
Tidak mau memperpanjang masalah, hari itu juga Gwen mengundang suaminya Barra, dan juga Andy untuk datang ke Batarsheen Elegance Interior. Gadis itu tidak mau menyimpan sekam, dan harus memastikan jika ke depannya, kehidupannya dengan keluarga kecilnya selalu bahagia. Untuk pelakor, gadis itu tidak akan memberikan kesempatan sedikitpun.
"Hey honey..., Are you okay dear..?" baru saja datang dan masuk ke ruang kerja Gwen, Barra menyapa perempuan itu. Ketika Gwen mengangkat wajahnya ke atas, laki-laki itu segera menangkap bibir perempuan itu dengan bibirnya. Ciuman mesra terjadi beberapa saat, dan untungnya Gwen segera sadar untuk apa mengundang suaminya datang ke perusahaan,
"Mommy baik saja papa sayang.. Kita harus segera ke ruang meeting, mommy yakin, Andy dan Jacqluinne sudah menunggu kita disana pa.. Dan mommy harap, papa bersikap tegas dan memperingatkan Jacqluinne. Mommy juga sudah berbicara dengan Hans dan Cynthia, siap untuk kehilangan perempuan itu.." Gwen tampak bersemangat. Selama ini, memang dirinya yang membawa Jacqluinne untuk bergabung ke dalam perusahaannya, dan kali ini perempuan itu sudah siap untuk melepaskan jika memang Jacqluinne tidak bisa diajak bekerja sama.
Barra tersenyum, kemudian laki-laki itu membantu istrinya berdiri. Setelah berdiri sebuah kecupan di kening perempuan itu, kembali diberikan oleh laki-laki itu.
"Kita keluar sekarang honey, papa janji akan bersikap tegas kali ini. Kehidupan dan kebahagiaan keluarga kita jauh lebih penting dari semuanya.." melihat istrinya menganggukkan kepala, Barra kemudian merengkuh bahu istrinya dan mereka segera berjalan menuju ke pintu keluar.
Baru beberapa saat mereka keluar, dan tangan Barra menutup pintu, Gwen melihat Josephine yang sedang berjalan menuju ke arahnya.
"Bagaimana Joshie, apakah kamu ada perlu denganku..?" dengan ramah, Gwen menyapa asisten pribadinya itu.
"Hanya mau memberi tahu saja Miss Director, Tuan Barra.., jika saat ini Miss Jacqluinee dan Tuan Andy sudah menunggu di ruang meeting.." istri dari Hans itu segera memberikan tanggapan.,
"Baik.., terima kasih informasinya Joshie, Aku dan suamiku akan segera menuju ke ruang meeting.." setelah suaminya kembali merangkul bahunya, Gwen segera berjalan meninggalkan asisten pribadinya itu.
Beberapa karyawan yang melihat kemesraan dan keharmonisan pasangan suami istri itu, sangat menatap mereka dengan pandangan kagum. Gwen dan keluarganya menjadi role model bagi mereka. Dan mereka tidak berkedip menatap pasangan itu, sampai mereka masuk ke dalam ruang meeting,
__ADS_1
***********
Beberapa Saat kemudian...
"Hey Andy..., kak Jacqluinne.." dengan ramah, Gwen tetap menyapa pasangan suami istri yang kedatangan mereka di ruangan ini, karena undangan yang dia berikan.
"Hey juga Gwen.., kak Barra.." Andy membalas sapaan itu. Terlihat sepertinya laki-laki itu belum tahu, untuk apa dirinya diundang ke dalam ruangan ini.,
Barra diam saja, dan laki-laki itu segera duduk di samping istrinya. Setelah beberapa saat mereka duduk, laki-laki itu segera mengangkat wajahnya. Kemudian...
"Andy.., Jacqluinne, selamat datang kembali ke Helsinki setelah mengunjungi tanah air. Dan aku beserta istriku kali ini, tidak akan banyak berbasa basi And.. Aku harap semua berhenti sampai disini, dan jika perlu harus ada pernyataan di atas selembar kertas.." tiba-tiba Barra berbicara dengan serius.
