Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 166 Balasan Kelicikan


__ADS_3

Aldo dan Asep menahan nafas, ketika detik-detik melihat Barra mulai memasuki hotel. Laki-laki itu berjalan ke receptionis, dan setelah mendapatkan acces room segera berjalan menuju ke arah lift. Sangat disayangkan tidak ada rekaman suara dalam CD yang mereka bawa, namun rekaman gambar terlihat sangat jelas. Tidak berapa lama, terlihat Barra menekan bel pintu.


“Berarti perempuan itu sepertinya sudah menunggu di dalam Ald.. Buktinya kak Barra, masih harus mengetuk pintu. Dan dari ekspresi kak Barra... laki-laki itu tidak tahu ada apa di dalam kamar.” Asep berkomentar melihat rekaman itu.


„Hempphh... benar katamu Sep... menurut feelingku kak Barra dijebak. Tapi siapakah yang ada di belakang ini semua, musuh Gwen ataukah musuh kak Barra sendiri.


Kita akan ikuti terus saja..” Aldo menanggapi kata-kata Asep.


Kedua anak muda itu kembali melihat dengan serius, dan Ketika pintu kamar dibuka, sangat terlihat wajah kak Barra terkejut. Setelah terjadi perbincangan beberapa saat, Barra segera masuk ke dalam. Tetapi tiba-tiba kedua anak muda itu melihat Andy, adik sepupu dari laki-laki itu membekapkan seulas kain ke hidung kakak sepupunya.


„Kurang ajar... aku tidak mengira ternyata ba***jingan Andy berada di belakang semua ini. Aku akan membuat perhitungan kepada anak itu...” Aldo berteriak geram.


Asep menepuk punggung Aldo tiga kali, mencoba menenangkan anak muda itu. Bukan hanya Aldo, dalam hal ini, Asep juga sangat marah. Tetapi melihat akhir sampai kedatangan Gwen ke kamar itu, perlu juga untuk mereka ketahui. Setelah berhasil menguasai emosinya, kedua anak muda itu kemudian melanjutkan apa yang mereka lihat.


Tidak lama kemudian, senyuman sinis Andy muncul. Anak muda itu kemudian membantu Jacqluine mengangkat tubuh Barra, dan membaringkan di atas king size bed. Tanpa sedikitpun rasa kasihan, Andy juga melepaskan baju kakak sepupunya kemudian melemparkan ke lantai.


“Aku baru melihat ada anak muda berhati binatang seperti itu.. Tunggu saja Andy.., aku akan membuat perhitungan denganmu..” Aldo masih geram terhadap sikap Andy. Asep membiarkannya, karena dia sendiri juga hampir tidak bisa menguasai emosinya.


„Sialan... ****** benar perempuan itu. Coba kamu lihat Ald..!” tiba-tiba Asep berteriak memberi tahu Aldo.


Terlihat di layer laptop, Jacqluine juga melepas pakaiannya kemudian perempuan itu memberikan ciuman pada Andy. Kedua orang itu, di depan Barra yang tertidur di atas bed, ternyata melakukan perbuatan yang tidak bisa mereka lihat. Andy pun juga tidak rishi melakukan hubungan intim dengan perempuan yang memiliki usia jauh di atasnya.

__ADS_1


“Hemmpph… fix sudah Asep. Ternyata dalang di balik kejadian ini semua adalah Andy.. Kita harus segera mengabarkan hal ini dengan kak Barra, atau Om Andrew. Kamu lihat sendiri bukan, bagaimana ekspresi marah Om Andrew melihat kejadian ini. Sampai tadi, Om Andrew masih berkeyakinan jika kak Barra melakukan hubungan selingkuh.” Akhirnya Aldo membuat simpulan.


Anak mud aitu segera mengambil ponsel, dan berusaha menghubungi nomor ponsel Barra. Namun… sambungan mereka tidak ada jawaban. Aldo juga mencoba menghubungi nomor Om Andrew, namun sama halnya dengan Barra, nomor laki-laki itu juga tidak sedang aktif.


“Asep…, sepertinya nomor orang-orang ini tidak bisa dihubungi, Tetapi kita harus bertindak cepat, kamu dengan bukan bagaimana rencana Om Andrew tadi..” tiba-tiba Barra berdiri. Anak mud aitu sudah tidak mau melanjutkan untuk melihat rekaman CD.


