutkan menikmati sup. Kebersamaan dengan mommy nya membuat si kembar makan dengan lahap. Tiba-tiba tanpa Gwen ketahui, Claire masuk ke ruang makan dan berjalan mendekat kepadanya.


“Excuse me Miss… apakah Claire bisa menyela sebentar..” maid keluarga itu bertanya padanya dengan sopan.


“Iya Claire.. what happened..” Gwen melihat ke arah Claire.

__ADS_1


“Di ruang tamu, ada laki-laki yang ingin bertemu dengan Miss. Claire minta pada laki-laki itu untuk menunggu sebentar, karena Claire mau minta ijin pada Miss. Apakah Miss akan menemui laki-laki tersebut..?” dengan hati-hati Claire menyampaikan maksudnya.


“Laki-laki…” Gwen bergumam sendiri.


Gwen terdiam, dan mencoba mengingat ingat apakah dirinya memiliki janji untuk bertemu dengan laki-laki. Tetapi sampai buntu, Gwen tidak menemukan apapun. Apalagi di negara ini, teman laki-lakinya hanya pada circle keluarganya saja, dan pasti Claire juga mengenalnya. Ditambah lagi beberapa teman kampus, yang tidak begitu banyak.


„Claire belum pernah melihatnya Miss, dan laki-laki itu sepertinya baru kali ini datang kemari. Bagaimana Miss, apakah Miss Gwen mau menemuinya atau tidak..?” Claire meminta kepastian dari majikannya.


“Mmmmppphh… minta laki-laki itu untuk menunggu sebentar Claire. Aku harus menemani kedua putraku makan siang, kamu tahu sendiri bukan.” Akhirnya Gwen mau bertemu dengan tamu yang datang ke rumah untuk mencarinya.


“Baik Miss.. akan Claire sampaikan pada tamunya untuk menunggu..” perempuan itu kemudian bergegas meninggalkan ruang makan.


„Ada apa honey... tumben tumbenan istriku yang cantik melakukan panggilan terlebih dulu..” dari seberang ponsel, dengan genit Barra menggoda istrinya.


“Mmmmppphh.. iya sayang. Papa… Gwen mau minta ijin untuk menemui tamu laki-laki. Tapi siapa orangnya, Gwen belum melihatnya sih. Kata Claire, laki-laki itu sengaja datang kemari untuk bertemu denganku. Dan saat ini aku memintanya untuk menunggu di ruang tamu..” tanpa banyak basa basi, Gwen memberi tahu suaminya,


„Ha.. ha.. ha.. Gwen istriku yang penurut. Itu privacy mu sayang, aku tidak akan ikut campur. Tidak perlulah kamu takut seperti ini, temuilah dia. Jika memang laki-laki yang datang berkunjung itu, punya maksud yang tidak baik padamu, tidak mungkin kan dia akan berani datang ke rumah kita. Temuilah, aku memberimu ijin honey..” tidak diduga, ternyata Barra bertindak sangat clear.


“Baik papa.. terima kasih.” Perempuan itu merasa lega, setelah mendengar jawaban dari suaminya.


********

__ADS_1


Ruang tamu..


Di depan pintu menuju ruang tamu, Gwen tertegun melihat tubuh tinggi laki-laki berbadan tegap yang tengah berdiri membelakanginya. Sejenak keraguan menghinggap di hati perempuan itu, tetapi karena laki-laki itu tamu, maka mau tidak mau Gwen harus menemuinya.


„Selamat siang.. apakah anda yang akan bertemu dengan saya..” untuk tidak menimbulkan praduga buruk, dengan sopan Gwen menyapa tamu di depannya.


Laki-laki itu membalikkan badan, dan dengan senyum lebar laki-laki itu melihat ke arah tuan rumah. Melihatnya, Gwen tidak mampu berkata-kata..


“Hans.. is that you boy…?? Kamu betul-betul membuatku takjub bro.., badanmu kenapa berubah menjadi tegap seperti ini..” ternyata laki-laki itu adalah Hans, teman baiknya di college selain Cynthia.


“He.. he.. he.., apakah kamu tidak mempersilakanku untuk duduk terlebih dulu Gwen. Barulah kita bicara..” Hans malah menggoda sahabatnya itu.


“Iya.. iya… sit down please.. Aku terlalu gugup melihat penampilanmu sekarang Hans.. sampai speechless, tak mampu berkata-kata..” Gwen mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


Hans yang sudah sangat hafal dengan sikap dan watak Gwen menerima uluran jabat tangan itu. Dan biasanya di negara ini, tidak peduli laki-laki atau perempuan, selalu melakukan cipika cipiki Ketika bertemu, Hans tidak pernah melakukannya pada Gwen. Laki-lai itu kemudian duduk di sofa, dan Gwen mengikuti duduk di depannya.


“Ayuk diminum dulu the panasnya Hans, mumpung masih hangat. Barulah nanti kita bicara.” Melihat masih ada asap mengepul dalam cangkir yang disajikan Claire, Gwen meminta laki-laki itu untuk segera minum.


Hans melakukan apa yang diperintahkan oleh sahabatnya itu. Laki-laki itu mengambil cangkir, kemudian menyesapnya perlahan. Tidak lama kemudian, Hans kembali meletakkan cangkir di atas meja. Dan Gwen melihatnya sambil tersenyum, dan berpikir jika kedatangan laki-laki itu kemari, pasti atas inisiatif dari Cynthia.


*********

__ADS_1


__ADS_2