"Jacqluinne... aku harap kamu bersikap jujur pada suamimu. Dan perlu aku tekankan kepadamu, jika memang kamu masih mau untuk bekerja sama dengan usaha istriku, bersihkan ruanganmu dari kenangan kita di masa lalu. Bull ****..., aku tidak pernah menganggap jika kenangan itu ada, Hidupku saat ini dan sampai aku menerima ajalku, hanya untuk Gwen istriku dan juga anak anakku. Aku harap kamu menyadari hal itu.." tatapan Barra dengan cepat berubah menjadi tatapan kemarahan, dan langsung menghujam pada istri Andy.
"Ada apa ini sebenarnya kak Barra, Gwen.. Ataukah kamu menyembunyikan sesuatu dariku Jacqluinne...?" Andy yang memang tidak tahu, meminta konfirmasi.
Jacqluinne merasa tidak dapat membela diri lagi, apalagi tiga orang dalam ruangan itu menatapnya dengan tajam.
"Ha.. ha.. ha.., jangan munafik Barra.. Tidak mungkin bukan, jika sudah tidak ada rasa, kamu akan membiarkan istrimu untuk mengajakmu bekerja sama. Aku memang tidak bisa melupakanmu Barra, dan masih berharap jika kita nanti akan bersama lagi.." di luar dugaan, Jacqluinne malah tertawa terbahak. Perempuan itu sama sekali tidak menghargai keberadaan suaminya di tempat itu.
__ADS_1
Tiba-tiba Andy berdiri, dan tidak ada yang bisa mencegah karena semua terjadi dengan sangat cepat..
"Plak..., aku ceraikan kamu sekarang juga Jacqluinne.. Aku tidak menyangka, jika dalam kehidupan ini aku sudah terlalu berharap banyak denganmu. Kita dipertemukan dengan suatu kesalahan, dan sekarang karena kesalahanmu juga, kita dipisahkan." Gwen dan Barra terkejut melihat respon Andy. Namun mereka tidak bisa melakukan apapun, karena semua adalah hak Andy sendiri. Apalagi tatapan laki-laki muda itu terlihat menakutkan.
"Baiklah Andy, terima kasih atas putusanmu. Dan ingat Gwen.., sampai kapanpun aku akan selalu berusaha untuk memisahkan Barra denganmu. Aku tidak akan bisa membohongi perasaanku..." mendengar kata-kata dari suaminya, Jacqluinne malah menantang balik.
Tangan Barra terangkat untuk memberikan tamparan pada perempuan itu, tetapi Gwen dengan cepat memegangi tangan suaminya. Gadis itu menggelengkan kepalanya, tidak membenarkan tindakan suaminya,
"Terima kasih gadis bodoh, kamu masih memberikan ampunan padaku. Aku akan membawa semua sumber dayaku pergi dari tempat ini, dan mulai detik ini kita tidak ada hubungan apapun..." melihat reaksi Gwen pada suaminya, Jacqluinne tersenyum sinis, dan perempuan itu segera berdiri kemudian berjalan keluar meninggalkan ruangan itu,
Tidak ada yang menahan perempuan itu pergi, bahkan Andy hanya diam dan menatap malu pada kakak sepupunya itu. Laki-laki muda itu mengambil nafas panjang, kemudian...
"Maafkan kesalahanku dengan menerima Jacqluinne kak Barra.. Aku sudah putuskan untuk tidak akan membawa perempuan itu lagi dalam kehidupanku dan Mike.." Andy menatap ke wajah kakak sepupunya, Tampak ada permohonan dalam sorot mata laki-laki itu.
"Hempphh... tenanglah Andy. Jangan risaukan aku dan Gwen, kami akan bisa menghadapi sendiri masalah kami. Yang aku khawatirkan hanya dirimu dan Mike.." Barra berdiri kemudian berjalan mendekati adik sepupunya itu. Perlahan laki-laki itu menepuk pelan bahu Andy, dan Gwen hanya melihat itu dengan tatapan prihatin.
"Aku dan Mike akan baik saja kak.. Dalam waktu singkat, aku akan mengurus surat perceraian kami, dan akan menutup semua celah informasi tentang perempuan itu dalam hidupku. Aku sudah mencoba untuk menerimanya, dan menutup mata atas kebusukan perempuan itu. Namun ternyata semuanya salah... doakan aku kuat untuk melangkah ke depan kak..." Barra memeluk tubuh adik sepupunya itu.
****************
__ADS_1