Menurut pemikiran Aldo, saat ini mencegah Om Andrew membawa pergi Gwen adalah hal yang paling utama.


“Kita berbagi tugas saja Ald... Aku akan menuju ke rumah kak Barra, untuk mengajaknya ke rumah sakit. Sedangkan kamu segera ke rumah sakit, untuk memberi tahu Om Andrew agar lebih berhati-hati dengan Andy. Atau hal sebaliknya tidak masalah..” Asep membuat keputusan.


„Okay Asep... sama saja semua keputusanmu. Kamu bawa motor ya, aku yang bawa mobil karena rumah kak Barra lebih jauh..”


Dua anak muda itu segera mengambil kunci kendaraan yang akan mereka Barra. Tidak ada waktu lagi untuk mereka berbasa basi.


************


Dengan langkah tergesa, Asep berjalan cepat menuju ke kamar tempat perawatan Gwen. Dia harus menyampaikan informasi tentang kejadian yang sebenarnya, karena merasa miris jika Barra dan Gwen harus dipisahkan. Tetapi begitu terkejutnya anak mud aitu, Ketika membuka kamar, Asep menemukan kamar itu sudah tidak ada penghuni. Untungnya masih ada petugas Kesehatan yang melintas, dan Asep langsung mencegat perempuan tersebut.


“Excuse me Miss… apakah Miss tahu dimana pasien yang menginap di kamar ini..?” Asep menunjuk ke kamar tempat perawatan Gwen sebelumnya.


“Miss Gwen Alvaretta..?” perempuan itu bertanya, dan Asep segera menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Pasien sudah check out beberapa jam yang lalu…, dan via roof top sudah dibawa pergi dari rumah sakit ini. Apakah anda ini keluarga, atau teman?” perempuan itu balik bertanya.


“Teman Miss… terima kasih informasinya Miss..” Asep sangat terkejut,  dan sampai anak muda itu merasa bingung bagaimana harus bereaksi,


Asep langsung duduk di kursi tunggu yang ada di belakangnya. Kedua tangan anak muda itu mengusap wajahnya ke atas bawah beberapa kali,


“Aku bingung… apa yang harus aku lakukan. Atau aku memberi tahu kak Barra langsung, atau menunggu mereka semua sampai di tempat ini.” Terlihat Asep masih kebingungan, apa yang harus dilakukannya. Untung saja anak mud aitu segera teringat Aldo.


Dengan cepat, Asep mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi anak mud aitu. Beberapa kali panggilan keluar pada sahabatnya itu, tidak mendapatkan respon cepat dari Aldo.


“Kenapa ini… Aldo juga tidak segera mengangkat panggilanku. Aku juga tidak tahu, akan dibawa kemana Gwen pergi oleh Om Andrew. Pasti Aldo dan kak Barra akan marah besar, jika mereka sampai tahu hal ini.” Sesaat Asep berpikir sendiri.


Anak itu tidak berani pergi kemana-mana, Asep masih menunggu sampai Aldo datang ke tempat itu. Beberapa saat kemudian, Asep kembali mencoba menghubungi Aldo lagi, namun lagi-lagi panggilan tersebut tidak terjawab. Akhirnya anak itu masih mencoba bertahan, karena khawatir jika akan berlawanan arah dengan Aldo.


„Asep... ada apa kamu disini...? Apakah Gwen sedang istirahat, dan kamu menunggunya di tempat ini..?” tiba-tiba Asep dikejutkan dengan suara Andy.


Mendengar suara anak itu, darah di tubuh Asep seakan mendidih. Tanpa peringatan apapun, dan tanpa menjawab pertanyaannya, Asep langsung berdiri, dan..


“Bukk… ini untuk balasan kelicikanmu Andy… Dan... bukk…. Ini untuk niat burukmu pada keluargamu sendiri,.,” dua bogem mentah melayang di rahang kanan dan kiri dari Andy.


„Awww.... kurang ajar kamu Asep. Ada urusan apa antara kita...” Andy sontak berteriak kesakitan, karena Asep tidak memberi kesempatan pada anak muda itu untuk membela diri.

__ADS_1


Karena kejadian ini dilakukan di dalam rumah sakit yang sepi, tidak lama kemudian banyak orang, tenaga kesehatan yang berlari menghampiri mereka berdua. Tenaga keamanan rumah sakit segera menangkap Asep dan Andy secepatnya.


*************


__ADS_2